Carousel adalah strategi dalam meningkatkan engagement konten di social media. Sesuai dengan namanya, carousel adalah konten yang terdiri lebih dari satu gambar atau video.
Konten carousel sendiri efektif dalam meningkatkan engagement di media sosial. Dinyatakan bahwa rata-rata engagement konten carousel adalah 1,92%, lebih tinggi dibandingkan gambar dengan rata-rata 1,74% dan video 1,45%. Rata-rata ini bisa meningkat menjadi 2% jika 10 slides di konten carousel digunakan sampai sepenuhnya.
Tertarik dalam menggunakan konten carousel? Simak cara membuatnya disini!
Apa Itu Konten Carousel?
Konten carousel adalah fitur di media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk memposting beberapa foto atau video sekaligus dalam satu postingan.
Konten carousel merupakan konten yang bersifat interaktif. Dikarenakan audiens dapat menggeser konten tersebut dari slide pertama hingga akhir. Perlu kamu ketahui bahwa konten carousel tidak hanya digunakan untuk gambar saja, tetapi juga video.
Hal ini tentunya berbeda dengan konten social media biasanya yang tidak begitu interaktif. Maka dari itu konten carousel menjadi salah satu solusi yang efektif dalam meningkatkan engagement dengan audiens. Karena mengandung banyak konten, pengunjung dapat memberikan reaksi terhadap beberapa konten sekaligus.
Jenis Konten Carousel
Konten carousel terbagi menjadi 2 jenis yaitu untuk keperluan posting konten dan ads berbayar. Berikut penjelasan 2 jenis tersebut, yaitu:
1. Carousel post
Carousel post adalah konten carousel yang dipost di akun social media yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Konten tersebut biasanya berisi foto, video, atau gabungan keduanya. Fitur ini dapat ditemukan pada hampir semua akun social media, namun dipopulerkan pertama kali oleh Instagram dan Linkedin.
a. Instagram

Source: Instagram Indozone.id
Fitur ini dirilis pada tahun 2017, dimana pengguna dapat memposting foto, video, atau keduanya dengan maksimal 10 konten. Konten tersebut dapat di edit tiap slidenya seperti menambahkan filter atau tagging akun sosial media lainnya.
Postingan di carousel dapat berbentuk horizontal, vertikal, atau kotak sesuai kebutuhan dan preferensi penggunanya. Bentuk tersebut harus dipilih terlebih dahulu sebelum konten di-posting.
b. Linkedin

Source: Linkedin
Fitur carousel juga hadir di Linkedin dan memiliki cara kerja dan tampilan yang cukup mirip. Bedanya jika Instagram berfokus pada konten dengan format JPG dan PNG, Linkedin berfokus pada format PPT, PDF, dan DOC.
Syarat posting di linkedin adalah ukuran konten tidak boleh lebih dari 100 mb dan tidak lebih dari 300 halaman. Linkedin juga memungkinkan pengguna untuk mengunduh konten carousel yang mereka sukai.
2. Carousel ads
Carousel tidak digunakan hanya untuk sekedar posting saja. Carousel sendiri juga tersedia dalam fitur Ads. Carousel Ads digunakan pada social media untuk menawarkan beberapa produk sekaligus yang nantinya bisa digeser oleh pengguna.
Fitur carousel ads ini terdapat di Instagram, Facebook, Twitter, dan Linkedin.
a. Instagram

Source: GetResponse
Carousel ads di instagram tidak memiliki perbedaan yang terlalu besar dengan versi postingannya. Hal yang membedakannya hanyalah lambang sponsored di bagian atas konten.
Selain itu, biasanya akan terdapat CTA bertuliskan “shop now” di bagian bawah konten yang jika di klik akan mengarah ke website belanja.
b. Facebook

Source: Social Media College
Carousel ads Facebook biasanya berisi 3-5 gambar dalam satu iklan. Salah satu keunggulan carousel ads Facebook adalah kamu bisa menambahkan headline dan deskripsi singkat dari produk di setiap gambarnya.
c. Twitter

