Istilah dalam marketing automation mungkin kurang familiar di telinga pebisnis baru. Marketing automation adalah otomatisasi sistem pemasaran yang jarang dilakukan oleh para pebisnis baru. Namun, perlahan-lahan bisnis akan membutuhkan otomatisasi tersebut seiring bertambahnya jumlah customer.
Marketing automation sendiri memiliki beberapa istilah khusus dalam penggunaannya. Artikel ini akan membahas beberapa istilah tersebut serta istilah yang sering digunakan dalam prosesnya. Simak sampai akhir ya!
Istilah dalam Marketing Automation
Berikut adalah beberapa istilah dalam marketing automation beserta penjelasannya, di antaranya:
1. Lead
Lead adalah individu yang tertarik akan produk atau jasa yang ditawarkan akan tetapi belum melakukan transaksi. Lead merupakan calon pelanggan yang harus didorong oleh bisnis agar melakukan transaksi.
Lead merupakan elemen penting dalam marketing automation. Tanpa adanya lead, marketing automation tidak memiliki fungsi karena tidak ada target untuk menjalankan strategi pemasaran.
Lead juga terdiri dari beberapa jenis seperti:
- Marketing Qualified Lead, yaitu lead yang sudah berinteraksi dengan bisnis namun belum melakukan transaksi.
- Sales Qualified Lead, yaitu lead yang sudah berminat dalam melakukan pembelian.
- Product Qualified Lead, yaitu lead yang sudah menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang ditawarkan.
Marketing automation bertugas untuk mengubah semua lead di atas menjadi customer dengan mengirimkan konten atau hal yang dapat mendorong mereka melakukan transaksi.
2. Lead scoring
Lead scoring adalah penilaian yang digunakan untuk mengukur lead berdasarkan potensi mereka dalam melakukan transaksi.
Tiap lead nanti akan dikategorikan dalam skor tertentu untuk menunjukkan seberapa tinggi kemungkinan mereka menjadi customer. Dengan begitu pebisnis dapat lebih berfokus pada lead yang memiliki skor tertinggi terlebih dahulu.
3. Lead nurturing
Lead nurturing adalah proses koneksi untuk mendorong lead dalam melakukan transaksi. Biasanya lead akan diberikan konten iklan khusus, diskon, atau bahkan free trial produk.
Tujuannya adalah agar lead melakukan transaksi secepatnya agar dapat meningkatkan konversi bisnis.
4. Automation engine
Automation engine adalah istilah untuk sekumpulan software atau sistem yang digunakan dalam proses otomatisasi marketing automation.
Fungsi dari automation engine adalah melakukan pemasaran yang bersifat repetitif seperti mengirim email, menargetkan iklan, dan mengumpulkan hasil data dari iklan yang dipasang.
5. Engagement hub
Engagement hub adalah komponen database yang berfungsi untuk data pelanggan dan leads bisnis. Data yang disimpan berupa data pelanggan, preferensi, dan kegiatannya di internet.
Tujuannya adalah agar bisnis dapat dengan mudah mengelola dan mengotomatisasi pemasaran terhadap pelanggan dan leads tersebut.
6. User behaviour
User behaviour adalah data perilaku dari pelanggan yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran. Data tersebut biasanya merupakan riwayat kunjungan, klik email, transaksi, dan sebagainya.
Data tersebut nantinya akan diberikan kepada marketing automation agar pelanggan tersebut dapat mendapatkan konten personalisasi yang sesuai dengan mereka.
7. Workflow
Workflow adalah rangkaian langkah atau proses yang dibuat oleh sistem untuk mengoptimalkan proses otomatisasi yang dilakukan.
Dengan begitu, sistem akan langsung melakukan otomatisasi pengiriman email, pesan, atau kegiatan lainnya disaat pelanggan melakukan hal yang memicu atau mentrigger sistem.
8. Campaign
Campaign atau kampanye adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh bisnis kepada pelanggan untuk mendapatkan atau mencapai tujuan tertentu.
Campaign biasanya menggunakan berbagai media digital berupa foto, gambar, video, atau teks yang kemudian akan disebarkan kepada pelanggan lewat platform digital.
