{"id":13635,"date":"2025-08-20T14:27:43","date_gmt":"2025-08-20T07:27:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13635"},"modified":"2025-09-09T14:16:49","modified_gmt":"2025-09-09T07:16:49","slug":"contoh-brand-umkm-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/contoh-brand-umkm-indonesia\/","title":{"rendered":"10 Contoh Brand UMKM yang Sukses di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh brand UMKM di Indonesia yang sukses sebenarnya cukup banyak, bahkan beberapa dari brand ini mungkin sudah sering kamu temui dalam kegiatan sehari-hari. Karena seperti yang kita ketahui, terdapat <\/span><a href=\"https:\/\/www.antarafoto.com\/id\/view\/2550201\/jumlah-umkm-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">66<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juta unit usaha UMKM yang tercatat pada bulan Mei 2025.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, beberapa UMKM pun tidak hanya sanggup menjangkau pasar nasional tetapi juga internasional. Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai UMKM tersebut? Simak artikel ini sampai akhir ya!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Daftar Brand UMKM Sukses di Indonesia\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah 10 brand UMKM yang sukses dan terkenal di Indonesia, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Mie Gacoan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mie gacoan adalah salah satu <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/umkm-adalah\/\">UMKM<\/a> yang mungkin sudah cukup familiar di telinga kalian. Mie gacoan adalah bisnis mie pedas murah milik Anton Kurniawan dan pertama kali muncul di Malang pada tahun 2016. Karena harganya yang murah dan rasanya yang enak, mie gacoan sukses menarik perhatian dan diminati oleh generasi muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesuksesan mie gacoan membuatnya mampu membuka hingga 280 cabang di Indonesia. Mie gacoan berhasil mengalahkan pesaingnya berkat strategi uniknya yaitu membuka cabang secara ekspansif di berbagai daerah dan menggunakan social media untuk membuat konten viral.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Pisang goreng madu Bu Nanik\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pisang goreng madu Bu Nanik merupakan UMKM kuliner milik Nanik Soelistiowati. Ide dari usaha ini adalah menciptakan pisang goreng yang aman bagi penderita diabetes yaitu dengan menggunakan madu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bu Nanik menyatakan bahwa awalnya resepnya tidak disukai oleh orang-orang karena warna pisang yang menjadi kehitaman. Namun berkat usahanya dengan berjualan keliling dan memperkenalkan produknya lewat bazaar, usaha ini menjadi laku dan digemari oleh banyak orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bu Nanik juga memperluas varian produknya dengan menambahkan sukun, nanas, ubi, dan lain sebagainya. Saat ini, pisang goreng Bu Nanik sudah dapat dibeli lewat platform online pesan antar seperti Gojek atau Grab.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Kopi kenangan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kopi kenangan adalah UMKM retail F&amp;B yang memiliki pertumbuhan paling cepat di Indonesia. Kopi kenangan adalah UMKM yang dimulai pada tahun 2017 oleh 2 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">co-founder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu Edward Tirtanata dan James Prananto. Pada saat ini kopi kenangan telah memiliki 622 gerai di seluruh wilayah Indonesia dan akan terus meningkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kopi kenangan berada dibawah naungan Kenangan Brands dan telah berinovasi dengan produk lain seperti Cerita Roti, Chigo, Kenangan Heritage, Kenangan Manis, dan produk Kopi Kenangan instan siap saji yang bisa ditemukan di supermarket terdekat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Eboni watch\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eboni watch adalah UMKM yang menjual jam tangan menggunakan limbah kayu sonokeling dan maple yang dimanufaktur di Klaten, Jawa Tengah. UMKM ini didirikan oleh Afidha Fajar Adhitya. Produk ini dibuat berdasarkan ide untuk membuat jam tangan kayu yang lebih ringan, murah, dan nyaman untuk digunakan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eboni watch sendiri menyatakan bahwa mereka bisa memproduksi 1.500 jam tangan per bulannya dan mendapatkan banyak tawaran ekspor ke luar negeri. Selain itu, design dari Eboni watch telah memenangkan penghargaan IGDS pada tahun 2019-2021, GDI pada tahun 2020, dan Golden Pin Design Award Taiwan pada 2020.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Dakara Indonesia\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dakara Indonesia adalah UMKM fashion milik Ayu Purnamasari yang menggunakan kain tenun sebagai bahan dasar produknya. Dakara Indonesia menggabungkan budaya lokal dengan gaya modern dengan tujuan untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Produk pakaian yang diproduksi oleh Dakara juga beragam seperti jaket, dress, outwear, kimono, kemeja, skirt, tunik, dan lain sebagainya. Usaha Dakara dalam meningkatkan penjualan dan awareness brandnya adalah dengan mengikuti kampanye atau bazaar dan memanfaatkan platform digital.