Mengenal Apa Itu Marketing Mix dan Konsep 7p

Marketing mix adalah strategi pemasaran berupa penggabungan beberapa elemen dan variabel pemasaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh perusahaan. Strategi ini berkembang menjadi konsep 7p yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence.

Tanggal

September 11, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Share Blog

Marketing mix adalah strategi pemasaran berupa penggabungan beberapa elemen pemasaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Istilah ini diciptakan oleh seorang professor Harvard bernama Neil Borden pada tahun 1948. Istilah ini kemudian dikembangkan lagi pada tahun 1960 dan 1981, hingga menjadi konsep 7p. 

Konsep 7p ini pun menjadi sebuah konsep yang memiliki pengaruh yang besar dalam dunia marketing. Lantas apa saja yang termasuk dalam konsep 7p tersebut? Simak artikel ini sampai akhir untuk mengetahuinya! 

Apa Itu Marketing Mix?

Marketing mix adalah sebuah strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa elemen atau variabel yang digunakan oleh perusahaan menjadi satu kesatuan, guna mencapai tujuan pemasaran yang diinginkan.

Menggunakan marketing mix dapat membantu perusahaan dalam merencanakan dan menjalankan strategi pemasaran dengan lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan dari konsumen. 

Konsep 7p 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, marketing mix memiliki konsep 7p. Berikut masing-masing elemen dalam konsep 7p tersebut beserta penjelasannya, yaitu: 

1. Product (Produk)

Produk adalah suatu hal yang bernilai dan ditawarkan kepada pasar untuk membantu konsumen dalam menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan mereka. Produk dalam konteks ini dapat berupa barang, jasa, ide, hingga gabungan ketiganya. 

Produk dibuat oleh pebisnis dengan mengikuti kebutuhan dan permintaan konsumen. Dalam membuat produk, barang atau jasa yang diproduksi harus unik dan relevan dengan kebutuhan konsumen. Maka dari itu, riset pasar diperlukan untuk menjawab permasalahan tersebut. 

2. Price (Harga)

Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh konsumen yang ingin menggunakan atau membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan. Harga dalam konteks ini mencakup diskon, potongan khusus, periode pembayaran, dan kredit. 

Penentuan harga produk atau jasa tentunya harus memperhatikan hal-hal seperti kondisi pasar, daya beli konsumen, biaya produksi, dan keuntungan yang didapat. 

3. Place (Tempat)

Tempat mengacu pada saluran distribusi di mana produk dijual dan bagaimana caranya produk sampai ke tangan konsumen. Hal ini mencakup rantai pasokan, logistik, lokasi penjualan, dan pemilihan saluran distribusi produk. 

Pemilihan tempat bisnis yang strategis tentunya akan membantu meningkatkan penjualan dan efektifitas bisnis karena mudah dijangkau oleh konsumen. Maka dari itu, riset tempat sangat penting untuk memastikan bisnis dapat menjangkau target konsumennya. 

4. Promotion (Promosi) 

Promosi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menginformasikan dan mengingatkan konsumen akan eksistensi dari produk bisnis. Kegiatan promosi mencakup penggunaan iklan, direct marketing, personal selling, dan lain sebagainya. 

Promosi dilakukan untuk menarik perhatian sekaligus mendorong konsumen dalam membeli produk atau berlangganan produk bisnis. Dalam melakukan promosi, kamu dapat memanfaatkan penggunaan katalog, billboard, social media, dan lain sebagainya.

5. People (Orang) 

Orang adalah individu yang berperan dalam kegiatan pemasaran seperti karyawan maupun konsumen. Dalam menjalankan bisnis, orang tentunya dibutuhkan untuk menjalankan bisnis sekaligus membeli produk yang dihasilkan oleh bisnis tersebut. 

Maka dari itu, perusahaan harus mampu merekrut orang yang memiliki kinerja yang bagus dan mampu membangun hubungan yang positif dengan semua konsumennya. 

