Emotional marketing merupakan strategi pemasaran yang efektif dalam mempengaruhi kondisi emosional dari pelanggannya. Hal ini menjadikan emotional marketing sebagai salah satu cara yang ampuh dalam membuat pelanggan merasa terhubung dengan brand.
Perlu kamu ketahui bahwa 90-95% keputusan pembelian dipengaruhi oleh kondisi emosional pelanggan dan bukan logika. Professor Harvard Gerald Zaltman bahkan menyatakan bahwa “Emosi adalah faktor utama yang mempengaruhi perilaku pembelian — dan pengambilan keputusan secara umum.”
Sebagai pebisnis, kamu harus mampu memanfaatkan kondisi emosional dari pelanggan untuk membuatnya tertarik dengan bisnis yang kamu jalankan. Untuk mengetahui mengenai emotional marketing secara lebih lanjut, simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Emotional Marketing?
Emotional marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus pada kondisi emosional konsumen guna mempengaruhi keputusan dan pandangan mereka terhadap bisnis. Emosi ini dapat membantu konsumen merasa nyaman, betah, tertarik, mengingat, dan terdorong untuk melakukan pembelian produk.
Nielsen menyatakan bahwa iklan emosional yang efektif dapat membantu meningkatkan penjualan sebesar 23%. Data ini menunjukkan bahwa kondisi emosional konsumen terhadap brand berperan penting dalam mendorong keinginan mereka untuk melakukan pembelian.
Manfaat Emotional Marketing untuk Bisnis
Emotional marketing memberikan beberapa manfaat yang berguna bagi pertumbuhan bisnis, di antaranya:
1. Membangun hubungan dan loyalitas pelanggan
Ketika audiens merasa terhubung dengan iklan atau pesan yang disampaikan oleh bisnis. Maka bisnis secara perlahan telah membangun hubungan dengan pelanggannya.
Pelanggan nantinya akan menjadi loyal dengan bisnis karena adanya koneksi emosional tersebut. Hal ini dapat mendukung pelanggan untuk mempromosikan produk kamu ke temannya atau orang lain yang memiliki pandangan emosional yang sama.
2. Memperkuat brand recall
Sebagai pebisnis, tentunya kamu ingin brand kamu selalu muncul dalam pikiran pelanggan saat mereka memikirkan hal tertentu. Dengan melakukan kampanye emosional, brand akan jadi lebih mudah diingat oleh pelanggan.
Dikarenakan pengalaman emosional cenderung diingat lebih lama, kamu tidak perlu khawatir brand kamu dilupakan begitu saja oleh pelanggan.
3. Mempengaruhi keputusan pembelian
Emotional marketing cenderung efektif dalam mendorong keinginan pelanggan untuk melakukan pembelian dengan lebih cepat. Ketika pelanggan merasakan emosi yang begitu kuat, mereka cenderung melakukan pembelian tanpa pikir panjang.
Hal ini tentunya membantu meningkatkan konversi bisnis tanpa perlu menggunakan promosi yang terlalu memaksa atau mendorong.
4. Membedakan brand dari kompetitor
Sebuah brand yang mampu memberikan pengaruh emosional yang kuat terhadap audiensnya tentu akan terlihat berbeda dan unggul dibandingkan kompetitornya. Emotional marketing memungkinkan brand untuk membuat narasi yang unik, yang di mana berfungsi sebagai branding dari bisnis.
Brand yang emotional marketingnya kuat tentunya tidak akan mudah untuk dilupakan atau digantikan oleh kompetitor yang bermunculan.
Selengkapnya: Apa Itu Branding? Definisi, Tujuan, Manfaat, Jenis, dan Elemennya
Strategi Melakukan Emotional Marketing
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam melakukan emotional marketing, di antaranya:
1. Membuat narasi yang menginspirasi
Dalam membuat konten emotional marketing, tentunya konten tersebut harus mampu menginspirasi atau menyentuh kondisi emosional dari audiensnya. Audiens tentunya lebih tertarik terhadap kisah yang menginspirasi dibandingkan kisah sedih yang tidak terlalu menggambarkan bisnis.
Kamu dapat membuat konten narasi iklan seperti perjalanan dan perjuangan karir bisnis, kisah from hero to zero, kegiatan menginspirasi yang dilakukan bisnis, dan lain sebagainya.
2. Memanfaatkan testimoni
Testimoni merupakan salah satu aset yang efektif dalam melakukan emotional marketing. Testimoni pelanggan biasanya lebih dipercaya dibandingkan konten buatan dari bisnis itu sendiri.
Contoh dari konten testimoni adalah perjuangan melawan acne, perubahan yang terjadi setelah menggunakan alat atau produk kesehatan, dan masih banyak lagi.
3. Mengetahui tipe dan jenis pelanggan
Setiap pelanggan tentunya memiliki kondisi, minat, preferensi, dan karakteristik yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu wajib memahami tipe dan jenis pelanggan dari bisnis agar kampanye yang dilakukan efektif dan sesuai.
Beberapa pelanggan terkadang lebih cocok terhadap konten empati, sementara pelanggan lain lebih cocok terhadap konten yang menginspirasi. Maka dari itu, tantangan kamu adalah menciptakan konten emotional marketing yang mampu menyentuh jenis dan tipe pelanggan tersebut.
4. Melakukan kampanye offline
Kampanye offline tentunya lebih efektif digunakan dalam emotional marketing. Dengan melakukan kampanye offline, kamu dapat berinteraksi secara langsung terhadap audiens yang di mana memperkuat kondisi atau narasi emosional yang disampaikan.
Selain itu, audiens juga dapat bertemu dengan audiens lain yang memiliki ketertarikan emosional yang sama. Hal ini dapat membantu meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap brand dan membangun komunitas yang loyal terhadap brand.
5. Menggunakan copywriting yang menarik
Copywriting yang tepat dan menarik tentunya akan memberikan dampak emosional yang efektif kepada audiens. Seperti yang kita ketahui, manusia lebih mudah terbawa emosi jika kata-kata yang mereka lihat sesuai atau sejalan dengan kondisi emosional mereka.
Dalam melakukan emotional marketing, konten copywriting tidak boleh bersifat memaksa atau sekadar promosi saja. Gunakan narasi yang bersifat mengajak atau menghimbau audiens mengenai efek yang terjadi saat mereka menggunakan produk milikmu.
6. Menggunakan color palette yang sesuai
Warna yang tepat tentunya dapat meningkatkan keadaan sekaligus situasi yang emosional. Para psikologis telah menyatakan bahwa warna dapat mempengaruhi sistem saraf dan otak manusia. Maka dari itu, saat membuat konten pastikan warna yang digunakan tepat dan sesuai dengan konten yang sedang dibahas.
Contohnya adalah warna biru yang sering diasosiasikan dengan ketenangan dan kedamaian. Namun warna biru yang terlalu gelap dapat menggambarkan kesedihan atau rasa kesepian. Dengan memanfaatkan perubahan warna tersebut, kamu dapat membangun situasi yang sesuai dengan narasi yang ingin kamu sampaikan.
7. Menggunakan clickbait
Clickbait adalah narasi, judul, atau gambar, yang bersifat persuasif dan memancing audiens yang melihatnya untuk berinteraksi dengannya. Strategi ini biasa dilakukan untuk memancing kondisi emosional pelanggan saat melihat narasi iklan secara sekilas.
Strategi clickbait tersebut tentunya harus berhubungan dengan konten yang ingin disampaikan. Karena jika tidak maka audiens akan merasa tertipu dan malah membangun citra negatif terhadap brand.
Contoh Emotional Marketing yang Sukses
Berikut adalah 3 contoh dari emotional marketing yang sukses yaitu:
1. Coca Cola

