{"id":13271,"date":"2025-07-21T10:23:04","date_gmt":"2025-07-21T03:23:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13271"},"modified":"2025-07-29T11:53:30","modified_gmt":"2025-07-29T04:53:30","slug":"apa-itu-retargeting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/apa-itu-retargeting\/","title":{"rendered":"Apa Itu Retargeting? Definisi, Cara Kerja, Tujuan, dan Tips"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting adalah strategi marketing yang cocok untuk menjangkau pelanggan yang mengunjungi toko online namun tidak melakukan tindakan apapun. Strategi ini efektif dalam mendorong para pelanggan untuk kembali dan melakukan konversi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebanyak <\/span><a href=\"https:\/\/cropink.com\/retargeting-statistics\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">70%<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari pelanggan berkemungkinan melakukan konversi setelah terekspos iklan retargeting. Data ini menunjukkan bahwa retargeting merupakan strategi yang efektif bagi bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tertarik dalam melakukan retargeting? Simak artikel ini sampai akhir ya!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Retargeting?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting adalah strategi pemasaran yang menggunakan iklan untuk menargetkan pengguna yang sudah berinteraksi dengan brand namun belum melakukan kegiatan yang diinginkan oleh brand tersebut, baik purchase, subscription, dll.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengunjung toko online biasanya hanya melihat-lihat atau memasukkan produk ke dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">checkout cart<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> namun belum melakukan pembelian. Dalam istilah digital marketing, user yang sudah ada di tahap ini disebut sebagai \u2018leads\u2019. Jika tidak dijangkau terus-menerus, leads bisa jadi justru membeli produk kompetitor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sinilah retargeting berfungsi, yakni untuk membuat leads berubah menjadi \u2018purchase\u2019 atau membeli produk. Retargeting dilakukan dengan mengirimkan iklan produk tersebut sehingga mendorong mereka untuk membeli.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja Retargeting\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting bekerja menggunakan cookie atau tracking manual dari website toko online. Berikut cara kerjanya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cookie mencatat perilaku user yang mengunjungi toko online dan siapa saja yang termasuk sebagai \u2018leads\u2019<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data user tentang preferensi didapatkan untuk diolah oleh pihak pebisnis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca data perilaku user, pebisnis membuat iklan kemudian dipasang untuk menyasar para leads yang sudah ditargetkan, inilah yang disebut retargeting<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui iklan yang baik dan sesuai, leads yang mendapat paparan iklan terus menerus lambat laun akan melakukan conversion<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Tujuan Retargeting<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penggunaannya, retargeting digunakan oleh pebisnis untuk berbagai tujuan yang berbeda. Berikut adalah beberapa tujuan dilakukan retargeting, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Meningkatkan brand awareness\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tujuan dari retargeting adalah meningkatkan brand awareness dari bisnis. Retargeting dapat membantu audiens untuk selalu mengingat brand kamu meskipun hanya melakukan sekali interaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikarenakan iklan produk akan terus-terusan mengikuti audiens, secara perlahan iklan tersebut akan membantu audiens untuk mempercayai dan melakukan pembelian produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Membangun hubungan dengan pelanggan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan retargeting juga dapat membantu dalam membangun hubungan yang erat dengan calon pelanggan bisnis. Alih-alih melepaskan calon pelanggan, kamu dapat melakukan retargeting.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kirimkan iklan yang menarik dan berikan potongan diskon terbatas untuk mendorong minat mereka dalam melakukan konversi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Meningkatkan penjualan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting sendiri cukup efektif dalam meningkatkan penjualan bagi bisnis. Pelanggan sendiri melakukan interaksi dengan website karena tertarik dengan produk yang dijual, namun belum memiliki kepastian dalam melakukan konversi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakpastian ini dapat berupa tidak adanya dana atau mereka menunggu momen yang tepat untuk melakukan pembelian. Dengan melakukan retargeting, kamu dapat meningkatkan kemungkinan mereka secara perlahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-jenis Retargeting\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting sendiri terdiri dari berbagai jenis yang masing-masing memiliki cara kerja dan fungsi yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis dari retargeting yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Pixel-based retargeting\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ini menargetkan audiens menggunakan kode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Javascript <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau yang bisa disebut sebagai pixel atau tag. Kode tersebut nantinya akan ditempatkan di website atau pada postingan tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kode tersebut nantinya dapat membantu mencantumkan cookie ke audiens yang mengunjungi situs dan melacak kegiatan dan kapan mereka meninggalkan situs.