STP marketing adalah strategi pemasaran yang dianggap cukup efektif dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan bisnis. Strategi ini pun merupakan model yang populer digunakan oleh para pebisnis setelah SWOT.
STP sendiri dikenal karena langkahnya yang efektif, efisien, dan relevan untuk digunakan hingga saat ini. Tertarik dalam mengetahui apa itu STP? Simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu STP?
STP merupakan singkatan dari Segmenting, Targeting, dan Positioning. Strategi ini merupakan strategi yang digunakan untuk melakukan segmentasi target yang paling menguntungkan agar dapat memposisikan produk atau layanan untuk mencapai target tersebut.
Model pemasaran ini sendiri berfokus pada efektivitas iklan atau kampanye yang dijalankan oleh perusahaan. Model ini dilakukan untuk memastikan pesan yang diberikan dapat dipahami oleh audiens yang dituju.
STP marketing juga memiliki hubungan yang cukup erat dengan marketing mix. Di mana STP berfungsi sebagai dasar dalam menentukan fokus dan arah pemasaran, sedangkan marketing mix menjadi alat yang efektif dalam menjalankan strategi tersebut.
Secara singkatnya, STP digunakan untuk menjawab “kepada siapa dan bagaimana pendekatan kampanye dilakukan”, sedangkan marketing mix digunakan untuk menjawab “apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya”. Hal ini menjadikan STP dan marketing mix seperti 2 sisi koin yang selalu saling berhubungan.
Selengkapnya: Mengenal Apa Itu Marketing Mix dan Konsep 7p
Tujuan Melakukan STP
Berikut adalah tujuan bisnis dalam melakukan STP, di antaranya:
1. Memahami dan meningkatkan loyalitas pelanggan
STP membantu bisnis dalam memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Dengan melakukan segmentasi, kamu jadi dapat berfokus pada semua pelanggan dan memberikan pelayanan sesuai preferensi mereka. Pelanggan yang puas nantinya dapat menjadi loyal dengan bisnis.
2. Mengoptimalkan sumber daya
JIka sudah mengetahui target dan penentuan strategi, kamu dapat mengalokasikan sumber daya ke segmen target yang efektif. Hal ini membantu bisnis mendapatkan hasil yang nyata sekaligus menghemat sumber daya yang dibutuhkan.
3. Meningkatkan efisiensi kampanye
Kampanye yang dijalankan tentunya akan jadi lebih efektif dengan strategi dan audiens yang sudah ditargetkan. Dikarenakan kamu sudah mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dari kampanye yang dilakukan tersebut.
Membedah Strategi STP
Berikut adalah 3 strategi dalam melakukan STP, yaitu:
1. Segmenting
Segmenting adalah langkah pembagian target pasar dari bisnis berdasarkan poin-poin yang dibutuhkan. Berikut adalah poin-poin tersebut sekaligus hal yang mereka cakup, di antaranya:
- Demografis: usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, status perkawinan, dan pekerjaan.
- Psikografis: gaya hidup, minat, preferensi, tingkat sosial, dan hobi.
- Geografis: lokasi tempat tinggal seperti kota, kabupaten, provinsi, desa, hingga perumahan.
- Kepercayaan: agama, politik, nilai kehidupan, norma, dan lain sebagainya.
Keempat poin di atas dapat digunakan sebagai poin segmentasi untuk membagi target audiens ke kategori yang lebih spesifik sehingga mempermudah penargetan.
2. Targeting
Setelah melakukan segmentasi, langkah selanjutnya adalah menargetkan target pasar tersebut. Lakukan analisis peluang beserta sumber daya yang dimiliki oleh bisnis. Pastikan sumber daya mencukupi dan target audiens dapat dijangkau dengan sempurna.
Kamu juga dapat melakukan survei untuk memastikan kampanye yang dilakukan tidak gagal dan berjalan lancar. Dalam melakukan targeting, terdapat beberapa pola yang dapat dijadikan dasar dalam pemilihan yang dilakukan, di antaranya:
- Single Segment Concentration: berfokus pada satu segmentasi.
- Selective Specialization: pemilihan beberapa segmentasi berdasarkan keunggulan atau kelebihan tertentu.
- Product Specialization: pemilihan produk khusus
- Market Specialization: berfokus pada penyediaan kebutuhan dari kelompok tertentu
- Full Market Coverage: mencakup semua kelompok
3. Positioning
Langkah terakhir adalah positioning, di mana kamu menentukan strategi untuk memposisikan brand dan produk kepada target audiens yang telah ditentukan. Pada tahap ini, kamu dapat menentukan model marketing mix, sebab penggunaannya yang lebih cepat dan efektif.
Pahami key factor yang mampu membuat pelanggan membeli produk atau layanan kamu dibandingkan kompetitor. Jangan lupa untuk mengidentifikasi keunikan dan kelebihan dari produk brand kamu. Pastikan bahwa keunikan dan kelebihan tersebut mampu menjawab kebutuhan dari pelanggan.
Contoh STP Marketing
Berikut adalah beberapa contoh dari STP marketing yang populer, di antaranya:
1. Restoran cepat saji
Restoran cepat saji seperti Mcdonald, A&W, dan KFC, memanfaatkan STP untuk menjangkau setiap segmen konsumen yang mereka miliki. Mereka melakukan pendekatan kepada komunitas lokal dengan menganalisis kebiasaan yang mereka lakukan dan menempatkannya dalam menu mereka.
Hal ini menyebabkan restoran cepat saja seperti di atas memiliki menu yang berbeda-beda di setiap negara.
2. Coca-Cola
Perusahaan minuman raksasa seperti Coca Cola juga menggunakan STP untuk menjangkau segmen audiensnya. Seperti yang kita ketahui, banyak orang yang ingin minum Coca Cola namun takut karena kandungan gula dan kalorinya yang cukup besar.
Maka dari itu, Coca Cola pun mengeluarkan Diet Coke dan Coke Zero yang digunakan untuk menargetkan segmen pelanggan yang peduli akan kesehatannya.
3. Indomie
Indomie adalah perusahaan mie instan yang populer dan digemari oleh rakyat Indonesia. Indomie juga menggunakan STP untuk menjawab kebutuhan pelanggannya yang tersebar dari berbagai pulau dan provinsi.
Produk seperti Indomie Mie Aceh, Indomie Soto Lamongan, Indomie Mie Kocok Bandung, Indomie Rendang, Indomie Soto Banjar Limau Kuit, dan lain sebagainya, merupakan pendekatan yang dilakukan oleh Indomie untuk menargetkan audiens mereka yang beragam.
Sudah Paham Teknik STP dalam Marketing?
STP adalah singkatan dari Segmentasi, Targeting, dan Positioning. Strategi ini cocok dan efektif digunakan ketika kamu hendak menyusun strategi pemasaran untuk memperluas jangkauan bisnis.
Mengimplementasikan strategi ini memang efektif, namun perlu kamu ketahui bahwa strategi ini membutuhkan analisis yang kuat dan mendalam. Maka dari itu, melakukannya harus tepat agar strategi yang dibuat berhasil. Demikian artikel ini, sukses selalu ya!