Coca cola pernah melakukan kampanye “Share a Coke”, di mana label minumannya terdapat nama-nama random yang disesuaikan dengan negara kampanyenya. Tujuan dari kampanye ini adalah mendorong pelanggannya untuk membagi coke dengan nama tersebut kepada orang yang mereka sayangi.
Kampanye ini efektif dan mendukung pelanggannya untuk melakukan interaksi satu sama lain sekaligus mempromosikan minuman bersoda tersebut.
2. Dove

Kampanye “Real Beauty” yang dilakukan Dove bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri para wanita. Dove menyatakan bahwa berdasarkan survei, para wanita cenderung tidak bisa melihat kecantikan dalam dirinya sendiri. Kampanye ini juga bertujuan untuk melawan standar kecantikan yang menstereotipkan wanita.
Kampanye ini berhasil membangun hubungan dan emosi positif dengan audiensnya, dan meningkatkan loyalitas mereka terhadap brand.
3. Marjan

Minuman sirup ini merupakan salah satu bentuk emotional marketing yang paling berhasil di dunia bisnis Indonesia. Iklan marjan selalu menunjukkan kebersamaan dan kehangatan keluarga dalam berbuka puasa dan berkumpul bersama.
Kampanye ini mendorong para pelanggannya untuk selalu bersama sembari minum marjan saat buka puasa. Iklan ini efektif dalam menghasilkan brand recall, di mana brand ini selalu dikaitkan dengan bulan puasa atau hari raya.
Sudah Tahu Cara Melakukan Emotional Marketing?
Emotional marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan kondisi emosional dari pelanggannya untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh bisnis. Dengan melakukan strategi ini, konsumen akan merasa terhubung dengan bisnis dan menjadi loyal.
Cara melakukan strategi ini juga cukup mudah, di mana kamu hanya perlu memanfaatkan konten yang menginspirasi untuk menarik perhatian dari audiens. Demikian artikel ini, semoga sukses selalu ya!
