Pitch deck adalah cara bagi para pebisnis untuk menarik perhatian dari para investor agar mendapatkan dukungan finansial. Sebagai pebisnis, tentunya kamu membutuhkan bantuan dan dukungan dari investor agar bisnis kamu dapat berjalan dengan lancar.
Berdasarkan data SketchBubble, dari ribuan startup hanya 1% saja yang berhasil mendapatkan dukungan investor. Hal ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, pitch deck memiliki banyak saingan dan kemungkinan berhasil yang cukup kecil.
Tetapi jangan khawatir, karena artikel ini akan menjelaskan apa itu pitch deck serta tips dan contoh pembuatannya. Simak sampai akhir ya!
Apa Itu Pitch Deck?
Pitch deck adalah sebuah presentasi berisi gambaran singkat dari produk atau bisnis yang ingin kamu jalankan. Pitch deck biasanya berisi gambaran umum dari sebuah bisnis yang akan dirintis dan akan dipersembahkan kepada para investor. Selain bisnis startup, pitch deck juga digunakan oleh UMKM atau karyawan perusahaan untuk menjelaskan sebuah ide bisnis.
Dalam membuat pitch deck, terdapat beberapa tools yang dapat kamu gunakan seperti Prezi, PowerPoint, dan KeyNote. Pitch deck sendiri memiliki kemiripan dengan presentasi pada umumnya dan mudah untuk dilakukan. Akan tetapi hal yang harus diperhatikan dari pitch deck adalah informasi dan daya tarik antara satu slide dengan slide lainnya.
Elemen Wajib dalam Pitch Deck
Terdapat beberapa elemen yang harus ada saat membuat pitch deck. Berikut adalah elemen wajib tersebut, yaitu:
- Judul.
- Latar belakang berisi permasalahan dari bisnis.
- Nilai jual dari bisnis.
- Permintaan pasar terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
- Model bisnis yang akan dijalankan.
- Rencana atau strategi marketing bisnis.
- Analisis kompetitor bisnis.
- Manajemen tim.
- Perkiraan kondisi finansial bisnis.
- Gambaran mengenai keadaan bisnis setelah mendapatkan pendanaan dari investor.
Semua elemen ini harus ada dalam presentasi pitch deck yang kamu gunakan nantinya. Jika salah satu dari 10 elemen ini tidak dapat dijawab atau diberi solusi, maka pengajuan yang dilakukan pastinya akan menghadapi penolakan.
Manfaat Pitch Deck
Dalam dunia bisnis, penggunaan pitch deck tentunya memang terbilang cukup singkat. Namun manfaat yang diberikan dapat bertahan lama dan menciptakan perubahan besar yang sangat signifikan. Berikut beberapa manfaat dari pitch deck, di antaranya:
1. Memperkuat branding
Pitch deck memang terkenal sebagai metode untuk menarik perhatian investor untuk mendukung sebuah bisnis startup. Akan tetapi, pitch deck juga dapat digunakan oleh sebuah perusahaan untuk memperkenalkan bisnisnya ke audiens di pertemuan atau summit bisnis.
Tindakan ini nantinya dapat memperkuat branding dari bisnis terutama jika mayoritas audiens adalah pebisnis atau investor terkemuka. Hal ini menjadikan pitch deck sebagai metode yang fleksibel baik untuk perusahaan startup maupun yang sudah berjalan.
2. Menarik minat audiens
Presentasi dari pitch deck yang menarik dan memiliki poin yang kuat tentunya akan menarik perhatian dari audiens terutama para investor. Terlebih lagi jika pitch deck memiliki visual dan penyampaiannya dilakukan secara kreatif. Hal ini tentunya akan menarik perhatian para audiens untuk mengetahui lebih dalam mengenai bisnis yang kamu jalankan.
3. Alat komunikasi yang efisien
Dalam melakukan presentasi, tentunya audiens akan lebih paham jika disajikan dengan visual dibandingkan hanya berbicara seorang diri di atas panggung. Nantinya audiens akan lebih memahami poin-poin yang ingin kamu sampaikan. Usahakan pitch deck tidak hanya berupa tulisan yang panjang dan memiliki minim visual.
