Digital advertising adalah strategi pemasaran iklan digital dengan berbagai platform seperti social media dan search engine sebagai medium pemasarannya. Strategi pemasaran ini dianggap lebih efisien dan cocok dengan kemajuan di era digital yang pesat.
Pada tahun 2024, total biaya yang dikeluarkan untuk digital advertising di Indonesia mencapai $3.06 miliar, yang di mana meningkat sebesar 10,1% dibandingkan tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa digital advertising menjadi salah satu strategi pemasaran yang digemari di Indonesia.
Tertarik mengetahui lebih dalam mengenai digital advertising? Mari simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Digital Advertising?
Digital advertising adalah strategi pemasaran produk atau jasa perusahaan berupa iklan digital yang dipasarkan di platform digital. Platform digital yang kerap digunakan adalah media sosial, aplikasi, blog, atau search engine seperti Google, Bing, Yahoo!, dan lain sebagainya.
Digital advertising bertujuan untuk mengajak konsumen dalam melakukan transaksi dengan menunjukkan iklan-iklan yang menarik dan interaktif. Iklan ini juga dapat disesuaikan dengan layar dari perangkat yang digunakan oleh pengguna, membuatnya menjadi metode pemasaran yang efisien.
Ciri Digital Advertising
Digital advertising memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya dari pemasaran konvensional. Berikut beberapa ciri-ciri dari digital advertising yaitu:
1. Menargetkan audiens secara spesifik
Digital advertising memungkinkan penggunanya untuk menargetkan audiens iklan secara spesifik berdasarkan data dan kegiatan yang dilakukan audiens di internet. Nantinya iklan akan tampil ke audiens yang memiliki niche yang sama dengan iklan tersebut.
Contohnya jika kamu sedang mencari produk elektronik di internet, iklan yang akan muncul nantinya adalah iklan mengenai elektronik yang berhubungan dengan produk yang kamu cari.
2. Menyajikan data yang mendalam
Salah satu kelebihan digital advertising adalah data dari iklan yang dipasang dapat dilihat dan dianalisis. Berbeda dengan pemasaran konvensional, keefektifan dari digital marketing dapat diukur berdasarkan data yang telah dikumpulkan platform iklan.
Data yang dikumpulkan berupa jumlah tayangan, klik, konversi, dan lain sebagainya. Berdasarkan data ini, pengiklan dapat mengetahui elemen yang harus dioptimasi dalam iklan untuk meningkatkan engagement.
3. Fleksibilitas yang tinggi
Digital advertising memungkinkan penggunanya untuk melakukan perubahan iklan dengan cepat dan mudah. Selain itu, jika iklan yang dipasang tidak efektif, maka pengguna dapat memilih untuk menghentikan atau melakukan optimasi.
Berbeda dengan pemasaran tradisional yang memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit untuk melakukan perubahan iklannya.
4. Hemat biaya
Digital advertising memberikan penggunanya kebebasan dalam menentukan anggaran iklan di platform digital manapun. Selain itu, jika pemasaran dilakukan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari konsumen, kemungkinan mendapatkan ROI juga semakin tinggi.
Kebebasan untuk menentukan anggaran dan menghentikan pemasaran tentunya menjadikan digital advertising sebagai metode pemasaran yang efisien.
5. Memungkinkan interaksi dengan konsumen
Iklan digital dapat dibuat menjadi iklan interaktif sehingga konsumen dapat berinteraksi dengan iklan tersebut. Iklan interaktif dapat berupa trial gratis aplikasi atau produk selama iklan masih berjalan.
Jenis iklan ini tentunya lebih diminati oleh konsumen karena bersikap interaktif dan tidak hanya memaksa konsumen untuk menonton iklan saja.
Jenis Digital Advertising
Digital advertising memiliki beberapa jenis metode iklan yang biasa digunakan oleh para pebisnis. Berikut beberapa jenis digital advertising yang populer di kalangan pebisnis, di antaranya:
1. SEM (Search Engine Marketing)

SEM adalah iklan digital berbayar yang menggunakan search engine sebagai platform pemasarannya. Iklan SEM ditandai dengan tanda “Ad”, “Ads”, atau “Sponsored” di bagian atas judulnya.
Metode pembayaran iklan SEM adalah PPC (pay-per-click) atau CPM (cost-per-mille). PPC mengharuskan pengiklan membayar setiap kali iklan di klik oleh pengguna. Sedangkan, CPM mengharuskan pengiklan membayar setiap iklan tampil sebanyak 1.000 kali.
Selengkapnya: Apa itu SEM? Ketahui Definisi dan Cara Kerjanya
2. Social media advertising

Social media ads adalah iklan digital yang menggunakan platform social media sebagai platform pemasarannya. Platform yang dapat digunakan berupa Instagram, Facebook, Tiktok, Twitter, atau Linkedin.
Social media merupakan platform pemasaran yang paling efektif karena digunakan hampir oleh semua pengguna internet. Selain itu, pengguna juga dapat memberikan komentar berupa saran atau kritik terhadap pengiklan.
3. Display advertising

