Kemajuan dan sengitnya persaingan dalam dunia bisnis membuat penggunaan business intelligence tools menjadi sebuah kewajiban. Penggunaan business intelligence tools yang tepat dapat membantu bisnis untuk berkembang dengan lebih efektif dan efisien.
Seperti yang diketahui, jumlah data yang ada di bisnis tentunya akan terus bertambah seiring berkembangnya bisnis. Di sinilah business intelligence tools berguna untuk membantu mengelola dan mengintegrasikan data-data tersebut dari berbagai sumber yang berbeda.
Hal ini tentunya akan membantu perusahaan untuk menganalisis data dengan lebih efisien dan akurat. Tertarik dalam menggunakan tools tersebut? Simak rekomendasinya di artikel ini!
Rekomendasi Business Intelligence Tools
Berikut adalah 7 rekomendasi business intelligence tools yang bisa kamu gunakan, di antaranya:
1. Zoho Analytics

Cocok untuk: perusahaan hingga organisasi enterprise.
Zoho analytics adalah BI yang cocok digunakan oleh solopreneur gratis untuk mengelola dan menganalisis data bisnisnya. Zoho memungkinkan penggunanya untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti Excel, aplikasi bisnis, hingga database online.
Zoho memiliki fitur drag-and-drop dan asisten AI (Artificial Intelligence) bernama Zia, yang dapat merumuskan formula dan melakukan analitik prediktif. Hal ini tentunya berguna bagi bisnis untuk menemukan tren dan pola data.
2. Metabase

Cocok untuk: startup, UMKM, dan perusahaan skala menengah.
Metabase adalah tools BI yang menawarkan cara cepat dan sederhana dalam membuat laporan serta dashboard secara informatif. Metabase memiliki interface dengan fitur drag-and-drop untuk mempermudah penggunanya dalam membuat visualisasi data.
Hal ini membuat Metabase cocok digunakan oleh pemula yang tidak memiliki latar belakang coding. Selain itu, versi open source Metabase gratis sehingga cocok digunakan oleh perusahaan dari skala kecil sampai menengah.
3. Microsoft Power BI

Cocok untuk: bisnis skala kecil hingga enterprise.
Microsoft Power BI adalah BI tools yang berfokus pada visualisasi data secara interaktif untuk membantu memberikan kejelasan data. Salah satu fitur keunggulan dari Microsoft Power BI adalah integrasi dengan platform Microsoft lainnya seperti Excel dan Azure.
Selain itu, tools ini juga terintegrasi dengan Power Automate yang di mana mampu mengotomatisasi berbagai software. Terdapat juga fitur Query Editor yang mampu mencatat semua perubahan histori data, sehingga jika terjadi kesalahan pengguna dapat mengembalikannya ke keadaan sebelum.
4. Tableau

Cocok untuk: enterprise dan bisnis/organisasi berskala besar.
Tableau adalah tools BI untuk visualisasi data secara dinamis dan intuitif dalam bentuk grafik dan diagram. Fitur yang paling menonjol dari Tableau adalah kemampuan koordinasinya yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi workbook dan dasbor dengan rekan kerja untuk dikerjakan bersama.
Tools ini cocok untuk pemula karena interface drag-and-drop dan dapat mengambil data dari berbagai sumber lain, yang di mana mempermudah penggunanya dalam menggabungkan data. Hal ini membuat Tableau cocok untuk pengguna yang membutuhkan presentasi yang kuat dan interaktif.
5. Qlik

Cocok untuk: individu hingga bisnis dengan skala besar.
Qlik terbagi menjadi 2 produk utama yaitu QlikView dan QlikSense, yang di mana keduanya dirancang untuk analisis data, visualisasi, dan pelaporan data. Visualisasi data yang disediakan Qlik bersifat interaktif dan user friendly.
Qlik memiliki fitur seperti Fitur augmented analytics, NLP (Natural Language Processing), dan Associative Engine yang unik. Namun kekurangannya adalah biaya lisensi yang cukup tinggi serta sulit dipelajari untuk pengembangan aplikasi yang sifatnya lebih kompleks.
6. IBM Cognos Analytics

Cocok untuk: tim kecil yang membutuhkan data analitik dengan cepat dan harga yang fleksibel.
IBM Cognos Analytics adalah sebuah tools untuk menghasilkan visualisasi data, menganalisis data, serta membuat laporan. Tools ini terkenal karena fungsionalitas asisten AI yang canggih. Asisten ini dapat melakukan segala permintaan yang diminta secara akurat dan cepat.
Fitur lain dari tools ini adalah integrasi dengan Microsoft, spiral charts, anotasi dan otomatisasi distribusi laporan. IBM juga menyediakan tutorial untuk membantu pemula yang pertama kali menggunakannya.
7. Domo

Cocok untuk: bisnis skala kecil hingga besar.
Domo adalah tools BI yang dirancang khusus untuk mengintegrasikan, menganalisis, dan memvisualisasikan data dari berbagai sumber secara real-time. Salah satu fitur unggulannya adalah Domo mampu mendukung lebih dari 1.000 konektor data bawaan dan memiliki marketplace khusus.
Domo juga mampu kemampuan integrasi yang bisa menggabungkan data dari berbagai aplikasi cloud, basis data, dan spreadsheet kedalam satu dashboard. Domo juga tersedia untuk aplikasi mobile yang bisa diunduh lewat App store dan Google Play store.
Tertarik dengan Salah Satu Tools di Atas?
Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah menemukan tools BI yang cocok untukmu? Dengan menggunakan tools BI yang tepat kamu dapat mendukung perkembangan bisnismu dengan lebih efektif.
Dalam memilih tools BI, jangan hanya pastikan kemampuan teknis yang dimilikinya namun juga kebutuhan tim dan anggaran yang dimiliki bisnis. Jangan sampai kamu menggunakan tools BI yang membutuhkan biaya mahal dan membuat bisnis mengalami kesulitan biaya.
Maka dari itu, ada baiknya kamu melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui tools mana yang cocok dan sesuai dengan kemampuan anggaran bisnis. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat ya!
