Cost Per Impression: Definisi hingga Cara Hitung dan Meningkatkannya

CPI atau Cost Per Impression adalah metrik yang digunakan untuk mengukur biaya yang harus dikeluarkan untuk 1 impresi yang didapatkan iklan. CPI juga dapat digunakan untuk membantu bisnis dalam menghitung ROI yang didapat.

Tanggal

July 21, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Share Blog

CPI atau Cost Per Impression adalah istilah yang merujuk kepada biaya yang harus dibayar pengiklan saat iklannya ditampilkan ke pengguna. CPI sendiri digunakan untuk menghitung biaya dan ROI yang didapat oleh perusahaan selama kampanye iklan berlangsung. 

Sebagai pebisnis, tentunya kamu wajib memahami cara menggunakan CPI untuk menghitung keefektifan kampanye bisnis. Jika kamu belum begitu paham mengenai CPI secara keseluruhan, simak artikel ini sampai akhir ya! 

Apa itu Cost Per Impression? 

CPI atau Cost per impression adalah istilah dalam digital marketing yaitu biaya yang harus dibayar oleh pengiklan setiap iklannya mendapat impression (ditampilkan kepada user). CPI sendiri tidak digunakan hanya untuk menghitung biaya, namun juga untuk menghitung efektivitas dari iklan yang dipasang selama kampanye. 

Iklan CPI sendiri tidak perlu diklik oleh audiens. Jika iklan tersebut ditayangkan kepada audiens, maka pengiklan harus membayar satu tayangan tersebut. Selain iklan, CPI juga membantu perusahaan untuk menghitung ROI yang didapat dari iklan digital dan konvensional. 

Pentingnya CPI Bagi Bisnis 

CPI merupakan salah satu penghitungan biaya iklan yang penting bagi bisnis. Berikut beberapa kepentingan CPI lainnya, yaitu:  

1. Meningkatkan brand awareness

Dengan menggunakan metrik CPI, iklan dapat ditayangkan kepada berbagai audiens secara sekaligus dan terus menerus. Meskipun iklan yang ditayangkan tersebut hanya sebentar, jika ditayangkan terus menerus tentunya akan membuat iklan tersebut diingat oleh audiens. Hal ini tentunya membantu meningkatkan brand awareness bisnis. 

2. Metode perbandingan platform 

Dalam memasang iklan digital, tentunya kamu tidak hanya berfokus pada satu platform saja. Kampanye iklan tentunya akan ditayangkan pada berbagai platform seperti website atau sosial media.  

Dengan menggunakan CPI, kamu dapat menganalisis platform mana yang efektif dan menghasilkan jumlah impression yang paling banyak. Dengan begitu kamu dapat memfokuskan iklan pada platform tersebut dan menghentikan iklan di platform yang tidak efektif. 

3. Menargetkan audiens secara spesifik 

Dalam penggunaannya, CPI dapat menargetkan iklan kamu sesuai dengan target audiens yang telah ditentukan. Caranya adalah memasang iklan dan memasukkan demografi target audiens yang diinginkan. 

Nantinya iklan tersebut hanya akan ditayangkan kepada audiens yang sesuai dengan demografi tersebut. Hal ini tentunya juga membantu kamu dalam menghemat biaya pemasaran namun tetap memberikan hasil yang efektif. 

Kelebihan dan Kelemahan CPI 

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kelemahan dari CPI, yaitu: 

Kelebihan CPI

  1. Lebih hemat biaya
  2. Mudah untuk digunakan
  3. Dapat digunakan hingga ke ranah internasional
  4. Dapat menargetkan pelanggan secara spesifik
  5. Cocok digunakan iklan yang memiliki click-through ratenya tinggi

 

Kelemahan CPI

  1. Rentan terhadap penipuan
  2. Iklan berpotensi tidak efektif

Cara Menghitung CPI

Terdapat 2 cara yang dapat digunakan untuk menghitung impression yaitu dengan CPI (Cost Per Impression) dan CPM (Cost Per Mille). Berikut rumus dari CPI dan CPM, yaitu: 

CPI= Biaya Iklan : Jumlah Impression 

CPI mengharuskan pengiklan untuk membayar biaya iklan setiap kali iklan tersebut ditampilkan ke pengunjung. 

Contoh kasus CPI: Jika kamu mengeluarkan biaya untuk iklan sebesar 2.000.000 dan mendapatkan 1.000 impresi. 

