Kehadiran digital marketing tools dalam bisnis dapat membantu bisnis untuk beroperasi dengan lebih efektif dan efisien. Karena semakin lama bisnis tentunya akan mendapatkan klien yang lebih banyak, dan hal ini tentunya akan menyebabkan masalah jika tidak diatasi dengan benar.
Maka dari itu, kamu tentunya harus menggunakan marketing tools yang efektif agar bisnis dapat bertahan dan tetap beroperasi dalam persaingan pasar yang ketat ini. Lantas apa saja digital marketing tools yang bisa digunakan? Simak artikel ini sampai akhir ya!
Rekomendasi Digital Marketing Tools
Berikut adalah beberapa digital marketing tools yang bisa membantumu dalam segi analitik dan pembuatan strategi, di antaranya:
1. Google Analytics
Google Analytics tentunya merupakan tools yang tidak asing lagi ditelinga para digital marketer. Google Analytics adalah tools analitik dan marketing gratis yang digunakan untuk mengelola website penggunanya. Tools ini dapat melacak dan menganalisis setiap kegiatan yang terjadi di dalam website.
Kegiatan yang dimaksud seperti waktu pengunjung dalam website, kehadiran pengguna baru, asal usul traffic, dan lain sebagainya. Informasi ini tentunya berguna untuk membantu bisnis dalam mengambil keputusan atau optimasi website agar lebih efektif ke depannya.
2. Google Search Console
Google Search Console adalah tools yang berfungsi untuk memantau, mengelola, dan memberikan solusi terkait kondisi website pada halaman pencarian Google. Menggunakan tools ini memberikan penggunanya informasi mengenai kinerja website di halaman pencarian seperti jumlah klik, tayangan, dan lain sebagainya.
Tools ini juga dapat memberi tahu penggunanya tentang masalah teknis yang dialami website seperti masalah pengindeksan, spam, error, dan lain sebagainya. Kamu juga bisa mengetahui ranking website di SERP sehingga dapat melakukan optimasi website.
3. SEMrush
SEMrush adalah SEO tools yang paling banyak digunakan oleh para digital marketer. SEMrush adalah tools marketing analitik yang dapat memantau traffic, mencari kata kunci populer, membuat strategi link building, riset kata kunci kompetitor, dan lain sebagainya.
Tools ini juga mendukung website untuk menumbuhkan traffic secara organik dengan dukungan fitur SEOnya. Hal ini dapat membantu penggunanya dalam meningkatkan dan memperbaiki SEO website agar performanya lebih efektif.
4. Hubspot
Hubspot adalah digital marketing tools yang berfokus di bidang CRM (Customer Relationship Management). Hubspot menyediakan berbagai tools dalam satu ekosistem seperti tools pemasaran, penjualan, customer service, dan lain sebagainya.
Tools ini membantu penggunanya dalam menyimpan dan mengelola data klien, melihat ringkasan dari aktivitas penjualan, berinteraksi dengan pelanggan, dan lain sebagainya. Informasi ini dapat digunakan untuk merencanakan strategi layanan pelanggan yang lebih memuaskan.
5. Trello
Trello adalah tools yang berfokus dalam pengelolaan tugas dan membantu bisnis menyelaraskan kolaborasi antar divisi. Kamu dapat membuat board atau kartu visual untuk memberikan pekerjaan kepada setiap tim.
Selain pekerjaan, kartu juga dapat diisi informasi seperti tanggal deadline, lampiran, atau membahas suatu topik. Menggunakan tools ini dapat membantu tim untuk saling berkolaborasi dan menyelesaikan project dalam waktu yang relatif cepat.
6. Buffer
Buffer merupakan tools marketing yang berfokus pada manajemen media sosial. Tools ini dapat membantu menentukan jadwal posting konten di social media dan mengelola akun social media bisnis yang terintegrasi.
Tools ini juga dapat membuat laporan analitik yang komprehensif. Laporan tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengecek efektivitas konten dan menentukan tren konten yang sedang populer.
7. Notion
Notion adalah tools marketing yang berfokus pada project management bisnis. Fitur Notion dapat membantu merencanakan dan mengorganisasikan kolaborasi antar tim atas sebuah projek. Hal ini tentunya membantu manajemen pemasaran dalam membagi pekerjaan kepada seluruh tim.
