{"id":13291,"date":"2025-07-21T11:38:06","date_gmt":"2025-07-21T04:38:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13291"},"modified":"2025-07-29T11:48:45","modified_gmt":"2025-07-29T04:48:45","slug":"mengenal-leads-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/mengenal-leads-adalah\/","title":{"rendered":"Mengenal Lead dalam Marketing: Definisi, Jenis, Hingga Cara Mendapatkannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead adalah salah satu <\/span><a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/istilah-dalam-digital-marketing\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">istilah dalam digital marketing<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang wajib diketahui. Lead merujuk pada sekumpulan orang atau individu yang tertarik dengan bisnis atau produk yang kamu tawarkan namun belum melakukan pembelian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pebisnis, lead adalah salah satu upaya dalam mendapatkan calon pelanggan baru. Dengan adanya data tentang lead, kemungkinan bisnis mendapatkan calon pelanggan tetap akan lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas bagaimana cara mendapatkan lead? Untuk mengetahui caranya, simak artikel ini sampai akhir!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Lead?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead adalah istilah marketing yang merujuk kepada sekumpulan orang atau individu yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang kamu tawarkan, namun belum melakukan pembelian. Lead inilah yang dapat berpotensi menjadi pelanggan tetap dari bisnismu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun ciri-ciri dari lead bisa seperti:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah memasukkan produk pada keranjang belanja namun belum membeli<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah berinteraksi dengan produk, misalnya menanyakan spesifikasi produk, namun belum membeli<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah klik CTA tertentu atau melakukan sign up pada platform kamu<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Intinya, lead adalah calon pembeli yang sudah tahu tentang suatu produk, sudah terpapar brand, namun belum melakukan pembelian. Maka dari itu, para marketer biasanya akan me-reach out lead dengan berbagai cara, misalnya pesan broadcast, email, ataupun ads di medsos.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-Jenis lead\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kualifikasi dan tahap-tahap yang telah mereka jalani. Berikut jenis-jenis lead dalam bisnis, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-13292 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/contoh-jenis-lead.png\" alt=\"contoh-jenis-lead\" width=\"1748\" height=\"1240\" srcset=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/contoh-jenis-lead.png 1748w, https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/contoh-jenis-lead-300x213.png 300w, https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/contoh-jenis-lead-1024x726.png 1024w, https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/contoh-jenis-lead-768x545.png 768w, https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/contoh-jenis-lead-1536x1090.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1748px) 100vw, 1748px\" \/><\/p>\n<h3><b>1. Marketing qualified lead\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Marketing qualified lead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah lead yang tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan namun belum melakukan transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead jenis ini adalah orang yang baru memberikan informasi data diri dan kontak mereka lewat landing page yang kamu pasang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Sales qualified lead\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sales qualified lead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah lead yang sudah menunjukkan ketertarikan dan siap melakukan transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead ini biasanya akan mulai bertanya seputar produk atau jasa yang ditawarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Product qualified lead\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Product qualified lead adalah lead yang telah melakukan trial produk dan menunjukkan kesiapan mereka dalam melakukan transaksi dan menjadi pelanggan bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya kamu memberikan free trial produk atau layanan secara gratis, lead ini akan bertanya seputar keunggulan dan fitur yang dapat diberikan dari versi berbayarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Service qualified lead\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Service qualified lead adalah lead yang telah menjadi customer dan sudah melakukan transaksi, namun menunjukkan ketertarikan terhadap produk yang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya customer akan menghubungi customer service bisnismu dan berniat untuk meningkatkan produk mereka ke tingkatan yang lebih tinggi lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Lead bagi Bisnis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead memiliki banyak manfaat yang dapat membantu keberlangsungan usaha. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari lead, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Meningkatkan penjualan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead merupakan orang yang sudah tertarik akan produk atau layanan namun belum melakukan transaksi. Maka dari itu, gunakan strategi pendekatan yang relevan dengan preferensi mereka untuk mendorong terjadinya pembelian produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead yang tertarik dapat menjadi pelanggan hingga customer tetap. Hal ini tentunya akan membantu meningkatkan penjualan bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Menambah wawasan akan tren pasar\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data dari lead dapat digunakan untuk menganalisis tren pasar yang sedang terjadi. Kamu dapat menganalisis aktivitas lead di internet mulai dari situs yang dikunjungi, preferensi, hingga kebutuhannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui hal ini tentunya sangat penting, karena tren dan kebutuhan konsumen merupakan kepentingan utama dari bisnis. Dengan tren pasar yang terus berganti setiap saatnya, kamu harus selalu siap dalam merencanakan strategi yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Membangun hubungan dengan pelanggan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data lead yang telah dikumpulkan dapat membantu membangun hubungan dengan mereka. Berdasarkan data tersebut, kamu dapat mengetahui preferensi mereka sehingga iklan yang ditargetkan dapat lebih relevan dan efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tentunya dapat menciptakan hubungan antara lead dengan bisnis dan mendorong mereka untuk menjadi pelanggan. Setelah menjadi pelanggan, kamu dapat terus memberikan perhatian yang sama guna mempertahankan loyalitas mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Mengembangkan strategi pemasaran<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data dari lead dapat kamu kembangkan menjadi strategi pemasaran yang jitu untuk usaha. Preferensi, minat, hingga jenis situs yang sering dikunjungi, merupakan data penting yang dapat digunakan untuk mengetahui kebiasaan lead.