Target audience adalah istilah dalam dunia pemasaran untuk sekelompok orang yang berkemungkinan tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Namun perlu kamu ketahui, bahwa target audiens tidak sama dengan istilah target market.
Keduanya memiliki maksud dan tujuan yang berbeda, namun sama-sama memiliki peran penting dalam dunia pemasaran. Tertarik mengetahui apa itu target audiens dan perbedaannya dengan target market? Simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Target Audience?
Target audience adalah sekelompok orang yang memiliki karakteristik tertentu dan menunjukkan ketertarikan terhadap produk, layanan, atau kampanye yang dilakukan oleh sebuah brand.
Memahami target audiens merupakan sebuah kewajiban bagi para pebisnis. Dengan memahami target audiens, kamu bisa membuat iklan, produk, atau layanan yang relevan dan berkemungkinan dalam mengubah mereka menjadi pelanggan.
Menargetkan karakteristik yang spesifik juga penting untuk membuat promosi yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan hasil yang maksimal. Selain itu, kamu juga jadi menghemat sumber daya dan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan promosi tersebut.
Perbedaan Target Audience dengan Target Market
Terdengar sama, ini 3 perbedaan yang paling menonjol dari target audiens dan target market:
1. Ukuran kelompok
Target audiens adalah sekelompok orang yang ditargetkan secara spesifik dan ukurannya lebih kecil. Sedangkan target market memiliki jangkauan yang lebih luas dan penargetannya lebih bersifat umum.
Contoh perbedaan keduanya, misalnya:
- Target market dari film horror: pria & wanita di atas 15 tahun
- Target audiens dari film horror: pria & wanita di atas 15 tahun pecinta film horror, mengikuti perjalanan film-film horror luar dan dalam negeri, dan sebagainya
Target audiens dibuat sespesifik mungkin agar biaya yang dikeluarkan untuk promosi lebih hemat namun mampu menargetkan orang yang benar-benar tertarik.
2. Kemungkinan membeli
Baik itu target market maupun target audiens, keduanya sama-sama menunjukkan ketertarikan mereka terhadap produk atau layanan yang kamu tawarkan.
Target audiens merupakan sekumpulan orang yang ditargetkan secara spesifik dan berkemungkinan untuk menjadi pelanggan. Orang-orang yang masuk di daftar target audiens menjadi target utama pebisnis ketika melakukan aktivitas marketing.
Sementara target market merupakan sekumpulan orang yang ditargetkan untuk membeli oleh brand dan lebih bersifat umum.
3. Penggunaan istilah
Target market adalah istilah yang tentunya hanya digunakan dalam dunia marketing. Sementara target audiens bersifat lebih umum dan dapat digunakan diluar konteks marketing.
Misalnya dalam industri entertainment, target audiens adalah istilah untuk sekelompok orang yang ditargetkan akan menyukai film atau buku dengan genre tertentu.
Cara Menentukan Target Audiens
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menentukan target audiens yang tepat untuk bisnis anda, yaitu:
1. Memahami tujuan produk atau layanan
Tahapan pertama adalah memahami apa tujuan dari produk atau layanan yang kamu tawarkan. Ketahui apa manfaat, masalah yang bisa diselesaikan, dan keunggulan dari produk atau layanan tersebut.
Jika kamu mengetahui hal tersebut, maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi siapa yang sekiranya membutuhkan produk tersebut. Misalnya jika produk yang dijual adalah produk kesehatan, maka target audiens yang bisa dituju adalah individu yang peduli akan kesehatannya.
2. Memahami kelemahan produk atau layanan
Selain mengetahui kelebihan produk, kamu juga harus mengetahui kelemahan dari produk tersebut. Ketahui apa yang bisa membuat target audiens masih ragu dalam melakukan pembelian produk atau layanan. Kelemahan tersebut dapat berupa:
- Kemasan yang tidak efisien.
- Belum mengurus sertifikasi halal atau BPOM.
- Customer service responnya lama dan tidak ramah.
- Informasi atau deskripsi produk yang tidak jelas.
- Brand tidak mendengarkan masukan dan mendapatkan banyak review jelek.
Poin-poin di atas tentunya dapat merusak citra brand sekaligus membuat target audience perlahan-lahan menjauhi brand milikmu. Maka dari itu, selalu lakukan evaluasi untuk mengecek kekurangan brand dan memperbaikinya.
