{"id":12986,"date":"2025-05-21T12:09:14","date_gmt":"2025-05-21T05:09:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=12986"},"modified":"2025-10-08T09:55:25","modified_gmt":"2025-10-08T02:55:25","slug":"apa-itu-social-media-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/apa-itu-social-media-marketing\/","title":{"rendered":"Ketahui Apa Itu Social Media Marketing: Definisi, Platform, dan Strateginya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social media marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan social media sebagai platform pemasarannya. Social media marketing menjadi salah satu metode pemasaran yang efektif karena kemajuan era digital yang berkembang pesat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data RRI (Radio Republik Indonesia), penggunaan social media di 2024 telah mencapai 191 juta pengguna atau sekitar <\/span><a href=\"https:\/\/www.rri.co.id\/iptek\/721570\/ini-data-statistik-penggunaan-media-sosial-masyarakat-indonesia-tahun-2024\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">73%<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari populasi Indonesia. Hal ini membuat para pebisnis bersaing dalam mempromosikan produk mereka menggunakan social media. Social media juga memiliki banyak platform yang masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda-beda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu tertarik untuk menggunakan social media marketing, maka kamu harus mengetahui apa itu social media marketing terlebih dahulu. Simak artikel ini sampai akhir ya!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa itu Social Media Marketing?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social media marketing adalah strategi pemasaran digital yang menggunakan social media sebagai platform pemasarannya. Jenis pemasaran dalam social media terbagi menjadi dua, yaitu organik dan berbayar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penggunaannya, social media marketing berfokus pada pembuatan konten yang bertujuan untuk menarik dan mendorong konsumen dalam melakukan tindakan yang diinginkan. Konten yang dibuat berupa konten informasi produk, diskon terbatas, panduan penggunaan produk, konten entertainment, konten interaktif, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social media marketing dapat memberikan data hasil secara real-time menggunakan tools analitik. Tools analitik akan memantau performa konten dan engagement yang didapat dari audiens yang kemudian diubah menjadi data. Data tersebut dapat digunakan untuk mengoptimasi konten yang performanya kurang, menghitung ROI yang didapat, dan tipe konten yang sukses dan digemari audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Platform Social Media Marketing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat banyak platform social media yang bisa kamu gunakan untuk promosi bisnis.\u00a0 Namun, tiap platform tersebut memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Berikut adalah list platform yang dapat digunakan untuk melakukan social media marketing, di antaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Instagram\u00a0<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna aktif: 2 milyar lebih\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas umur pengguna: 18-35 tahun\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Industri: Fashion, kuliner, retail, traveling, hiburan, real estate, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram merupakan salah satu platform social media yang populer dan banyak digunakan di seluruh dunia. Instagram memiliki fitur post, reels, story, dan live yang dapat digunakan untuk memasarkan produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Instagram juga mendukung penggunaan iklan berbayar dengan fitur Instagram ads. Instagram mendominasi social media dengan waktu penggunaan rata-rata seharinya mencapai 33,9 menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Selengkapnya: <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/instagram-tools-gratis\/\"><em>13 Instagram Tools Gratis untuk Keperluan Bisnismu<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n<h3><b>2. Facebook\u00a0<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna aktif: 3,07 milyar\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas umur pengguna: 25-40 tahun keatas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Industri: e-commerce, perbankan, hiburan, fashion, real-estate, kuliner, berita, olahraga, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Facebook merupakan platform social media yang memiliki pangsa pasar terkuat dari seluruh social media. Hal ini didukung dengan jumlah penggunanya yang banyak dan berada di usia yang produktif sehingga lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Facebook juga memiliki fitur ads yang terintegrasi langsung yaitu Meta Ads. Facebook juga mendukung iklan dalam bentuk apapun seperti video, gambar, maupun teks.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Tiktok<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna aktif: 1,69 miliar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas umur pengguna: 13-40 tahun keatas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Industri: hiburan, fashion, kuliner, game, film, musik, dan sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiktok merupakan salah satu platform yang populer dan paling banyak digunakan oleh pengguna internet saat ini. Tiktok menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh dengan total\u00a0 sebanyak 875 juta unduhan. Alasannya adalah karena fitur dari Tiktok yang dianggap mudah dan efisien sehingga lebih digemari oleh audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiktok lebih mendukung penggunaan konten video dibandingkan gambar, sehingga menarik untuk ditonton oleh kalangan umur manapun. Selain itu, Tiktok juga memiliki fitur live dan TikTok shop yang mendukung pebisnis untuk melakukan live sambil berjualan menggunakan fitur tersebut. <\/span><\/p>\n<p><strong>Selengkapnya: <em><a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/cara-jualan-di-tiktok-shop\/\">9 Cara Jualan di TikTok Shop untuk Pemula, Dijamin Ampuh!<\/a><\/em><\/strong><\/p>\n<h3><b>4. Youtube<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna aktif: 2,5 miliar\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas umur pengguna: 20-35 tahun\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Industri: bidang apapun yang dapat dipromosikan lewat video<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Youtube merupakan platform favorit dari para pengguna internet di dunia. Dikarenakan penggunaannya yang mudah dan durasi video yang tidak terbatas. Kontennya yang bersifat video membuat Youtube cocok untuk kalangan umur manapun karena tidak merepotkan dan nyaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Youtube sering digunakan sebagai platform promosi dari industri manapun menggunakan fitur Youtube ads, di mana iklan terbagi menjadi skippable ads dan non-skippable ads. Selain itu, Youtube juga mempunyai fitur Youtube Shorts untuk menargetkan audiens yang menyukai video yang lebih pendek.