{"id":12819,"date":"2025-05-02T12:08:03","date_gmt":"2025-05-02T05:08:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/?p=12819"},"modified":"2025-07-29T12:30:15","modified_gmt":"2025-07-29T05:30:15","slug":"pemasaran-konvensional-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/pemasaran-konvensional-adalah\/","title":{"rendered":"Mengenal Pemasaran Konvensional: Metode dan Ciri-cirinya"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah salah satu tipe pemasaran yang sudah dikenali oleh banyak orang. Setiap keluar rumah, pasti kamu akan melihat brosur atau billboard yang terpampang dimana-mana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan billboard, pamflet, brosur, atau iklan di televisi sendiri semakin banyak setiap tahunnya. Menurut Harvard Business Review Study, penggunaan pemasaran konvensional sedang meningkat dan mengalami kenaikan sebanyak <\/span><a href=\"https:\/\/hbr.org\/2022\/04\/why-marketers-are-returning-to-traditional-advertising\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">11.7%<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini membuktikan bahwa pemasaran konvensional masih bersifat relevan dan memiliki dampak yang besar seperti digital marketing. Tertarik menggunakan pemasaran konvensional? Yuk, simak artikel ini sampai akhir!\u00a0<\/span><\/p>\n\n<h2><b>Apa Itu Pemasaran Konvensional?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional adalah strategi pemasaran yang menggunakan cara-cara\u00a0 pemasaran tradisional untuk mempromosikan suatu produk atau layanan jasa. Berbeda dengan pemasaran digital yang memanfaatkan media digital, pemasaran konvensional tidak menggunakan media digital sama sekali dalam prosesnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional bisa dikatakan lebih familiar di telinga para pebisnis lama karena penggunaannya yang sudah berjalan sejak <\/span><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/figure\/Early-Development-of-Supermarket-in-Indonesia-1968-97_fig1_248708443\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">1977<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Pemasaran konvensional sendiri terdiri dari berbagai metode atau jenis yang akan dibahas di penjelasan selanjutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Metode Pemasaran Konvensional\u00a0<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Door-to-door sales\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Door-to-door sales adalah metode pemasaran secara langsung yaitu dengan berkeliling dan mendatangi customer secara langsung. Metode ini biasa dilakukan oleh salesman sebuah perusahaan yang akan secara berkala mendatangi rumah-rumah penduduk dan menunjukkan produk perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini dianggap cukup efektif untuk jenis produk yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari seperti peralatan memasak, produk makanan dan minuman, produk perawatan rumah, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Billboard\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Billboard adalah metode pemasaran yang menggunakan papan reklame untuk menampilkan iklan suatu produk atau layanan jasa. Billboard dapat ditemukan di sepanjang jalan atau di lokasi yang ramai dikunjungi oleh pengunjung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isi dari billboard merupakan kata-kata singkat dan dipenuhi oleh gambar dan visual yang menarik. Metode ini masih sering dilakukan sampai saat ini karena dianggap efektif dan mampu menarik perhatian customer atau pengemudi yang melewatinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Handout\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Handout adalah metode pemasaran dimana brosur, pamflet, atau selebaran yang mempromosikan sebuah event, produk, atau bisnis akan dibagikan kepada customer. Kamu pastinya pernah diberikan selebaran yang dibagikan oleh karyawan produk di supermarket atau bisnis yang launching produk baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode ini dilakukan untuk menarik perhatian customer secara langsung lewat brosur yang dibagikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Mengirim brosur\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode pemasaran ini biasanya digunakan untuk menargetkan penduduk lokal di area bisnis secara langsung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pastinya sering mendapatkan brosur yang digantung di pagar rumah begitu saja. Brosur tersebut adalah bukti bahwa bisnis tersebut telah menargetkan kamu sebagai calon customer mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Iklan cetak\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan cetak adalah metode pemasaran dimana perusahaan memasang iklan di media cetak seperti majalah, koran, surat kabar, atau tabloid. Tujuan dari pemasangan iklan cetak adalah untuk meningkatkan brand awareness dari produk atau jasa yang ditawarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Iklan televisi\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, iklan televisi adalah metode pemasaran yang menggunakan televisi untuk menampilkan iklan mengenai produk atau jasa milik perusahaan. Iklan di televisi biasa direkam dengan menarik agar penonton tertarik untuk menonton atau membeli produk tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan televisi sendiri sudah digunakan sejak awal televisi diciptakan, namun kekurangan dari iklan ini adalah membutuhkan biaya yang cukup besar untuk mendapatkan slot tayang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Iklan radio\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iklan radio adalah metode pemasaran yang menggunakan radio sebagai platform promosinya. Iklan di radio merupakan salah satu iklan berbasis audio, dimana hanya suara penjelasan tentang produk saja yang akan terdengar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>8. Offline event marketing<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara lain untuk pemasaran konvensional adalah dengan mengikuti event dan membuka stand atau mengikuti seminar produk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu dapat memberikan tester produk di stand pameran untuk menarik perhatian customer. Dalam mengikuti seminar, bisnis kamu akan lebih dikenal oleh investor lain yang mungkin tertarik akan bisnis yang kamu lakukan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ciri-ciri pemasaran konvensional\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa saja ciri-ciri yang mengklasifikasikan sebuah metode pemasaran sebagai pemasaran konvensional dan membedakannya dari metode pemasaran lain? Berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menggunakan media tradisional\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri utama dari pemasaran konvensional adalah penggunaan media tradisional (non-internet) dalam pemasarannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Media tradisional yang dapat digunakan adalah brosur, media cetak, radio, televisi, billboard, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Jangkauan pemasaran yang luas\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan customer baru yang variatif dan beragam. Dikarenakan pemasaran konvensional dapat dilihat oleh siapa saja dan audiens yang tertarik dapat melakukan transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Dapat digunakan berulang-ulang\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak perusahaan yang seringkali menggunakan ulang iklan televisi, billboard, brosur, dan lainnya. Tujuannya adalah untuk menghemat biaya untuk pembuatan iklan dan promosi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi jika perusahaan ingin melakukan promosi jangka panjang dan memfokuskan promosi pada satu produk saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Menunjukkan kredibilitas perusahaan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tujuan digunakannya pemasaran konvensional adalah untuk menunjukkan kredibilitas perusahaan. Konsumen berpikir bahwa perusahaan yang menggunakan pemasaran dengan billboard, brosur, atau iklan di televisi dan radio sebagai perusahaan yang hebat dan besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pemasaran konvensional sendiri tidaklah murah sehingga penggunaannya mampu meningkatkan kredibilitas brand di mata masyarakat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Berfokus pada branding\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri dari pemasaran konvensional adalah berfokus pada branding dari perusahaan. Iklan yang digunakan sudah terstruktur atau terorganisir sedemikian rupa untuk membangun image perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun harga produk meningkat di pasaran, konsumen akan tetap membelinya karena pengaruh branding perusahaan yang kuat.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Menggunakan pesan tunggal\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional selalu menggunakan pesan yang singkat dan mudah dipahami di setiap iklannya. Terkadang iklan menggunakan slogan dari perusahaan atau brand untuk memperkuat branding.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bertujuan agar semua orang memahami dan melihat makna iklan dari sudut pandang yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelemahan Pemasaran Konvensional\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layaknya metode pemasaran lainnya, pemasaran konvensional juga memiliki kelemahan dalam penggunaannya. Berikut adalah kelemahan pemasaran konvensional beserta penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menggunakan biaya yang besar\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kelemahan dari pemasaran konvensional adalah biaya yang dibutuhkan cukup besar. Maka dari itu, iklan pemasaran konvensional digunakan berulang-ulang karena biaya pembuatannya yang tidak sedikit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain biaya pembuatan iklan, kamu juga harus membayar biaya pemasangan iklan untuk iklan di platform televisi, radio, billboard, dan sebagainya. Biaya pemasangan ini pun juga tidak murah karena harus bersaing dengan brand lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Susah untuk diukur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KPI (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Key Performance Indicator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah metrik yang berfungsi untuk mengukur keterlibatan audiens terhadap iklan. Metrik ini lebih mudah digunakan untuk iklan digital tapi tidak dengan iklan konvensional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikarenakan perusahaan tidak dapat mengukur keterlibatan audiens dengan iklan konvensional karena tidak ada bukti yang konkrit untuk data tersebut. Data yang digunakan untuk mengukur keefektifan iklan biasanya adalah jumlah customer yang melakukan transaksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Sulit mengikuti tren\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tren di sosial media terus berganti setiap bulannya dan terkadang tren tersebut tidak bertahan lama. Tren tersebut mungkin mudah untuk diikuti digital marketing, namun pemasaran konvensional tidak dapat mengubah iklan mereka dengan cepat karena memakan biaya yang cukup banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah konsisten terhadap satu iklan yang relevan dan menggunakannya dalam jangka waktu yang lama.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Kurang interaksi dengan pelanggan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan iklan digital dimana perusahaan dapat melakukan interaksi dengan customer, pemasaran konvensional tidak memungkinkan perusahaan untuk berbincang dengan customer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reaksi dari audiens yang melihat iklan pun juga tidak diketahui oleh perusahaan. Selain itu, pembagian brosur oleh salesman terkadang dihindari oleh customer dan tidak ada interaksi yang dilakukan saat mengambil brosur tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tertarik Menggunakan Pemasaran Konvensional?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemasaran konvensional adalah metode pemasaran yang harus dilakukan dengan hati-hati. Karena kesalahan dalam penggunaannya dapat menyebabkan pengeluaran biaya yang cukup besar dan hasil yang tidak efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi pemasaran konvensional lebih familiar di kalangan masyarakat terutama mereka yang jarang menggunakan internet. Ada baiknya jika kamu menggunakan pemasaran konvensional dan juga digital untuk mengetahui mana yang paling efektif.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian artikel ini, semoga membantu ya! <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemasaran konvensional adalah salah satu tipe pemasaran yang sudah dikenali oleh banyak orang. Setiap keluar rumah, pasti kamu akan melihat brosur atau billboard yang terpampang dimana-mana.\u00a0 Penggunaan billboard, pamflet, brosur, atau iklan di televisi sendiri semakin banyak setiap tahunnya. Menurut Harvard Business Review Study, penggunaan pemasaran konvensional sedang meningkat dan mengalami kenaikan sebanyak 11.7%.\u00a0\u00a0 Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[27,31],"class_list":["post-12819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-conventional-marketing","tag-conventional-marketing","tag-featured-conventional-marketing"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12819"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13509,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12819\/revisions\/13509"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewatalks.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}