Beberapa istilah dalam digital marketing pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga kalian. Dunia digital yang semakin berkembang ini membuat digital marketing menjadi hal yang normal untuk dilakukan para pebisnis.
Namun, masih ada beberapa orang yang baru memasuki dunia digital marketing dan belum familiar dengan istilah-istilah tersebut.
Nah, untuk yang belum tahu akan istilah-istilah tersebut, artikel ini cocok banget buat kamu. Simak artikel ini sampai akhir ya!
Istilah dalam Digital Marketing
Digital marketing menggunakan banyak istilah dalam penerapannya, baik yang familiar hingga yang masih awam. Berikut beberapa istilah penting yang wajib kamu ketahui:
1. Click & Impression
Click adalah istilah untuk tindakan klik yang dilakukan oleh pengguna terhadap link, tombol, atau iklan yang tertera di website atau platform lainnya.
Sedangkan impression adalah istilah untuk setiap kali iklan atau konten yang muncul di layar pengguna internet. Penghitungan impression tidak membutuhkan penggunanya untuk mengklik konten atau iklan tersebut.
2. CTR
CTR (click-through-rate) adalah rasio dari click dan impression suatu konten website. Jika konten kamu mendapat 250 klik dari 1.000 impression, maka CTR konten tersebut adalah 25%.
Metrik dari CTR ini dapat kamu lihat hasilnya pada Google Ads, Google Analytics, dan Google Search Console.
3. Leads
Leads adalah istilah yang merujuk kepada individu atau sekumpulan orang yang tertarik akan suatu produk atau jasa. Leads merupakan elemen yang penting bagi sebuah brand untuk dapat berkembang.
Contoh dari leads adalah user yang masuk ke dalam website produk karena tertarik dan memberikan informasi data diri kepada website untuk menerima pemberitahuan mengenai produk tersebut sebelum melakukan transaksi.
4. Search Query
Search query adalah kata atau frasa yang diketik oleh pengguna internet pada search engine untuk melakukan browsing. Search engine nantinya akan menunjukkan hasil dari yang paling relevan dari kata-kata yang dimasukkan tersebut.
Search query tidak hanya berupa kata kunci singkat saja, terdapat long-tail keyword yang digunakan untuk mencari kata kunci yang lebih panjang dan spesifik.
Contoh dari search query adalah “Apa itu SEO?”, sedangkan untuk long-tail keyword adalah “Apa saja contoh dari digital marketing?”
5. Traffic
Traffic adalah jumlah pengunjung atau pengguna yang mengunjungi sebuah website. Traffic paling mudah diidentifikasi dari berapa klik yang didapatkan sebuah website. Sebab, klik mengindikasi berapa user yang masuk ke laman situs kamu dari pencarian yang mereka lakukan.
Traffic terdiri dari 5 jenis yaitu:
- Direct traffic: pengunjung mengakses website melalui URL atau bookmark.
- Organic traffic: pengunjung mengakses website melalui kata kunci yang dimasukkan ke dalam search engine seperti Google, Bing, atau Yahoo!.
- Referral traffic: pengunjung memasuki website melalui link tautan dari situs website lain.
- Paid traffic: pengunjung mengakses website melalui iklan berbayar seperti iklan Google Ads, iklan Facebook Ads, atau situs web lain yang menggunakan iklan.
- Social traffic: pengunjung mengakses website melalui link yang beredar di sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, Linkedin, dan platform sosmed lainnya.
6. Engagement
Engagement merujuk pada segala bentuk interaksi dari pengunjung atau audiens di sosial media terhadap postingan yang dibuat.
Engagement diukur melalui jumlah click, like, comment, dan share. Semakin tinggi engagement yang didapat maka dapat diartikan bahwa konten kamu sudah menarik bagi pengguna.
7. Reach
Reach adalah istilah untuk metrik yang mengukur berapa banyak audiens atau pengunjung yang melihat konten yang dibuat. Satu audiens dapat melihat suatu konten berulang kali namun akan tetap dihitung sebagai satu reach.
