Brand marketing adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan branding terhadap target audiensnya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ketertarikan audiens terhadap brand, yang di mana dapat berujung pada pembelian produk.
WARC Asia Pacific senior vice- president Edward Pank menyatakan bahwa marketer sebaiknya mengalokasikan 40-60% budget marketing mereka untuk brand marketing. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pengaruh iklan sekaligus meningkatkan pendapatan ROI.
Mengapa brand marketing menjadi salah satu hal yang penting dalam dunia bisnis? Simak alasannya di artikel ini!
Apa Itu Brand Marketing?
Brand marketing adalah sebuah strategi pemasaran yang berfokus dalam membangun hubungan antara brand dengan konsumennya. Strategi ini tidak hanya mempromosikan kelebihan atau keunikan dari produk saja, tetapi juga brand secara keseluruhan.
Strategi ini membuat konsumen tidak hanya mengetahui tentang produk bisnismu, tetapi juga cerita dan karakteristik yang dimiliki oleh bisnis. Hal yang ditekankan dari strategi ini adalah identitas dari bisnis itu sendiri. Tujuannya adalah membuat brand terlihat spesial dan selalu diingat oleh konsumen. Kamu dapat menggunakan brand marketing tools untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi brand marketing yang dilakukan.
Selengkapnya: 7 Brand Marketing Tools Populer untuk Kegiatan Branding Bisnis
Tujuan Brand Marketing
Berikut adalah tujuan yang ingin dicapai dari dilakukannya brand marketing, di antaranya:
- Membentuk brand value.
- Membangun citra brand yang positif.
- Meningkatkan brand awareness.
- Meningkatkan penjualan.
- Mengubah konsumen menjadi brand advocate.
- Membangun hubungan positif dengan konsumen.
- Menciptakan koneksi yang mendalam antara konsumen dengan brand.
- Menurunkan angka customer churn.
- Meningkatkan peluang terjadinya repurchase (pembelian berulang).
Strategi Mengoptimalkan Brand Marketing
Berikut adalah langkah yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan strategi brand marketing bisnismu, di antaranya:
1. Memahami brand purpose
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai brand marketing adalah memahami secara mendalam tentang tujuan atau alasan brand diciptakan. Tujuannya adalah agar branding yang akan dilakukan dapat menggambarkan brand dengan sesuai.
Kamu dapat menjawab pertanyaan dibawah ini untuk mempermudah pemahaman mengenai bisnis yang kamu jalankan. Berikut pertanyaan tersebut:
- Siapa target audiens brand?
- Mengapa target audiens tersebut mempercayai brand?
- Perasaan apa yang kamu ingin konsumen rasakan saat berinteraksi dengan brand?
- Apa masalah yang dicoba dipecahkan oleh brand?
- Siapa kompetitor dari bisnis yang kamu jalankan ini?
- Apa latar belakang berdirinya brand ini?
- Jika brand kamu menjadi seorang manusia, kira-kira siapakah mereka? Dan apa alasan kamu memilih mereka?
Pertanyaan di atas merupakan beberapa pertanyaan yang dapat kamu jawab untuk mengetahui brand persona apa yang ingin diciptakan nantinya. Jika kamu sudah bisa menjawab pertanyaan di atas, maka kamu sudah memiliki pemahaman mendalam mengenai brand.
2. Lakukan riset pasar dan target audiens
Langkah selanjutnya adalah melakukan riset pasar dan target audiens yang ingin kamu targetkan. Kamu dapat menggunakan buyer persona untuk memvisualisasikan target audiens yang ideal dan membuat strategi marketing yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Riset pasar tentunya wajib kamu lakukan untuk mengetahui kondisi yang terjadi di dalam pasar mulai dari tren yang sedang populer, keadaan ekonomi, dan lain sebagainya. Informasi tersebut nantinya dapat diimplementasikan untuk strategi brand marketing yang akan kamu buat nantinya.
3. Lakukan riset kompetitor
Sebagai seorang pebisnis, tentunya riset kompetitor adalah hal yang harus dilakukan untuk mengetahui strategi dan kelebihan kompetitor dibanding bisnismu. Kamu dapat menganalisis strategi mereka yang sukses dan menjadikannya sebagai referensi.
Selain itu, kamu juga bisa menghindari terjadinya kesamaan strategi yang membuat bisnismu terlihat seperti meniru. Lakukan A/B testing untuk mengevaluasi kelemahan dan kelebihan bisnis serta membuat strategi baru. Hal ini dapat membantu bisnis untuk terlihat lebih unggul dibandingkan kompetitor.
