{"id":13194,"date":"2025-06-30T15:12:55","date_gmt":"2025-06-30T08:12:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13194"},"modified":"2025-08-29T10:40:45","modified_gmt":"2025-08-29T03:40:45","slug":"perbedaan-pemasaran-digital-dan-konvensional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/perbedaan-pemasaran-digital-dan-konvensional\/","title":{"rendered":"7 Perbedaan Pemasaran Digital dan Pemasaran Konvensional"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan pemasaran digital dan konvensional merupakan sebuah topik hangat dalam era transformasi bisnis dari tradisional menjadi modern. Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat mendorong para pebisnis untuk merubah strategi mereka agar sesuai dengan zaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, apakah perkembangan teknologi digital menjadikan pemasaran konvensional tidak lagi efektif untuk digunakan? Apa yang membedakan pemasaran digital dan konvensional, dan tipe pemasaran mana yang paling efektif?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini akan membahas mengenai perbedaan dua metode pemasaran tersebut. Simak sampai akhir ya!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Pemasaran Digital?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran digital atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">digital marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah strategi pemasaran yang menggunakan platform digital dan internet untuk melakukan promosi produk atau layanan kepada pelanggannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Platform yang dapat digunakan dalam melakukan pemasaran digital adalah website, media sosial, aplikasi, dan email. Pemasaran digital sendiri ramai digunakan karena penggunaannya yang mudah dan tidak memakan banyak tenaga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis pemasaran yang termasuk dalam pemasaran digital adalah SEO (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Search Engine Optimization<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), SEM (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Search Engine Marketing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), social media marketing, email marketing, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Pemasaran Konvensional?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional adalah strategi pemasaran yang menggunakan cara pemasaran tradisional untuk melakukan promosi produk atau layanan kepada pelanggannya. Dalam prosesnya, pemasaran konvensional tidak bergantung pada platform digital atau internet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis pemasaran yang termasuk dalam pemasaran konvensional adalah billboard, selebaran atau pamflet, door-to-door sales, iklan televisi, iklan radio, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbedaan Pemasaran Digital dan Konvensional\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui definisi dari kedua pemasaran tersebut, tahap selanjutnya adalah mengetahui perbedaannya. Berikut beberapa perbedaan utama dari pemasaran digital dan konvensional, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Tempat\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan pemasaran digital, kamu tidak membutuhkan toko fisik untuk berjualan. Semua kegiatan jual beli dapat dilakukan dari rumah karena tidak mengharuskan adanya interaksi face-to-face dengan pelanggan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan pemasaran konvensional sangat bergantung pada toko fisik untuk menjajakan produk dan melakukan promosinya. Toko fisik menjadi sebuah kewajiban yang harus dimiliki dalam melakukan pemasaran konvensional untuk mempermudah pelanggan dalam berinteraksi dengan produk atau layanan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Target pasar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran digital dapat menargetkan audiens dari lokal hingga internasional. Dikarenakan jangkauan internet yang luas dan tidak terbatas, promosi produk tentunya dapat menyebar hingga ke luar negeri jika ada yang mencarinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan pemasaran konvensional yang hanya mampu menjangkau pelanggan lokal di daerah sekitar bisnis atau lokasi promosi. Hal ini dikarenakan pemasaran konvensional memiliki kendala di bidang geografis dan juga cara menjangkau pelanggannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Bentuk promosi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran digital memanfaatkan platform digital dan internet untuk membuat dan menampilkan iklan dalam bentuk digital ke perangkat pelanggannya. Hal ini berbeda dengan pemasaran konvensional yang menggunakan metode tradisional dalam melakukan promosinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional menggunakan cara seperti membagikan selebaran atau brosur, billboard, atau melakukan door-to-door sales. Jenis penjualan ini merupakan salah satu bentuk interaksi untuk lebih mendekatkan diri dan mendorong pelanggan dalam melakukan pembelian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Customer experience\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional mengutamakan interaksi dengan customernya. Maka dari itu, pelanggan yang melakukan pembelian akan langsung melakukan interaksi dengan penjualnya di dalam toko. Hal ini membantu pelanggan dalam menyampaikan keinginan serta sarannya terhadap produk secara langsung. Sehingga hubungan antara pelanggan dengan penjual biasanya cukup erat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan pemasaran digital melakukan interaksi dengan pelanggannya lewat kolom komentar atau pesan secara digital. Hal ini membuat pelanggan menyampaikan saran dan kritiknya dalam bentuk review produk atau komentar di kolom komentar yang disediakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Keamanan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam segi keamanan data, pemasaran digital memiliki langkah keamanan yang cukup ketat untuk melindungi data dan riwayat transaksi produk atau jasa. Sedangkan pemasaran konvensional hanya mencatat riwayat keuangan penjualan produk dan tidak mencatat informasi dari pembeli.