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. List-based targeting<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ini menargetkan audiens berdasarkan daftar alamat email yang telah dikumpulkan. Nantinya sistem akan secara otomatis menampilkan iklan brand ke semua alamat email yang tertera di dalam list tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Dynamic retargeting\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ini menampilkan iklan berdasarkan jenis produk atau halaman website yang telah dikunjungi oleh audiens. Iklan ini biasanya menampilkan informasi tambahan dari produk seperti harga, diskon, dan juga review pelanggan untuk menarik perhatian pengunjung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya audiens melihat model baju yang tertera di website anda, maka mereka akan melihat iklan yang menampilkan baju tersebut dari website lain dan bukan iklan produk random.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Search retargeting<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis retargeting ini akan menampilkan iklan berdasarkan keyword yang dimasukkan oleh audiens. Misalnya audiens memasukkan kata kunci \u201chp baru\u201d, maka iklan yang muncul adalah iklan yang berhubungan dengan keyword tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Social media retargeting\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ini bekerja dengan menampilkan iklan secara langsung di berbagai platform social media yang digunakan oleh audiens. Strategi ini cukup efektif karena social media sendiri cukup populer untuk digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan biasanya akan muncul setelah audiens men-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scroll<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> postingan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reels <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang mereka sedang lihat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tips melakukan retargeting\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk memastikan retargeting yang dilakukan memberikan hasil yang efektif. Berikut beberapa tips tersebut, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Perbarui iklan secara konsisten\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting bagi kamu untuk selalu meng-<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">update<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> iklan agar selalu relevan dengan tren dan tidak terlalu monoton. Buat iklan yang menarik dan persuasif agar lebih efektif dalam mendorong audiens untuk melakukan konversi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu juga dapat menambahkan CTA yang menarik dan interaktif untuk menarik pandangan audiens ke iklan.<\/span><\/p>\n<p><b>Selengkapnya: <\/b><em><a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/digital-advertising-adalah\/\"><b>Apa itu Digital Advertising? Definisi, Jenis, dan Strateginya<\/b><\/a><\/em><\/p>\n<h3><b>2. Segmentasi audiens\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun kamu sudah mendapatkan data mengenai audiens yang hanya berkunjung ke website, kamu tetap harus melakukan segmentasi untuk memastikan audiens mana yang memiliki kemungkinan tinggi untuk melakukan konversi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah agar biaya yang dikeluarkan untuk iklan tersebut tidak sia-sia dan memberikan hasil yang memuaskan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Personalisasi iklan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan iklan yang bersifat personal dan relevan untuk setiap segmen audiens yang kamu dapatkan. Dikarenakan kamu membutuhkan cara yang berbeda untuk setiap tipe audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan bahasa yang persuasif dan visual yang menarik. Kamu juga dapat membuat tulisan diskon lebih besar dan mencolok untuk menarik perhatian dari audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Lakukan eksperimen iklan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu ingin memastikan hasil retargeting maksimal, maka lakukanlah eksperimen iklan secara rutin. Kamu dapat melakukan eksperimen iklan dengan memasangnya dalam jangka waktu tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya kamu dapat menggunakan Google Analytics untuk melacak hasilnya seperti jumlah klik, konversi, tayang, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Siap Melakukan Retargeting?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Retargeting adalah strategi marketing yang cocok untuk menargetkan audiens yang tidak melakukan kegiatan apapun setelah melakukan interaksi dengan brand. Penggunaan iklan yang menarik dan unik tentunya dapat membantu bisnis dalam mengubah calon pelanggan tersebut menjadi pelanggan tetap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pebisnis, kamu dapat menggunakan strategi ini untuk memastikan bisnis tidak kehilangan calon pelanggan. Retargeting juga terdiri dari beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Demikian artikel ini, semoga sukses!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Retargeting adalah strategi marketing yang cocok untuk menjangkau pelanggan yang mengunjungi toko online namun tidak melakukan tindakan apapun. Strategi ini efektif dalam mendorong para pelanggan untuk kembali dan melakukan konversi.\u00a0 Sebanyak 70% dari pelanggan berkemungkinan melakukan konversi setelah terekspos iklan retargeting. Data ini menunjukkan bahwa retargeting merupakan strategi yang efektif bagi bisnis.\u00a0 Tertarik dalam melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[26],"class_list":["post-13271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","tag-digital-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13271"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13439,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13271\/revisions\/13439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}