Dalam penerapannya, terdapat beberapa istilah dalam social media marketing yang harus kamu ketahui sebagai pebisnis. Istilah ini wajib diketahui agar kamu dapat menjalankan social media marketing dengan lancar.
Sebenarnya social media marketing memiliki banyak istilah hingga mencapai ratusan, namun artikel ini akan menjelaskan 20 istilah yang paling sering digunakan dalam social media marketing.
Maka dari itu, simak artikel ini sampai akhir ya!
Istilah dalam Social Media Marketing
1. Reach
Reach adalah jumlah pengunjung unik yang melihat konten yang diposting ke sosial media. Setiap 1 orang yang melihat konten hanya akan dihitung sebagai 1 reach saja meskipun konten tersebut dilihat berulang kali. Hal ini menjadikan reach efektif untuk mengukur seberapa luas jangkauan dan keefektifan dari sebuah konten.
Reach juga terdiri dari beberapa jenis yaitu:
- Organik: pengunjung unik yang melihat konten tanpa iklan.
- Berbayar: pengunjung unik yang melihat konten lewat promosi yang dilakukan.
- Viral: pengunjung unik yang melihat konten setelah dibagikan oleh orang lain.
2. Engagement
Engagement adalah interaksi yang dilakukan oleh audiens terhadap konten atau iklan yang kamu posting. Interaksi yang dilakukan dapat berupa like, comment, atau share.
Semakin tinggi engagement yang didapat sebuah konten di sosial media, menunjukkan bahwa konten tersebut efektif dan digemari oleh customer.
3. Engagement rate
Engagement rate adalah metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat interaksi pengunjung terhadap konten di sosial media. Interaksi yang diukur berupa like, comment, share, klik, dan sebagainya.
Fungsinya adalah untuk mengetahui kinerja konten, keefektifan konten, dan keterlibatan audiens dalam konten. Nantinya konten dapat dioptimasi agar membuat audiens lebih terlibat.
4. Carousel post
Carousel post adalah fitur dalam sosial media yang memungkinkan pengguna untuk mengupload beberapa gambar atau video dalam sekali post dan dapat digeser sesuai urutannya.
Carousel dilakukan untuk meningkatkan engagement sekaligus membahas konten yang bersifat panjang dan terdiri dari beberapa bagian. Fitur ini membantu pengguna untuk membagikan beberapa konten secara sekaligus dalam satu postingan.
5. CAC (customer acquisition cost)
CAC adalah metrik yang digunakan oleh bisnis untuk mengukur total biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan customer baru lewat kampanye yang dijalankannya. Semakin kecil biaya yang dikeluarkan untuk CAC, semakin besar pula kemungkinan dari keuntungan yang akan didapat jika kampanye yang dijalankan efektif.
6. CTA (call-to-action)
CTA adalah pesan atau ajakan yang ditunjukkan pada konten untuk mendorong atau mengajak customer dalam melakukan tindakan yang diinginkan oleh bisnis. Tujuan dari CTA adalah menarik customer dalam melakukan konversi.
Contoh dari CTA adalah “Beli Sekarang”, “Penawaran Terbatas”, “Klik Disini”, dan lain sebagainya.
7. CTR (click-through-rate)
CTR adalah metrik pengukur hasil klik dari iklan atau tautan yang berfungsi untuk mengukur keefektifan iklan atau tautan. Secara singkatnya adalah jumlah klik dari iklan yang dilihat oleh audiens.
Rumus yang digunakan untuk menghitung CTR adalah (Jumlah Klik / Jumlah Tayangan) x 100%.
8. Ads
Ads adalah iklan berbayar yang digunakan dalam social media marketing. Tujuan dari penggunaan ads adalah untuk menargetkan audiens secara spesifik.
Platform social media yang menyediakan fitur ads adalah Meta Ads, Tiktok Ads Manager, X Ads, Linkedin Ads, dan lain sebagainya.
9. Conversion rate
Conversion rate adalah metrik yang mengukur jumlah audiens yang melakukan konversi. Konversi yang dimaksud dapat berupa pengisian formulir, pendaftaran akun, pembelian produk, berlangganan, dan lain sebagainya.
Semakin tinggi conversion rate yang didapat oleh bisnis, menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan efektif.
10. UGC (user-generated-content)
UGC adalah jenis konten yang dibuat oleh konsumen tanpa ada paksaan dari brand atau bisnis. Jenis konten ini merupakan konten penting yang dapat memberikan reputasi positif terhadap bisnis.
