{"id":13932,"date":"2025-10-31T09:58:25","date_gmt":"2025-10-31T02:58:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13932"},"modified":"2025-10-31T09:58:25","modified_gmt":"2025-10-31T02:58:25","slug":"business-model-canvas-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/business-model-canvas-adalah\/","title":{"rendered":"Mengenal Business Model Canvas dan Fungsinya dalam Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Business model canvas tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga para pebisnis. BMC memanfaatkan penggunaan visual untuk membuat model bisnis terlihat lebih kuat, inovatif, dan menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Model bisnis ini membantu penggunanya dalam mengidentifikasi, menyusun, hingga mengembangkan ide-idenya secara detail. Sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami kelebihan, kekurangan, serta manfaat yang bisa diberikan oleh bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BMC sendiri terdiri dari 9 elemen yang saling mendukung satu sama lain. Tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai BMC? Simak artikel ini sampai akhir!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Business Model Canvas?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Business Model Canvas atau BMC adalah alat visual dalam manajemen bisnis yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder. BMC digunakan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan konsep-konsep dalam model bisnis dalam bentuk visual agar lebih mudah untuk dipahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemahaman setiap orang tentunya berbeda, maka dari itu gambar visual di BMC digunakan untuk menyamaratakan pemahaman semua orang. BMC sendiri kerap digunakan oleh startup, manajer bisnis, ataupun pengusaha.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan utama dari BMC adalah sebagai panduan bisnis dalam memahami dan mengidentifikasi peluang pasar serta kelemahan dan kelebihan usaha dibanding usaha lainnya. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, perusahaan dapat menciptakan strategi yang inovatif, efektif, dan adaptif agar usaha dapat bersaing di pasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Elemen-elemen BMC<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Business model canvas terdiri dari 9 elemen yang saling berhubungan satu sama lain. Berikut adalah 9 elemen tersebut, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Customer segments\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam menemukan dan mengidentifikasi target pasar dari bisnis yang akan dijalankan. Elemen ini sangat penting karena dapat berdampak pada strategi dan pendekatan yang harus dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah atau kebutuhan apa yang sering dihadapi customer?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa karakteristik dari target customer anda (usia, gender, gaya hidup, pekerjaan, dsb)?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis customer apa yang paling menguntungkan bagi bisnis? <\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>2. Value propositions\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam menemukan nilai lebih dari bisnis yang membuatnya lebih unggul dibanding bisnis lainnya. Value proposition dapat ditekankan pada strategi promosi bisnis untuk menunjukkan bagaimana produk bisnis dapat lebih unggul menyelesaikan masalah konsumen dibanding produk lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai unik apa yang membedakan bisnis dari kompetitor?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa customer harus memilih produk kamu?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah apa yang bisa produk bantu selesaikan?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>3. Channels<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam bagaimana produk dari bisnis dapat sampai ke target customer yang diinginkan. Elemen ini mencakup berbagai hal seperti penjualan online atau offline, penjualan e-commerce, hingga media yang digunakan (sosmed, website, dsb).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara pelanggan membeli produk (online, offline, reseller, dsb) kamu?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalur penjualan mana yang paling efisien?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara pelanggan mengetahui produk untuk pertama kalinya?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>4. Customer relationships\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam cara membangun dan memelihara hubungan antara bisnis dengan customer. Kamu harus mampu mengetahui pendekatan yang efektif misalnya seperti membership, pemberian diskon di hari ulang tahun, giveaway, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis hubungan apa yang ingin kamu bangun bersama customer?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara kamu menarik pelanggan baru namun tetap mempertahankan pelanggan lama?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Interaksi apa yang akan kamu gunakan untuk mendekati customer?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>5. Revenue streams\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam bagaimana caranya bisnis mendapatkan keuntungan atau pendapatan dari kegiatannya. Caranya dapat berupa harga produk, penjualan online atau offline, langganan, komisi, dan lainnya. Penting bagi kamu untuk mengetahui cara bisnis mendapatkan keuntungan serta cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja sumber pendapatan yang dimiliki oleh bisnis?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber mana yang memberikan jumlah pendapatan paling besar?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah harga produk sesuai dengan pendapatan dan gaya hidup customer?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>6. Key resources\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus pada sumber daya atau aset yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Key resources terdiri dari 4 bagian, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Physical resources<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (tempat usaha, kendaraan, mesin, bahan baku)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Intellectual resources<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (merek, hak cipta, trademark, paten, kemitraan)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Human resources<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (tenaga kerja)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Financial resources<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (modal, saldo tunai, kredit)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja sumber daya yang dimiliki oleh bisnis?