Apa Itu Buyer Persona dalam Marketing? Definisi, Manfaat, dan Contohnya

Buyer persona adalah deskripsi pelanggan fiktif yang dibuat berdasarkan kriteria yang dibutuhkan oleh bisnis. Buyer persona digunakan untuk membantu bisnis dalam melihat produk atau layanan dari sisi konsumen.

Tanggal

July 21, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Kategori

Share Blog

Buyer persona adalah strategi yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui konsumen secara mendalam. Sebuah bisnis tentunya harus mengetahui keinginan customernya untuk mengetahui target pasar yang bisa mereka tetapkan. 

Sebanyak 90% pebisnis menyatakan bahwa menggunakan buyer persona membantu mereka untuk memahami audiensnya secara lebih dalam. Dikarenakan tanpa adanya informasi mengenai target pasar yang ideal untuk bisnis, maka kamu akan kesulitan dalam mendapatkan dan menetapkan konsumen. 

Tertarik mengetahui apa itu buyer persona? Simak artikel ini sampai akhir! 

Apa Itu Buyer Persona? 

Buyer persona adalah representasi target pelanggan ideal yang dibuat berdasarkan research data pelanggan yang dilakukan oleh bisnis. Buyer persona merupakan deskripsi dari pelanggan ideal fiktif yang membutuhkan produk bisnismu seperti masalah yang mereka miliki dan bagaimana mereka melihat produkmu. 

Semakin detail suatu buyer persona, maka semakin akurat pula target pasar yang bisa ditargetkan oleh bisnis. Agar buyer persona semakin detail, kamu dapat melakukan wawancara dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen agar datanya lebih natural. 

Buyer persona yang dibuat harus memiliki komponen seperti data diri, tingkah laku, kebiasaan berbelanja, demografi, tujuan, dan lain sebagainya. Tujuan utama dari buyer persona sendiri adalah mempermudah kegiatan pemasaran sekaligus inovasi produk. 

Manfaat Buyer Persona

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan buyer persona, di antaranya: 

  1. Memahami kebutuhan pelanggan.
  2. Memahami permasalahan yang dihadapi pelanggan.
  3. Target audiens yang ditargetkan tersegmentasi.
  4. Kegiatan pemasaran menjadi optimal dan efisien.
  5. Mengidentifikasi buyer persona yang tidak sesuai untuk bisnis. 
  6. Meningkatkan tingkat kesuksesan pemasaran. 

Cara Membuat Buyer Persona

Berikut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam membuat buyer persona dengan tepat, yaitu: 

1. Lakukan research secara mendalam

Langkah pertama dalam membuat buyer persona adalah melakukan research tentang pelanggan ideal. Dalam tahapan ini, kamu dapat mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk dibandingkan satu sama lain nantinya. 

Kamu dapat memanfaatkan informasi dari pelanggan yang sudah ada atau melakukan survei, wawancara, dan metode lainnya. Data yang dapat dikumpulkan pada tahapan antara lain adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, minat, tingkah laku, kebiasaan berbelanja, preferensi, dan lain sebagainya. 

2. Ketahui masalah yang dihadapi pelanggan

Setelah mengumpulkan data diri pelanggan, langkah selanjutnya adalah mengetahui masalah apa yang dihadapi oleh pelanggan. 

Untuk mengetahui hal ini, kamu dapat mengumpulkan data lewat wawancara, survei, social media, forum diskusi, dan lain sebagainya. 

3. Identifikasi tujuan pelanggan 

Langkah selanjutnya adalah mengetahui tujuan mereka menggunakan produk atau layanan milikmu. Seperti yang kita ketahui, tujuan dari setiap pelanggan tentunya berbeda-beda. 

Dengan memahami tujuan pelanggan membeli atau menggunakan produk atau layananmu, kamu dapat menyesuaikan produk atau konten promosi sesuai dengan harapan dan kebutuhan mereka. 

