Warehouse Management System (WMS) adalah sebuah software yang penting agar aktivitas gudang dapat berjalan dengan lancar. Dilansir dari Peerless Research Group, sebanyak 54% perusahaan berencana untuk meningkatkan sistem WMS yang mereka gunakan saat ini.
Data tersebut menunjukkan bahwa hasil yang diberikan WMS mampu membantu kegiatan logistik dari perusahaan tersebut. Tertarik mengetahui soal WMS secara lebih lanjut? Simak artikel ini sampai akhir ya!
Apa Itu WMS?
WMS (Warehouse Management System) adalah sebuah perangkat lunak (software) yang didesain secara khusus untuk membantu bisnis memanajemen aktivitas gudangnya. Aktivitas tersebut mencakup stok masuk, diproses, hingga keluar dari gudang.
WMS juga bisa digunakan untuk melacak pergerakan dan stok produk yang tersedia di gudang. Hal ini membuat bisnis dapat dengan mudah mengirim informasi ketersediaan produk ke divisi penjualan atau suppliernya.
Terdapat banyak layanan penyedia software WMS terpercaya contohnya seperti Biteship, Jurnal ID, Oracle Corporation, dan lain sebagainya. Biteship merupakan platform logistik yang menyediakan solusi fulfillment dan WMS terintegrasi yang memudahkan bisnis mengatur persediaan, mengoptimalkan alur picking-packing, serta mempercepat pemenuhan pesanan di berbagai kanal penjualan.
Cara Kerja WMS
Dalam penggunaannya, WMS beroperasi dengan mengotomatisasi alur kerja gudang seperti berikut:
1. Receiving
Saat produk memasuki gudang, staff akan melakukan scan barcode yang ada di produk untuk memastikan apakah sesuai dengan data pemesanan yang ada di sistem.
Jika produk telah diverifikasi, sistem akan memberikan instruksi berupa lokasi produk tersebut harus ditempatkan.
2. Put-away
Sistem WMS akan menentukan lokasi produk sesuai dengan jenis, berat, tanggal masuk, dan ruang yang tersedia.
Setelahnya, informasi tersebut akan diberikan kepada karyawan yang bertugas untuk relokasi produk.
3. Picking
Saat pesanan masuk diterima oleh sistem WMS, sistem akan mengirim informasi berupa lokasi produk kepada karyawan gudang untuk mengambil produk tersebut. Pengambilan produk biasanya menggunakan metode FIFO (First In First Out), untuk memastikan seluruh stok terjual.
Proses ini merupakan salah satu proses paling penting dan memakan waktu, karena kesalahan seperti produk tergores, jatuh, atau salah, dapat mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan.
4. Packing
Setelah produk diambil, karyawan yang bertugas untuk packing akan memeriksa apakah produk mengalami kerusakan atau tidak.
Sistem WMS akan mengeluarkan label berisi informasi produk dan lokasi pengiriman untuk ditempel pada paket. Nantinya pelanggan akan mendapatkan informasi jika produk mereka sudah siap untuk dikirim.
5. Dispatching
Pada tahap ini, produk dari gudang akan dikirim ke pelanggan melalui proses bernama dispatching. Pengiriman akan dinyatakan berhasil jika dikirim ke pelanggan tepat waktu dan produknya tidak mengalami masalah.
Proses pengiriman dapat dilacak oleh pelanggan berkat sistem update order, sehingga produk yang dikirim akan diketahui keberadaannya saat mereka mencapai titik tertentu.
6. Returns
Returns adalah proses di mana produk yang sudah dikirim ke pelanggan dikirim kembali ke gudang. Hal ini dapat terjadi jika produk yang dikirim salah, rusak, atau alamat penerima tidak bisa ditemukan.
Sistem WMS akan mencatat kembali produk tersebut dan memasukannya kedalam list stok barang untuk diproses secara lebih lanjut.
7. Reporting
Setelah seluruh aktivitas dalam gudang selesai, sistem WMS akan membuat report berupa laporan analitik yang berisi inventaris, pergerakan barang, operasional, pengiriman pesanan, hingga kondisi kinerja gudang.
