Terdapat beberapa istilah dalam email marketing yang mungkin jarang diketahui oleh banyak orang. Padahal email marketing merupakan salah satu metode pemasaran yang cukup efektif dalam meningkatkan konversi bisnis.
Pernyataan ini didukung dengan persentase pendapatan email marketing yang tumbuh mencapai 20%-30% setiap tahunnya. Data ini membuktikan email marketing sebagai salah satu metode pemasaran yang efektif.
Jika kamu tertarik untuk melakukan email marketing, kamu harus mengetahui istilah-istilah yang digunakan terlebih dahulu. Maka dari itu, simak artikel ini sampai akhir!
Istilah Penting Dalam Email Marketing
Berikut adalah daftar istilah penting dalam email marketing yang wajib kamu ketahui sebagai pebisnis, di antaranya:
1. Automation
Automation adalah otomatisasi pengiriman email menggunakan software tertentu. Tujuan dari otomatisasi adalah untuk menghemat waktu dan mengirim email personalisasi ke berbagai audiens sekaligus.
Dengan menggunakan otomatisasi, email seperti welcome email atau abandon cart email akan langsung terkirim ke audiens saat ada kegiatan yang men-trigger sistem.
Selengkapnya: Marketing Automation: Ketahui Definisi, Cara Kerja, dan Contohnya
2. Customer journey
Customer journey adalah perjalanan customer dari mengenal bisnis, membeli produk, hingga menjadi pelanggan loyal. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kualitas pengalaman customer yang akan mempengaruhi perubahan atau optimasi agar pengalaman tersebut menjadi lebih baik.
Kamu juga dapat mengetahui tahapan yang biasa dilakukan oleh para customer sebelum membeli produk yang kamu tawarkan.
3. Segment
Segment adalah proses segmentasi daftar email ke dalam kategori atau kelompok tertentu. Email tersebut biasanya dikategorikan berdasarkan preferensi atau tingkatan mereka dalam hierarki konsumen.
Tujuannya adalah agar email yang dikirim bersifat personal, relevan, dan ditargetkan kepada akun spesifik.
4. Tag
Tag adalah tanda yang digunakan untuk menandai subscriber dalam daftar email. Tag digunakan untuk menandai akun tersebut dengan detail setelah dikategorikan dalam segmentasi tertentu.
Tujuannya adalah sebagai identifikasi sekaligus fokus utama akun email yang memiliki kemungkinan tinggi dalam menjadi customer.
5. Acceptance rate
Acceptance rate adalah total persentase dari email yang berhasil masuk ke dalam server email dari penerima, bukan inbox emailnya.
Acceptance rate digunakan untuk mengukur apakah email mampu untuk terkirim ke dalam email penerima. Acceptance rate yang rendah biasanya didasari oleh masalah penyedia email, daftar email yang kurang bersih, dan reputasi akun pengirim email.
6. Open rate
Open rate adalah persentase penerima email yang membuka email yang telah dikirim. Open rate digunakan untuk mengukur seberapa efektif strategi pengiriman email yang dilakukan.
Rumus untuk menghitung open rate adalah (Jumlah email yang dibuka / Jumlah email yang terkirim) x 100.
7. Acceptable spam report rate
Acceptable spam report rate adalah persentase batas wajar dari email yang dilaporkan oleh penerima sebagai spam. Persentase yang dianggap wajar adalah sebesar 0,1%.
Persentase ini sangat penting karena jika terlalu tinggi dapat mencoreng reputasi pengirim email dan mencegah email dari mereka untuk masuk ke dalam kotak spam.
8. Blacklist
Blacklist adalah daftar dari alamat IP yang diketahui mengirimkan spam email tanpa izin. Alamat IP nantinya tidak akan bisa mengirim email ke akun email yang telah mem-blacklist mereka.
9. Whitelist
Whitelist adalah daftar alamat IP yang telah disetujui dan diberikan izin oleh penerima untuk mengirim email. Email dari akun whitelist akan langsung masuk ke inbox utama dan tidak akan dikategorikan sebagai email spam.