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Twitter atau X<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengguna aktif: 611 juta lebih\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas umur pengguna: 20-35 tahun\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Industri: berita, teknologi, hiburan, e-commerce, seni, olahraga, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Twitter atau X merupakan platform pelopor penggunaan hashtag di social media. Twitter berfungsi sebagai\u00a0 platform komunikasi, pembagian opini, berita terkini, musik, seni, video, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Twitter menjadi platform yang sering digunakan sebagai customer service oleh bisnis karena fitur yang mendukung bisnis untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen. Twitter juga menyediakan fitur ads yang sekarang dikenal dengan sebutan X ads.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Strategi Social Media Marketing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan social media marketing, terdapat beberapa strategi yang dapat kamu lakukan terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu penerapan social media marketing, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menentukan platform yang ingin digunakan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih platform social media yang akan digunakan tentunya sangat penting. Dikarenakan setiap platform social media memiliki fitur dan cara kerja yang berbeda-beda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu dapat memilih platform yang mendukung strategi promosi atau platform yang paling efektif dan digemari oleh audiens. Dengan begitu, iklan akan memiliki kemungkinan tinggi untuk dilihat oleh banyak audiens. Kamu dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/social-media-marketing-tools\/\">social media marketing tools<\/a> untuk mengetahui hal tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Melakukan riset audiens\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan pemasaran, tentunya ada tipe audiens spesifik yang ingin kamu jangkau. Dikarenakan audiens spesifik tersebut sekiranya memiliki kemungkinan tinggi untuk tertarik dengan iklan dan melakukan konversi. Terutama jika target audiens tersebut berada di usia produktif yang di mana tidak akan segan dalam melakukan transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan riset audiens, kamu dapat menganalisis produk kamu terlebih dahulu. Siapakah target audiens yang sekiranya membutuhkan produk atau jasa yang kamu tawarkan. Pengisian demografi audiens secara spesifik di platform ads social media juga dapat membantu iklan untuk tampil di audiens yang diinginkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Membuat konten yang menarik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konten atau iklan promosi yang dibuat tentunya harus menarik, unik, dan menunjukkan kelebihan produk. Konten atau iklan yang menarik tentunya akan lebih digemari oleh audiens dan membantu meningkatkan brand awareness dari brand.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil berupa data dari konten atau iklan promosi dapat digunakan untuk mengukur keefektifan konten, melakukan optimasi, dan mengetahui tipe konten yang digemari oleh audiens. Dalam melakukan social media marketing, konten harus diposting secara konsisten untuk mempertahankan audiens.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Menentukan waktu posting\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan social media marketing, kamu harus menentukan waktu yang tepat untuk posting konten promosi. Setiap platform social media memiliki waktu penggunaan yang berbeda-beda, maka dari itu kamu harus melakukan riset terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu posting sangat penting karena dapat membantu konten agar dilihat oleh lebih banyak audiens. Waktu posting yang populer biasanya menuju sore atau malam hari di mana merupakan waktu istirahat. Hindari jam beraktivitas seperti pagi atau siang hari dan selalu posting konten secara konsisten setiap saatnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Melakukan influencer marketing<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Influencer marketing adalah salah satu strategi dalam social media marketing. Di mana brand bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan sebuah produk atau jasa. Strategi ini cukup efektif karena influencer memiliki pengaruh yang besar terhadap para pengikutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengikut influencer yang tertarik dengan produk yang dipromosikan tentunya akan melakukan pembelian produk tersebut. Dalam melakukan strategi ini, semakin populer seorang influencer maka dampak yang diberikan untuk bisnis akan semakin baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Selengkapnya: <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/influencer-marketing-adalah\/\"><em>Influencer Marketing: Definisi, Jenis, dan Contohnya<\/em><\/a><\/p>\n<h2><b>Sudah Tahu Cara Melakukan Social Media Marketing?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social media marketing adalah strategi pemasaran digital yang menggunakan social media sebagai platformnya. Platform social media yang paling populer untuk digunakan adalah Instagram, Tiktok, Youtube, Twitter, dan Facebook.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan social media marketing, kamu dapat membangun hubungan dan berkomunikasi dengan audiens melalui kolom komentar, live, dan sebagainya. Strategi di atas dapat membantu kamu agar sukses dalam melakukan social media marketing. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Social media marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan social media sebagai platform pemasarannya. Social media marketing menjadi salah satu metode pemasaran yang efektif karena kemajuan era digital yang berkembang pesat. Berdasarkan data RRI (Radio Republik Indonesia), penggunaan social media di 2024 telah mencapai 191 juta pengguna atau sekitar 73% dari populasi Indonesia. Hal ini membuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15,18],"tags":[26,39],"class_list":["post-12986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","category-social-media-marketing","tag-digital-marketing","tag-social-media-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12986"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13928,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12986\/revisions\/13928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}