{"id":12904,"date":"2025-05-16T15:20:22","date_gmt":"2025-05-16T08:20:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=12904"},"modified":"2025-07-29T12:24:23","modified_gmt":"2025-07-29T05:24:23","slug":"affiliate-marketing-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/affiliate-marketing-adalah\/","title":{"rendered":"Affiliate Marketing: Definisi, Jenis, Kelebihan, dan Cara Melakukannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliate marketing adalah strategi pemasaran berupa promosi atau jasa yang dilakukan oleh pihak ketiga. Pihak ketiga ini disebut sebagai affiliator dan berfungsi sebagai perpanjangan tangan untuk promosi produk sebuah bisnis.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliator nantinya akan menerima komisi ketika ada pelanggan yang membeli produk melalui link afiliasi milik mereka. Affiliate marketing sendiri cukup populer, di mana sebanyak <\/span><a href=\"https:\/\/www.jakartadaily.id\/business\/16213613956\/affiliate-marketing-on-the-rise-59-of-indonesians-have-purchased-products-through-affiliate-promotions#google_vignette\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">59%<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> penduduk Indonesia mengakui pernah membeli produk lewat affiliate marketing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai tertarik untuk melakukan affiliate marketing? Sebelum menyelam ke konteks yang lebih dalam, kamu bisa membaca <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/istilah-dalam-affiliate-marketing\/\">istilah-istilah dalam affiliate marketing<\/a> agar lebih paham. Selamat membaca!<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Affiliate Marketing?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliate marketing adalah strategi pemasaran di mana affiliator akan melakukan promosi suatu produk atau jasa sebuah bisnis dan mendapatkan bayaran berupa komisi jika ada konsumen yang membeli produk atau jasa tersebut lewat link afiliasi mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memulai program affiliate, kamu membutuhkan 3 pihak yang saling berkaitan dan mendukung satu sama lain yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">merchant <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0(perusahaan, organisasi, dsb), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">affiliator <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(pengiklan), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(target audiens).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total pendapatan komisi yang diterima affiliator juga akan berbeda tergantung dari total pelanggan yang membeli produk yang mereka promosikan. Komisi yang dibayar tidak hanya dihitung dari penjualan produk atau jasa saja. Terdapat beberapa perusahaan yang menggunakan affiliate marketing untuk mendapatkan leads, klik, penggunaan free trial produk, atau download aplikasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Jadi, pada teknik pemasaran affiliate, baik pebisnis maupun affiliator akan sama-sama mendapatkan keuntungan.<\/p>\n<p><strong>Selengkapnya: <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/manfaat-affiliate-marketing\/\">7 Manfaat Affiliate Marketing untuk Bisnis dan Affiliator<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Jenis-jenis Affiliate Marketing\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam penerapan affiliate marketing, terdapat beberapa jenis affiliator yang harus kamu ketahui. Berikut jenis-jenisnya yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Berdasarkan keterlibatan dan otoritasnya:\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><b>1. Tidak terikat\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis afiliasi yang tidak memiliki koneksi atau otoritas dengan produk yang mereka promosikan. Jenis afiliasi ini hanya melakukan promosi produk atau jasa sesuai dengan niche website atau blog mereka tanpa memberikan ulasan maupun opini mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah website atau blog kuliner yang memasang banner iklan produk makanan tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>2. Terikat\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis afiliasi yang melakukan promosi produk atau jasa sesuai dengan bidang atau niche yang mereka kuasai. Jenis afiliasi ini bertujuan untuk mempromosikan produk atau jasa dengan menggunakan pengetahuan dan otoritas mereka yang relevan terhadap produk tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah seorang dokter dermatologi yang merekomendasikan produk skincare.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>3. Terlibat\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis afiliasi yang memiliki keterlibatan dengan produk karena pernah menggunakannya. Biasanya afiliasi akan menceritakan pengalaman mereka saat memakai produk dan perubahan atau kemajuan yang terjadi setelah menggunakannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah seseorang atau influencer yang menunjukkan perubahan yang terjadi dari hari ke hari setelah mengkonsumsi atau menggunakan produk tertentu.