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber daya apa yang paling dibutuhkan untuk kegiatan operasional bisnis?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah sumber daya yang dimiliki mampu mendukung kegiatan operasional bisnis?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>7. Key partnerships<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam kerjasama atau kemitraan yang cocok untuk berkolaborasi dengan bisnis. Hal ini mencakup supplier, vendor produksi, KOL, distributor, dan lain sebagainya. Kerjasama yang dilakukan tersebut dapat membantu bisnis agar dapat beroperasi dan berkembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapakah mitra utama bisnis?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa alasan bisnis bekerja sama dengan mitra tersebut?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja aktivitas dan sumber daya yang akan dilakukan dan disediakan oleh mitra?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>8. Key activities\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam tindakan yang harus dilakukan agar bisnis dapat berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuannya. Hal ini mencakup seluruh kegiatan operasional bisnis mulai dari produksi, distribusi, dan pemasaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa aktivitas yang perlu ditingkatkan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas apa yang dapat digunakan untuk meningkatkan value proposition?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aktivitas apa yang tidak boleh dihentikan karena dapat mengganggu proses bisnis?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>9. Cost structures\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen ini berfokus dalam biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. Cost structure mencakup biaya seperti biaya produksi, biaya gaji karyawan, biaya bahan baku, biaya sewa, biaya pemeliharaan, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya apa yang paling mahal dari keseluruhan biaya operasional?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara menekan pengeluaran tanpa menurunkan kualitas produk dan kinerja?\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya apa yang tidak bisa diubah atau tetap?\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Kelebihan dan Kelemahan BMC<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui seluruh elemen dalam BMC, langkah selanjutnya adalah mengetahui kelebihan dan kelemahan dari penggunaan BMC, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Kelebihan BMC<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Mudah untuk digunakan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: BMC cocok digunakan oleh pebisnis pemula karena mudah untuk dipahami dan bersifat sederhana.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Menyetarakan pemahaman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: BMC memanfaatkan visual untuk mempermudah tim dalam memahami apa yang kamu inginkan. Hal ini dapat membantu tim dalam memiliki pemahaman yang sama dan setara.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Fleksibel<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: BMC cocok digunakan untuk bisnis baru yang masih belum stabil karena memiliki adaptabilitas yang cukup tinggi. Kamu hanya perlu mengubah isi setiap komponen sesuai dengan perubahan yang diinginkan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Terfokus<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: 9 elemen yang digunakan dalam BMC dapat mencakup seluruh informasi dasar yang dibutuhkan oleh bisnis. Hal ini dapat membantu kamu dalam mengarahkan bisnis mencapai tujuan yang diinginkan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>Kelemahan BMC<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Terbatas<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Meskipun 9 elemen tersebut mampu mencakup hal penting. Beberapa hal yang terlalu detail mungkin tidak bisa dimasukkan karena mengganggu flow dari canvasnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tidak cocok untuk semua jenis bisnis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Beberapa pebisnis tentunya memiliki ide yang inovatif, unik, atau lebih kompleks. Hal ini membuat BMC kurang cocok untuk digunakan karena sifat komponen utamanya yang tidak bisa diubah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Bersifat subjektif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: BMC dibuat berdasarkan pandangan pembuatnya saja dan tanpa melakukan riset atau survei yang mendalam. Hal ini membuat kamu tidak mengetahui perspektif bisnis dari posisi pelanggan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Sudah Tahu Apa Itu Business Model Canvas?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Business Model Canvas adalah alat manajemen bisnis bersifat visual yang memanfaatkan 9 elemen untuk membangun dan menyusun ide bisnis. Dengan menggunakan business model canvas, kamu dapat membayangkan bisnis seperti apa yang akan kamu bangun, mulai dari biaya, customer, nilai produk, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu adalah pebisnis pemula, maka BMC cocok untuk kamu gunakan karena mudah untuk dipahami dan memanfaatkan visual. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat ya!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Business model canvas tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga para pebisnis. BMC memanfaatkan penggunaan visual untuk membuat model bisnis terlihat lebih kuat, inovatif, dan menarik.\u00a0 Model bisnis ini membantu penggunanya dalam mengidentifikasi, menyusun, hingga mengembangkan ide-idenya secara detail. Sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami kelebihan, kekurangan, serta manfaat yang bisa diberikan oleh bisnis.\u00a0 BMC sendiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[10,11],"tags":[25,33],"class_list":["post-13932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-business-development","tag-business","tag-business-and-development"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13933,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13932\/revisions\/13933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}