7 Jenis Model e-Commerce yang Perlu Kamu Ketahui

BPS menyatakan bahwa jumlah pengguna e-commerce mencapai 3,82 juta orang dan tersebar hingga ke 38 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini menjadikan e-commerce sebagai salah satu jenis bisnis yang paling digemari rakyat Indonesia. Artikel ini akan membahas 7 model e-commerce yang bisa kamu jadikan pilihan bisnis.

Tanggal

August 19, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Kategori

Share Blog

Ada beragam model bisnis e-commerce yang penting untuk diketahui, seperti B2B, B2C, C2C, dan masih banyak lagi. Mengetahui model ini dapat membantu para pelaku bisnis menentukan skema marketing sesuai target pasar mereka di tengah masifnya penggunaan e-commerce.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, mencatat bahwa jumlah pengguna e-commerce mencapai 3,82 juta orang dan tersebar hingga ke 38 provinsi di seluruh Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa e-commerce telah mengalami kenaikan dari tahun tahun sebelumnya dan akan terus meningkat. 

Kenaikan ini tentunya didukung dengan variasi dan fleksibilitas model bisnis e-commerce. Tertarik mengetahui model bisnis tersebut? Simak artikel ini sampai akhir! 

7 Jenis Model e-Commerce 

Model e-commerce terbagi menjadi 7 jenis yaitu B2B, B2C, C2C, C2B, B2A, C2A, dan O2O. Berikut penjelasan mengenai 7 model tersebut beserta contohnya, yaitu: 

1. B2B (business-to-business)

B2B adalah transaksi digital maupun offline antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Transaksi ini biasanya dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi perusahaan tetapi untuk mendukung sistem operasional dari perusahaan. 

Produk atau layanan yang dijual dalam model bisnis ini bersifat besar dan nilai transaksi juga lebih tinggi. Lewat transaksi ini dua perusahaan dapat membangun koneksi jangka panjang dan menjadi klien penting. 

Contoh dari B2B adalah supplier kain menjual kainnya ke pabrik baju, perusahaan manufaktur menjual mesin ke pabrik, e-commerce menjual produk grosir ke distributor, dan lain sebagainya. 

2. B2C (business-to-customer

B2C adalah transaksi antara perusahaan atau bisnis dengan pelanggan secara langsung tanpa adanya perantara. Model bisnis ini merupakan model yang paling umum dan dapat dilihat pada kegiatan sehari-hari. Jumlah barang yang dibeli di model ini memang sedikit tetapi jumlah konsumen lebih banyak. 

Dibandingkan toko offline, e-commerce lebih menyediakan informasi detail mengenai produk, diskon, dan juga lebih hemat waktu dan tenaga. Hal ini menjadikan model bisnis ini cukup digemari di kalangan muda hingga dewasa. 

Contoh dari bisnis B2C adalah Lazada, Amazon, Ebay, dan lain sebagainya. 

3. C2C (customer-to-customer

C2C adalah model transaksi di mana konsumen (individu) menjual produk atau jasa secara langsung kepada konsumen lainnya. Jenis transaksi yang dilakukan biasanya adalah jual beli produk second yang masih layak pakai. 

Dalam model bisnis ini, pelanggan yang ingin menjual produk lamanya akan memposting produk tersebut di marketplace dan pelanggan lain yang tertarik akan membelinya. Harga yang dipasang juga biasanya cenderung lebih murah daripada harga aslinya. 

Platform marketplace yang biasa digunakan akan platform marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lain sebagainya. 

4. C2B (customer-to-business

C2B adalah transaksi jual beli produk atau jasa antara konsumen (individu) dengan sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam model bisnis ini, seorang individu akan menawarkan jasa atau produknya kepada perusahaan yang membutuhkan. 

Jenis bisnis ini bersifat freelance, di mana seorang customer dapat melakukan pekerjaan dari berbagai bisnis sekaligus. Contoh dari C2B adalah freelance design, freelance writer, freelance IT professional, dan lain sebagainya. 

5. B2A (business-to-administration

B2A adalah kegiatan bisnis antara sebuah perusahaan dengan lembaga pemerintahan. Perusahaan akan menyediakan barang, jasa, atau layanan digital sesuai dengan kebutuhan lembaga pemerintahan. 

Transaksi ini bersifat formal dan menggunakan dokumen administratif yang lengkap dan mengikat. Tujuannya adalah rahasia dari pemerintahan tidak disebarkan oleh perusahaan tersebut. 

Contoh dari B2A adalah layanan software pajak, bisnis layanan keamanan cyber, penjualan peralatan elektronik, dan lain sebagainya.

6. C2A (customer-to-administration

C2A adalah transaksi antara customer dengan lembaga pemerintahan. Transaksi ini biasanya memanfaatkan platform digital agar customer dapat mengakses, membayar, atau berinteraksi dengan lembaga pemerintahan. 

Jenis transaksi ini bersifat administratif dan dilakukan lewat situs milik lembaga pemerintahan. Transaksi ini juga bersifat pribadi karena menyangkut data pribadi yang penting dan krusial. 

Contoh dari C2A adalah membayar pajak kepada pemerintah menggunakan platform online, pengajuan permohonan BPOM secara online, pengajuan bantuan dukungan dana UMKM, dan lain sebagainya. 

7. O2O (online-to-offline

O2O adalah model bisnis yang menggabungkan online dan offline. Dalam model ini, customer dapat melakukan pembelian produk atau jasa secara online, namun produk atau jasa tersebut harus diambil secara offline atau sebaliknya. 

Tujuan dari model bisnis ini adalah mengundang pelanggan untuk mengunjungi toko fisik dengan menggabungkan teknologi digital kedalam transaksinya. Sistem pembayaran model ini menggunakan QR code, reservasi kemudian bayar di tempat, dan pembayaran digital (OVO, Gopay, bank online, dll). 

Contoh dari O2O adalah GoFood, reservasi hotel online, MAPCLUB, Uniqlo Apps, dan lain sebagainya. 

Sudah Paham Tentang Model Bisnis di Atas? 

Setelah membaca artikel di atas, tentunya kamu sudah semakin paham setiap jenis model bisnis e-commerce beserta contohnya. E-commerce merupakan salah satu model bisnis yang fleksibel karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Hal ini mendorong para pebisnis untuk menggunakan e-commerce dalam strategi pemasaran mereka. 

Jika kamu adalah seorang pebisnis, informasi di atas dapat membantu kamu dalam memahami model bisnis dalam e-commerce. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat ya! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Business Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Pentingnya Belajar Bisnis dan Tipsnya untuk Pemula
Bagi sebagian orang, belajar bisnis mungkin bukanlah hal yang menarik untuk dilakukan. Belajar bisnis...
cover-blog-dewatalks
35+ Istilah dalam Bisnis yang Harus Kamu Ketahui Sebagai Pebisnis
Sebagai seorang pebisnis, terdapat beberapa istilah dalam bisnis yang harus kamu ketahui dan pahami....
cover-blog-dewatalks
Apa Itu Bisnis: Definisi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya
Bisnis adalah kegiatan yang menawarkan produk atau layanan jasa terhadap konsumen untuk mendapatkan profit....