6 Perbedaan Dasar B2B dan B2C yang Wajib Kamu Ketahui

B2B dan B2C merupakan kedua hal yang berbeda mulai dari target bisnis hingga cara beroperasinya. Sebagai pebisnis, kamu wajib mengetahui perbedaan antara kedua istilah tersebut. Artikel ini akan menjelaskan mengenai 6 perbedaan dasar yang wajib kamu ketahui dan pahami.

Tanggal

August 20, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Kategori

Share Blog

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengenai apa perbedaan B2B dan B2C? Kedua bisnis ini memiliki perbedaan mulai dari target pasar hingga strategi marketingnya. Perbedaan tersebut dibuat jelas sesuai dengan nama model bisnis tersebut yaitu business-to-business dan business-to-customer

Tertarik untuk mengetahui perbedaan B2B dan B2C secara lebih dalam? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui perbedaan tersebut! 

Perbedaan Antara B2B dan B2C 

Berikut adalah beberapa perbedaan yang paling mendasar dari model bisnis B2B dan B2C, di antaranya: 

1. Tujuan bisnis 

Tujuan dari bisnis B2B dan B2C tentunya sangat berbeda. Bisnis B2B memiliki tujuan dalam membangun reputasi merek dan hubungan jangka panjang dengan audiensnya. Dengan tercapainya tujuan tersebut, bisnis B2C dapat mencapai kesuksesannya dan otoritasnya sebagai supplier. 

Sedangkan tujuan bisnis B2C adalah meningkatkan pendapatan, kepuasan pelanggan, dan membangun loyalitas pelanggan. Semakin banyak pelanggan yang dimiliki oleh B2C, semakin sukses dan kuat pula otoritas yang dimilikinya. 

2. Hubungan dengan target konsumen

B2B cenderung membangun hubungan yang personal dengan konsumennya. Tujuannya adalah agar kontrak kerja dapat diperpanjang, sehingga strategi pendekatan yang dilakukan pun juga bersifat profesional. Selain itu, target konsumen bisnis B2B adalah sebuah perusahaan besar yang membutuhkan supplier agar kegiatan bisnisnya dapat tetap berjalan. Hal ini tentunya membuat hubungan antar bisnis tersebut berfokus dalam pekerjaan profesional. 

Sedangkan target bisnis B2C adalah konsumen sehari-hari atau konsumen yang sesuai dengan niche produk yang dijual tersebut. Hal ini menjadikan hubungan dengan konsumen tidak terlalu terbangun, karena bersifat satu kali transaksi selesai. Akan tetapi, loyalitas dari pelanggan dapat dibangun terutama jika produk yang dijual memuaskan. 

3. Daya beli konsumen

Target pasar dari B2B adalah sebuah perusahaan berbagai skala, sementara target dari B2C hanyalah individu perorangan. Daya beli keduanya tentu berbeda jauh dengan nilai transaksi yang berbeda juga.

Konsumen dari B2B tidak ragu untuk mengeluarkan biaya yang besar selama produk yang mereka butuhkan tersedia. Hal ini juga didukung oleh target konsumen B2B yang di mana mayoritas adalah perusahaan besar yang penghasilannya stabil.

Sedangkan bisnis B2C harus memikirkan kemampuan daya beli dari konsumen mereka. Dikarenakan konsumen dari B2C bergantung pada situasi ekonomi, penghasilan, dan kebutuhan dari konsumennya.

Maka dari itu, bisnis B2C selalu menyediakan program diskon, bundling, hingga cicilan per bulan untuk menarik perhatian dan mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. 

4. Pengambilan keputusan

Dalam bisnis B2B, pengambilan keputusan harus disesuaikan dengan pendapat dari semua departemen perusahaan. Dikarenakan keputusan yang diambil akan memberikan pengaruh yang besar terhadap kondisi dari perusahaan tersebut.

Maka dari itu, bisnis B2B akan melakukan rapat besar besaran untuk mengambil keputusan yang akan menguntungkan perusahaan. 