<\/span><\/p>\n<h3><b>Berdasarkan sistem pembayarannya:\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><b>1. PPC (<\/b><b><i>pay-per-click<\/i><\/b><b>)\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPC adalah metode pembayaran di mana affiliator akan mendapatkan komisi per satu orang yang mengklik link afiliasi yang menuju ke arah website klien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>2. PPS (<\/b><b><i>pay-per-sale<\/i><\/b><b>)\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPS adalah metode pembayaran affiliator yang paling umum digunakan. Komisi akan diberikan jika ada konversi atau penjualan lewat link afiliasi. Jumlah komisi dihitung berdasarkan persentase harga jual produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>3. PPL (<\/b><b><i>pay-per-lead<\/i><\/b><b>)\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPL adalah metode pembayaran di mana affiliator akan mendapatkan komisi jika seseorang mengklik link afiliasi mereka dan melakukan tindakan yang diinginkan oleh klien. Tindakan tersebut biasanya adalah pengisian formulir, pendaftaran akun, atau mendaftar newsletter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>4. PPI (<\/b><b><i>pay-per-impression<\/i><\/b><b>)\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPI adalah metode pembayaran di mana affiliator akan mendapatkan komisi berdasarkan impresi atau jumlah iklan yang tayang kepada pengguna.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Berdasarkan pelaku afiliasi:\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><b>1. Influencer\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Influencer adalah seseorang yang mampu menggiring opini atau mempengaruhi pengikutnya untuk melakukan tindakan yang mereka inginkan atau menguntungkan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Influencer biasanya memiliki fanbase yang loyal dan tidak segan untuk mengeluarkan uang untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan oleh influencer tersebut. Hal ini menjadikan influencer sebagai affiliate partner dan salah satu metode marketing yang efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Selengkapnya: <a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/influencer-marketing-adalah\/\"><em>Influencer Marketing: Definisi, Jenis, dan Contohnya<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang yang dapat dikategorikan sebagai influencer adalah selebriti, pakar atau ahli, public figure, beauty guru, hingga social media figure.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>2. Blogger\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blogger adalah jenis affiliator yang dapat dipercaya karena dipercaya lebih efektif dalam meningkatkan konversi daripada influencer. Blogger lebih dipercaya oleh audiens dibandingkan dengan influencer, karena menguasai bidang atau topik yang mereka bahas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Blogger akan melakukan review uji coba produk dan membahas kandungan juga kelebihan dari menggunakan produk tersebut sebagai bentuk promosinya. Teknik pemasaran ini membantu audiens untuk memahami produk secara detail dibandingkan influencer yang terkadang tidak terlalu paham akan detail dari produk yang ditawarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>3. Media massa\u00a0<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media massa adalah jenis affiliator yang memiliki audiens paling luas. Media massa memang mampu menghasilkan brand awareness yang lebih besar, namun biaya yang dibutuhkan juga lebih mahal daripada jenis affiliator di atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media massa memang jarang digunakan oleh para pebisnis, namun tidak bisa dipungkiri bahwa keefektifannya melebihi kedua affiliator di atas. Dikarenakan media massa mampu menyebarkan informasi secara lebih luas dan cepat, sehingga produk atau jasa dapat lebih dikenal khalayak ramai.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan dan Kekurangan dari Affiliate Marketing\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menjadi bagian dari affiliate marketing, kamu harus mengetahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari program affiliate marketing. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari affiliate marketing:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Kelebihan affiliate marketing\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliate marketing memiliki beberapa kelebihan untuk bisnis kamu, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>1. Hemat biaya<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin menjadi affiliator, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. Hal yang dibutuhkan dalam menjadi affiliator adalah memiliki akun social media atau website yang nantinya akan digunakan sebagai platform affiliate marketing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Website pribadi dan akun social media dapat membantu untuk menjangkau audiens dengan mudah untuk melakukan promosi atau menampung saran dari customer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>2. Risiko yang rendah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai affiliator kamu tidak akan mendapatkan denda atau sanksi jika promosi yang dilakukan tidak berhasil. Dalam kegiatannya, affiliator tidak berhubungan atau membutuhkan logistik atau inventaris perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, yang perlu difokuskan oleh affiliator hanyalah membuat konten yang menarik untuk promosi produk atau jasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>3. Penghasilan yang pasif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliate marketing merupakan salah satu metode penghasilan pasif yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Dalam pelaksanaannya, affiliate marketing terhitung sebagai pekerjaan freelance, yang di mana tidak terikat oleh waktu dan bebas untuk dilakukan kapan saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika total customer yang telah melakukan transaksi lewat link afiliasi sudah lumayan banyak, kamu akan mendapatkan komisi setiap kali customer memperbarui langganannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>4. Mudah untuk dikembangkan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai affiliator, kamu diberi kebebasan oleh perusahaan untuk menyesuaikan skala promosi yang akan dilakukan. Hal yang biasa dilakukan affiliator adalah melakukan promosi produk baru dan melakukan optimasi strategi promosi produk lama agar tetap dapat menghasilkan konversi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kamu juga dapat menjadi affiliator dari berbagai perusahaan selama kamu mampu melakukan promosi dan perusahaan tersebut menjual produk atau jasa yang saling berhubungan satu sama lain.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Kekurangan affiliate marketing\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa kelemahan dari affiliate marketing yang perlu kamu ketahui yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>1. Pendapatan komisi tidak bisa diukur<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komisi yang didapat dari affiliator marketing tentunya berasal dari customer yang melakukan pembelian lewat link afiliasi yang kamu miliki. Hal ini membuat pengukuran pendapatan tetap setiap bulannya menjadi mustahil untuk dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikarenakan untuk mengetahui kemungkinan mendapat customer baru atau customer lama akan memperpanjang langganannya atau tidak, cukup mustahil untuk dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>2. Banyak saingan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliate marketing merupakan salah satu pekerjaan yang mudah dan efisien karena bersifat bebas. Maka dari itu, akan terdapat banyak kompetitor yang kemungkinan melakukan afiliasi dari perusahaan yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini mendorong kamu untuk membuat konten yang menarik dan membangun relasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan total konversi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>3. Membutuhkan waktu<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan affiliate marketing, kamu membutuhkan waktu untuk mengumpulkan kepercayaan dan loyalitas dari pelanggan. Akun atau website yang digunakan untuk promosi juga harus ditingkatkan kredibilitasnya di search engine.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menjadi Affiliator\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melakukan affiliate marketing, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu. Berikut adalah langkah-langkah dalam menjadi affiliator yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menentukan area yang difokuskan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan affiliate marketing, ada baiknya mengetahui target audiens dan pasar yang akan ditargetkan terlebih dahulu. Untuk meminimalisir kegagalan, ada baiknya kamu menargetkan segmen pasar kecil terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan terlalu sering mengikuti tren dan mengganti taktik promosi yang di mana dapat membuat kamu kehilangan tujuan awal. Agar tetap berada di tujuan yang sudah ditentukan di awal, kamu dapat melakukan hal-hal berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan affiliate marketing yang sesuai dengan topik yang merupakan minat atau kamu kuasai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan analisis terhadap mitra lain yang berada di area fokus yang sama.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan riset pasar sebelum membuat strategi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melakukan hal-hal di atas, kamu dapat dengan mudah berfokus pada tujuan afiliasi yang sudah ditentukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Membuat website afiliasi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki website pribadi tentunya lebih mendukung dan mempermudah proses afiliasi yang akan dilakukan. Selain itu, lewat website pribadi kamu bisa melakukan promosi produk secara mendetail dan membuat desain yang menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akun sosial media memang dapat membantu untuk melakukan promosi. Namun, pengunjung pastinya membutuhkan website agar dapat melihat informasi produk secara lebih