{"id":13181,"date":"2025-06-30T11:07:19","date_gmt":"2025-06-30T04:07:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13181"},"modified":"2025-07-29T12:09:03","modified_gmt":"2025-07-29T05:09:03","slug":"pengertian-benchmark","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/pengertian-benchmark\/","title":{"rendered":"Mengenal Benchmark: Jenis, Manfaat, Cara, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benchmark adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang berarti tolok ukur, patokan, atau parameter. Dalam dunia bisnis, istilah ini berarti membandingkan kedua hal yang sejenis. Teknik perbandingan ini cukup populer dalam dunia bisnis dan sering digunakan oleh berbagai perusahaan besar untuk mengembangkan strategi mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas apa saja hal yang dibandingkan dalam benchmark? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai benchmark, simak artikel ini sampai akhir ya!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Benchmark?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benchmark adalah sebuah patokan yang digunakan dalam bisnis sebagai standar untuk membandingkan dua hal atau lebih untuk melakukan evaluasi. Dalam bisnis, benchmarking sering digunakan untuk mengukur dan membandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan kompetitor yang lebih sukses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat melakukan perbandingan, biasanya perusahaan akan menggunakan metrik atau benchmark yang sudah ditentukan sebelumnya. Hal yang nantinya akan dibandingkan berdasarkan benchmark tersebut adalah produk, performa, strategi, dan berbagai hal lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menganalisis perusahaan kompetitor dan menjadikannya sebagai acuan bagi perusahaan untuk melakukan perubahan strategi yang dijalankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-jenis Benchmark\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam benchmarking, terdapat beberapa jenis yang memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu harus mengetahui terlebih dahulu beberapa jenis benchmark tersebut. Berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Berdasarkan Subjek\u00a0<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Internal benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: proses perbandingan antara anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Tujuan dari melakukan benchmark ini adalah memastikan bahwa setiap anak atau cabang perusahaan menjalankan kinerja yang sama atau sudah ditentukan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>External benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: proses membandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang berada di industri yang sama atau berbeda. External benchmark terbagi lagi menjadi 2 yaitu <\/span><b>Competitive benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">perbandingan perusahaan di industri yang sama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan <\/span><b>Non-competitive benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">perbandingan perusahaan di industri yang berbeda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). <\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>2. Berdasarkan Objek<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Process benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: membandingkan sistem operasional perusahaan dengan kompetitor, seperti proses dan sistem.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Strategic benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: membandingkan strategi perusahaan kompetitor dengan perusahaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Functional benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: membandingkan fungsionalitas perusahaan kompetitor dengan perusahaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Performance benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: membandingkan performa perusahaan kompetitor dengan perusahaan, seperti pertumbuhan dan penjualan bisnisnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Product benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: membandingkan produk dari perusahaan kompetitor dengan perusahaan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing produk.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Financial benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: membandingkan kondisi keuangan dari perusahaan kompetitor dengan perusahaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Shadow benchmark<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: cara membandingkan perusahaan kompetitor dengan perusahaan tanpa diketahui oleh kompetitor.