{"id":13319,"date":"2025-07-21T16:04:04","date_gmt":"2025-07-21T09:04:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13319"},"modified":"2025-07-29T11:45:31","modified_gmt":"2025-07-29T04:45:31","slug":"apa-itu-target-audience","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/apa-itu-target-audience\/","title":{"rendered":"Pentingnya Target Audience untuk Bisnis, Ini Cara Menentukannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target audience adalah istilah dalam dunia pemasaran untuk sekelompok orang yang berkemungkinan tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Namun perlu kamu ketahui, bahwa target audiens tidak sama dengan istilah target market.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya memiliki maksud dan tujuan yang berbeda, namun sama-sama memiliki peran penting dalam dunia pemasaran. Tertarik mengetahui apa itu target audiens dan perbedaannya dengan target market? Simak artikel ini sampai akhir!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Target Audience?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target audience adalah sekelompok orang yang memiliki karakteristik tertentu dan menunjukkan ketertarikan terhadap produk, layanan, atau kampanye yang dilakukan oleh sebuah brand.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami target audiens merupakan sebuah kewajiban bagi para pebisnis. Dengan memahami target audiens, kamu bisa membuat iklan, produk, atau layanan yang relevan dan berkemungkinan dalam mengubah mereka menjadi pelanggan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menargetkan karakteristik yang spesifik juga penting untuk membuat promosi yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan hasil yang maksimal. Selain itu, kamu juga jadi menghemat sumber daya dan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan promosi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbedaan Target Audience dengan Target Market<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdengar sama, ini 3 perbedaan yang paling menonjol dari target audiens dan target market:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Ukuran kelompok\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target audiens adalah sekelompok orang yang ditargetkan secara spesifik dan ukurannya lebih kecil. Sedangkan target market memiliki jangkauan yang lebih luas dan penargetannya lebih bersifat umum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh perbedaan keduanya, misalnya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Target market dari film horror: pria &amp; wanita di atas 15 tahun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Target audiens dari film horror: pria &amp; wanita di atas 15 tahun pecinta film horror, mengikuti perjalanan film-film horror luar dan dalam negeri, dan sebagainya<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target audiens dibuat sespesifik mungkin agar biaya yang dikeluarkan untuk promosi lebih hemat namun mampu menargetkan orang yang benar-benar tertarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Kemungkinan membeli\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baik itu target market maupun target audiens, keduanya sama-sama menunjukkan ketertarikan mereka terhadap produk atau layanan yang kamu tawarkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target audiens merupakan sekumpulan orang yang ditargetkan secara spesifik dan berkemungkinan untuk menjadi pelanggan. Orang-orang yang masuk di daftar target audiens menjadi target utama pebisnis ketika melakukan aktivitas marketing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara target market merupakan sekumpulan orang yang ditargetkan untuk membeli oleh brand dan lebih bersifat umum.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Penggunaan istilah\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target market adalah istilah yang tentunya hanya digunakan dalam dunia marketing. Sementara target audiens bersifat lebih umum dan dapat digunakan diluar konteks marketing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya dalam industri entertainment, target audiens adalah istilah untuk sekelompok orang yang ditargetkan akan menyukai film atau buku dengan genre tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menentukan Target Audiens\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menentukan target audiens yang tepat untuk bisnis anda, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Memahami tujuan produk atau layanan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan pertama adalah memahami apa tujuan dari produk atau layanan yang kamu tawarkan. Ketahui apa manfaat, masalah yang bisa diselesaikan, dan keunggulan dari produk atau layanan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu mengetahui hal tersebut, maka akan lebih mudah untuk mengidentifikasi siapa yang sekiranya membutuhkan produk tersebut. Misalnya jika produk yang dijual adalah produk kesehatan, maka target audiens yang bisa dituju adalah individu yang peduli akan kesehatannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Memahami kelemahan produk atau layanan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengetahui kelebihan produk, kamu juga harus mengetahui kelemahan dari produk tersebut. Ketahui apa yang bisa membuat target audiens masih ragu dalam melakukan pembelian produk atau layanan. Kelemahan tersebut dapat berupa:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemasan yang tidak efisien.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Belum mengurus sertifikasi halal atau BPOM.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Customer service responnya lama dan tidak ramah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi atau deskripsi produk yang tidak jelas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Brand tidak mendengarkan masukan dan mendapatkan banyak review jelek.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin-poin di atas tentunya dapat merusak citra brand sekaligus membuat target audience perlahan-lahan menjauhi brand milikmu. Maka dari itu, selalu lakukan evaluasi untuk mengecek kekurangan brand dan memperbaikinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Identifikasi demografi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara untuk menargetkan dan menentukan target audience dengan mudah adalah menggunakan demografi yang spesifik. Jika jangkauan terlalu besar, tentunya kamu akan kesulitan dalam mencapai keberhasilan kampanye. Demografi yang bisa digunakan antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gender.