Kemajuan teknologi yang terus berkembang setiap saatnya menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya data bisnis online di Indonesia. Istilah bisnis online sendiri tentunya sudah tidak asing lagi, terutama untuk kamu yang gemar menjelajahi internet.
Bisnis online sendiri digemari oleh kebanyakan pelaku UMKM karena penggunaannya yang efisien dan fleksibel. Hal ini menjadikan bisnis online menjadi salah satu bisnis yang paling populer untuk dilakukan.
Menurut KADIN (Kamar Dagang dan Industri), persentase penggunaan bisnis online terus meningkat setiap tahunnya. Artikel ini akan menampilkan data perkembangan bisnis online di Asia Tenggara dan Indonesia dari 2020 – 2024. Mari disimak sampai akhir!
Perkembangan Bisnis Online di Asia Tenggara
Bisnis online di Asia Tenggara sedang mengalami kenaikan drastis sejak tahun 2020. Berdasarkan data dari Cube Asia, sebanyak 57% penduduk Asia Tenggara mengunjungi situs e-commerce terlebih dahulu untuk mengecek produk baru.
Hal ini dibuktikan dengan total pendapatan e-commerce di Asia Tenggara pada 2024 yang mencapai $159 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh tingginya minat travel online, transportasi, dan bisnis makanan online yang meningkat dengan pesat.
Berikut list perkembangan bisnis online di beberapa negara di Asia Tenggara:
1. Singapore
Tingkat pasar bisnis online di Singapore terhitung lebih kecil dibandingkan beberapa negara di Asia Tenggara lainnya. Rata-rata konsumen di Singapore mengeluarkan total sebanyak $1,383 per tahun dan $107 per transaksinya. Situs e-commerce yang paling banyak digunakan di Singapore adalah Shopee dan Lazada.
Jenis produk yang populer di Shopee adalah produk kecantikan dan furniture rumah, yang di mana memberikan kontribusi sebesar 50% di pendapatannya. Sedangkan untuk Lazada, jenis produk yang populer adalah aksesoris rumah, aksesoris peralatan elektronik, bahan makanan dan kebutuhan hewan peliharaan.
2. Indonesia
Indonesia adalah salah satu dari sekian negara di Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan e-commerce paling cepat. Dikarenakan Indonesia memiliki total sekitar 97 juta konsumen kelas menengah dan kelas atas, yang di mana mendukung pertumbuhan pasar.
Indonesia memimpin trafik e-commerce global di Asia Tenggara dengan total pendapatan sebesar $51,9 miliar di tahun 2022.
Data ini juga didukung dengan total pendapatan Shopee dan Lazada di bulan Juni 2024 yang mencapai $1,16 miliar, dengan pertumbuhan dari tahun ke tahun yang cukup besar yaitu sekitar 84%. Jenis produk yang digemari adalah produk fashion dan kecantikan.
3. Vietnam
Pasar e-commerce vietnam menjadi salah satu cross-border market di Asia Tenggara dikarenakan pertumbuhan pasarnya yang semakin kuat. Pendapatan bisnis B2C mengalami peningkatan drastis dari $8 miliar di 2018 menjadi $20,5 miliar di 2023.
Data juga menunjukkan situs belanja online favorit rakyat Vietnam adalah Shopee, Lazada, Tiki, Sendo, dan TikTok shop. Di bulan Mei 2024, total pendapatan Shopee dan Lazada Vietnam mencapai $1,49 miliar dengan produk elektronik, kecantikan, dan fashion sebagai produk populernya.
4. Malaysia
Pertumbuhan bisnis e-commerce di Malaysia terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini didukung dengan pendapatan per kapita di Malaysia yang mencapai $10,256, yang di mana berada di posisi kedua setelah Singapore. Selain itu, sebanyak 43,4% masyarakat di Malaysia adalah generasi muda dengan kisaran umur 25 tahun atau kurang. Hal ini tentunya membantu meningkatkan daya beli online di Malaysia.
Jenis produk yang populer di situs e-commerce Malaysia adalah elektronik, aksesoris, perlengkapan dan mainan bayi, fashion, dan furniture rumah.
5. Filipina
Filipina adalah salah satu negara yang perekonomiannya didukung oleh bisnis online. Menurut data dari PSA (Philippine Statistics Authority), e-commerce mendukung perekonomian Filipina sebesar 14% dan terus meningkat sebanyak 18,5% tiap tahunnya, yang membuat Filipina menjadi bagian dari top 10 trafik e-commerce global.
Data ini didukung dengan total pendapatan Shopee dan Lazada Filipina yang mencapai $630 miliar. Jenis produk yang populer di kalangan konsumen online Filipina adalah elektronik, aksesoris, fashion, dan mainan.
Perkembangan Bisnis Online di Indonesia
Berdasarkan survey KOMINFO (Kementerian Komunikasi dan Informatika), sebanyak 27 juta UMKM di Indonesia telah mengadopsi digitalisasi dalam pelaksanaan usahanya. Bisnis online diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 9,71% di tahun 2025. Hal ini membantu menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dari trafik e-commerce global di Asia Tenggara.
Adapun alasan bisnis online lebih digemari oleh pelaku usaha karena:
- Toko online melalui platform digital dapat beroperasi selama 24 jam tanpa jam tutup, namun tidak perlu diawasi setiap saat
- Pebisnis mendapat laporan digital seputar penjualannya dengan mudah karena semuanya tercatat pada sistem
- Tidak perlu etalase, penjual hanya perlu foto tiap produk dan mengunggahnya di platform jualan
- Lebih terjamin dari sisi keamanan karena menggunakan uang digital sehingga terhindar dari uang palsu
Selain itu, bisnis online juga lebih digemari konsumen karena:
- Dapat melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja selagi terhubung ke internet
- Hemat waktu, tenaga, dan biaya karena tidak perlu menghampiri toko penjual
- Banyak promo, seperti promo tanggal gajian, promo angka kembar, hingga gratis biaya kirim
- Pembayaran dapat menggunakan skema paylater ataupun kartu kredit
Inilah yang menyebabkan sebanyak 30% rakyat Indonesia memilih membeli produk konsumsi secara online, di mana persentasenya lebih tinggi 2,8% daripada pembelian offline.
Bisnis Online Ternyata Sangat Digemari!
Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu tertarik untuk melakukan bisnis online? Bisnis online merupakan salah satu usaha yang paling menguntungkan dan digemari saat ini. Penggunaannya yang efisien dan hemat tenaga menjadikannya pilihan utama bagi para pemilik usaha baru.
Bisnis online mampu membantu kamu untuk menjangkau konsumen yang tidak bisa kamu jangkau dengan menggunakan usaha offline. Jadi, jika kamu memiliki usaha offline, ada baiknya kamu mendaftarkannya pada online juga guna memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan pendapatan usaha.
Indonesia telah memimpin trafik e-commerce global se-Asia Tenggara, menjadikannya negara yang memiliki pertumbuhan e-commerce paling cepat. Maka dari itu, tunggu apalagi? Yuk, mulai lakukan bisnis online! Demikian artikel ini, semoga bermanfaat ya!