10. False positive
False positive adalah situasi di mana email yang sudah diberi izin atau mendapatkan kualifikasi dimasukkan ke dalam box spam oleh filter spam atau sistem email.
Hal ini dapat terjadi karena kesalahan algoritma atau masalah teknis dari sistem itu sendiri.
11. Honey pot
Honey pot adalah alamat email palsu yang sengaja dibuat untuk memancing dan mengidentifikasi spammer agar dapat diblokir. Taktik ini dilakukan untuk melindungi dan mengurangi jumlah spam email yang diterima oleh pelanggan.
12. Bounce rate
Bounce rate adalah persentase dari email yang gagal dikirim ke penerima karena berbagai masalah. Masalah yang dimaksud adalah kesalahan teknis, server penerima error, atau akun email yang akan dikirim tidak valid.
13. Hard bounce
Hard bounce adalah email yang gagal dikirim karena alasan permanen seperti alamat email yang dituju tidak valid atau sudah dihapus. Agar terhindar dari situasi ini, kamu dapat melakukan verifikasi alamat email yang akan dituju terlebih dahulu.
14. Soft bounce
Soft bounce adalah email yang gagal dikirim karena alasan sementara seperti inbox penerima penuh, server down, atau ukuran email yang dikirim terlalu besar. Berbeda dengan hard bounce yang bersifat permanen, email yang mengalami soft bounce dapat dikirim kembali jika masalah di atas telah usai.
15. Bulk mail
Bulk mail adalah email marketing yang mengirimkan email berisi informasi produk atau promosi ke sekumpulan orang sekaligus. Tujuannya adalah agar dapat menjangkau audiens yang besar dengan efisien dan hemat waktu.
16. House list
House list adalah kumpulan daftar email pelanggan yang memberikan izin untuk menerima kiriman email. House list merupakan harta yang berharga bagi pebisnis. House list didapat dari data diri pelanggan yang telah melakukan transaksi atau tertarik dengan produk yang ditawarkan.
17. Clicks per delivered
Clicks per delivered adalah persentase dari jumlah klik email oleh penerima yang dibagi dengan jumlah email yang dikirimkan. Persentase ini penting untuk mengetahui jumlah penerima yang membuka email setelah dikirim.
18. Clicks per open
Clicks per open adalah persentase klik unik dengan jumlah email yang dibuka penerima. Clicks per open digunakan untuk mengetahui keefektifan email agar email dapat dioptimasi.
Rumus clicks per open adalah (Jumlah Klik / Jumlah Pembukaan) x 100%.
19. Email campaign
Email campaign adalah upaya pemasaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan utama dari email marketing. Tujuan dari email marketing sendiri adalah meningkatkan konversi, menyebarkan informasi, dan mengedukasi.
Email campaign biasa dilakukan secara otomatis, sehingga email dapat dikirim ke berbagai penerima sekaligus
20. Email filter
Email filter adalah fitur sistem email yang berfungsi untuk mengelola dan mengkategorikan email yang diterima. Sistem ini bertujuan untuk mencegah spam dan phising, memprioritaskan email yang penting, dan memblokir email masuk dari akun yang telah di blacklist.
21. Email sponsorship
Email sponsorship adalah email iklan di mana pengiklan membayar kepada penerbit untuk memasukkan iklannya di dalam email newsletter atau konten email miliknya. Tujuan dari email sponsorship adalah mendapatkan exposure dengan mencantumkan iklan di email bisnis yang populer.
Email sponsorship dapat membantu menjangkau audiens baru dan membangun hubungan dengan penerbit.
22. Double opt-in
Double opt-in adalah email berisi konfirmasi yang harus dikonfirmasi pelanggan setelah mereka mendaftar atau berlangganan. Double opt-in digunakan untuk memastikan bahwa email hanya akan dikirim ke audiens yang ingin menerimanya.
