Influencer marketing adalah jenis pemasaran yang melibatkan influencer atau tokoh besar dalam metode pemasarannya. Influencer marketing menjadi salah satu metode pemasaran yang digemari oleh para pebisnis karena dampaknya yang besar.
Hal ini didukung dengan data dari Dash, di mana 63% konsumen mengaku membeli produk yang direkomendasikan oleh influencer yang mereka percaya.
Selain itu, sebanyak 84% perusahaan juga menyatakan bahwa influencer marketing memberikan efek yang cukup besar. Tertarik untuk mengetahui apa itu influencer marketing? Yuk, simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Influencer Marketing?
Influencer marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan orang-orang terkenal atau ahli untuk melakukan promosi sebuah produk atau jasa. Dalam influencer marketing, kamu tidak harus selalu mengirim permintaan karena beberapa influencer yang mencantumkan jasa promosi di bio akun mereka.
Tujuan dari influencer marketing sebenarnya untuk meningkatkan brand awareness dan konversi bisnis. Terlebih, influencer terkenal dengan fanbase yang loyal dan suportif dalam segala kegiatan yang dilakukannya. Maka dari itu, kamu dapat memanfaatkan fanbase dari influencer untuk membeli produk yang ditawarkan oleh influencer tersebut.
Inilah alasan mengapa banyak brand yang menggunakan teknik marketing melalui influencer, baik brand besar maupun menengah. Influencer mampu influencing (memberi pengaruh) kepada banyak orang, baik kepada followers mereka di media sosial maupun non-followers.
Selengkapnya: 7 Alasan Mengapa Influencer Marketing Penting untuk Bisnis
Tingkatan Influencer Marketing
Dalam influencer marketing, terdapat tingkatan influencer yang berfungsi untuk menunjukkan popularitasnya. Berikut adalah tingkatan tersebut, yaitu:
1. Mega influencer
Mega influencer adalah tingkatan tertinggi dari influencer. Total followers yang dimiliki mega influencer telah melebihi 1 juta orang. Influencer jenis ini biasanya meliputi artis, seniman, selebriti, content creator, musisi, dan masih banyak lagi.
Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk bermitra dengan mega influencer tentunya cukup mahal, namun hasil dan manfaat yang didapat tentunya lebih banyak daripada tingkatan influencer lainnya.
2. Macro influencer
Macro influencer adalah influencer tingkat dua yang memiliki followers berkisar antara 100.000 sampai 1 juta. Tingkatan influencer ini biasa diisi dengan influencer yang fokus pada niche yang mereka gemari.
Macro influencer biasanya difokuskan untuk menargetkan audiens tertentu karena kebanyakan dari followersnya memiliki niche yang sama. Misalnya David Brendi (Gadgetin) yang berfokus pada niche teknologi dengan review perangkat elektronik seperti smartphone terbaru lewat akun Youtubenya.
3. Micro influencer
Micro influencer adalah influencer tingkat tiga yang memiliki followers berkisar antara 10.000 hingga 100.000. Micro influencer umumnya cukup dikenal di platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan lainnya..
Konten yang biasa dihasilkan juga menarik dan kreatif sehingga lebih menjangkau audiens yang luas. Influencer tingkat ini biasanya sering melakukan interaksi pendekatan dengan followersnya dan mematok rate card yang lebih rendah sehingga digemari pebisnis.
4. Nano influencer
Nano influencer adalah influencer tingkat terendah yang memiliki followers berkisar antara 1.000 sampai 10.000. Meskipun jumlah followersnya paling rendah dibandingkan tingkatan influencer lainnya. Nano-influencer memiliki ikatan yang lebih erat dengan pengikutnya dibanding tingkatan lainnya.
Hal ini menjadikan nano influencer cocok untuk menargetkan komunitas atau demografi tertentu.
Kriteria Yang Dibutuhkan Influencer
Dalam menerapkan influencer marketing, terdapat beberapa kriteria dari influencer yang harus kamu perhatikan baik-baik. Karena kriteria ini dapat membawa perbedaan dan pengaruh yang berbeda. Kriteria tersebut antara lain:
1. Autentik
Salah satu hal yang dicari dalam influencer adalah pengikutnya yang banyak. Namun, kamu harus berhati-hati karena banyak jasa jual followers menggunakan akun bot. Hal ini tentunya dapat memberikan dampak yang tidak efektif terhadap promosi produk.
Maka dari itu, kamu dapat melakukan analisis terlebih dahulu mulai dari aktivitas pengikutnya, validitas pengikut, tingkat engagement, dan demografinya. Jika hasilnya positif, kamu dapat memakai jasa influencer tersebut.