Display ads adalah iklan berupa banner atau video yang muncul pada berbagai platform digital seperti website, sosial media, ataupun portal berita. Display ads bertujuan untuk mendorong pengguna mengklik iklan tersebut agar dapat diarahkan ke landing page.
Pengiklan mengharapkan pengguna untuk melakukan kegiatan seperti berlangganan, mendaftarkan akun, mengisi formulir, atau melakukan transaksi. Metode pembayaran display ads adalah CPC (cost-per-click), di mana pengiklan harus membayar setiap kali iklan di klik.
4. Video advertising

Video ads adalah jenis iklan digital yang menggunakan video sebagai konten pemasarannya. Jenis iklan ini dapat berupa banner, pop-up ads, maupun ads Youtube.
Video ads bertujuan untuk menarik perhatian audiens menggunakan elemen visual yang menarik, terkadang iklan dapat menyediakan fitur suara atau musik dari brand. Jenis iklan ini dianggap lebih menarik dan mempermudah audiens untuk memahami maksud dari iklan.
5. Email advertising

Email ads adalah metode pemasaran berupa pengiriman email kepada leads. Jenis pemasaran ini biasanya digunakan khusus untuk audiens yang telah tertarik dan mengisi data diri di formulir website.
Email yang dikirim kepada leads berupa newsletter, pemberitahuan diskon/produk baru, ucapan selamat datang, trial produk, dan lainnya. Tujuan dari email ads adalah mendorong leads untuk melakukan transaksi.
6. Remarketing
Remarketing adalah metode pemasaran yang menargetkan audiens yang telah melakukan interaksi dengan bisnis seperti mengunjungi website, mengklik iklan, dan lain sebagainya.
Remarketing menggunakan fitur cookie untuk mengikuti dan menganalisis kegiatan pengguna di internet untuk memastikan jenis iklan yang tepat untuk ditampilkan.
7. Native advertising

Native ads adalah iklan yang telah didesain sedemikian rupa agar terlihat natural di konten atau platform di mana iklan tersebut akan ditampilkan. Tujuannya adalah agar iklan tidak terlihat mengganggu dan membiarkan audiens untuk menavigasi platform dengan leluasa.
Baru ketika audiens mengklik iklan tersebut mereka akan diarahkan ke situs atau halaman web dari iklan tersebut. Native ads biasa ditemukan pada web content discovery seperti Columbia, Outbrain, dan Taboola.
Strategi Digital Advertising
Dalam menjalankan digital advertising, tentunya kamu ingin mencapai hasil yang diinginkan; baik itu mendapatkan konversi, brand awareness, leads, dan lainnya. Terdapat strategi yang dapat membantu keberhasilan digital advertising yang kamu jalankan, di antaranya:
1. Melakukan personalisasi
Personalisasi adalah tindakan menyesuaikan konten atau iklan sesuai dengan kegemaran dan preferensi konsumen. Sebelum membuat iklan digital, kamu dapat melakukan riset untuk mengetahui preferensi konsumen.
Setelahnya, kamu dapat mengkategorikan dan mengirimkan iklan yang sesuai ke masing-masing konsumen. Hal ini tentunya akan membuat konsumen lebih tertarik dengan iklan yang kamu berikan.
2. Melakukan retargeting
Retargeting adalah tindakan di mana pengiklan memberikan iklan produk atau jasa kepada konsumen yang sudah melakukan transaksi. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk mendorong customer untuk melakukan transaksi lagi.
Biasanya iklan yang diberikan akan mengingatkan konsumen untuk melanjutkan langganan atau menawarkan tingkatan paket yang lebih tinggi dari yang dibeli konsumen.
3. Memilih dan memahami platform iklan
Sebelum melakukan digital advertising, kamu harus melakukan riset mengenai platform digital yang paling efektif. Setelahnya, kamu dapat memahami konsep iklan yang dapat dilakukan di platform tersebut.
Tujuannya adalah agar pengiklan dapat memahami cara melakukan pemasaran yang sesuai di platform tersebut dan platform yang dipasang iklan memberikan hasil yang positif untuk bisnis.
4. Rajin melakukan A/B testing
A/B testing adalah proses membandingkan dua versi iklan yang sama namun di platform yang berbeda, untuk mengetahui yang mana yang paling efektif. Sebagai pengiklan, kamu harus rajin melakukan perbandingan tersebut.
Tujuannya agar kamu dapat menghentikan iklan di platform yang tidak efektif dan berfokus pada platform yang memberikan hasil.
5. Menganalisis kompetitor
Dalam dunia bisnis, kompetitor digunakan sebagai acuan dan juga sebagai referensi. Proses mengamati, mencatat, dan modifikasi, dapat membantu untuk memahami kesuksesan dari iklan yang dipasang oleh kompetitor.
Nantinya, hasil pengamatan tersebut dapat diimplementasikan ke iklan produk agar mendapatkan respon yang positif seperti iklan kompetitor.
Sudah Siap Melakukan Digital Advertising?
Digital advertising merupakan metode pemasaran yang efektif dan populer untuk digunakan di era digital ini. Banyak pebisnis menggunakan berbagai strategi dan bentuk iklan yang unik guna mempromosikan usaha mereka.
Dalam melakukan digital advertising, kamu harus memastikan bahwa iklan yang dibuat mudah dipahami dan sesuai dengan preferensi customer. Tujuannya adalah iklan dapat diterima secara positif dan memberikan hasil berupa konversi.
Sudah siap melakukan digital advertising untuk usaha kamu? Demikian artikel ini, semoga informasinya bermanfaat!
