{"id":13277,"date":"2025-07-21T10:54:41","date_gmt":"2025-07-21T03:54:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13277"},"modified":"2025-07-29T11:51:56","modified_gmt":"2025-07-29T04:51:56","slug":"cost-per-impression-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/cost-per-impression-adalah\/","title":{"rendered":"Cost Per Impression: Definisi hingga Cara Hitung dan Meningkatkannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">CPI atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Cost Per Impression<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah istilah yang merujuk kepada biaya yang harus dibayar pengiklan saat iklannya ditampilkan ke pengguna. CPI sendiri digunakan untuk menghitung biaya dan ROI yang didapat oleh perusahaan selama kampanye iklan berlangsung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pebisnis, tentunya kamu wajib memahami cara menggunakan CPI untuk menghitung keefektifan kampanye bisnis. Jika kamu belum begitu paham mengenai CPI secara keseluruhan, simak artikel ini sampai akhir ya!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa itu Cost Per Impression?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CPI atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost per impression<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah istilah dalam digital marketing yaitu biaya yang harus dibayar oleh pengiklan setiap iklannya mendapat impression (ditampilkan kepada user). CPI sendiri tidak digunakan hanya untuk menghitung biaya, namun juga untuk menghitung efektivitas dari iklan yang dipasang selama kampanye.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan CPI sendiri tidak perlu diklik oleh audiens. Jika iklan tersebut ditayangkan kepada audiens, maka pengiklan harus membayar satu tayangan tersebut. Selain iklan, CPI juga membantu perusahaan untuk menghitung ROI yang didapat dari iklan digital dan konvensional.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Pentingnya CPI Bagi Bisnis\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CPI merupakan salah satu penghitungan biaya iklan yang penting bagi bisnis. Berikut beberapa kepentingan CPI lainnya, yaitu:\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Meningkatkan brand awareness<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan metrik CPI, iklan dapat ditayangkan kepada berbagai audiens secara sekaligus dan terus menerus. Meskipun iklan yang ditayangkan tersebut hanya sebentar, jika ditayangkan terus menerus tentunya akan membuat iklan tersebut diingat oleh audiens. Hal ini tentunya membantu meningkatkan brand awareness bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Metode perbandingan platform\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam memasang iklan digital, tentunya kamu tidak hanya berfokus pada satu platform saja. Kampanye iklan tentunya akan ditayangkan pada berbagai platform seperti website atau sosial media.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan CPI, kamu dapat menganalisis platform mana yang efektif dan menghasilkan jumlah impression yang paling banyak. Dengan begitu kamu dapat memfokuskan iklan pada platform tersebut dan menghentikan iklan di platform yang tidak efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Menargetkan audiens secara spesifik\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penggunaannya, CPI dapat menargetkan iklan kamu sesuai dengan target audiens yang telah ditentukan. Caranya adalah memasang iklan dan memasukkan demografi target audiens yang diinginkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya iklan tersebut hanya akan ditayangkan kepada audiens yang sesuai dengan demografi tersebut. Hal ini tentunya juga membantu kamu dalam menghemat biaya pemasaran namun tetap memberikan hasil yang efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan dan Kelemahan CPI\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa kelebihan dan kelemahan dari CPI, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Kelebihan CPI<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih hemat biaya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mudah untuk digunakan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat digunakan hingga ke ranah internasional<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat menargetkan pelanggan secara spesifik<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cocok digunakan iklan yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">click-through rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya tinggi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Kelemahan CPI<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rentan terhadap penipuan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan berpotensi tidak efektif<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Cara Menghitung CPI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat 2 cara yang dapat digunakan untuk menghitung impression yaitu dengan CPI (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost Per Impression<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan CPM (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost Per Mille<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Berikut rumus dari CPI dan CPM, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>CPI<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">= Biaya Iklan : Jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Impression\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CPI mengharuskan pengiklan untuk membayar biaya iklan setiap kali iklan tersebut ditampilkan ke pengunjung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh kasus CPI:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Jika kamu mengeluarkan biaya untuk iklan sebesar 2.000.000 dan mendapatkan 1.000 impresi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka perhitungannya adalah 2.000.000\/1.000= Rp2.000. Jadinya biaya yang dikeluarkan per impresi adalah Rp2.