6. Process (Proses) 

Proses adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk membangun dan meningkatkan kepuasan layanan pelanggan. Proses mencakup hal seperti prosedur, kebijakan kerja, alur kerja, dan lain sebagainya. 

Proses yang dijalankan dengan baik dapat membantu dan mendukung perusahaan untuk berkembang sekaligus membangun dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan konsumennya. 

7. Physical evidence (Bukti fisik) 

Bukti fisik adalah segala bukti yang dimiliki oleh perusahaan untuk membantu konsumen dalam mengevaluasi produk sebelum membelinya. Hal ini mencakup kemasan produk, informasi produk, fasilitas fisik, brand, dan lain sebagainya. 

Tujuan dari Marketing Mix 

Tujuan dari dilakukannya marketing mix adalah sebagai berikut: 

  1. Membantu memenuhi kebutuhan konsumen. 
  2. Meningkatkan daya saing bisnis dengan kompetitor. 
  3. Mengoptimalkan sumber daya secara efektif. 
  4. Menciptakan dan memperkuat citra bisnis di pasar. 
  5. Memperluas jangkauan pasar. 
  6. Meningkatkan kepuasan pelanggan. 
  7. Membangun dan mempertahankan loyalitas pelanggan. 

Manfaat dari Marketing Mix 

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapat dari menggunakan marketing mix, diantaranya: 

1. Mempertahankan konsistensi bisnis

Menggunakan marketing mix dapat membantu bisnis untuk mempertahankan konsistensi dalam segi produksi, operasional, hingga layanan pelanggan. Pelanggan tentunya lebih mempercayai bisnis yang konsisten setiap saatnya. 

Konsistensi dalam bisnis dapat membantu bisnis untuk menekankan pesan atau citra mereka kepada publik. Hal ini dapat membantu bisnis dalam memperkuat pondasi mereka dalam pasar. 

2. Mempermudah perencanaan strategi 

Penggunaan marketing mix dapat membantu bisnis dalam merencanakan dan membuat strategi pemasaran yang efektif dan relevan. Dengan menggunakan kerangka marketing mix, kamu dapat mengetahui kebutuhan dan elemen-elemen bisnis yang harus dioptimasi. 

3. Meningkatkan responsivitas bisnis 

Kehadiran marketing mix dapat membantu bisnis agar lebih responsif dalam menghadapi masalah yang terjadi dalam kegiatan operasionalnya. Dengan adanya strategi pemasaran yang kuat, bisnis dapat langsung mengetahui kekurangan atau kesalahan dalam strategi tersebut.

Hal ini membuat kesalahan strategi relatif lebih rendah karena sumbernya sudah diketahui terlebih dahulu. 

Sudah Paham Apa Itu Marketing Mix? 

Marketing mix adalah strategi pemasaran yang menggabungkan elemen-elemen bisnis menjadi satu kesatuan untuk mencapai tujuan pemasaran yang diinginkan perusahaan. Dalam menerapkan marketing mix, kamu perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis yang dijalankan. 

Tujuannya adalah agar strategi marketing mix yang digunakan efektif dan relevan dengan kebutuhan bisnis yang dijalankan. Penggunaan marketing mix yang tepat tentunya dapat meningkatkan penjualan serta membangun hubungan erat dengan pelanggan. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Conventional Marketing Lainnya

cover-blog-dewatalks
Memahami Pentingnya Pemasaran Konvensional dalam Dunia Bisnis
Sebagai pebisnis, kamu wajib mengetahui pentingnya pemasaran konvensional dalam dunia bisnis. Pemasaran...
cover-blog-dewatalks
Mengenal Pemasaran Konvensional: Metode dan Ciri-cirinya
Pemasaran konvensional adalah salah satu tipe pemasaran yang sudah dikenali oleh banyak orang. Setiap...
cover-blog-dewatalks
15+ Istilah dalam Konvensional Marketing yang Wajib Kamu Ketahui
Istilah dalam konvensional marketing wajib diketahui oleh pebisnis terutama yang tertarik dalam menggunakannya....