4. Meningkatkan modal bisnis
Sesuai dengan fungsi utamanya, pitch deck digunakan untuk mendorong investor untuk mendukung bisnis yang dipresentasikan tersebut. Jika pitch deck yang disampaikan menarik maka kemungkinan investor memberikan dukungan kepada bisnis juga tidak sedikit. Hal ini tentunya akan meningkatkan model bisnis yang di mana dapat digunakan untuk mendukung perkembangan bisnis.
Tips Membuat Pitch Deck
Dalam membuat pitch deck, terdapat beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu meningkatkan keberhasilan dari pitch deck. Berikut adalah tipsnya:
1. Menggunakan aturan 10/20/30
Aturan 10/20/30 adalah aturan yang dibuat oleh Guy Kawasaki. Menurutnya, sebuah pitch deck tidak boleh memiliki total lebih dari 10 slide, waktu presentasi tidak boleh melewati 20 menit, dan ukuran font yang digunakan tidak boleh lebih rendah dari 30.
2. Berikan contoh produk
Contoh produk adalah hal yang dapat membantu kamu dalam menarik dukungan dari para investor. Pastikan kamu menunjukkan contoh dari produk dan menjelaskannya secara detail dan menjelaskan kegunaan juga solusi yang diberikan dari produk.
3. Berikan informasi potensi pasar
Yakinkan para investor mengenai potensi pasar dari bisnis yang akan kamu jalankan tersebut. Jelaskan tentang potensi konsumen yang sekiranya membutuhkan produk yang akan kamu jual.
4. Jelaskan keunggulan bisnis dari kompetitor
Dalam menjalankan bisnis, kehadiran kompetitor sudah menjadi hal yang lumrah. Pada presentasi tersebut, kamu harus menjelaskan siapa kompetitor bisnis dan kelebihan yang bisnis kamu tawarkan.
5. Jelaskan risiko bisnis
Dalam menjalankan bisnis tentunya ada risiko yang harus dihadapi. Alih-alih menutupi risiko tersebut saat melakukan presentasi, kamu dapat menjelaskan risiko tersebut beserta solusi yang dapat dilakukan.
6. Informasi mengenai poin utama harus jelas
Dalam menjalankan bisnis tentunya ada poin-poin utama yang berfungsi sebagai kerangka bisnis tersebut. Poin tersebut antara lain keuangan, sistem teknis, strategi pemasaran, tim manajemen, kompetitor, dan lain sebagainya. Poin-poin ini harus mampu kamu jelaskan secara mendalam dan detail untuk menunjukkan bahwa bisnis kamu telah tersusun dengan rapi.
7. Tambahkan elemen grafis
Presentasi yang berisi tulisan panjang dan poin-poin saja tentunya tidak akan terlihat menarik di mata audiens. Kamu dapat menambahkan visual yang berhubungan dengan konteks pembahasan agar lebih menarik dan tidak membosankan.
8. Percaya diri
Meskipun kamu telah menyusun semua poin dengan jelas dan memberikan solusi yang mumpuni, semua itu tidak akan berarti jika kamu tidak percaya diri saat menyampaikannya. Investor yang melihat kamu terbata-bata atau grogi dalam menyampaikan presentasi akan menganggap bisnis kamu tidak layak untuk didukung.
Melainkan jika kamu percaya diri, investor akan menunjukkan ketertarikan dan memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mendukung bisnis kamu.
Contoh Pitch Deck
Untuk membantu kamu agar lebih paham mengenai pitch deck, berikut contoh dari pitch deck simple yang dapat kamu jadikan acuan:

Sudah Tahu Apa Itu Pitch Deck?
Pitch deck adalah sebuah presentasi singkat yang berisi informasi atau gambaran umum mengenai sebuah bisnis yang digunakan untuk menarik perhatian investor untuk memberikan bantuan dana. Selain itu, pitch deck juga digunakan oleh perusahaan untuk memperkenalkan bisnis mereka ke publik.
Jika kamu membutuhkan bantuan dana dari investor, kamu dapat membuat pitch deck yang menarik dan informatif untuk meningkatkan kemungkinan bisnis dalam mendapatkan bantuan. Pembuatan pitch deck juga mudah dan terdapat banyak tools yang dapat membantu kamu.
Demikian artikel mengenai pitch deck ini. Semoga informasinya bermanfaat dan dapat membantu bisnis kamu ya! Sukses selalu!