2. Konten menarik dan sesuai niche
Selain jumlah pengikut, kamu juga harus memilih influencer yang mampu membuat konten yang menarik dan sesuai dengan niche perusahaan. Konten yang dibuat oleh influencer berperan penting dalam menarik perhatian audiens dan meningkatkan konversi.
Selain itu, niche dari influencer dengan produk yang akan dipromosikan harus sama atau memiliki hubungan. Audiens tentunya tidak akan percaya saat ada seorang juru masak yang melakukan promosi smartphone.
3. Mahir dan dapat dipercaya
Influencer yang kamu targetkan harus memiliki skill dalam berkomunikasi dan mempromosikan produknya secara percaya diri. Influencer yang tidak terlalu paham akan produk yang mereka tawarkan akan mengundang tanda tanya dari para penontonnya.
Maka dari itu, sebisa mungkin pilihlah influencer yang memiliki keahlian di bidang yang kamu jalankan. Influencer juga harus dipercaya tidak akan merusak nama baik perusahaan saat melakukan promosi produk.
Jika perkataan dan janji dari influencer terkesan aneh dan tidak dapat dipercaya, maka kamu tidak boleh membangun kerja sama dengan mereka.
4. Reputasi yang bersih
Influencer yang melakukan kerja sama dengan produk kamu harus memiliki reputasi yang bersih dan tidak pernah melakukan kegiatan yang melanggar peraturan. Influencer yang memiliki reputasi buruk dapat memberikan dampak negatif dan mencoreng image perusahaan.
Itu sebabnya, lakukanlah investigasi latar belakang influencer terlebih dahulu untuk menjamin reputasinya. Ada baiknya kamu menyiapkan kandidat yang cukup banyak agar bisa melakukan perbandingan.
Contoh Penggunaan Influencer Marketing
Berikut adalah contoh dari influencer marketing yang dilakukan oleh beberapa bisnis tertentu, di antaranya:
1. Cristiano Ronaldo dengan brand olahraga
Cristiano Ronaldo adalah atlet sepakbola yang terkenal di seluruh dunia. Kepopulerannya menjadi incaran dari berbagai bisnis untuk menggunakan ketenarannya dalam mempromosikan produk mereka.
Posisinya sebagai atlet sepakbola terkenal, membuat banyak brand atau platform olahraga yang mengincarnya untuk meningkatkan branding mereka, seperti Nike, LiveScore, UFL, Whoop, dan sebagainya.
2. Tasya Farasya dengan brand kecantikan

Sebagai salah satu beauty vlogger yang terkenal di Indonesia, Tasya Farasya memiliki pengaruh besar di dunia industri kecantikan. Selain itu, beliau juga memiliki brand kecantikan sendiri bernama Mother of Pearl (MOP).
Itu sebabnya, sosok Tasya Farasya sering diincar oleh banyak platform maupun brand kecantikan untuk mempromosikan produk maupun platform mereka. Salah satu contohnya, menjadi brand ambassador Tokopedia untuk mempromosikan kecantikan yang inklusif.
3. Chef Devina Hermawan dengan produk makanan

Devina Hermawan adalah seorang chef sekaligus mantan kontestan dari MasterChef Indonesia. Meskipun tidak menjadi juara, Devina menjadi salah satu kontestan yang paling populer dan digemari oleh banyak audiens.
Karena beliau juga sering mengunggah resep makanan yang kekinian dan menarik, banyak brand makanan yang tertarik untuk melakukan kerja sama dengannya.
Salah satu brand yang melakukan kerja sama adalah Mie Sedaap yang mengeluarkan varian terbaru hasil kolaborasinya dengan Chef Devina Hermawan.
Tertarik Melakukan Influencer Marketing?
Setelah membaca dan mengetahui apa itu influencer marketing, apakah kamu mulai tertarik mengaplikasikannya untuk bisnis kamu? Influencer marketing adalah salah satu strategi marketing yang sedang naik daun dan digemari oleh para audiens.
Hal ini menjadikannya sebagai pilihan metode marketing yang efektif. Selain itu, kamu juga dapat memilih influencer yang kamu inginkan sesuai dengan preferensi dan niche dari bisnis yang kamu jalani.
Jika kamu tertarik dalam melakukan influencer marketing, kamu dapat menggunakan jenis dan kriteria di atas sebagai panduan dalam memilih influencer yang kamu butuhkan. Semoga sukses ya!
