{"id":12824,"date":"2025-05-02T12:11:07","date_gmt":"2025-05-02T05:11:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=12824"},"modified":"2025-07-29T12:29:40","modified_gmt":"2025-07-29T05:29:40","slug":"pentingnya-pemasaran-konvensional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/pentingnya-pemasaran-konvensional\/","title":{"rendered":"Memahami Pentingnya Pemasaran Konvensional dalam Dunia Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pebisnis, kamu wajib mengetahui pentingnya pemasaran konvensional dalam dunia bisnis. Pemasaran konvensional merupakan pemasaran yang lebih terpercaya karena sudah lama dikenal dan lebih kredibel menurut masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.holmen.com\/de\/paper\/einblicke\/paper-inspiration\/advertising-grows\/#:~:text=Consumers%20trust%20traditional%20advertising&amp;text=The%20most%20trusted%20advertising%20formats,from%20a%20U.S.%20consumer%20study.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Holmen<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bentuk pemasaran yang paling dipercaya adalah iklan cetak (82%), iklan televisi (80%), pengiriman brosur secara langsung (76%), dan iklan radio (71%).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data diatas menunjukkan bahwa pemasaran konvensional masih sangat penting dalam dunia bisnis. Ingin tahu lebih lanjut mengenai pentingnya pemasaran konvensional? Simak artikel ini sampai akhir!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Mengapa Pemasaran Konvensional Penting?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran digital memang mampu menjangkau audiens dengan lebih cepat dan spesifik dibandingkan dengan pemasaran konvensional, namun pemasaran tersebut hanya bekerja saat mereka menggunakan internet. Pemasaran digital berupa iklan juga bersifat mendorong dan terkadang muncul sekaligus dan menutupi layar sehingga mengganggu aktivitas pengguna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara pemasaran tradisional memberikan kemungkinan untuk menjangkau audiens di manapun mereka berada, pemasaran tradisional memanfaatkan lingkungan sekitar audiens sebagai media pemasarannya. Pemasaran konvensional juga dianggap lebih kredibel oleh kebanyakan customer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini memberikan perusahaan identitas yang baik dan terlihat lebih menarik di mata customer dan tentunya akan lebih dipercaya. Customer tentunya tidak akan ragu untuk melakukan transaksi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Manfaat Pemasaran Konvensional\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional memberikan berbagai manfaat yang mampu menunjang keberlangsungan bisnis. Berikut manfaat pemasaran konvensional beserta penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Memberikan kesan baik saat berinteraksi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Interaksi yang dilakukan di pemasaran digital hanya berupa chat antar satu sama lain. Sementara pemasaran konvensional memberlakukan interaksi secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">face-to-face<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> langsung dengan customer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya saat membagikan brosur, sampel, atau melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">door-to-door sales<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu harus bersikap dan menjawab pertanyaan pengunjung dengan ramah dan sopan. Gestur kecil ini nantinya dapat membangun kesan yang baik untuk perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Promosi secara langsung yang menarik\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kualitas atau grafik dari konten digital bergantung penuh pada kondisi internet dari customer. Jika kondisi internet kurang bagus, maka kualitas dan grafik dari konten dapat menurun drastis. Sementara pemasaran tradisional mengandalkan kualitas bahan iklan seperti brosur atau banner untuk menarik perhatian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional harus menggunakan warna dan ilustrasi yang menarik dan relevan agar diminati oleh customer. Untuk penyebaran brosur atau banner, kamu dapat memanfaatkan bazaar atau pusat perbelanjaan\/mall yang ramai pengunjung.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Membangun relasi dengan cepat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keuntungan dari pemasaran konvensional adalah kecepatannya dalam membangun relasi. Karena setiap harinya kamu akan bertemu dengan orang baru yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda seperti influencer, artis, klien perusahaan lain yang tertarik, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersama orang-orang tersebut kamu dapat berbincang mengenai produk, pengalaman kamu, tips berbisnis, atau sekadar berbincang saja. Nantinya kamu dapat bertukar kontak jika mereka tertarik dengan produk yang kamu tawarkan dan ingin membahas secara lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Memberikan kesan yang kuat\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, pemasaran konvensional memberikan kesan yang kuat terhadap kondisi suatu perusahaan. Perusahaan yang menggunakan pemasaran konvensional dianggap kuat dan besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini membuat customer lebih mempercayai perusahaan tersebut dan tentunya membangun image perusahaan di mata umum.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Mengurangi ketergantungan teknologi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maraknya penggunaan teknologi membuat banyak masyarakat yang mengalami ketergantungan teknologi. Masyarakat menjadi sulit untuk berpisah dari smartphone mereka dan perlahan-lahan menjadi adiksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan konvensional membantu masyarakat untuk menghentikan aktivitas bermain smartphonenya secara sejenak. Terutama jika iklan yang kamu lakukan menarik dan interaktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sudah Tahu Pentingnya Pemasaran Konvensional?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional sama pentingnya dengan pemasaran digital. Untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis, kamu dapat menggunakan pemasaran baik itu digital maupun konvensional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran digital memang sedang ramai digunakan saat ini, namun pemasaran konvensional mampu menjangkau audiens dengan cara yang tidak bisa dilakukan pemasaran digital.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah membaca artikel ini, semoga kamu mampu memahami pentingnya pemasaran konvensional dan manfaatnya untuk bisnis. Sekian artikel kali ini, sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya! <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pebisnis, kamu wajib mengetahui pentingnya pemasaran konvensional dalam dunia bisnis. Pemasaran konvensional merupakan pemasaran yang lebih terpercaya karena sudah lama dikenal dan lebih kredibel menurut masyarakat.\u00a0 Menurut Holmen, bentuk pemasaran yang paling dipercaya adalah iklan cetak (82%), iklan televisi (80%), pengiriman brosur secara langsung (76%), dan iklan radio (71%).\u00a0 Data diatas menunjukkan bahwa pemasaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[27,31],"class_list":["post-12824","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-conventional-marketing","tag-conventional-marketing","tag-featured-conventional-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12824"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12824\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13508,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12824\/revisions\/13508"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12824"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12824"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}