{"id":13832,"date":"2025-09-16T09:48:59","date_gmt":"2025-09-16T02:48:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13832"},"modified":"2025-09-25T12:32:56","modified_gmt":"2025-09-25T05:32:56","slug":"brand-marketing-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/brand-marketing-adalah\/","title":{"rendered":"Memahami Konsep Brand Marketing dari Definisi hingga Strateginya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brand marketing adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan branding terhadap target audiensnya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ketertarikan audiens terhadap brand, yang di mana dapat berujung pada pembelian produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">WARC Asia Pacific senior vice- president Edward Pank menyatakan bahwa marketer sebaiknya mengalokasikan <\/span><a href=\"https:\/\/www.theaustralian.com.au\/business\/growth-agenda\/brand-and-performance-ads-create-multiplier-effect-for-business-growth\/news-story\/4cd2d4896b58020979384f2b57a74122\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">40-60%<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> budget marketing mereka untuk brand marketing. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pengaruh iklan sekaligus meningkatkan pendapatan ROI.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa brand marketing menjadi salah satu hal yang penting dalam dunia bisnis? Simak alasannya di artikel ini!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Brand Marketing?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brand marketing adalah sebuah strategi pemasaran yang berfokus dalam membangun hubungan antara brand dengan konsumennya. Strategi ini tidak hanya mempromosikan kelebihan atau keunikan dari produk saja, tetapi juga brand secara keseluruhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi ini membuat konsumen tidak hanya mengetahui tentang produk bisnismu, tetapi juga cerita dan karakteristik yang dimiliki oleh bisnis. Hal yang ditekankan dari strategi ini adalah identitas dari bisnis itu sendiri. Tujuannya adalah membuat brand terlihat spesial dan selalu diingat oleh konsumen. Kamu dapat menggunakan brand marketing tools untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi brand marketing yang dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Selengkapnya: <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/brand-marketing-tools\/\"><em>7 Brand Marketing Tools Populer untuk Kegiatan Branding Bisnis<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Tujuan Brand Marketing\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah tujuan yang ingin dicapai dari dilakukannya brand marketing, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun citra brand yang positif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan brand awareness.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan penjualan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengubah konsumen menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand advocate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membangun hubungan positif dengan konsumen.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menciptakan koneksi yang mendalam antara konsumen dengan brand.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurunkan angka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer churn<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan peluang terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">repurchase <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(pembelian berulang).\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Strategi Mengoptimalkan Brand Marketing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah langkah yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan strategi brand marketing bisnismu, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Memahami brand purpose\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum memulai brand marketing adalah memahami secara mendalam tentang tujuan atau alasan brand diciptakan. Tujuannya adalah agar branding yang akan dilakukan dapat menggambarkan brand dengan sesuai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu dapat menjawab pertanyaan dibawah ini untuk mempermudah pemahaman mengenai bisnis yang kamu jalankan. Berikut pertanyaan tersebut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa target audiens brand?\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa target audiens tersebut mempercayai brand?<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan apa yang kamu ingin konsumen rasakan saat berinteraksi dengan brand?\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apa masalah yang dicoba dipecahkan oleh brand?<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa kompetitor dari bisnis yang kamu jalankan ini?<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apa latar belakang berdirinya brand ini?<\/span><\/i><\/li>\n<li><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika brand kamu menjadi seorang manusia, kira-kira siapakah mereka? Dan apa alasan kamu memilih mereka?\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan di atas merupakan beberapa pertanyaan yang dapat kamu jawab untuk mengetahui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand persona<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> apa yang ingin diciptakan nantinya. Jika kamu sudah bisa menjawab pertanyaan di atas, maka kamu sudah memiliki pemahaman mendalam mengenai brand.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Lakukan riset pasar dan target audiens<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah selanjutnya adalah melakukan riset pasar dan target audiens yang ingin kamu targetkan. Kamu dapat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buyer persona<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memvisualisasikan target audiens yang ideal dan membuat strategi marketing yang lebih efektif dan tepat sasaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Riset pasar tentunya wajib kamu lakukan untuk mengetahui kondisi yang terjadi di dalam pasar mulai dari tren yang sedang populer, keadaan ekonomi, dan lain sebagainya. Informasi tersebut nantinya dapat diimplementasikan untuk strategi brand marketing yang akan kamu buat nantinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Lakukan riset kompetitor\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang pebisnis, tentunya riset kompetitor adalah hal yang harus dilakukan untuk mengetahui strategi dan kelebihan kompetitor dibanding bisnismu. Kamu dapat menganalisis strategi mereka yang sukses dan menjadikannya sebagai referensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kamu juga bisa menghindari terjadinya kesamaan strategi yang membuat bisnismu terlihat seperti meniru. Lakukan A\/B testing untuk mengevaluasi kelemahan dan kelebihan bisnis serta membuat strategi baru. Hal ini dapat membantu bisnis untuk terlihat lebih unggul dibandingkan kompetitor.