8. SEO
SEO (Search Engine Optimization) adalah upaya optimasi yang dilakukan agar website mendapatkan ranking tinggi dan tampil di halaman depan search engine secara organik.
SEO terbagi menjadi 3 yaitu:
- On-page SEO: berfokus pada optimasi website secara internal seperti optimasi judul, struktur, meta description, URL, konten, dan lainnya.
- Off-page SEO: berfokus pada optimasi website secara external seperti link building, guest blogging, dan partisipasi forum secara online.
- Technical SEO: berfokus pada optimasi technical aspect dari website seperti kecepatan loading, schema markup, dan SSL.
Selengkapnya: Mengetahui Apa Itu SEO, Cara Kerja, dan Jenisnya
9. SEM
SEM (Search Engine Marketing) adalah strategi meningkatkan visibilitas website di search engine dengan menggunakan iklan berbayar.
Penggunaan SEM dapat dilakukan lewat Google Ads, nantinya website akan muncul di halaman depan atas website. Konten yang menggunakan SEM akan muncul tanda “Ad”, “Ads”, atau “Sponsored.”
10. CTA
CTA (call-to-action) adalah kata-kata atau instruksi yang digunakan untuk mendorong pengunjung atau leads untuk melakukan sesuatu.
CTA bersifat persuasif dan disajikan dalam bentuk tombol yang bertuliskan “klik disini”, “daftarkan akun sekarang”, atau “order sekarang.”
11. Conversion rate
Istilah conversion rate merujuk kepada persentase keefektifan halaman bisnis untuk menarik pengunjung untuk melakukan sebuah tindakan. Tindakan yang dimaksud berupa transaksi pembelian, berlangganan, mengunduh aplikasi, mendaftarkan akun, dan sebagainya.
Untuk meningkatkan conversion rate dari website, kamu dapat menggunakan CRO (Conversion Rate Optimization). Caranya adalah dengan mengoptimalkan homepage, meningkatkan kualitas artikel, membuat design landing page yang menarik, menggunakan CTA, dan sebagainya.
12. Churn rate
Churn rate adalah persentase pelanggan yang berhenti menggunakan layanan yang ditawarkan perusahaan. Churn rate sangat penting karena jumlah pelanggan yang hilang memengaruhi growth rate dari perusahaan.
Cara menghitung churn rate adalah Jumlah pelanggan yang hilang dalam periode tertentu / jumlah total pelanggan di awal periode x 100%.
13. Campaign
Campaign adalah upaya yang dilakukan untuk mempromosikan suatu produk, layanan, atau kegiatan tertentu baik secara online maupun offline.
Media yang dapat digunakan untuk melakukan campaign yaitu radio, koran, majalah, iklan, sosial media, billboard, dan berbagai platform online maupun offline lainnya.
14. User generated content
UGC adalah konten berisi pengalaman yang dibuat oleh pelanggan mengenai produk atau jasa yang mereka beli. Konten UGC merupakan promosi yang hemat biaya karena konten dibuat secara gratis oleh customer dan perusahaan hanya perlu melakukan repost.
Selain itu, konten UGC juga lebih dipercaya konsumen sehingga dapat meningkatkan penjualan produk atau jasa.
15. Branding
Branding adalah aktivitas yang dilakukan untuk membuat atau memperkuat identitas dari sebuah brand.
Elemen branding mencakup area seperti logo, nama brand, visual produk, maskot, dan lain sebagainya yang dapat digunakan sebagai identitas produk.
16. Urchin tracking module (UTM)
UTM adalah kode yang disisipkan ke akhir URL untuk memantau sumber traffic dan kegiatan pengguna di dalam website untuk mengetahui hasil keefektifan dari digital marketing.
Mesin analitik yang dapat mengecek value UTM adalah Google Analytics dan Facebook Analytics.
