Cross selling adalah salah satu strategi marketing yang cukup efektif dan populer dalam dunia bisnis. Strategi ini dapat kamu temui dalam kegiatan berbelanja sehari-hari. Misalnya saat kamu berbelanja ke supermarket dan ditawarkan produk tambahan untuk melengkapi belanjaan kamu.
Nyatanya, cross selling sendiri memberikan dampak yang cukup besar bagi pendapatan perusahaan. Sebuah brand yang melakukan strategi cross selling dinyatakan mendapatkan peningkatan pendapatan sebesar 20%.
Tertarik melakukan strategi cross selling? Untuk memahami strategi ini secara lebih lanjut, simak artikel ini sampai akhir ya!
Apa Itu Cross Selling?
Cross selling adalah strategi marketing berupa penawaran produk atau layanan jasa tambahan untuk melengkapi pembelian dari pelanggan. Produk atau jasa yang ditawarkan biasanya memiliki hubungan dengan pembelian awal pelanggan.
Contohnya saat kamu membeli makanan di restoran, biasanya pelayan akan menawarkan makanan tambahan atau minuman untuk melengkapi pesanan utamamu. Strategi ini tidak hanya berlaku pada pemasaran konvensional saja, tetapi juga bisa digunakan pada pemasaran digital.
Dalam konteks pemasaran digital, saat kamu memasukkan belanjaan kamu ke checkout cart, akan muncul tulisan “Lihat produk terkait” atau “Produk lain dari toko ini”. Tujuannya adalah menarik perhatian kamu untuk membeli produk tambahan tersebut.
Manfaat Cross Selling bagi Bisnis
Berikut beberapa manfaat bagi bisnis yang bisa kamu dapatkan saat menggunakan strategi cross selling, di antaranya:
1. Meningkatkan pendapatan bisnis
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penggunaan cross selling mampu meningkatkan pendapatan bisnis sebesar 20%. Dikarenakan strategi ini berfokus dalam menarik pelanggan untuk melakukan pembelian tambahan.
Pelanggan akan ditawarkan produk atau jasa yang dapat melengkapi produk yang mereka beli. Produk atau jasa tersebut biasanya berhubungan dengan pembelian pertama pelanggan dan setelah dijelaskan, pelanggan yang tertarik juga akan membeli produk tambahan tersebut.
2. Hemat biaya
Strategi ini merupakan cara yang cocok bagi bisnis untuk mengurangi biaya pemasaran mereka. Kampanye iklan promosi tentunya bermanfaat dalam menarik perhatian pelanggan namun juga memakan biaya yang cukup banyak.
Dengan menggunakan cross selling, kamu dapat menawarkan produk atau jasa kepada pelanggan secara langsung tanpa perlu melakukan pemasaran khusus. Hal ini tentunya membantu perusahaan dalam menghemat biaya dan dapat menggunakan biaya tersebut untuk hal lainnya.
3. Meningkatkan visibilitas produk
Cross selling cukup efektif untuk meningkatkan visibilitas dari produk yang sudah ada namun tidak terlalu populer. Strategi ini membantu customer untuk mengetahui keberadaan dari suatu produk yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya.
Kamu dapat menawarkan produk tersebut saat customer melakukan pembelian produk yang berhubungan. Dengan begitu, produk tersebut dapat terjual dan kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mempromosikan produk tersebut.
4. Meningkatkan loyalitas pelanggan
Loyalitas pelanggan merupakan aspek yang paling penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis kamu. Dengan melakukan cross selling, kamu dapat mendorong pelanggan untuk menggunakan segala jenis produk yang kamu miliki untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi.
Tujuannya adalah agar pelanggan merasa nyaman dan percaya akan bisnis yang kamu jalankan. Dengan begitu, pelanggan akan menjadi lebih loyal kepada bisnis.
Tips Melakukan Cross Selling
Berikut adalah beberapa tips dalam melakukan cross selling yang dapat kamu jadikan masukan, di antaranya:
1. Memberikan diskon
Pelanggan tentunya akan lebih tertarik untuk melakukan pembelian jika mendapatkan diskon. Jika pelanggan kurang tertarik dengan produk yang kamu tawarkan, kamu dapat memberikan diskon atau promosi khusus.