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Ciptakan dan bagikan <\/b><b><i>brand story<\/i><\/b><b>\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Brand story<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah cerita yang dapat mempengaruhi kondisi emosional konsumen agar membuatnya merasa terhubung dengan brand. Brand story tersebut tidak harus bersifat rumit atau berat. Kamu dapat membuat cerita yang ringan namun mampu menyentuh emosi konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya kamu membuat produk yang berfokus di bidang keamanan data, maka kamu dapat membuat cerita bagaimana data pekerjaan yang kamu buat hilang sehingga kamu mengalami kesulitan dan lain sebagainya. Maka dari itu, alasan kamu membuat produk tersebut adalah untuk melindungi data konsumen agar tidak dapat dicuri dan keamanannya terjamin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita yang kamu buat tidak boleh terlalu di luar nalar atau tidak manusiawi. Cerita tersebut harus mampu membuat konsumen merasa terhubung dan menciptakan keterikatan emosional dengan brand.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Buat dan gunakan <\/b><b><i>brand guidelines<\/i><\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Brand guidelines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pedoman atau panduan tentang bagaimana aset dan elemen penting brand harus ditampilkan di media. Guidelines yang dibuat harus berisi aset dan elemen yang harus digunakan, karakteristik, gaya bicara, font yang digunakan, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah menciptakan konsistensi dan membuat konsumen mengenali brand hanya dengan slogan atau warnanya. Karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">branding <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang selalu berubah-ubah akan mudah dilupakan dan tidak terlihat menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hindari Hal Ini Saat Melakukan Brand Marketing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melakukan brand marketing, terdapat beberapa hal yang harus kamu hindari atau waspadai. Berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Membuat branding palsu<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menciptakan branding, hal yang harus kamu pegang teguh adalah kejujuran. Jangan karena ingin brand terlihat menarik kamu membuat branding palsu dan memberikan informasi yang dibuat-buat mengenai produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika konsumen menyadari hal tersebut, maka kepercayaan konsumen akan hilang dan secara perlahan bisnis akan mendapatkan reputasi yang buruk. Reputasi buruk ini akan susah untuk dihilangkan dan memberikan dampak buruk bagi perusahaan secara jangka panjang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Meniru branding dari kompetitor<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan meniru satu sama lain merupakan masalah yang selalu terjadi dalam dunia bisnis. Akan tetapi jika hal ini terungkap, maka konsumen tidak akan tertarik dan berkemungkinan menjatuhkan bisnis kamu karena dicap sebagai pencuri dan tidak original.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar hal ini tidak terjadi, ada baiknya kamu melakukan riset terlebih dahulu agar branding yang kamu buat tidak terlihat seperti meniru bisnis lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Menggunakan cara bersaing yang menjatuhkan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persaingan yang bersifat menjatuhkan tentunya sering terjadi dalam dunia bisnis. Namun perlu kamu ketahui, bahwa strategi ini terkadang malah berbalik ke bisnis kamu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsumen bisa berpikir bahwa strategi tersebut dilakukan karena brand tidak mampu menemukan celah dari kompetitor sehingga hanya bisa menjatuhkan tanpa bukti yang konkrit. Terlebih lagi jika gaya bahasa yang digunakan terlalu antagonis dan selalu ditekankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bisa membuat konsumen malah tertarik menggunakan brand kompetitor dibandingkan brand milikmu. Selain itu, reputasi brand bisa terkena dampak negatif dan tidak lagi digemari audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Tidak konsisten\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsistensi adalah hal utama yang menjamin kesuksesan brand marketing yang kamu lakukan. Jika tidak konsisten, maka pengaruh brand di pasar akan cepat terlupakan dan tidak mampu menarik perhatian audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal sepele seperti mengubah gaya bahasa atau intonasi brand saja sudah dapat memberikan perubahan yang besar dan membuat brand terlihat tidak konsisten. Maka dari itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand guidelines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan untuk mencegah terjadinya hal seperti ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Tahu Apa Itu Brand Marketing?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brand marketing adalah strategi yang dilakukan untuk mempromosikan branding yang dimiliki guna membangun hubungan emosional dengan target audiensnya. Brand marketing memanfaatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand story<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk mempengaruhi kondisi emosional audiens untuk membangun keterikatan emosional dengan brand.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar strategi ini memberikan hasil yang efektif, branding yang dipromosikan harus bersifat konsisten. Kamu dapat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand guidelines<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai panduan agar promosi yang dilakukan selalu konsisten. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Brand marketing adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempromosikan branding terhadap target audiensnya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ketertarikan audiens terhadap brand, yang di mana dapat berujung pada pembelian produk.\u00a0 WARC Asia Pacific senior vice- president Edward Pank menyatakan bahwa marketer sebaiknya mengalokasikan 40-60% budget marketing mereka untuk brand marketing. Hal ini bertujuan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[27],"class_list":["post-13832","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-conventional-marketing","tag-conventional-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13832","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13832"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13907,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13832\/revisions\/13907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}