4. Ciptakan dan bagikan brand story
Brand story adalah sebuah cerita yang dapat mempengaruhi kondisi emosional konsumen agar membuatnya merasa terhubung dengan brand. Brand story tersebut tidak harus bersifat rumit atau berat. Kamu dapat membuat cerita yang ringan namun mampu menyentuh emosi konsumen.
Contohnya kamu membuat produk yang berfokus di bidang keamanan data, maka kamu dapat membuat cerita bagaimana data pekerjaan yang kamu buat hilang sehingga kamu mengalami kesulitan dan lain sebagainya. Maka dari itu, alasan kamu membuat produk tersebut adalah untuk melindungi data konsumen agar tidak dapat dicuri dan keamanannya terjamin.
Cerita yang kamu buat tidak boleh terlalu di luar nalar atau tidak manusiawi. Cerita tersebut harus mampu membuat konsumen merasa terhubung dan menciptakan keterikatan emosional dengan brand.
5. Buat dan gunakan brand guidelines
Brand guidelines adalah pedoman atau panduan tentang bagaimana aset dan elemen penting brand harus ditampilkan di media. Guidelines yang dibuat harus berisi aset dan elemen yang harus digunakan, karakteristik, gaya bicara, font yang digunakan, dan lain sebagainya.
Tujuannya adalah menciptakan konsistensi dan membuat konsumen mengenali brand hanya dengan slogan atau warnanya. Karena branding yang selalu berubah-ubah akan mudah dilupakan dan tidak terlihat menarik.
Hindari Hal Ini Saat Melakukan Brand Marketing
Saat melakukan brand marketing, terdapat beberapa hal yang harus kamu hindari atau waspadai. Berikut penjelasannya:
1. Membuat branding palsu
Saat menciptakan branding, hal yang harus kamu pegang teguh adalah kejujuran. Jangan karena ingin brand terlihat menarik kamu membuat branding palsu dan memberikan informasi yang dibuat-buat mengenai produk.
Jika konsumen menyadari hal tersebut, maka kepercayaan konsumen akan hilang dan secara perlahan bisnis akan mendapatkan reputasi yang buruk. Reputasi buruk ini akan susah untuk dihilangkan dan memberikan dampak buruk bagi perusahaan secara jangka panjang.
2. Meniru branding dari kompetitor
Kegiatan meniru satu sama lain merupakan masalah yang selalu terjadi dalam dunia bisnis. Akan tetapi jika hal ini terungkap, maka konsumen tidak akan tertarik dan berkemungkinan menjatuhkan bisnis kamu karena dicap sebagai pencuri dan tidak original.
Agar hal ini tidak terjadi, ada baiknya kamu melakukan riset terlebih dahulu agar branding yang kamu buat tidak terlihat seperti meniru bisnis lain.
3. Menggunakan cara bersaing yang menjatuhkan
Persaingan yang bersifat menjatuhkan tentunya sering terjadi dalam dunia bisnis. Namun perlu kamu ketahui, bahwa strategi ini terkadang malah berbalik ke bisnis kamu sendiri.
Konsumen bisa berpikir bahwa strategi tersebut dilakukan karena brand tidak mampu menemukan celah dari kompetitor sehingga hanya bisa menjatuhkan tanpa bukti yang konkrit. Terlebih lagi jika gaya bahasa yang digunakan terlalu antagonis dan selalu ditekankan.
Hal ini bisa membuat konsumen malah tertarik menggunakan brand kompetitor dibandingkan brand milikmu. Selain itu, reputasi brand bisa terkena dampak negatif dan tidak lagi digemari audiens.
4. Tidak konsisten
Konsistensi adalah hal utama yang menjamin kesuksesan brand marketing yang kamu lakukan. Jika tidak konsisten, maka pengaruh brand di pasar akan cepat terlupakan dan tidak mampu menarik perhatian audiens.
Hal sepele seperti mengubah gaya bahasa atau intonasi brand saja sudah dapat memberikan perubahan yang besar dan membuat brand terlihat tidak konsisten. Maka dari itu, brand guidelines digunakan untuk mencegah terjadinya hal seperti ini.
Sudah Tahu Apa Itu Brand Marketing?
Brand marketing adalah strategi yang dilakukan untuk mempromosikan branding yang dimiliki guna membangun hubungan emosional dengan target audiensnya. Brand marketing memanfaatkan brand story dan value untuk mempengaruhi kondisi emosional audiens untuk membangun keterikatan emosional dengan brand.
Agar strategi ini memberikan hasil yang efektif, branding yang dipromosikan harus bersifat konsisten. Kamu dapat menggunakan brand guidelines sebagai panduan agar promosi yang dilakukan selalu konsisten. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!