Dikarenakan jenis konten ini dibuat secara sukarela oleh konsumen dan cenderung lebih dipercayai oleh konsumen lain. Konten ini biasa berbentuk review testimoni produk menggunakan gambar, foto, atau video, yang diupload ke social media konsumen.
11. Bounce rate
Bounce rate adalah tindakan di mana pengguna yang mengunjungi website dari iklan atau konten sosial media, dan hanya melihat satu halaman lalu pergi tanpa melakukan tindakan lainnya.
Bounce rate yang tinggi menandakan bahwa halaman yang dikunjungi oleh audiens tidak cukup menarik atau tidak sesuai dengan yang diiklankan di postingan sosial media.
12. Push and pull marketing
Push marketing adalah strategi pemasaran yang mendorong audiens untuk membeli produk yang ditawarkan. Contohnya adalah email marketing, direct mail, dan sebagainya.
Sedangkan pull marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus untuk menarik pelanggan untuk membeli produknya. Jenis pemasaran ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang sudah terkenal dan memiliki banyak customer.
13. Content plan
Content plan adalah dokumen berisi perencanaan konten yang harus dibuat untuk menarik audiens, biasanya content plan akan dibuat setiap bulannya. Content plan berisi jenis atau tema dari konten, platform publish, hal yang dibutuhkan dalam membuat konten, jadwal posting, dan lain sebagainya.
14. Content pillar
Content pillar adalah tema atau topik yang merupakan tujuan utama dari bisnis dan menjadi topik yang harus ada atau berhubungan saat membuat konten bisnis.
Tujuan dari content pillar adalah untuk memperkuat identitas bisnis, membuat bisnis tidak kehilangan tujuan awalnya, dan membuat konten bisnis selalu konsisten.
15. Editorial calendar
Editorial calendar adalah jadwal perencanaan yang dibuat untuk memposting konten di hari atau kegiatan tertentu. Hari penting dalam editorial calendar contohnya adalah hari kemerdekaan, hari raya, hari anniversary bisnis, dan lain sebagainya.
16. Influencer marketing
Influencer marketing adalah strategi pemasaran digital yang menggunakan influencer untuk mempromosikan produk atau jasa milik bisnis. Tujuannya adalah memanfaatkan pengikut dan reputasi influencer untuk meningkatkan jumlah konversi dari bisnis.
Selengkapnya: Influencer Marketing: Definisi, Jenis, dan Contohnya
17. Landing page
Landing page adalah halaman dari website yang akan muncul saat pengguna mengklik link tertentu di konten sosial media. Landing page biasanya berisi informasi mengenai produk atau jasa dari bisnis, halaman transaksi, halaman promosi, dan sebagainya.
Tujuan dari landing page adalah mendorong audiens untuk melakukan konversi.
18. Online presence
Online presence adalah visibilitas sebuah bisnis dalam dunia digital seperti sosial media, website, atau search engine. Online presence berfungsi sebagai identitas bisnis di dunia digital dan berfungsi untuk membangun brand awareness, menjangkau audiens yang lebih luas, dan meningkatkan kredibilitas bisnis.
19. Remarketing
Remarketing adalah strategi pemasaran yang menargetkan konsumen yang sudah pernah membeli produk atau jasa bisnis sebelumnya.
Tujuannya adalah agar konsumen tersebut membeli produk atau jasa lagi atau membeli tingkatan atau tipe yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Teknik ini dilakukan karena kemungkinan konsumen melakukan pembelian kembali cukup tinggi.
20. Retargeting
Retargeting adalah strategi pemasaran yang menargetkan pengguna yang telah melakukan interaksi dengan konten bisnis namun belum melakukan pembelian. Tujuannya adalah agar pengguna tersebut melakukan transaksi di kunjungannya kali ini setelah melihat konten dari bisnis.
Ingat dan Pahami Istilah di Atas!
Setelah membaca artikel ini sampai akhir, apakah kamu sudah mengingat dan memahami semua istilah di atas? Istilah di atas penting dalam social media marketing karena sering digunakan dalam penerapannya.
Memahami istilah di atas juga akan mempermudah kamu saat berinteraksi dengan bisnis lain atau saat mengikuti seminar. Demikian artikel istilah social media marketing ini, semoga informasinya membantu!