9. Segmentation
Segmentation adalah pengelompokkan audiens atau pelanggan dalam kategori yang sama berdasarkan karakteristik mereka untuk mempermudah proses pemasaran.
Kategori segmentasi yang biasa digunakan adalah berdasarkan demografi, preferensi, dan kegiatan yang dilakukan pelanggan di internet.
10. Drip campaign
Drip campaign adalah strategi pemasaran berupa otomatisasi pengiriman email atau pesan yang telah terjadwal kepada audiens tertentu. Pesan atau email ini biasa dikirimkan berdasarkan perilaku atau perubahan status pelanggan pada bisnis.
Pesan atau email ini biasa dikirimkan sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah ditentukan kepada pelanggan sesuai dengan tingkatannya dalam bisnis.
11. Dynamic content
Dynamic content adalah konten yang disesuaikan secara otomatis untuk pengguna berdasarkan data yang dikumpulkan dari pengguna. Data yang digunakan adalah preferensi dan kegiatan pengguna dalam internet atau website bisnis.
Tujuannya adalah agar konten yang diberikan kepada pengguna lebih bersifat personal dan relevan. Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendorong pelanggan dalam melakukan konversi.
12. Marketing funnel
Marketing funnel adalah model yang menggambarkan perjalanan pelanggan di dalam bisnis mulai dari pertama kali mengenal bisnis hingga menjadi pelanggan setia. Marketing funnel bertujuan untuk memandu pelanggan untuk mencapai tingkatan yang diinginkan oleh bisnis.
Dalam marketing automation, marketing funnel digunakan untuk mengkategorikan pelanggan untuk mengetahui jenis konten yang harus dikirimkan kepada mereka. Konten atau pesan yang dikirim tersebut nantinya akan berpengaruh besar untuk mengubah mereka menjadi pelanggan atau meningkatkan loyalitasnya.
13. Open rate
Open rate adalah metrik yang mengukur jumlah persentase audiens yang membuka iklan atau konten yang dikirimkan oleh bisnis. Open rate dihitung berdasarkan jumlah email yang dikirim dan jumlah email yang dibuka.
Data yang didapat nantinya dapat digunakan untuk mengetahui alasan email tidak dibuka oleh pelanggan sehingga bisnis dapat melakukan optimasi.
14. CRM (customer relationship management)
CRM adalah software yang digunakan oleh bisnis untuk mengatur atau mengelola interaksi antara bisnis dengan pelanggan.
Tujuan CRM adalah memahami preferensi dan kebutuhan dari pelanggan, sehingga konten atau produk dapat dioptimasi agar sesuai dengan keinginan pelanggan. Hal ini nantinya dapat meningkatkan loyalitas dan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis.
Selengkapnya: Mengenal Apa Itu CRM, Cara Kerja, Tujuan, dan Jenisnya
15. Trigger
Trigger adalah istilah untuk sebuah tindakan yang dilakukan pelanggan yang memicu sistem otomatisasi pemasaran untuk melakukan tindakan tertentu.
Contohnya adalah saat seorang pelanggan mengisi formulir data diri, sistem nantinya akan mengirimkan pesan atau email selamat datang untuk menyambut mereka karena telah bergabung dalam bisnis.
16. Integration
Integration adalah istilah untuk penggabungan atau penghubungan sistem atau platform yang berbeda ke dalam sistem pemasaran agar lebih efisien dan mempermudah pelanggan.
Contohnya adalah integrasi sistem pembayaran yang mempermudah pelanggan untuk melakukan transaksi secara digital.
Ingat dan Pahami Istilah ini!
Istilah-istilah di atas adalah istilah yang sering digunakan dalam bidang marketing automation. Jika kamu tertarik dalam menggunakan marketing automation, tentunya kamu harus mengingat dan memahami istilah-istilah di atas.
Dengan memahami istilah di atas, kamu dapat mengaplikasikan marketing automation dengan sesuai pada bisnis kamu. Demikian artikel ini, semoga informasinya bermanfaat!
