Mengenal Business Model Canvas dan Fungsinya dalam Bisnis

Tanggal

October 31, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Share Blog

Business model canvas tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga para pebisnis. BMC memanfaatkan penggunaan visual untuk membuat model bisnis terlihat lebih kuat, inovatif, dan menarik. 

Model bisnis ini membantu penggunanya dalam mengidentifikasi, menyusun, hingga mengembangkan ide-idenya secara detail. Sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami kelebihan, kekurangan, serta manfaat yang bisa diberikan oleh bisnis. 

BMC sendiri terdiri dari 9 elemen yang saling mendukung satu sama lain. Tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai BMC? Simak artikel ini sampai akhir! 

Apa Itu Business Model Canvas? 

Business Model Canvas atau BMC adalah alat visual dalam manajemen bisnis yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder. BMC digunakan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan konsep-konsep dalam model bisnis dalam bentuk visual agar lebih mudah untuk dipahami. 

Pemahaman setiap orang tentunya berbeda, maka dari itu gambar visual di BMC digunakan untuk menyamaratakan pemahaman semua orang. BMC sendiri kerap digunakan oleh startup, manajer bisnis, ataupun pengusaha. 

Tujuan utama dari BMC adalah sebagai panduan bisnis dalam memahami dan mengidentifikasi peluang pasar serta kelemahan dan kelebihan usaha dibanding usaha lainnya. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, perusahaan dapat menciptakan strategi yang inovatif, efektif, dan adaptif agar usaha dapat bersaing di pasar. 

Elemen-elemen BMC

Business model canvas terdiri dari 9 elemen yang saling berhubungan satu sama lain. Berikut adalah 9 elemen tersebut, yaitu: 

1. Customer segments 

Elemen ini berfokus dalam menemukan dan mengidentifikasi target pasar dari bisnis yang akan dijalankan. Elemen ini sangat penting karena dapat berdampak pada strategi dan pendekatan yang harus dilakukan. 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Masalah atau kebutuhan apa yang sering dihadapi customer? 
  2. Apa karakteristik dari target customer anda (usia, gender, gaya hidup, pekerjaan, dsb)? 
  3. Jenis customer apa yang paling menguntungkan bagi bisnis?

2. Value propositions 

Elemen ini berfokus dalam menemukan nilai lebih dari bisnis yang membuatnya lebih unggul dibanding bisnis lainnya. Value proposition dapat ditekankan pada strategi promosi bisnis untuk menunjukkan bagaimana produk bisnis dapat lebih unggul menyelesaikan masalah konsumen dibanding produk lainnya. 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Nilai unik apa yang membedakan bisnis dari kompetitor?
  2. Kenapa customer harus memilih produk kamu?
  3. Masalah apa yang bisa produk bantu selesaikan? 

3. Channels

Elemen ini berfokus dalam bagaimana produk dari bisnis dapat sampai ke target customer yang diinginkan. Elemen ini mencakup berbagai hal seperti penjualan online atau offline, penjualan e-commerce, hingga media yang digunakan (sosmed, website, dsb). 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Bagaimana cara pelanggan membeli produk (online, offline, reseller, dsb) kamu? 
  2. Jalur penjualan mana yang paling efisien? 
  3. Bagaimana cara pelanggan mengetahui produk untuk pertama kalinya? 

4. Customer relationships 

Elemen ini berfokus dalam cara membangun dan memelihara hubungan antara bisnis dengan customer. Kamu harus mampu mengetahui pendekatan yang efektif misalnya seperti membership, pemberian diskon di hari ulang tahun, giveaway, dan lainnya. 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Jenis hubungan apa yang ingin kamu bangun bersama customer?
  2. Bagaimana cara kamu menarik pelanggan baru namun tetap mempertahankan pelanggan lama? 
  3. Interaksi apa yang akan kamu gunakan untuk mendekati customer? 

5. Revenue streams 

Elemen ini berfokus dalam bagaimana caranya bisnis mendapatkan keuntungan atau pendapatan dari kegiatannya. Caranya dapat berupa harga produk, penjualan online atau offline, langganan, komisi, dan lainnya. Penting bagi kamu untuk mengetahui cara bisnis mendapatkan keuntungan serta cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkannya. 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Apa saja sumber pendapatan yang dimiliki oleh bisnis? 
  2. Sumber mana yang memberikan jumlah pendapatan paling besar? 
  3. Apakah harga produk sesuai dengan pendapatan dan gaya hidup customer? 

6. Key resources 

Elemen ini berfokus pada sumber daya atau aset yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Key resources terdiri dari 4 bagian, yaitu: 

  1. Physical resources (tempat usaha, kendaraan, mesin, bahan baku)
  2. Intellectual resources (merek, hak cipta, trademark, paten, kemitraan) 
  3. Human resources (tenaga kerja)
  4. Financial resources (modal, saldo tunai, kredit)

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah:

  1. Apa saja sumber daya yang dimiliki oleh bisnis?
  2. Sumber daya apa yang paling dibutuhkan untuk kegiatan operasional bisnis?
  3. Apakah sumber daya yang dimiliki mampu mendukung kegiatan operasional bisnis?

