{"id":13165,"date":"2025-06-30T10:36:42","date_gmt":"2025-06-30T03:36:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=13165"},"modified":"2025-07-29T12:10:40","modified_gmt":"2025-07-29T05:10:40","slug":"pengertian-break-even-point-bep","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/pengertian-break-even-point-bep\/","title":{"rendered":"Ketahui Apa Itu BEP: Definisi, Fungsi, Manfaat, dan Rumusnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">BEP adalah sebuah kondisi di mana keuntungan dan kerugian dari sebuah perusahaan berada di titik atau garis yang sama. Hal ini menandakan jumlah laba dan biaya yang dikeluarkan sebuah bisnis seimbang, sehingga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pebisnis, tentunya kamu menginginkan bisnis mendapatkan keuntungan yang tinggi dan kerugian yang rendah. Namun, ada kalanya kegiatan bisnis mengalami fluktuasi dan menyebabkan kerugian bagi perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar dapat menghindari kerugian, kamu perlu mengetahui dan memahami apa itu BEP. Maka dari itu, simak artikel ini sampai akhir ya!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu BEP?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BEP atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Break Even Point<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah titik impas di mana kerugian dan keuntungan yang didapatkan perusahaan sama. Jadi, perusahaan tidak rugi, namun juga tidak untung. Perusahaan atau bisnis hanya beroperasi sebagaimana mestinya tanpa untung atau rugi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, BEP terjadi sebelum perusahaan atau bisnis mengalami keuntungan. Namun, bisa saja BEP terjadi lagi setelah perusahaan untung di kemudian hari. Maka dari itulah penting untuk pebisnis mengetahui BEP serta cara hitungnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BEP sendiri bertujuan memanajemen keuangan perusahaan, seperti menekan biaya produksi dan operasional tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas dari produk. Dengan begitu, kemungkinan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan bisa meningkat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi BEP<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BEP berfungsi sebagai penentu perusahaan dalam mengambil keputusan terkait keuangan atau produksi. Selain itu, BEP juga memiliki beberapa fungsi lainnya yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menentukan jumlah produksi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menghitung BEP, kamu dapat mengetahui berapa total pendapatan penjualan yang harus dicapai agar perusahaan mendapatkan titik impas atau keuntungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, kamu dapat menentukan berapa jumlah produk yang harus diproduksi agar titik impas dapat tercapai dan perusahaan terhindar dari kerugian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Mengetahui kenaikan laba perusahaan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam berbisnis, akan ada saatnya di mana harga dari produk yang diproduksi mengalami kenaikan karena faktor internal maupun external. Perubahan harga ini tentunya akan mempengaruhi jumlah laba yang didapat oleh perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan BEP, kamu dapat memahami dan menghitung kenaikan tersebut dengan mudah. Dikarenakan harga produk dan BEP yang berada di titik yang sama, jika satu komponen mengalami kenaikan maka komponen lainnya juga akan mengikuti.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mengetahui kerugian perusahaan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BEP tidak hanya digunakan untuk mengetahui kenaikan laba perusahaan, tetapi juga dapat digunakan untuk mengetahui kerugian yang akan didapat oleh perusahaan. Jika harga produk menurun, nilai BEP juga akan mengalami penurunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data perhitungan tersebut, perusahaan dapat mengambil langkah antisipasi agar terhindar dari kerugian sebelum kerugian tersebut terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat BEP<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BEP dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesejahteraan perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat dari BEP untuk perusahaan, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Membantu perusahaan mengambil keputusan yang tepat\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, BEP dapat menjadi penentu perusahaan dalam mengambil keputusan terkait produksi atau keuangan. Data dari BEP nantinya akan dianalisis agar perusahaan dapat mengambil keputusan dan langkah yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan tersebut nantinya akan mempengaruhi kenaikan laba perusahaan dan membantu perusahaan agar tetap bertahan dan bersaing dengan kompetitor.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Memberikan estimasi balik modal\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menghitung BEP, perusahaan dapat menghitung berapa jumlah produk yang harus terjual untuk balik modal. Perhitungan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan berapa lama waktu yang harus ditempuh perusahaan untuk mendapatkan kembali modal awal yang dikeluarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Membantu mengetahui profit dalam bisnis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data perhitungan BEP, kamu dapat mengukur kapan bisnis akan mendapatkan profit. Seperti perkiraan jumlah profit yang akan didapat setelah balik modal, perkiraan jumlah produk yang harus terjual, atau kapan perusahaan dapat berfokus mencari profit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya kamu dapat mulai merencanakan strategi dan langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan profit yang diinginkan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Rumus BEP\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menghitung BEP, kamu harus mengetahui terlebih dahulu rumus BEP yang akan kamu gunakan. Dikarenakan rumus BEP terbagi menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Rumus BEP satuan mata uang\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis rumus BEP ini menggunakan satuan mata uang, sehingga kamu perlu memilih mata uang yang akan kamu gunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Rumus<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Harga jual per unit x BEP per unit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Cara hitung<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: Jika BEP unit ada 100 dan harga jual per unitnya 50.000, maka 100 x 50.000= Rp5.000.000\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dalam perhitungan terdapat mata uang yang berbeda, maka mata uang tersebut harus diubah agar nilai kursnya sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Rumus BEP dalam unit\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis rumus BEP ini digunakan untuk menghitung jumlah unit produk yang harus dijual perusahan agar balik modal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Rumus<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya tetap\/(harga jual per unit &#8211; biaya variabel per unit)<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Cara hitung<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya tetap: 15.000.000\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga jual per unit: 6.000\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya variabel: 2.500.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka 15.000.000\/(6.000 &#8211; 2.500)= 4,285. Sehingga kamu harus menjual sebanyak 4.285 unit untuk mencapai titik impas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Rumus BEP rupiah\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis rumus BEP ini digunakan untuk menentukan penjualan yang harus dicapai perusahaan agar mencapai titik impas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Rumus<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya Tetap \/ [1 &#8211; (Biaya Variabel per Unit \/ Harga Jual per Unit)]<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Cara hitung<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya tetap: 12.000.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya variabel: 2.000<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga jual: 6.000<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka 12.000.000\/ [1-(2.000\/6.000)]= 17.999.999 atau 18.000.000, artinya untuk mencapai titik impas perusahaan harus mencapai penjualan sebesar Rp18.000.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Paham Apa Itu BEP?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">BEP atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Break Even Point<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah titik di mana perusahaan tidak mendapatkan keuntungan ataupun kerugian. Perhitungan ini dilakukan perusahaan untuk mengetahui keuntungan atau profit yang akan didapat dan kerugian yang dapat diantisipasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhitungan BEP juga bersifat penting karena akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh perusahaan dalam segi keuangan dan produksi. Setelah membaca artikel ini, semoga kamu sudah paham apa itu BEP dan cara menghitungnya. Sukses selalu!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BEP adalah sebuah kondisi di mana keuntungan dan kerugian dari sebuah perusahaan berada di titik atau garis yang sama. Hal ini menandakan jumlah laba dan biaya yang dikeluarkan sebuah bisnis seimbang, sehingga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian.\u00a0 Sebagai pebisnis, tentunya kamu menginginkan bisnis mendapatkan keuntungan yang tinggi dan kerugian yang rendah. Namun, ada kalanya kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[25],"class_list":["post-13165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","tag-business"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13165"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13467,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13165\/revisions\/13467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}