Maka perhitungannya adalah 2.000.000/1.000= Rp2.000. Jadinya biaya yang dikeluarkan per impresi adalah Rp2.000. 

 

CPM= (Biaya Iklan / Jumlah Impression) x 1000 

CPM mengharuskan pengiklan untuk membayar biaya iklan setiap kali iklan mendapatkan 1.000 impression. 

Contoh kasus CPM: Jika kamu mengeluarkan biaya iklan sebesar 5.000.000 dan mendapatkan 2.000.000 impresi. 

Maka perhitungannya adalah (5.000.000 / 2.000.000) x 1000= 2.500. Artinya kamu harus membayar Rp2.500 per 1.000 impresi yang didapat. 

Cara Meningkatkan CPI 

Terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan iklan CPI. Berikut beberapa caranya, di antaranya: 

1. Mengoptimasi SEO dan kualitas konten 

SEO merupakan elemen yang paling penting dalam dunia digital marketing. Seorang pebisnis tentunya harus paham akan kepentingan SEO dan selalu mengoptimasi iklan yang dipasang secara berkala.  

Tujuannya adalah iklan tidak selalu monoton dan juga membantu search engine untuk memahami iklanmu sehingga dapat ditampilkan pada kondisi yang tepat.  Tidak hanya SEO saja, kualitas dari konten iklan pun juga harus diperhatikan. 

Iklan yang dipasang tentunya harus menarik dan unik guna menarik perhatian audiens. Kamu dapat menambahkan elemen visual seperti video atau gambar agar iklan lebih terlihat menarik. Hal ini dapat mendorong audiens untuk menonton iklan sampai habis. 

Selengkapnya: Mengetahui Apa Itu SEO, Cara Kerja, dan Jenisnya 

2. Menggunakan social media

Dalam memasang iklan digital, tentunya kamu harus menggunakan platform yang efektif yaitu social media. Di era digital ini, social media hampir digunakan oleh semua pengguna smartphone, menjadikannya salah satu platform yang efektif untuk pemasaran produk. 

Kamu dapat memanfaatkan hal ini dan melakukan kampanye atau sekadar memasang iklan di social media. Beberapa platform social media sendiri memiliki fitur yang mendukung pemasangan iklan seperti Instagram ads, Facebook Ads, Tiktok Ads Manager, dan lain sebagainya. 

3. Menggunakan platform yang tepat 

Dalam memasang iklan digital, platform yang tepat tentunya berperan dalam mendukung kinerja dan keefektifan iklan bisnis. 

Perlu kamu ketahui bahwa setiap platform memiliki cara kerja iklan yang berbeda-beda.  Maka dari itu, kamu dapat melakukan riset platform untuk memastikan platform yang digunakan sesuai dengan style bisnis dan memiliki traffic yang tinggi. 

Kamu juga dapat memasang iklan di berbagai platform sekaligus dan melakukan analisis mengenai platform mana yang paling efektif. Nantinya kamu tinggal memfokuskan budget pemasaran di platform yang efektif saja. 

Sudah Tahu Apa itu CPI? 

CPI atau Cost Per Impression adalah jumlah biaya yang harus dibayar oleh pengiklan saat iklannya ditayangkan kepada audiens. Dengan menggunakan CPI, kamu dapat memperkirakan jumlah biaya yang harus dibayar untuk iklan yang dipasang. 

Sebagai pebisnis, tentunya kamu harus mengetahui apakah kampanye yang dilakukan berhasil atau tidak. Maka dari itu, CPI merupakan salah satu metode penghitungan yang cocok untuk digunakan. Demikian artikel ini, semoga informasinya bermanfaat ya! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Digital Marketing Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Apa Itu Digital Marketing, Kelebihan, dan Jenis-jenisnya
Digital marketing adalah strategi yang dilakukan oleh pebisnis untuk memasarkan produknya secara online....
cover-blog-dewatalks
Mengenal Pentingnya Digital Marketing untuk Bisnis
Tidak bisa dipungkiri betapa pentingnya digital marketing di zaman sekarang. Zaman di mana semua hal...
cover-blog-dewatalks
25+ Istilah dalam Digital Marketing yang Perlu Diketahui Marketer
Beberapa istilah dalam digital marketing pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga kalian. Dunia digital...