Marketing funnel adalah kerangka yang dibuat untuk menggambarkan perjalanan customer dari awal hingga akhir. Dengan menggunakan marketing funnel, kamu dapat mengetahui masalah dan solusi yang harus dilakukan untuk memastikan customer mencapai akhir yang kamu inginkan.
Sebanyak 48% bisnis melaporkan bahwa penggunaan marketing funnel memberikan hasil yang cukup efektif. Sebagai pebisnis, memahami marketing funnel adalah sebuah kewajiban. Maka dari itu, simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Marketing Funnel?
Marketing funnel adalah tahapan perjalanan customer dari awal mengenal bisnis hingga melakukan pembelian. Tahapan ini sendiri sering disebut juga sebagai corong marketing. Semakin menuju akhir semakin sedikit pula calon pelanggan yang tersisa, namun mereka adalah calon pelanggan yang siap melakukan pembelian.
Marketing funnel merupakan alat yang cukup ampuh dalam penyusunan strategi pemasaran sekaligus mengetahui kekurangan dari strategi yang dilakukan. Tujuan utama dari marketing funnel adalah memastikan perjalanan pelanggan memuaskan dan meningkatkan ROI yang akan diterima bisnis nantinya.
Manfaat Marketing Funnel bagi Bisnis
Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan bisnis dari menggunakan marketing funnel, di antaranya:
- Mengukur tingkat minat atau ketertarikan pelanggan terhadap bisnis.
- Mengetahui tindakan pelanggan secara lebih mendalam.
- Mengetahui masalah yang dihadapi oleh pelanggan pada tiap tahapannya.
- Menentukan efektivitas promosi yang dilakukan.
- Membantu pembuatan strategi yang efektif bagi pelanggan di tiap tahapan.
- Mengukur dan meningkatkan ROI yang diterima.
- Memberikan pengalaman yang memuaskan kepada pelanggan.
- Membangun hubungan dan loyalitas pelanggan kepada bisnis.
Tahapan Marketing Funnel
Terdapat 5 tahapan yang harus dilewati oleh customer dalam marketing funnel, yaitu:
1. Awareness
Tahapan di mana produk atau brand mulai diperkenalkan dan dikenal oleh publik. Di tahapan ini, pebisnis harus mampu meningkatkan awareness dari bisnisnya terlebih dahulu.
Kamu dapat memperkenalkan produk lewat sosial media, iklan digital, iklan website, dan berbagai cara lainnya. Tahapan ini tentunya bergantung penuh pada budget dan kemampuan brand dalam melakukan promosi.
2. Interest
Pada tahapan ini, produk mulai dikenal oleh banyak orang dan mulai memicu ketertarikan dalam jumlah yang cukup banyak. Disinilah tim marketing akan melakukan promosi berupa pembuatan konten yang menarik, memperkuat branding, dan lain sebagainya.
Ciri dari tahapan ini adalah tingginya angka pencarian produk di search engine atau banyaknya pertanyaan seputar produk yang diterima oleh brand.
3. Consideration
Tahapan ini adalah tahap di mana pelanggan mulai mempertimbangkan untuk membeli produk yang ditawarkan tersebut. Di tahapan ini, pelanggan akan memasukkan produk ke dalam keranjang checkout namun masih membandingkan produk dengan produk lainnya.
Hal yang biasa menjadi pertimbangan pada tahapan ini adalah harga, kualitas, kelebihan, dan diskon yang kemungkinan didapat oleh pelanggan.
4. Purchase
Tahapan ini adalah tahapan di mana pelanggan sudah percaya dengan produk dan melakukan pembelian. Tahapan ini merupakan tujuan utama dari penggunaan marketing funnel itu sendiri.
5. Loyalty
Tahapan ini adalah tahapan di mana pelanggan memiliki loyalitas terhadap brand dan menjadi pelanggan tetap. Semua bisnis tentunya menginginkan pelanggan tetap, sehingga menjadikan tahapan ini sebagai tahapan paling penting.
Pelanggan yang sudah mencapai tahapan ini dapat melakukan promosi produk secara sukarela, yang di mana membantu bisnis dalam menghemat biaya promosi.
Contoh Strategi Marketing Funnel
Berikut adalah strategi yang bisa kamu lakukan untuk setiap tahapan dari marketing funnel, di antaranya:
- Awareness: melakukan kampanye digital lewat website dan sosial media, mengikuti bazaar atau event offline, mengadakan seminar atau webinar.
- Interest: membuat konten yang membahas kelebihan produk, bekerja sama dengan influencer atau KOL.
- Consideration: memberikan diskon terbatas atau diskon khusus pelanggan baru, mengirimkan newsletter, memberikan uji coba gratis dan demo produk.
- Purchase: mengajak pelanggan untuk join membership untuk mendapatkan diskon atau hal lainnya, mempermudah pembayaran berlangganan dengan membuat biaya berlangganan dibayar secara otomatis, membuat sistem booking atau paylater.
- Loyalty: membuat fitur affiliate, memberikan kode promo untuk digunakan pada pembelian selanjutnya, mengirimkan ucapan dan diskon ulang tahun, mengirim email atau newsletter yang dipersonalisasi.
Sudah Paham Apa Itu Marketing Funnel?
Marketing funnel adalah tahapan yang menunjukkan perjalanan calon customer dari awal mengenal brand hingga menjadi pelanggan tetap. Dengan menggunakan marketing funnel, kamu akan lebih mudah mengontrol customer dan menerapkan strategi yang efektif.
Penggunaan marketing funnel sendiri cukup mudah dan untuk strategi yang bisa diterapkan di setiap tahapannya, kamu dapat menjadikan strategi di atas sebagai referensi. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat ya!