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendapatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi tempat tinggal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Status perkawinan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan demografi seperti di atas, kampanye yang kamu lakukan dapat lebih efektif dan menjangkau audience yang memang tertarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Identifikasi psikografi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menggunakan demografi, kamu juga dapat memanfaatkan psikografi untuk memastikan bahwa produk atau layanan sesuai dengan kegemaran dari target audiens. Contoh dari psikografi yang bisa digunakan adalah:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Preferensi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hobi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gaya hidup.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keyakinan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin-poin di atas dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan ketertarikan audiens terhadap produk atau layanan yang akan kamu tawarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Memahami perilaku konsumen\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perilaku konsumen merupakan salah satu hal yang mendukung mereka dalam melakukan pembelian produk atau layanan yang kamu tawarkan. Kamu dapat memahaminya dengan memperhatikan interaksi antara audiens dengan produk, seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan pembelian.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saluran pemasaran yang dipercaya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Loyalitas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis produk\/layanan yang sering dibeli berulang kali.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengetahui hal-hal di atas, kamu dapat menyesuaikan kampanye promosi agar sesuai dengan kebiasaan mereka. Contohnya jika mayoritas audiens lebih tertarik melakukan belanja secara online, maka kamu dapat membuka online shop menggunakan e-commerce yang mereka percayai.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Analisis figur yang efektif<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Figur yang dapat dimaksud dalam konteks ini adalah influencer atau KOL (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">key opinion leader<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Perlu kamu ketahui bahwa agar promosi yang dilakukan efektif dan lebih dipercaya, kamu dapat bekerjasama dengan influencer atau KOL yang sukses.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya kamu bergerak di bidang kecantikan, maka kamu dapat bekerja sama dengan beauty vlogger yang populer dan dipercaya banyak orang. Sedangkan jika kamu bekerja sama dengan KOL yang sesuai dengan bidang bisnismu, maka kredibilitas bisnismu biasanya akan lebih meningkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Menganalisis kompetitor\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menganalisis kompetitor, kamu dapat menambah wawasan mengenai target audiens yang ditargetkan oleh kompetitor bisnismu. Mengetahui hal ini dapat membantu kamu dalam menentukan strategi marketing yang sesuai dan menjadikan strategi marketing kompetitor yang sukses sebagai referensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kamu juga dapat menemukan kelemahan dari kompetitor dan melakukan improvisasi untuk menarik audiens yang tidak bisa dicapai oleh kompetitor. Misalnya kompetitor mayoritas menggunakan pemasaran konvensional, maka kamu dapat menggunakan pemasaran digital untuk menargetkan audiens di internet.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh Target Audience\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh spesifikasi target audiens yang bisa kamu temukan di beberapa bidang bisnis, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Skincare<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: wanita usia 13-30, aktif di Instagram dan TikTok, mencari produk yang terjangkau, rajin membeli produk skincare.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Buku anak<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: anak-anak usia 3-7 tahun, tertarik dengan buku bergambar berwarna, berminat belajar bahasa inggris dasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Website kuliner<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: wanita &amp; pria umur 15-25, tinggal sendiri atau di kost, mencari masakan yang menggunakan bahan mudah dan terjangkau.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Podcast<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: masyarakat umum, menyukai berita lucu dan viral, suka mendengarkan radio atau podcast lainnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kegiatan Go Green<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: masyarakat umum, peduli lingkungan, gemar melakukan kegiatan volunteer, gemar melakukan kegiatan di luar rumah.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Sudah Paham Apa Itu Target Audience?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah tahu apa itu target audience? Target audiens adalah istilah pemasaran untuk sekumpulan orang yang ditargetkan dan menunjukkan ketertarikan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia bisnis, memahami target audiens yang tepat untuk bisnis dapat membantu bisnis dalam mendapatkan calon pelanggan. Jangan lupa bahwa target audiens dan target market merupakan kedua hal yang berbeda. Demikian artikel ini, semoga sukses selalu!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Target audience adalah istilah dalam dunia pemasaran untuk sekelompok orang yang berkemungkinan tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Namun perlu kamu ketahui, bahwa target audiens tidak sama dengan istilah target market.\u00a0 Keduanya memiliki maksud dan tujuan yang berbeda, namun sama-sama memiliki peran penting dalam dunia pemasaran. Tertarik mengetahui apa itu target audiens dan perbedaannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[28],"class_list":["post-13319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-crm","tag-crm"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13319"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13422,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13319\/revisions\/13422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}