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Pentingnya Benchmark Bagi Bisnis\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui jenis-jenis dari benchmark, selanjutnya adalah mengetahui pentingnya benchmark bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Berikut beberapa kepentingan tersebut:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Meningkatkan penjualan perusahaan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari benchmarking adalah menciptakan strategi yang efektif untuk meningkatkan performa dari perusahaan. Jika strategi yang diaplikasikan tersebut berhasil, maka kemungkinan penjualan perusahaan meningkat juga lumayan besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, dalam melakukan benchmark, kamu akan menjadikan strategi dari kompetitor sebagai referensi sehingga kemungkinan berhasilnya juga lumayan tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Proses evaluasi bisnis\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan perbandingan, kamu secara perlahan akan menemukan hal-hal yang harus dievaluasi dari bisnis yang sedang kamu jalankan. Setelah menemukan hal-hal tersebut, perusahaan dapat melakukan optimasi untuk meningkatkan kinerja dan performanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Memahami kelebihan dan kelemahan bisnis\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses benchmarking dapat menunjukkan posisi perusahaan didalam arus pasar. Lewat benchmarking juga kamu dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan perusahaan daripada kompetitor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan informasi ini, kamu dapat melakukan optimasi untuk meningkatkan kelebihan perusahaan dan mencari solusi untuk kelemahan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Mengumpulkan pendapat\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan benchmarking, kamu tentunya membutuhkan berbagai pendapat untuk merubah strategi atau melakukan optimasi. Hal ini menjadikan benchmarking sebagai sarana pengumpulan pendapat yang efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya semua pendapat yang telah dikumpulkan tersebut dapat dipilih untuk menemukan masukan yang paling bagus untuk bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Melakukan Benchmark<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benchmark memberikan beberapa manfaat positif untuk keberlangsungan bisnis. Berikut beberapa manfaat tersebut, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Mengetahui keunggulan kompetitor<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi yang telah dikumpulkan lewat benchmark akan memudahkan kamu dalam mengetahui kompetitor secara detail mulai dari kelebihan hingga kelemahannya. Berdasarkan informasi tersebut, kamu dapat menarik poin-poin atau keunggulan dari kompetitor untuk diterapkan pada bisnis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Meningkatkan kinerja perusahaan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan informasi benchmark, kamu dapat mengetahui hal-hal yang membebani perusahaan dan perubahan yang harus dilakukan. Dengan melakukan modifikasi tersebut, kamu dapat membantu perusahaan untuk bersaing secara sehat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, strategi dan sistem operasional perusahaan pun dapat lebih efektif dan membantu pertumbuhan perusahaan di persaingan pasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Meningkatkan rasa kepemilikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, benchmark adalah salah satu sarana pengumpulan pendapat yang efisien. Pendapat yang dikumpulkan tentunya berasal dari semua anggota perusahaan. Sehingga membuat para pekerja merasa dibutuhkan oleh perusahaan, terutama jika salah satu dari ide mereka disetujui oleh perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini tentunya meningkatkan rasa kepemilikan dan loyalitas karyawan karena mereka merasa didengar dan dibutuhkan oleh perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Memperbaiki perusahaan secara berkala<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benchmark adalah salah satu metode yang efektif digunakan untuk melakukan perbaikan perusahaan secara berkala. Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan, perusahaan dapat melakukan perencanaan optimasi untuk meningkatkan kinerja dan performa perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, benchmark harus dilakukan secara berkala agar perusahaan dapat dioptimasi secara berkala. Jika tidak, maka perusahaan hanya akan melakukan perbaikan setiap dilakukan benchmark saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tahapan Melakukan Benchmark<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu mulai tertarik untuk melakukan benchmark, perlu diketahui bahwa ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan terlebih dahulu. Berikut tahapan dalam melakukan benchmarking, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menentukan area analisis\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang harus diketahui adalah menentukan area analisis yang akan dilakukan. Dalam melakukan benchmark, terdapat banyak hal yang dapat kamu analisis seperti sistem operasional, finansial, produk, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, alangkah baiknya jika kamu berfokus pada suatu hal terlebih dahulu agar ranah pencariannya tidak terlalu luas. Dengan memfokuskan benchmarking pada satu permasalahan, hasil dari optimasi dan evaluasi yang dilakukan tentunya dapat lebih maksimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Menentukan target kompetitor<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menentukan area yang ingin dianalisis, langkah selanjutnya adalah menentukan kompetitor yang akan dijadikan perbandingan. Ada baiknya kompetitor yang dipilih merupakan perusahaan yang lebih sukses atau berada di industri yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah agar perusahaan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan acuan bagi perusahaan untuk berada di titik yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mengumpulkan dan menganalisis data\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya adalah mengumpulkan dan menganalisis data dari kompetitor berdasarkan area yang telah ditentukan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa semua data yang dikumpulkan belum tentu bersifat penting, sehingga data harus dianalisis dan diolah tersebut sebelum digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya data yang telah dikumpulkan dapat dikategorikan dan diperiksa, dan jika ada data yang sama, data tersebut dapat digabungkan atau dieliminasi saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Mengaplikasikan strategi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data yang telah dianalisis tersebut, langkah selanjutnya adalah membuat strategi baru. Strategi baru tersebut nantinya akan diberikan ke divisi manajemen atau marketing perusahaan untuk dicoba terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Pantau dan lakukan observasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah data diaplikasikan, hal selanjutnya adalah memantau hasil yang diberikan. Nantinya tim akan mencatat respon konsumen terhadap strategi atau pendekatan baru tersebut dan melihat apakah hal tersebut efektif atau tidak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika strategi dianggap kurang efektif, maka akan dilakukan evaluasi atau melakukan perubahan strategi jika diperlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh Benchmark<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa contoh dari benchmark yang dilakukan oleh perusahaan, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Benchmark strategi pemasaran\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu menjalankan bisnis kecantikan, kamu dapat memantau strategi pemasaran dari kompetitor yang sukses. Mulai dari pesan yang disampaikan, gaya bahasa, style iklan, tema iklan, talent yang dipakai, dan masih banyak lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data yang telah didapat tersebut, perusahaan dapat mereferensikan iklan tersebut dan menambahkan sentuhan khas brand sehingga tidak terlihat sama.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Benchmark sistem operasional<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu bergerak di bidang F&amp;B dan membuka kedai makanan atau minuman. Pastinya kamu mengalami kesulitan dalam mengatasi jumlah konsumen yang banyak, sehingga membuat pelayanan menjadi lama dan konsumen menjadi tidak puas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu kamu dapat melakukan benchmark ke kedai makanan atau minuman yang sudah sukses seperti Starbucks, Chatime, DairyQueen, dan lain sebagainya untuk mereferensikan sistem pelayanan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Benchmark produk\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh dari benchmark produk yang dapat diberikan adalah persaingan antara Samsung dan Apple. Keduanya bersaing dengan meluncurkan produk elektronik yang selalu bersaing satu sama lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Samsung selalu mengeluarkan model ponsel terbaru yang selalu memiliki sistem atau fitur yang terbaru, sedangkan Apple berfokus pada ekosistem dan brandingnya. Persaingan ini dapat kamu jadikan acuan untuk membuat produk yang dapat bersaing satu sama lain namun tetap berkualitas dan tidak kehilangan inti dari branding.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Siap Benchmarking dengan Kompetitor?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca artikel di atas, tentunya kamu sudah tahu mengapa benchmarking menjadi penting untuk bisnis. Jadi, sebaiknya segera lakukan benchmarking sehingga kamu bisa menjadi market leader pada niche bisnismu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benchmarking dapat membantu bisnis untuk mengetahui kelemahan dan kelebihannya dari kompetitor. Dengan memahami kelemahan dan kelebihan tersebut, bisnis dapat melakukan optimasi dan evaluasi untuk meningkatkan performa secara keseluruhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian informasi mengenai artikel benchmark ini. Semoga informasi yang ada di artikel ini dapat membantu kamu ya! Sukses selalu!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Benchmark adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang berarti tolok ukur, patokan, atau parameter. Dalam dunia bisnis, istilah ini berarti membandingkan kedua hal yang sejenis. Teknik perbandingan ini cukup populer dalam dunia bisnis dan sering digunakan oleh berbagai perusahaan besar untuk mengembangkan strategi mereka.\u00a0 Lantas apa saja hal yang dibandingkan dalam benchmark? Untuk mengetahui lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[10,11],"tags":[25,33],"class_list":["post-13181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-business-development","tag-business","tag-business-and-development"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13181"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13463,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13181\/revisions\/13463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}