Copywriting adalah salah satu skill yang wajib dimiliki marketer dan sering disebut juga sebagai ujung tombak dalam dunia pemasaran. Faktanya, keberadaan copywriting yang menarik mampu mendorong sales sebesar 28,3%.
Namun, perlu kamu ketahui bahwa copywriting bukanlah hanya skill menulis biasa melainkan sebuah keterampilan yang mampu mendorong promosi konten/produk secara maksimal. Simak apa itu copywriting di sini!
Apa Itu Copywriting?
Copywriting adalah sebuah skill menulis bersifat persuasif yang digunakan untuk kebutuhan komersial. Copywriting biasanya dilakukan untuk mendorong pembacanya dalam melakukan tindakan seperti mengklik link, mendaftarkan data diri, mengisi form, melakukan pembelian, atau kegiatan lain yang dibutuhkan bisnis.
Tulisan yang dibuat tersebut nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan iklan (radio, televisi), poster, spanduk, teks di website, artikel, tagline perusahaan, newsletter, dan lain sebagainya.
Jenis-jenis Copywriting
Berikut adalah beberapa jenis copywriting di antaranya:
- Direct Response Copywriting, berfungsi dalam mengarahkan pembaca untuk mengklik halaman yang tertera di sebuah website.
- Marketing Copywriting, berfungsi untuk memasarkan produk atau jasa dengan menggunakan informasi berisi fungsi dan manfaat dari produk/jasa tersebut.
- Brand Copywriting, berfungsi untuk membangun dan menyampaikan citra atau identitas dari sebuah brand kepada konsumen.
- SEO Copywriting, berfungsi untuk membuat konten yang dapat tampil di mesin pencari saat konsumen mencari kata kunci tertentu.
- Technical Copywriting, berfungsi untuk memberikan pengetahuan atau informasi yang mendalam tentang produk atau layanan yang ingin dijual.
- Social Media Copywriting, berfungsi untuk membuat konten yang menarik di social media guna menarik minat audiens terhadap bisnis.
Tujuan dari Copywriting
Berikut adalah beberapa tujuan dari dilakukannya copywriting, di antaranya:
1. Memaksimalkan kegiatan promosi
Tujuan utama dari copywriting sendiri adalah untuk kebutuhan komersial, yang di mana digunakan untuk meningkatkan kegiatan promosi yang dilakukan bisnis. Copywriting yang unik dan menarik mampu mendorong pembaca atau konsumen dalam membeli atau berinteraksi dengan produk/layanan yang ditawarkan.
Kamu bisa menggunakan CTA untuk menarik perhatian serta minat dari pembaca. Gunakan CTA seperti “Beli Sekarang”, “Diskon Terbatas”, dan lain sebagainya.
2. Membangun citra dan identitas brand
Kamu dapat menggunakan copywriting untuk membangun dan mengelola citra dan identitas dari brand. Dengan menggunakan brand copywriting, kamu dapat melakukan promosi sekaligus menciptakan citra positif brand ke masyarakat.
Hal terpenting dalam brand copywriting adalah konten bersifat jujur dan tidak dibuat-buat. Tujuannya agar konsumen tidak merasa tertipu dan citra brand tidak rusak.
3. Membangun brand awareness
Salah satu tujuan dari dilakukan copywriting adalah membangun dan memperkuat brand awareness bisnis di pasar. Beberapa bisnis baru maupun lama kerap menggunakan copywriting untuk memperkuat presensi mereka di pasar.
Kamu dapat membuat blog berisi artikel yang berhubungan dengan produk atau jasa seperti panduan, tips & trick, informasi penting, dan lain sebagainya.
Tips Agar Copywriting Terlihat Menarik
Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar copywriting yang dibuat terlihat menarik dan efektif, yaitu:
1. Mengubah sudut pandang pembaca
Beberapa pembaca tentunya tidak akan tertarik membaca tulisan yang terlihat sangat jelas bersifat komersial. Maka dari itu, kamu harus melihat dari sisi pembaca dan mengubah konsep copywriting agar tidak terlihat terlalu memaksa atau mempromosikan suatu produk secara terang-terangan.
Kamu bisa memulai dengan membuat hook yang menarik dan kemudian memberikan informasi mengenai produk. Hook yang menarik dapat membuat pembaca lebih berminat untuk membaca sampai akhir.
2. Pahami target audiens
Saat akan menulis, kamu tentunya harus mengetahui untuk siapa tulisan tersebut akan ditujukan nantinya. Perlu kamu ketahui bahwa target audiens akan mempengaruhi gaya penulisan serta gaya bahasa dari konten yang akan ditulis.
Selain itu, topik pembahasannya juga harus menyesuaikan dengan target audiens. Contohnya jika kamu menargetkan remaja, maka bahasa yang digunakan tidak boleh terlalu formal atau sulit dimengerti.
3. Gunakan storytelling dan headline yang menarik
Konten yang hanya berisi promosi tentunya tidak akan terlihat menarik dan berkemungkinan untuk diacuhkan pembaca. Maka dari itu, kamu harus berkreasi dengan menggunakan storytelling dan headline yang menarik.
Storytelling dapat berupa cerita testimoni konsumen, kisah perjuangan bisnis, atau kisah inspiratif lainnya. Headline yang menarik dapat mendorong pembaca untuk membaca konten storytelling yang sudah kamu buat tersebut.
4. Memahami masalah dan kebutuhan konsumen
Pastikan topik dari konten yang dibuat berhubungan dengan visi misi bisnis yaitu menyelesaikan masalah konsumen. Jika konten yang dibuat keluar dari jalur tersebut, maka konten tersebut bisa dinyatakan tidak efektif.
Pahami terlebih dahulu kebutuhan dan masalah konsumen agar copywriting yang dibuat mampu menyentuh emotional trigger mereka.
Sudah Paham Cara Melakukan Copywriting?
Copywriting merupakan teknik menulis atau teks persuasif yang dibuat untuk keperluan komersial. Mempelajari skill copywriting dapat membantu kamu untuk bekerja di bidang marketing atau bahkan mendukung bisnis yang dijalankan agar lebih dikenal oleh pasar.
Kamu bisa mengikuti tips copywriting di atas agar konten yang dibuat menjadi lebih efektif, efisien, dan digemari oleh target audiens. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!