detail. Selain itu, penggunaan website juga bersifat lebih bebas dibandingkan dengan media sosial yang memiliki banyak larangan dan ketentuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mendaftar program afiliasi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini merupakan bagian yang paling krusial dalam melakukan affiliate marketing. Karena sebagai affiliator, kamu wajib memahami produk yang akan dipromosikan secara detail. Agar program affiliate berhasil, pilihlah perusahaan yang konteks produknya kamu kuasai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat memilih perusahaan untuk melakukan affiliate, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Periode cookie<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: komisi dari afiliasi yang dilakukan akan didistribusikan melalui pelacakan cookie yang dikaitkan pada link afiliasi. Biasanya komisi yang didapat dari hasil promosi akan disimpan oleh cookie dari 1 hari atau 30 hari. Semakin lama durasi ini, semakin banyak pula waktu yang bisa digunakan untuk mendapatkan konversi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Struktur komisi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: perusahaan yang menjual layanan atau jasa biasanya memberikan pihak affiliator komisi setiap langganan dari customer diperbarui. Namun, terdapat beberapa perusahaan yang mengharuskan affiliator untuk menghasilkan total penjualan tertentu agar komisi yang didapat dapat dicairkan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Reputasi brand<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: reputasi dari perusahaan juga merupakan bagian yang penting saat akan melakukan afiliasi. Perusahaan yang memiliki reputasi yang kurang bagus atau terpercaya akan membuat kamu kesusahan dalam mendapatkan pelanggan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Dukungan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: dalam melakukan affiliate marketing, kamu harus melakukannya di perusahaan yang mendukung kegiatan ini. Perusahaan yang mendukung affiliate marketing biasanya akan memberikan aset produk berupa infografis, workshop, gambar, dan lain-lain.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3><b>4. Membuat konten yang menarik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konten yang digunakan untuk promosi tentunya harus menarik. Konten yang kamu buat dapat berupa tutorial penggunaan produk, review produk, informasi produk, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu dapat melakukan interaksi dengan pengunjung seperti membuka kolom komentar di konten yang dibuat. Sediakan juga ulasan-ulasan positif dari customer yang didapat sebelumnya. Kamu juga bisa membuat konten perbandingan produk dengan produk kompetitor untuk menunjukkan keunggulan dari produk yang kamu tawarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Memantau hasil campaign\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam melakukan affiliate marketing, pemantauan hasil kampanye sangat penting guna mengetahui hasil dari pemasaran yang dilakukan. Hasil yang dapat dipantau adalah hasil klik konten, konversi, jumlah traffic yang didapat, berapa kali dan durasi iklan dilihat, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengumpulkan data, kamu dapat memanfaatkan tools seperti Google Analytics dan Google Tag Manager. Data ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan optimasi dari promosi yang dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Tahu Cara Melakukan Affiliate Marketing?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Affiliate marketing merupakan program yang dapat dilakukan untuk mendapatkan penghasilan pasif secara digital. Sebagai affiliator, kamu tidak terikat oleh deadline ataupun jam kerja sehingga lebih fleksibel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena affiliate marketing sendiri bersifat freelance, kamu dapat menjadikan kegiatan ini sebagai pekerjaan sampingan. Jika total konversi yang didapat tinggi, maka komisi yang kamu dapatkan pun juga akan semakin besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, mulai lakukan program affiliate marketing di bisnismu! Semoga informasi dari artikel ini membantu ya!\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Affiliate marketing adalah strategi pemasaran berupa promosi atau jasa yang dilakukan oleh pihak ketiga. Pihak ketiga ini disebut sebagai affiliator dan berfungsi sebagai perpanjangan tangan untuk promosi produk sebuah bisnis.\u00a0\u00a0 Affiliator nantinya akan menerima komisi ketika ada pelanggan yang membeli produk melalui link afiliasi milik mereka. Affiliate marketing sendiri cukup populer, di mana sebanyak 59% [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[26],"class_list":["post-12904","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","tag-digital-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12904","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12904"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13496,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12904\/revisions\/13496"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}