Notion juga memiliki fitur kanban boards, kalender, perencanaan konten, dan dokumentasi. Fitur ini dapat kamu gunakan untuk memaksimalkan kolaborasi dan meminimalisir terjadinya miskomunikasi.
8. Adobe Analytics
Adobe Analytics adalah tools marketing yang berfokus pada fungsi analisisnya seperti machine learning dan advanced statistics. Tools ini dapat mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time dari berbagai sumber seperti website, aplikasi, dan media sosial.
Fitur lain yang ditawarkan oleh Adobe Analytics meliputi segmentasi audiens, customer journey mapping, cohort analysis, dan lain sebagainya. Tools ini juga terhubung dengan software Adobe lainnya seperti Adobe Experience Cloud, Adobe Target, dan lainnya.
9. Buzzsumo
Buzzsumo adalah tools marketing yang berfokus di bidang analitik konten dan media sosial. Tools ini dapat membantu dalam menemukan topik dan ide konten yang sedang populer saat ini. Kamu diberikan kebebasan untuk mengatur waktu pencarian data misalnya seperti 5 jam yang lalu atau bahkan satu bulan yang lalu.
Adapun fitur lain yang ditawarkan adalah pencarian keyword populer, informasi backlink, dan fitur-fitur untuk influencer marketing. Dengan menggunakan tools ini, kamu dapat memastikan semua konten yang dibuat relevan dengan tren saat ini.
10. Unbounce
Unbounce adalah tools marketing yang berfokus pada pembuatan landing page untuk campaign bisnis. Tools ini memberikan penggunanya kebebasan dalam membuat custom landing page tanpa memerlukan hal-hal teknis.
Fitur-fitur yang ditawarkan lainnya seperti A/B testing, pembuatan laporan, manajemen, smart traffic, dan integrasi dengan platform seperti Hubspot, Mail Chimp, Google Analytics, Zapier, dan lain sebagainya.
Tabel Kesimpulan
| No | Tools | Fitur unggulan | Manfaat |
| 1. | Google Analytics | Real-time tracking dan report analitik. | Membantu bisnis dalam memahami konsumen dan pasar. |
| 2. | Google Search Console | Report informasi performa website (jumlah klik, impression, CTR, hingga ranking). | Mengetahui masalah teknis yang dialami website dan elemen yang harus dioptimasi. |
| 3. | SEMrush | Memantau traffic, mencari kata kunci populer, membuat strategi link building, riset kata kunci kompetitor, dsb. | Membantu pengguna dalam meningkatkan dan memperbaiki SEO website. |
| 4. | Hubspot | Menyimpan dan mengelola data klien, melihat ringkasan dari aktivitas penjualan, berinteraksi dengan pelanggan, dsb. | Membantu dalam penyusunan strategi marketing. |
| 5. | Trello | Kanban board, list, cards, penentuan tenggat waktu, dsb. | Mempermudah & memaksimalkan kolaborasi antar tim/ divisi. |
| 6. | Buffer | Manajemen social media, laporan analitik, pengelolaan akun social media, dsb. | Mengetahui efektivitas konten dan tren yang sedang populer. |
| 7. | Notion | Manajemen bisnis, kanban board, dokumentasi, perencanaan konten, kalender, dsb. | Mempermudah & memaksimalkan kolaborasi antar tim/ divisi. |
| 8. | Adobe Analytics | Mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time dari berbagai sumber. | Berguna untuk analisis machine learning & advanced statistics. |
| 9. | Buzzsumo | Analitik konten dan media sosial. | Menemukan tren konten yang populer dan pengelolaan media sosial. |
| 10. | Unbounce | A/B testing, pembuatan laporan, manajemen, smart traffic, dan integrasi dengan platform seperti Hubspot, Mail Chimp, Google Analytics, Zapier, dsb. | Pembuatan landing page tanpa perlu pengetahuan teknis/coding. |
Tertarik dengan Salah Satu Tools di Atas?
Setelah membaca artikel ini, apakah ada satu digital marketing tools yang menarik untuk kamu gunakan? Perlu kamu ketahui bahwa tools di atas memiliki fokus dan fungsi yang berbeda antar satu sama lain.
Maka dari itu, dalam memilih marketing tools pastikan bisnis kamu membutuhkan tools itu dan tools tersebut dapat terintegrasi dengan baik ke dalam sistem bisnis. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!