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Mad Bagel\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mad Bagel adalah UMKM kuliner yang didirikan oleh Prima Hayuningputri dan Anika Miranti. Pada awalnya, Mad Bagel hanyalah usaha sampingan rumahan dan baru dimulai di tengah pandemi covid-19. Mad Bagel sekarang sudah memiliki 7 cabang yang tersebar di beberapa lokasi berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mad Bagel memanfaatkan platform digital seperti social media, e-commerce, dan platform pesan antar untuk melakukan promosi sekaligus memperluas jangkauan bisnisnya. Selain itu Mad Bagel juga suka mengikuti kampanye, salah satunya adalah kampanye Tokopedia Nyam di Tokopedia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>7. PT Ikaindo Industri Karbonik\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PT Ikaindo adalah UMKM manufaktur yang memproduksi karbon aktif berkualitas yang berasal dari batok kelapa. Usaha ini telah berdiri dari tahun 1988 dan berfokus pada pembuatan karbon aktif yang dapat digunakan untuk pemurnian air dan berbagai kebutuhan industri lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PT Ikaindo sendiri telah mengekspor produk mereka ke klien internasional seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>8. Bakpia pathok 25\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bakpia pathok 25 adalah UMKM yang didirikan pada tahun 1981 oleh Ibu Tan Aris Nio di Yogyakarta. Nama awal dari usaha ini adalah Bakpia Pathok 38 karena lokasi awalnya di Jalan Pathok 38, Yogyakarta dan kemudian diubah menjadi Bakpia Pathok 25 agar lebih mudah untuk diingat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UMKM ini sekarang telah memiliki 8 cabang yang tersebar di Yogyakarta. Agar dapat mengikuti perkembangan zaman, Bakpia Pathok 25 mulai menambahkan rasa-rasa baru seperti coklat, keju, durian, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>9. Minaqu Home Nature\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minaqu Home Nature adalah UMKM tanaman hias yang didirikan pada tahun 2019 oleh Ade Wardhana Adinata dan berfokus dalam melakukan ekspor tanaman hias ke pasar internasional. Minaqu juga membantu pemberdayaan petani lokal dan telah didukung oleh ribuan petani florikultura dari berbagai daerah di Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minaqu telah berhasil mengekspor 15 juta tanaman hias seharga 2,3 triliun ke ranah internasional yaitu Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Korea Selatan, Siprus, Belanda, dan lain sebagainya. Minaqu memanfaatkan platform online untuk menjangkau dan mempromosikan produknya ke ranah nasional dan internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>10. Brodo\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brodo adalah UMKM yang bergerak di bidang fashion pria yang berfokus pada produksi sepatu berkualitas dan berpusat di Bandung, Jawa Barat. Brodo didirikan pada tahun 2010 oleh 2 mahasiswa ITB, Yukka Harlanda dan Putera Dwi Karunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brodo hadir untuk mematahkan stigma hanya produk sepatu internasional yang berkualitas tinggi. Brodo menawarkan berbagai variasi sepatu formal, casual, sneakers, hingga boots. Brodo memanfaatkan platform digital seperti social media dan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar dan promosi mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Siap Mengikuti Jejak UMKM Indonesia yang Sukses?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melihat daftar UMKM di atas, apakah kamu mulai tertarik dalam berbisnis UMKM? UMKM di atas dapat mencapai kesuksesan berkat upaya dan usaha untuk meningkatkan kualitas dan promosi bisnis mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam berbisnis tentunya kamu akan mengalami banyak permasalahan yang dapat membantu bisnis untuk tumbuh dan berkembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal terpenting dalam melakukan berbisnis adalah mengetahui arah usaha dan kreatif dalam menemukan solusi untuk masalah bisnis. Demikian artikel ini, semoga daftar UMKM di atas dapat mendorong minat kamu untuk berusaha UMKM. Sukses selalu ya!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Contoh brand UMKM di Indonesia yang sukses sebenarnya cukup banyak, bahkan beberapa dari brand ini mungkin sudah sering kamu temui dalam kegiatan sehari-hari. Karena seperti yang kita ketahui, terdapat 66 juta unit usaha UMKM yang tercatat pada bulan Mei 2025.\u00a0 Selain itu, beberapa UMKM pun tidak hanya sanggup menjangkau pasar nasional tetapi juga internasional. Tertarik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[25],"class_list":["post-13635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","tag-business"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13635"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13785,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13635\/revisions\/13785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}