Contohnya adalah Indomaret yang melakukan cross selling dalam bentuk “tebus murah” saat kamu sudah mencapai nominal harga tertentu. Nantinya pelanggan dapat membeli produk tersebut dengan harga yang jauh lebih murah.
Hal ini juga berlaku pada penjualan online, di mana beberapa e-commerce memberikan gratis ongkir atau kupon diskon namun pelanggannya harus mencapai nominal pembelian tertentu.
2. Berfokus pada kebutuhan pelanggan
Agar cross selling yang dilakukan berhasil, produk yang ditawarkan kepada pelanggan harus sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika kamu memiliki bisnis restoran dan pelanggan membeli makanan, maka kamu dapat menawarkan minuman untuk melengkapi pesanan mereka.
Hal ini akan membantu pelanggan berpikir bahwa kamu berfokus dalam memenuhi kebutuhan mereka. Tindakan ini akan membantu kamu dalam meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap bisnis.
3. Pertimbangkan harga produk
Perlu kamu ketahui bahwa cross selling adalah strategi menawarkan produk tambahan untuk memenuhi pembelian pelanggan. Tentunya pelanggan tidak akan tertarik dengan produk tambahan yang harganya mahal.
Inilah mengapa produk tambahan tersebut tidak boleh memiliki harga yang setara atau bahkan lebih mahal dari produk utama. Kamu dapat menggunakan strategi “tebus murah” saat nominal pelanggan mencapai jumlah tertentu.
4. Tawarkan rekomendasi pribadi
Salah satu cara efektif lainnya adalah dengan menawarkan rekomendasi pribadi. Saat kamu berhadapan langsung dengan pelanggan, kamu dapat bercerita dan memberikan pengalaman kamu saat menggunakan produk tersebut.
Misalnya pelanggan membeli sebuah shampo, maka kamu dapat menjelaskan bahwa shampo tersebut sangat cocok digunakan bersamaan dengan conditioner tertentu. Hal ini tentunya akan menarik minat pelanggan dalam membeli produk tersebut terlebih jika bahasa yang kamu gunakan persuasif dan menarik.
5. Gunakan UGC (User Generated Content)
Konten UGC adalah konten yang dibuat berdasarkan pengalaman dari pengguna suatu produk atau jasa. Dengan menggunakan UGC, kamu dapat lebih mudah dalam menarik perhatian dan minat pelanggan.
Contohnya kamu dapat menambahkan spot di produk seperti “Apa kata mereka tentang produk ini?” atau membuat konten promosi berupa review dari para pengguna produk. Hal ini akan memudahkan kamu dalam menjual produk tersebut kepada pelanggan.
Contoh Cross Selling
Berikut adalah beberapa contoh cross selling di bidang tertentu:
- Makanan dan minuman: kedai cepat saji yang menawarkan pelanggannya untuk membeli burger bersamaan dengan kentang goreng atau minuman.
- Elektronik: di saat pelanggan membeli smartphone baru, biasanya seller akan menawarkan anti gores, earphone, atau bahkan casing untuk melengkapi pembelian mereka. Terkadang saat pelanggan membeli laptop, seller juga akan menawarkan tambahan tas laptop, mouse, atau antivirus.
- Perbankan: penawaran kartu kredit saat klien membuka rekening baru.
- Asuransi: saat klien ingin membuat asuransi jiwa, biasanya klien juga akan ditawarkan untuk membuat asuransi kesehatan.
Sudah Tahu Apa Itu Cross Selling?
Cross selling adalah strategi marketing berupa penawaran produk atau jasa tambahan untuk melengkapi pembelian pelanggan. Strategi ini efektif dalam meningkatkan penjualan produk sekaligus memperkenalkan produk yang tidak terlalu populer kepada pelanggan.
Sebagai pebisnis, kamu dapat mencoba menerapkan cross selling untuk meningkatkan pendapatanmu. Maka dari itu, tunggu apalagi? Yuk terapkan cross selling di bisnismu sekarang juga! Semoga sukses ya!