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Biaya promosi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya yang dikeluarkan dalam melakukan pemasaran digital cukup kecil atau bahkan tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Dalam memasang iklan, pengiklan dapat membayar biaya pemasangan menggunakan metode CPC (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cost-per-mille<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), CPI (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cost-per-impression<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), CPA (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cost-per-acquisition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), CTR (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">click-through-rate<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan dalam melakukan pemasaran konvensional, biaya yang dibutuhkan cukup besar dan relatif lebih mahal. Dikarenakan dalam melakukan pemasaran konvensional terdapat beberapa biaya yang harus dipikirkan agar iklan dipasang mulai dari biaya percetakan, biaya sewa billboard, biaya pembuatan konten, biaya pemasangan iklan di TV dan radio, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Data analitik\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan pemasaran digital, kamu dapat mengukur seberapa efektif iklan yang dipasang berdasarkan data analitik seperti jumlah likes, share, comment, view, impression, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan iklan yang dilakukan di pemasaran konvensional mustahil untuk dihitung karena tidak dapat diukur. Karena kamu tentunya tidak bisa mengukur berapa banyak orang yang melihat iklan billboard atau mendengarkan iklan di radio. Satu-satunya cara mengetahui keefektifan iklan adalah lewat peningkatan dalam penjualan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tabel Perbandingan Pemasaran Digital dan Konvensional\u00a0<\/b><\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>No<\/b><\/p>\n<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Perbedaan<\/b><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\"><b>Digital<\/b><\/td>\n<td>\n<p style=\"text-align: center;\"><b>Konvensional<\/b><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Internet (e-commerce, social media, website, dsb).\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Toko fisik.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Target pasar<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lokal &#8211; internasional.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lokal &#8211; nasional.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk promosi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan digital di social media, website, e-commerce, dsb.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Billboard, brosur, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">door-to-door sales<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pamflet, dsb.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Customer experience<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Memanfaatkan kolom komentar untuk berkomunikasi.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Berkomunikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">face-to-face<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan customer secara langsung.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">5<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Keamanan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Membutuhkan keamanan tinggi untuk melindungi data customer.<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak membutuhkan keamanan tinggi karena hanya mencatat tanggal dan jumlah transaksi.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya promosi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Relatif lebih murah atau tidak mengeluarkan biaya sama sekali.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Relatif lebih mahal.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">7<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Data analitik<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat didapatkan lewat tools analitik.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mustahil untuk diukur.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><b>Sudah Paham Perbedaan antara Pemasaran Digital dan Konvensional?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah paham perbedaan dari kedua jenis pemasaran tersebut? Baik pemasaran digital maupun pemasaran konvensional memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pebisnis, tentunya kamu dapat memilih jenis pemasaran yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan dari bisnis yang sedang kamu jalankan. Demikian informasi dari artikel ini, semoga membantu ya!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan pemasaran digital dan konvensional merupakan sebuah topik hangat dalam era transformasi bisnis dari tradisional menjadi modern. Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat mendorong para pebisnis untuk merubah strategi mereka agar sesuai dengan zaman.\u00a0 Namun, apakah perkembangan teknologi digital menjadikan pemasaran konvensional tidak lagi efektif untuk digunakan? Apa yang membedakan pemasaran digital dan konvensional, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15,12],"tags":[27,26],"class_list":["post-13194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","category-conventional-marketing","tag-conventional-marketing","tag-digital-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13194"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13712,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13194\/revisions\/13712"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}