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>CPM<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">= (Biaya Iklan \/ Jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Impression<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) x 1000\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CPM mengharuskan pengiklan untuk membayar biaya iklan setiap kali iklan mendapatkan 1.000 impression.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh kasus CPM: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu mengeluarkan biaya iklan sebesar 5.000.000 dan mendapatkan 2.000.000 impresi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka perhitungannya adalah (5.000.000 \/ 2.000.000) x 1000= 2.500. Artinya kamu harus membayar Rp2.500 per 1.000 impresi yang didapat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Meningkatkan CPI\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan iklan CPI. Berikut beberapa caranya, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Mengoptimasi SEO dan kualitas konten\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SEO merupakan elemen yang paling penting dalam dunia digital marketing. Seorang pebisnis tentunya harus paham akan kepentingan SEO dan selalu mengoptimasi iklan yang dipasang secara berkala.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah iklan tidak selalu monoton dan juga membantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">search engine<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memahami iklanmu sehingga dapat ditampilkan pada kondisi yang tepat.\u00a0 Tidak hanya SEO saja, kualitas dari konten iklan pun juga harus diperhatikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan yang dipasang tentunya harus menarik dan unik guna menarik perhatian audiens. Kamu dapat menambahkan elemen visual seperti video atau gambar agar iklan lebih terlihat menarik. Hal ini dapat mendorong audiens untuk menonton iklan sampai habis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Selengkapnya: <\/b><a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/apa-itu-seo\/\"><b><i>Mengetahui Apa Itu SEO, Cara Kerja, dan Jenisnya<\/i><\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Menggunakan social media<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam memasang iklan digital, tentunya kamu harus menggunakan platform yang efektif yaitu social media. Di era digital ini, social media hampir digunakan oleh semua pengguna smartphone, menjadikannya salah satu platform yang efektif untuk pemasaran produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu dapat memanfaatkan hal ini dan melakukan kampanye atau sekadar memasang iklan di social media. Beberapa platform social media sendiri memiliki fitur yang mendukung pemasangan iklan seperti Instagram ads, Facebook Ads, Tiktok Ads Manager, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Menggunakan platform yang tepat\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam memasang iklan digital, platform yang tepat tentunya berperan dalam mendukung kinerja dan keefektifan iklan bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu kamu ketahui bahwa setiap platform memiliki cara kerja iklan yang berbeda-beda.\u00a0 Maka dari itu, kamu dapat melakukan riset platform untuk memastikan platform yang digunakan sesuai dengan style bisnis dan memiliki traffic yang tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu juga dapat memasang iklan di berbagai platform sekaligus dan melakukan analisis mengenai platform mana yang paling efektif. Nantinya kamu tinggal memfokuskan budget pemasaran di platform yang efektif saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Tahu Apa itu CPI?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CPI atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost Per Impression<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah jumlah biaya yang harus dibayar oleh pengiklan saat iklannya ditayangkan kepada audiens. Dengan menggunakan CPI, kamu dapat memperkirakan jumlah biaya yang harus dibayar untuk iklan yang dipasang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pebisnis, tentunya kamu harus mengetahui apakah kampanye yang dilakukan berhasil atau tidak. Maka dari itu, CPI merupakan salah satu metode penghitungan yang cocok untuk digunakan. Demikian artikel ini, semoga informasinya bermanfaat ya!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CPI atau Cost Per Impression adalah istilah yang merujuk kepada biaya yang harus dibayar pengiklan saat iklannya ditampilkan ke pengguna. CPI sendiri digunakan untuk menghitung biaya dan ROI yang didapat oleh perusahaan selama kampanye iklan berlangsung.\u00a0 Sebagai pebisnis, tentunya kamu wajib memahami cara menggunakan CPI untuk menghitung keefektifan kampanye bisnis. Jika kamu belum begitu paham [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15,20],"tags":[36,26],"class_list":["post-13277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","category-digital-ads","tag-digital-ads","tag-digital-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13277"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13435,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13277\/revisions\/13435"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}