3. Identifikasi demografi
Cara untuk menargetkan dan menentukan target audience dengan mudah adalah menggunakan demografi yang spesifik. Jika jangkauan terlalu besar, tentunya kamu akan kesulitan dalam mencapai keberhasilan kampanye. Demografi yang bisa digunakan antara lain:
- Usia.
- Gender.
- Pendapatan.
- Pendidikan.
- Lokasi tempat tinggal.
- Status perkawinan.
Dengan menggunakan demografi seperti di atas, kampanye yang kamu lakukan dapat lebih efektif dan menjangkau audience yang memang tertarik.
4. Identifikasi psikografi
Selain menggunakan demografi, kamu juga dapat memanfaatkan psikografi untuk memastikan bahwa produk atau layanan sesuai dengan kegemaran dari target audiens. Contoh dari psikografi yang bisa digunakan adalah:
- Minat.
- Preferensi.
- Hobi
- Gaya hidup.
- Keyakinan.
Poin-poin di atas dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan ketertarikan audiens terhadap produk atau layanan yang akan kamu tawarkan.
5. Memahami perilaku konsumen
Perilaku konsumen merupakan salah satu hal yang mendukung mereka dalam melakukan pembelian produk atau layanan yang kamu tawarkan. Kamu dapat memahaminya dengan memperhatikan interaksi antara audiens dengan produk, seperti:
- Kebiasaan pembelian.
- Saluran pemasaran yang dipercaya.
- Loyalitas.
- Jenis produk/layanan yang sering dibeli berulang kali.
Dengan mengetahui hal-hal di atas, kamu dapat menyesuaikan kampanye promosi agar sesuai dengan kebiasaan mereka. Contohnya jika mayoritas audiens lebih tertarik melakukan belanja secara online, maka kamu dapat membuka online shop menggunakan e-commerce yang mereka percayai.
6. Analisis figur yang efektif
Figur yang dapat dimaksud dalam konteks ini adalah influencer atau KOL (key opinion leader). Perlu kamu ketahui bahwa agar promosi yang dilakukan efektif dan lebih dipercaya, kamu dapat bekerjasama dengan influencer atau KOL yang sukses.
Misalnya kamu bergerak di bidang kecantikan, maka kamu dapat bekerja sama dengan beauty vlogger yang populer dan dipercaya banyak orang. Sedangkan jika kamu bekerja sama dengan KOL yang sesuai dengan bidang bisnismu, maka kredibilitas bisnismu biasanya akan lebih meningkat.
7. Menganalisis kompetitor
Dengan menganalisis kompetitor, kamu dapat menambah wawasan mengenai target audiens yang ditargetkan oleh kompetitor bisnismu. Mengetahui hal ini dapat membantu kamu dalam menentukan strategi marketing yang sesuai dan menjadikan strategi marketing kompetitor yang sukses sebagai referensi.
Selain itu, kamu juga dapat menemukan kelemahan dari kompetitor dan melakukan improvisasi untuk menarik audiens yang tidak bisa dicapai oleh kompetitor. Misalnya kompetitor mayoritas menggunakan pemasaran konvensional, maka kamu dapat menggunakan pemasaran digital untuk menargetkan audiens di internet.
Contoh Target Audience
Berikut adalah beberapa contoh spesifikasi target audiens yang bisa kamu temukan di beberapa bidang bisnis, yaitu:
- Skincare: wanita usia 13-30, aktif di Instagram dan TikTok, mencari produk yang terjangkau, rajin membeli produk skincare.
- Buku anak: anak-anak usia 3-7 tahun, tertarik dengan buku bergambar berwarna, berminat belajar bahasa inggris dasar.
- Website kuliner: wanita & pria umur 15-25, tinggal sendiri atau di kost, mencari masakan yang menggunakan bahan mudah dan terjangkau.
- Podcast: masyarakat umum, menyukai berita lucu dan viral, suka mendengarkan radio atau podcast lainnya.
- Kegiatan Go Green: masyarakat umum, peduli lingkungan, gemar melakukan kegiatan volunteer, gemar melakukan kegiatan di luar rumah.
Sudah Paham Apa Itu Target Audience?
Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah tahu apa itu target audience? Target audiens adalah istilah pemasaran untuk sekumpulan orang yang ditargetkan dan menunjukkan ketertarikan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.
Dalam dunia bisnis, memahami target audiens yang tepat untuk bisnis dapat membantu bisnis dalam mendapatkan calon pelanggan. Jangan lupa bahwa target audiens dan target market merupakan kedua hal yang berbeda. Demikian artikel ini, semoga sukses selalu!