Source: Upbeat
Carousel ads adalah fitur yang masih tergolong baru di Twitter karena baru rilis pada 11 November 2020. Ads biasanya berisi maksimal 6 gambar atau video dan setiap gambar dapat ditautkan link ke tujuan yang berbeda.
Manfaat Carousel bagi Bisnis
Konten carousel merupakan fitur yang interaktif dan menarik. Cara penggunaannya yang unik membuat pengiklan dapat menambahkan beberapa gambar atau video dalam satu postingan saja.
Berikut beberapa manfaat dari penggunaan konten carousel bagi bisnis, di antaranya:
1. Meningkatkan engagement
Konten carousel dinyatakan dapat membantu meningkatkan engagement sebanyak 1,92%. Semakin banyak engagement yang diterima, semakin tinggi pula visibilitas bisnis kamu di pasar.
Hal ini menjadikan konten carousel sebagai konten investasi jangka panjang.
2. Media promosi
Konten carousel merupakan salah satu media promosi yang cukup efektif karena pengguna dapat memasukkan beberapa gambar atau video dalam satu postingan saja.
Beberapa pengguna bahkan menggunakan taktik menyisipkan media promosi dalam setiap konten postingan agar lebih efektif dan diminati audiens.
3. Menampilkan testimoni
Carousel memungkinkan penggunanya untuk memposting beberapa testimoni dari berbagai customer sekaligus. Kamu dapat memasukkan testimoni pelanggan setelah foto atau video produk.
Dengan begitu, pelanggan yang melihat konten testimoni tersebut akan lebih tertarik dan percaya akan kredibilitas produk yang dijual.
4. Publikasi konten tutorial
Konten carousel bersifat interaktif dimana pengguna dapat menggeser slide awal sampai akhir. Kamu dapat memanfaatkan fitur ini untuk posting video tutorial per slidenya.
Jika audiens sudah selesai mengikuti cara di slide pertama maka mereka dapat menggeser ke slide kedua untuk melanjutkannya. Teknik ini merupakan pendekatan baru dalam membuat tutorial sehingga membuat audiens tertarik dan tidak mudah bosan.
Tips Membuat Carousel
Berikut adalah beberapa tips dalam membuat konten carousel agar menarik, di antaranya:
1. Membuat cover yang menarik
Cover merupakan bagian pertama yang dilihat oleh audiens. Jika cover konten terlihat menarik, maka pengunjung pastinya akan tertarik untuk membaca isi dari konten tersebut.
Pastikan cover mewakili dan menggambarkan seluruh isi konten sehingga relevan dan tidak menyesatkan.
2. Gunakan elemen visual
Agar audiens betah untuk membaca konten yang diposting, kamu dapat menambahkan berbagai elemen visual. Sebagai pembaca, tentunya kamu lebih tertarik untuk membaca konten yang memiliki gambar daripada sepenuhnya tulisan.
Selain itu elemen visual juga dapat berfungsi sebagai penggambaran produk atau hal yang sedang kamu bahas.
3. Berkesinambungan antar slide
Konten carousel memiliki batasan maksimal 10 gambar atau video yang bisa diposting dalam satu konten. Alangkah baiknya jika konten dari slide awal sampai akhir saling berkesinambungan antara satu sama lain.
Konten tidak harus selalu memiliki hubungan satu sama lain, akan tetapi ada baiknya jika tone atau design yang digunakan sama agar lebih nyaman untuk dibaca.
4. Gunakan CTA
Agar carousel ads lebih efektif, kamu dapat menambahkan CTA seperti “shop now” untuk mempermudah audiens yang tertarik menuju ke website produk.
Gunakanlah CTA yang sesuai dengan konten dan bersifat mengajak untuk mendorong audiens dalam melakukan transaksi.
Selengkapnya: Apa Itu CTA? Definisi, Jenis, Manfaat, Tips, dan Contoh
5. Informasi singkat
Dalam penggunaannya, konten carousel tidak boleh dipenuhi dengan penjelasan yang terlalu panjang. Tujuan dari carousel sendiri adalah meningkatkan engagement, dan konten yang terlalu penuh dengan tulisan tentunya tidak akan menarik.
Jelaskan informasi dengan singkat dan padat, jangan terlalu bertele-tele dan langsung ke inti agar audiens tidak jenuh.
Contoh Konten Carousel
Berikut adalah beberapa jenis isi dari konten carousel yang dapat kamu gunakan pada kontenmu, di antaranya:
- Cerita atau perjalanan brand: dapat berupa kisah perjalanan brand, dari masih merintis hingga menjadi seperti sekarang.
- Tutorial: berisi cara menggunakan produk atau layanan brand dari awal sampai akhir di tiap slide yang berbeda.
- Before After: jenis isi konten yang membandingkan kondisi pengguna atau hal lain setelah menggunakan produk atau layanan dan sebelumnya. Konten ini efektif dalam mendorong audiens untuk mempercayai kinerja produk atau layanan.
- Promosi: berupa konten berisi promosi produk atau layanan dengan tiap slide menjelaskan produk yang dipromosikan dan potongan harga yang didapat.
- Event: konten ini biasanya berisi event yang sedang dilakukan bisnis. Mulai dari kegiatannya, lokasinya, hadiah partisipasi, dan lain sebagainya.
- Infografis: konten ini biasanya bersambungan antara satu slide dengan slide lainnya. Hal ini mendorong audiens untuk melakukan interaksi dengan konten.
Ayo Tingkatkan Engagement dengan Konten Carousel!
Carousel adalah salah satu fitur yang efektif untuk meningkatkan engagement di social media. Sekilas konten carousel memang terlihat cukup sederhana karena hanya menggabungkan berbagai konten dalam satu postingan.
Namun, gabungan konten tersebut dapat menghemat waktu audiens karena dapat melihat berbagai konten sekaligus. Penggunaannya cukup populer di social media dan bahkan diterapkan di beberapa aplikasi social media lainnya.
Tunggu apalagi? Ayo gunakan konten carousel untuk meningkatkan engagement sosial media kamu! Semoga artikel ini membantu ya!