4. Pahami cara agar bisnis bisa menjadi solusi

Setelah memahami masalah dan tujuan pelanggan, langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana bisnis milikmu bisa menjadi solusi atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi oleh pelanggan. 

Dengan melakukan hal ini, kamu juga bisa mendapatkan ide inovasi produk atau bahkan ide produk baru. Caranya hanyalah dengan memahami produk atau layananmu secara mendalam dan menempatkan dirimu di posisi pelanggan. 

5. Kategorisasi pengguna 

Setelah data dari langkah di atas sudah terkumpul, maka kamu dapat membaginya kedalam beberapa kategori seperti berikut: 

  1. Methodical persona: tipe pelanggan yang logis dan selalu teliti dalam tindakannya. 
  2. Humanistic persona: tipe pelanggan yang lama dalam membuat keputusan sehingga harus diberikan dorongan. 
  3. Competitive persona: tipe pelanggan yang gemar terhadap kompetisi dan pengembangan diri. 
  4. Spontaneous persona: tipe pelanggan yang mengambil keputusan berdasarkan emosi dan mudah untuk dipengaruhi. 

6. Membuat buyer persona negatif 

Langkah terakhir adalah menciptakan buyer persona negatif, yang di mana berkebalikan dengan target pasar ideal yang dibentuk sebelumnya. Buyer persona negatif adalah orang yang tidak termasuk kedalam target pasar yang anda targetkan. 

Misalnya adalah bisnis butik high end yang menargetkan individu yang memiliki gaji dibawah 5 juta. 

Contoh Buyer Persona 

Berikut adalah contoh dari buyer persona yang bisa kamu jadikan referensi, yaitu: 

Nama Michelle
Demografi
  • Usia: 26 tahun
  • Status: Single 
  • Pekerjaan: Karyawan bank swasta
  • Pendapatan: Rp7,2 juta
  • Lokasi: Malang
Hobi & Minat
  • Mengikuti tren fashion dan kecantikan terbaru lewat influencer atau social media. 
  • Gemar latihan makeup.
Gaya hidup
  • Aktif di media sosial 
  • Gemar menggunakan makeup di kegiatan setiap harinya. 
Tujuan/Motivasi
  • Ingin produk kecantikan yang tidak terlalu mahal namun memiliki kualitas bagus. 
  • Ingin produk tersebut mudah digunakan atau dibawa kemana-mana.
Sumber informasi
  • Social media
  • Mouth-to-mouth
  • toko offline/fisik
Tantangan/Masalah
  • Sibuk bekerja setiap harinya.
  • Perlu memastikan kualitas produk terlebih dahulu.
  • Kemasan produk mudah dibawa dan produk nyaman digunakan. 

Sudah Paham Apa Itu Buyer Persona?

Buyer persona merupakan representasi target pasar ideal yang ingin ditargetkan oleh bisnis. Dengan memiliki buyer persona yang detail dan jelas, bisnis dapat menentukan konsumen dan audiens yang cocok dan efektif untuk ditargetkan. 

Hal ini tentunya akan membuat biaya atau sumber daya yang dikeluarkan untuk promosi menjadi tidak sia-dia dan mendapatkan hasil yang efektif. Cara membuat buyer persona sendiri juga cukup mudah dan bisa disesuaikan dengan bidang bisnis yang dijalani. Demikian artikel ini, semoga membantu ya!  

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel CRM Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengenal Apa Itu CRM, Cara Kerja, Tujuan, dan Jenisnya
CRM adalah strategi yang harus dilakukan pebisnis untuk memperkuat hubungan dengan pelanggannya. Menurut...
cover-blog-dewatalks
Mengetahui Manfaat dan Pentingnya CRM Untuk Bisnis
Pentingnya CRM bagi dunia bisnis sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Berdasarkan data yang dikutip dari...
cover-blog-dewatalks
19+ Istilah-istilah CRM yang Wajib Diketahui Pebisnis
Istilah CRM adalah istilah yang wajib dipahami oleh pebisnis yang tertarik dalam menerapkan CRM di dalam...