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya, strategi pemasaran dapat kamu sesuaikan dengan data tersebut agar hasilnya lebih efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Mempertajam target pemasaran\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data dari lead dapat digunakan untuk menganalisis lead yang memang tertarik dalam melakukan transaksi atau tidak. Sehingga kamu dapat lebih berfokus pada lead yang tertarik, jadi biaya pemasaran tidak akan terbuang sia-sia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena target lead sudah spesifik, maka kamu dapat lebih berfokus dalam mengubah mereka menjadi calon customer.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mendapatkan Lead\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan lead,di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menggunakan CTA\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CTA adalah satu strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mendapatkan lead. CTA dapat berupa tombol, hyperlink, banner, pop-up, dan lain sebagainya. CTA sendiri cukup menarik mata audiens karena biasa memiliki bentuk dan warna yang mencolok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi penggunaannya yang memudahkan audiens, di mana mereka hanya perlu menekan CTA tersebut. Nantinya audiens akan diarahkan ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">landing page<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk melakukan kegiatan konversi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Selengkapnya: <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/apa-itu-cta\/\"><em>Apa Itu CTA? Definisi, Jenis, Manfaat, Tips, dan Contoh<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n<h3><b>2. Membuat konten berkualitas\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konten merupakan komponen marketing yang paling efektif dalam menjangkau audiens. Konten yang menarik dan informatif dapat membantu mendorong pengunjung untuk mengunjungi website kamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan sedikit informasi mengenai bisnis atau produk pada bagian akhir konten untuk menarik minat pelanggan. Pelanggan yang tertarik nantinya dapat mengunjungi website untuk mengetahui informasi mengenai produk secara lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Menggunakan social media<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aplikasi social media seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan lain sebagainya merupakan salah satu platform promosi yang paling efektif dan efisien. Karena penggunanya yang mencapai ribuan orang, platform ini selalu penuh dengan pengguna aktif setiap saatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan konten yang menarik dan informatif mengenai produk atau layanan bisnis untuk meningkatkan visibilitas bisnis. Selain bergantung pada traffic organik, kamu juga bisa menggunakan layanan Ads social media seperti Instagram Ads, Facebook Ads, TikTok Ads Manager, dan lain sebagainya, untuk meningkatkan performa konten.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Selengkapnya: <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/social-media-advertising-adalah\/\"><em>Apa Itu Social Media Advertising? Definisi, Manfaat, Platform, dan Tips Melakukannya<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n<h3><b>4. Memberikan free trial produk<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemberian trial produk<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">secara gratis tentunya merupakan salah satu cara<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang ampuh dalam menarik minat audiens terhadap bisnis. Kamu dapat memberikan free trial terbatas untuk membiarkan audiens mencoba semua fitur berbayar tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Audiens yang berminat akan mendaftarkan dirinya sebagai lead, dan secara perlahan akan melakukan transaksi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Melaksanakan webinar atau seminar\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Webinar dan seminar merupakan strategi yang efektif dalam membangun brand awareness sekaligus sebagai ajang promosi. Kamu dapat mendirikan booth agar peserta dapat melihat dan berinteraksi dengan produk atau layanan bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya, kamu dapat mencantumkan nomor telepon atau website bisnis jika peserta ingin mengetahui informasi mengenai produk atau layanan secara lebih detail.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, disaat peserta ingin mengikuti kegiatan tersebut, hal yang harus mereka lakukan terlebih dahulu adalah mengisi formulir data diri. Data diri ini nantinya dapat digunakan untuk mengirimkan konten promosi guna mendorong peserta menjadi lead.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Tahu Apa Itu Lead?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lead adalah sekumpulan orang atau individu yang tertarik akan produk atau layanan yang dimiliki oleh bisnis. Lead merupakan harta berharga bagi bisnis karena jika dikelola dengan benar dapat berubah menjadi calon pelanggan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendapatkan lead tentunya tidaklah mudah, namun mengubahnya menjadi calon pelanggan akan lebih sulit lagi. Maka dari itu, pastikan kamu melakukan pendekatan yang tepat dan efektif agar tidak kehilangan lead tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam mendapatkan lead, kamu dapat menggunakan cara di atas sebagai acuan. Demikian artikel ini, semoga informasinya membantu ya!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lead adalah salah satu istilah dalam digital marketing yang wajib diketahui. Lead merujuk pada sekumpulan orang atau individu yang tertarik dengan bisnis atau produk yang kamu tawarkan namun belum melakukan pembelian.\u00a0 Sebagai pebisnis, lead adalah salah satu upaya dalam mendapatkan calon pelanggan baru. Dengan adanya data tentang lead, kemungkinan bisnis mendapatkan calon pelanggan tetap akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15,13],"tags":[28,26],"class_list":["post-13291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","category-crm","tag-crm","tag-digital-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13291"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13291\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13429,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13291\/revisions\/13429"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}