Sedangkan pengambilan keputusan di bisnis B2C bergantung pada saran atau kritik konsumen, keadaan finansial, kebutuhan bisnis, atau bahkan keinginan dari pemilik bisnis itu sendiri. Jadi, pengambilan keputusan hanya bergantung pada tangan pemilik dan tidak membutuhkan diskusi lanjut dengan karyawannya. 

5. Strategi marketing

Hal yang membedakan strategi marketing dari kedua model bisnis ini adalah bisnis B2C bersifat kasual, sedangkan bisnis B2B bersifat profesional. Perbedaan ini tentunya membuat konten atau cara bisnis berkomunikasi dalam pemasarannya berbeda. 

Bisnis B2B harus menggunakan kata kata dan pendekatan yang profesional, seperti webinar, studi kasus, mengikuti event atau pameran, dan lain sebagainya. Sedangkan bisnis B2C dapat melakukan kegiatan seperti promosi musiman, melakukan kegiatan yang sedang tren, endorse influencer, dan lain sebagainya. 

6. Persaingan bisnis

Persaingan dalam bisnis B2B cukup rendah karena tidak banyak pebisnis yang memiliki modal atau keberanian yang cukup untuk memasuki ranah bisnis tersebut. Selain itu, perusahaan dalam bisnis B2B adalah perusahaan lama yang memiliki reputasi dan koneksi yang kuat sehingga cukup sulit bagi perusahaan baru untuk bersaing.

Sedangkan bisnis B2C merupakan ranah bisnis yang paling umum dan diminati oleh para pebisnis profesional maupun pebisnis baru. Hal ini menjadikan persaingan antara bisnis B2C menjadi lebih tinggi dan cukup ketat.

Tabel Perbandingan B2B dan B2C 

No

Perbedaan B2B

B2C

1 Tujuan  Membangun reputasi merek dan hubungan jangka panjang dengan audiensnya. Meningkatkan pendapatan, kepuasan pelanggan, dan membangun loyalitas pelanggan. 
2 Hubungan  Personal dan professional guna memperpanjang kontrak kerja.  Tidak ada hubungan dan bergantung pada loyalitas. 
3 Daya beli Daya beli tinggi karena targetnya adalah sesama perusahaan.  Daya beli rendah dan dapat berubah seiring berjalannya ekonomi. 
4 Keputusan Bergantung pada keputusan seluruh divisi perusahaan.  Bergantung pada saran, kritik, keadaan finansial, kebutuhan bisnis, hingga preferensi konsumen. 
5 Strategi Menggunakan pendekatan yang formal dan professional. Menggunakan pendekatan dan gaya bahasa yang kasual.
6 Kompetitor Mayoritas perusahaan lama dan persaingan relatif rendah.  Selalu bermunculan setiap saatnya sehingga lebih ketat. 

Sudah Paham Perbedaan dari B2B dan B2C? 

Bagaimana? Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah paham akan perbedaan dasar dari bisnis B2B dan B2C? Kedua bisnis ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok mulai dari target pasar, tujuan bisnis, hingga strategi marketingnya.

B2B lebih berfokus pada hubungan dan relasi dari bisnis mereka, sedangkan B2C lebih berfokus pada kepuasan pelanggan dan bergantung penuh pada pelanggannya.

Jika kamu tertarik untuk melakukan salah satu jenis bisnis di atas, pastikan kamu memilih jenis bisnis yang siap untuk kamu jalankan. Demikian artikel mengenai perbedaan dari B2B dan B2C berikut. Semoga informasi di atas dapat membantu kamu ya! Sukses selalu! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Business Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Pentingnya Belajar Bisnis dan Tipsnya untuk Pemula
Bagi sebagian orang, belajar bisnis mungkin bukanlah hal yang menarik untuk dilakukan. Belajar bisnis...
cover-blog-dewatalks
35+ Istilah dalam Bisnis yang Harus Kamu Ketahui Sebagai Pebisnis
Sebagai seorang pebisnis, terdapat beberapa istilah dalam bisnis yang harus kamu ketahui dan pahami....
cover-blog-dewatalks
Apa Itu Bisnis: Definisi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya
Bisnis adalah kegiatan yang menawarkan produk atau layanan jasa terhadap konsumen untuk mendapatkan profit....