7. Key partnerships

Elemen ini berfokus dalam kerjasama atau kemitraan yang cocok untuk berkolaborasi dengan bisnis. Hal ini mencakup supplier, vendor produksi, KOL, distributor, dan lain sebagainya. Kerjasama yang dilakukan tersebut dapat membantu bisnis agar dapat beroperasi dan berkembang. 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Siapakah mitra utama bisnis?
  2. Apa alasan bisnis bekerja sama dengan mitra tersebut?
  3. Apa saja aktivitas dan sumber daya yang akan dilakukan dan disediakan oleh mitra?

8. Key activities 

Elemen ini berfokus dalam tindakan yang harus dilakukan agar bisnis dapat berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuannya. Hal ini mencakup seluruh kegiatan operasional bisnis mulai dari produksi, distribusi, dan pemasaran. 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Apa aktivitas yang perlu ditingkatkan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar?
  2. Aktivitas apa yang dapat digunakan untuk meningkatkan value proposition?
  3. Aktivitas apa yang tidak boleh dihentikan karena dapat mengganggu proses bisnis? 

9. Cost structures 

Elemen ini berfokus dalam biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional bisnis. Cost structure mencakup biaya seperti biaya produksi, biaya gaji karyawan, biaya bahan baku, biaya sewa, biaya pemeliharaan, dan lain sebagainya. 

Pertanyaan yang bisa kamu gunakan adalah: 

  1. Biaya apa yang paling mahal dari keseluruhan biaya operasional? 
  2. Bagaimana cara menekan pengeluaran tanpa menurunkan kualitas produk dan kinerja? 
  3. Biaya apa yang tidak bisa diubah atau tetap? 

Kelebihan dan Kelemahan BMC

Setelah mengetahui seluruh elemen dalam BMC, langkah selanjutnya adalah mengetahui kelebihan dan kelemahan dari penggunaan BMC, yaitu: 

Kelebihan BMC

  1. Mudah untuk digunakan: BMC cocok digunakan oleh pebisnis pemula karena mudah untuk dipahami dan bersifat sederhana. 
  2. Menyetarakan pemahaman: BMC memanfaatkan visual untuk mempermudah tim dalam memahami apa yang kamu inginkan. Hal ini dapat membantu tim dalam memiliki pemahaman yang sama dan setara.  
  3. Fleksibel: BMC cocok digunakan untuk bisnis baru yang masih belum stabil karena memiliki adaptabilitas yang cukup tinggi. Kamu hanya perlu mengubah isi setiap komponen sesuai dengan perubahan yang diinginkan. 
  4. Terfokus: 9 elemen yang digunakan dalam BMC dapat mencakup seluruh informasi dasar yang dibutuhkan oleh bisnis. Hal ini dapat membantu kamu dalam mengarahkan bisnis mencapai tujuan yang diinginkan. 

Kelemahan BMC

  1. Terbatas: Meskipun 9 elemen tersebut mampu mencakup hal penting. Beberapa hal yang terlalu detail mungkin tidak bisa dimasukkan karena mengganggu flow dari canvasnya. 
  2. Tidak cocok untuk semua jenis bisnis: Beberapa pebisnis tentunya memiliki ide yang inovatif, unik, atau lebih kompleks. Hal ini membuat BMC kurang cocok untuk digunakan karena sifat komponen utamanya yang tidak bisa diubah. 
  3. Bersifat subjektif: BMC dibuat berdasarkan pandangan pembuatnya saja dan tanpa melakukan riset atau survei yang mendalam. Hal ini membuat kamu tidak mengetahui perspektif bisnis dari posisi pelanggan. 

Sudah Tahu Apa Itu Business Model Canvas?

Business Model Canvas adalah alat manajemen bisnis bersifat visual yang memanfaatkan 9 elemen untuk membangun dan menyusun ide bisnis. Dengan menggunakan business model canvas, kamu dapat membayangkan bisnis seperti apa yang akan kamu bangun, mulai dari biaya, customer, nilai produk, dan lain sebagainya.

Jika kamu adalah pebisnis pemula, maka BMC cocok untuk kamu gunakan karena mudah untuk dipahami dan memanfaatkan visual. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat ya! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Business Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Pentingnya Belajar Bisnis dan Tipsnya untuk Pemula
Bagi sebagian orang, belajar bisnis mungkin bukanlah hal yang menarik untuk dilakukan. Belajar bisnis...
cover-blog-dewatalks
35+ Istilah dalam Bisnis yang Harus Kamu Ketahui Sebagai Pebisnis
Sebagai seorang pebisnis, terdapat beberapa istilah dalam bisnis yang harus kamu ketahui dan pahami....
cover-blog-dewatalks
Apa Itu Bisnis: Definisi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya
Bisnis adalah kegiatan yang menawarkan produk atau layanan jasa terhadap konsumen untuk mendapatkan profit....