17. Exit rate
Exit rate adalah persentase dari pengguna yang meninggalkan sebuah halaman web setelah mengunjunginya.
Exit rate berbeda dari bounce rate yang menghitung persentase pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman lalu keluar. Exit rate menghitung persentase halaman yang ditinggalkan pengunjung baik itu halaman pertama atau halaman lainnya.
18. Bounce rate
Istilah persentase untuk pengunjung yang meninggalkan web setelah melihat satu halaman dan tidak melakukan aktivitas lainnya. Tingkat bounce rate website dapat diukur menggunakan Google Analytics atau SEMrush.
19. Pay-per-click
Pay-per-click (PPC) adalah strategi digital marketing yang mengharuskan pengiklan membayar biaya iklan setiap kali pengunjung mengklik iklan yang dipasang.
Iklan PPC dapat berupa teks, gambar, maupun video. Iklan ini bisa ditampilkan pada search engine, website, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.
20. Landing page
Landing page adalah halaman situs yang dibuat khusus untuk campaign marketing atau iklan. Sebenarnya, landing page dapat berupa semua halaman situs karena secara harfiah, landing page berarti halaman di mana user akan landing (mendarat).
Namun, landing page sendiri paling sering berupa halaman promo atau homepage sebuah website. Landing page dapat diakses oleh pengunjung lewat klik link di email, ads, sosial media, atau sumber lainnya. Intinya, halaman yang terbuka pertama saat mengklik link tersebut adalah landing page.
21. Backlink & Internal link
Backlink adalah link yang dipasang di blog/website lain yang mengarah kepada halaman website kamu. Sedangkan internal link adalah link yang dicantumkan di dalam konten yang mengarah ke halaman konten lain yang berhubungan pada satu website yang sama.
22. Affiliate marketing
Istilah untuk individu yang melakukan promosi sebuah produk atau layanan dan dibayar menggunakan komisi dari penjualan promosi mereka. Affiliate biasa menggunakan sosial media, blog, atau website khusus untuk melakukan promosi.
Selengkapnya: Affiliate Marketing: Definisi, Jenis, Kelebihan, dan Cara Melakukannya
23. Email marketing
Istilah untuk strategi marketing yang mengirimkan email secara langsung kepada customer, pelanggan, atau leads sebagai bentuk promosi produk atau jasa. Email marketing akan dikirimkan disaat customer mendaftarkan akun mereka.
Email marketing berisi newsletter, promosi, informasi mengenai produk, bukti transaksi, dan sebagainya.
24. Social media marketing
Istilah untuk strategi marketing berupa konten yang memanfaatkan sosial media sebagai platform promosi konten. Promosi di sosial media dapat berupa postingan atau iklan berbayar.
Konten yang biasa diposting di sosial media adalah konten informasi produk, diskon, konten hiburan, review, tutorial, dan sebagainya.
25. Influencer marketing
Istilah untuk strategi marketing yang melibatkan kerja sama produk/jasa dengan influencer untuk melakukan promosi produk/jasa. Jenis influencer yang digunakan adalah influencer sosial media, artis, public figure, musisi, dan sebagainya.
26. Video marketing
Istilah untuk strategi marketing yang menggunakan konten berbentuk video sebagai media promosinya. Isi konten video marketing berupa video informasi produk, tutorial, review, dan sebagainya.
Platform yang populer untuk video marketing adalah Youtube, Tiktok, Instagram, Twitter, dan platform lain yang mendukung konten video.
Jangan Lupakan Istilah Marketing Ini, Ya!
Itulah istilah digital marketing yang wajib kamu ketahui sebagai digital marketer. Di zaman yang serba digital ini, kamu harus mampu mempromosikan produk kamu secara relevan dan salah satu caranya adalah lewat digital marketing.
Ingat baik-baik istilah diatas terutama untuk digital marketer, karena dapat membantu kamu memahami dunia digital marketing dengan lebih baik. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat ya!