Dengan begitu, email tidak akan dilapor sebagai spam dan membantu mempertahankan reputasi sang pengirim email.
23. Subscribe dan Unsubscribe
Subscribe adalah tindakan di mana pelanggan bersedia untuk mendaftarkan akunnya untuk menerima email yang akan dikirim secara teratur oleh perusahaan atau bisnis.
Sedangkan unsubscribe adalah tindakan di mana pelanggan berhenti untuk menerima email dari perusahaan atau bisnis dengan menarik keluar akun yang didaftarkannya. Tindakan ini dapat terjadi bila pelanggan merasa email yang dikirim terlalu sering atau tidak penting.
24. Levels of authentication
Levels of authentication adalah proses verifikasi yang dilakukan untuk memastikan bahwa email yang dikirim berasal dari akun yang bisa dipercaya dan tidak berisi konten berbahaya.
Tindakan ini dilakukan untuk mencegah email palsu, phishing, atau berbagai serangan cyber dalam bentuk email.
25. List segmentation
List segmentation adalah daftar email pelanggan yang dibagi berdasarkan kriteria dan kategori tertentu seperti data demografis, preferensi, atau perilakunya di internet.
Tujuannya adalah agar email yang dikirim ke pelanggan lebih bersifat personal dan relevan.
26. Personalization
Personalization adalah strategi dalam kampanye email marketing yang disesuaikan dengan data pelanggan, demografis, perilaku, dan minat.
Tujuannya adalah untuk mempermudah otomatisasi email dan menargetkan pelanggan secara spesifik sesuai dengan niche yang mereka gemari.
27. Open length
Open length adalah metrik yang mengukur waktu yang dihabiskan penerima email saat membuka dan menutup email yang dikirimkan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketertarikan penerima dengan email yang dikirimkan tersebut.
Data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk melakukan optimasi konten email seperti mengoptimasi subjek, konten, atau desainnya agar lebih menarik.
28. Sender score
Sender score adalah metrik yang digunakan untuk mengukur reputasi dari alamat IP pengirim email. Skor ini digunakan untuk menentukan apakah email yang dikirim akan masuk ke folder spam atau diblokir oleh sistem.
Sender score yang tinggi akan membantu email yang dikirim masuk ke dalam inbox penerima sekaligus sebagai bukti bahwa email yang dikirim sah dan dapat dipercaya.
29. Spam cop
Spam cop adalah layanan yang digunakan untuk memastikan email yang dikirim masuk ke dalam inbox atau folder spam. Nantinya pengirim dapat mengidentifikasi alasan email mereka masuk ke dalam folder spam.
Layanan spam cop yang sering digunakan adalah Postmark, Mailgun, dan Sendgrid.
30. UCE (unsolicited commercial emails)
UCE adalah email komersial yang dikirimkan kepada penerima yang tidak pernah memberikan izin. UCE email biasanya berisi promosi produk atau layanan yang bersifat spam karena dapat dikirim secara berkala.
Sebagai pebisnis, kamu harus selalu memastikan daftar email yang dituju sudah memberikan izin karena dapat membuat email dilaporkan dan menurunkan reputasi.
31. SPF (sender policy framework)
SPF adalah sistem autentikasi email yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pemalsuan alamat pengirim dan memastikan email yang dikirim valid dan tidak berbahaya.
SPF merupakan informasi daftar data alamat IP yang diberikan izin untuk mengirimkan email. Jika alamat IP tidak terdata, maka sistem akan secara otomatis memblokir atau mengirim email ke folder spam.
Ingat dan Pahami Istilah di Atas Ya!
Istilah di atas merupakan beberapa istilah yang sering digunakan dalam penerapan email marketing. Jika kamu tertarik dalam menggunakan email marketing, istilah-istilah di atas harus kamu ingat dan pahami.
Berapapun jumlah istilah yang baru kamu pahami tentunya akan membantu dalam menjalankan email marketing bisnis. Demikian artikel istilah email marketing ini, semoga informasinya membantu ya!