Laporan ini akan dibuat setiap harinya untuk memberikan visibilitas gudang agar efisiensi bisa ditingkatkan.
Manfaat WMS Bagi Bisnis
Menggunakan WMS tentunya memberikan banyak manfaat bagi bisnis. Berikut beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan, di antaranya:
- Handling lebih cepat: WMS dapat membuat aktivitas transaksi dan inventory yang dilakukan lebih cepat dan dapat dilacak secara real-time.
- Mempermudah komunikasi antar gudang: WMS dapat memberikan informasi mengenai pengiriman produk antar gudang mulai dari jenis produk hingga jumlah produk yang akan dikirim.
- Mudah untuk diakses: sistem WMS dapat diakses melalui PC atau smartphone sehingga dapat diakses dan digunakan kapan saja.
- Lebih hemat: biaya yang dikeluarkan untuk memasang sistem jauh lebih hemat dibandingkan membayar karyawan.
- Meningkatkan kinerja karyawan: sistem WMS dapat mengatur dan memberikan pekerjaan untuk setiap karyawan yang ada di gudang.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan: sistem WMS dapat memberikan informasi data posisi paket kepada pelanggan, yang di mana membuat mereka tenang dan yakin paket mereka akan sampai.
- Meningkatkan keamanan: sistem WMS dapat memantau dan menginformasikan jika ada produk yang keluar dan masuk secara mencurigakan. Selain itu, data perusahaan juga akan dilindungi sehingga sulit untuk dicuri.
Kapan Bisnis Harus Menggunakan WMS?
Berikut adalah saat-saat di mana bisnis kamu sudah harus mulai menggunakan WMS, di antaranya:
1. Volume stok dan pesanan sudah terlalu tinggi
Jika jumlah barang yang harus distok dan dikirim sudah mencapai ribuan, maka sudah saatnya bisnis menggunakan WMS. Jika tidak, maka risiko kesalahan hitung akan meningkat dan bisnis bisa mengalami kerugian seiring berjalannya waktu.
Jika stok yang dihitung salah, maka kamu jadi harus tambah stok dan berujung pada stok produk yang berlebihan di gudang.
2. Picking dan pengiriman produk lama
Jika kamu sudah mulai kebingungan mencari lokasi produk yang di mana membuat pengiriman dan packing produk jadi tertunda, tandanya kamu harus pasang WMS secepatnya.
Jika produk yang dikirim salah dan tertunda, pelanggan akan kecewa dan menolak untuk berbelanja di toko kamu lagi. Alhasil rating bisnis jadi rendah dan sulit untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan.
3. Biaya operasional meningkat
Karena stok dan pengiriman meningkat, jumlah karyawan yang dipekerjakan pun akan meningkat. Namun, kesalahan seperti salah hitung masih terjadi yang mengakibatkan produk dikirim kembali terus menerus.
Daripada menggunakan karyawan untuk menghitung secara manual, ada baiknya kamu menggunakan WMS yang lebih akurat dan tentunya lebih hemat daripada puluhan karyawan.
4. Bisnis memiliki banyak cabang
Jika bisnis yang dikelola sudah mulai membuka cabang di beberapa tempat, ada baiknya kamu mengaplikasikan sistem WMS. Tujuannya adalah memastikan inventaris dan stok produk di setiap cabang selalu terdata dan dapat dipantau secara real-time.
Hal ini mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian yang dilakukan oleh karyawan tanpa sepengetahuan pemilik bisnis.
Sudah Tahu Apa Itu WMS?
WMS atau Warehouse Management System adalah software yang digunakan untuk mengelola seluruh aktivitas yang terjadi di dalam gudang. Software ini cocok untuk bisnis yang memiliki beberapa gudang yang cukup besar dan tersebar di beberapa tempat.
Dengan menggunakan WMS, kamu bisa memantau seluruh aktivitas dalam gudang secara real-time dimana saja dan kapan saja. Jika kamu tertarik memasang WMS untuk bisnis, ada baiknya kamu mengunjungi Biteship untuk mengetahui layanan WMS yang dibutuhkan oleh bisnis. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!
