9 Perbedaan Startup dan UMKM, Pebisnis Wajib Tahu

Perbedaan startup dan UMKM kurang bisa diketahui jika dilihat dari segi luarnya saja. Perlu kamu ketahui bahwa keduanya berbeda dari segi dana maupun prosesnya. Yuk, simak perbedaannya disini!

Tanggal

August 29, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Kategori

Share Blog

Perbedaan startup dan UMKM mungkin terlihat kurang jelas jika hanya dilihat dari tampak luarnya saja. Namun, perbedaan kedua bisnis ini bisa diketahui lewat istilah yang digunakan. Startup cenderung mengarah kepada perusahaan berbasis teknologi, sedangkan UMKM mengarah pada bisnis dari skala mikro hingga menengah. 

Pada bulan Mei 2025, telah terdapat 3.053 perusahaan startup yang beroperasi di Indonesia. Sedangkan jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 66 juta per bulan Mei 2025. Dengan jumlah keduanya yang terus bertambah, tentu kamu akan kesulitan dalam membedakan antara bisnis startup dan UMKM. 

Jika kamu ingin tertarik dalam mengetahui perbedaan antara kedua bisnis tersebut, simak artikel ini sampai akhir ya! 

Apa Itu Startup? 

Startup adalah perusahaan merintis yang bergantung kepada teknologi sebagai fondasi dasarnya. Startup berfokus pada pengembangan inovasi yang mampu mengubah alur pasar sekaligus memenuhi kebutuhan pasar. 

Startup memanfaatkan teknologi dalam pemberian produk atau layanannya, menjadikannya sebagai bisnis modern yang efisien. Contoh bisnis startup yang populer adalah Gojek, Traveloka, OVO, Grab, dan lain sebagainya. 

Apa Itu UMKM? 

UMKM merupakan singkatan dari usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM dapat dikelola oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha. UMKM tidak sepenuhnya berbasis teknologi dan berperan penting sebagai penggerak roda ekonomi di Indonesia. 

Perbedaan Antara Startup dan UMKM 

Berikut adalah beberapa faktor utama yang membedakan antara startup dan UMKM, di antaranya: 

1. Ide

Bisnis startup selalu menciptakan ide yang inovatif, baru, dan mampu mengubah alur pasar secara besar-besaran. Ide tersebut dapat menjadi pionir bagi pebisnis lainnya dan dapat membuat kebutuhan baru bagi masyarakat. Ide tersebut juga bersifat eksperimental, sehingga keberhasilannya belum terjamin. 

Sementara ide UMKM hanya berfokus dalam mencari keuntungan bagi pelaksananya. Hal ini membuat UMKM cenderung memiliki tipe produk atau layanan yang sama dan tidak original. Contohnya seperti laundry, rumah makan, salon, dan lain sebagainya. 

2. Inovasi 

Sama halnya seperti ide, startup cenderung menciptakan inovasi baru seperti pemberian solusi unik berupa produk atau layanan. Karena tujuan dari startup adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan, maka inovasi dari startup harus lebih agresif dan menyudut ke arah konsumen. 

Sementara inovasi yang dilakukan UMKM terkadang hanya memperbaiki produk atau layanan yang mereka miliki saja. Produk baru yang dikeluarkan juga terkadang hanya versi upgrade dari produk lama mereka. 

3. Jangkauan pasar 

Bisnis startup yang sukses tidak hanya mampu menjangkau pasar lokal atau nasional namun hingga ke pasar internasional. Dikarenakan bisnis startup selalu melakukan pengembangan dan inovasi, juga mendapatkan bantuan dari para investor. Hal ini membantu memperluas koneksi bisnis dan memungkinkannya untuk bergerak menuju ranah internasional. 

Sementara UMKM lebih berfokus pada pasar lokal dan nasional. Dalam mencapai tingkat nasional pun UMKM membutuhkan waktu yang cukup lama karena mayoritas tidak mendapatkan bantuan dari investor atau pihak lain. 

4. Keuntungan 

Keuntungan dari UMKM bisa didapat dengan cepat bahkan dari hari pertama usaha dibuka. Dikarenakan fokus tujuan dari UMKM sendiri adalah mencari keuntungan bagi pelaksananya. 

Agar keuntungan yang didapat bisa berlipat, UMKM dapat melakukan promosi atau membuka cabang. Sementara bagi bisnis startup untuk mendapatkan keuntungan butuh waktu berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun. 

Dikarenakan tujuan dari startup adalah menciptakan produk yang disukai oleh konsumen dan mampu merubah alur pasar. Jika tujuan tersebut sudah tercapai dan startup sudah berkembang barulah bisnis mulai mendapatkan keuntungan. 

5. Sumber dana 

Sumber dana dari UMKM biasanya berasal dari keuangan pelaksana, keluarga, atau pinjaman modal bank. Dikarenakan biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan UMKM relatif lebih rendah daripada startup.

Sementara startup membutuhkan pendanaan yang besar dan modal sendiri tentu tidak akan bisa menutup semuanya. Maka dari itu, startup selalu mencari dukungan dari para investor dan melakukan IPO (Initial Public Offering). 

6. Teknologi 

Bisnis startup sangat bergantung pada teknologi dan seluruh sistem operasional hingga produk/layanannya berbasis teknologi. Karena startup ingin bertumbuh secara cepat, penggunaan teknologi dapat membantu startup agar lebih fleksibel. 

Sementara UMKM tidak terlalu bergantung pada teknologi khusus dan hanya menggunakan teknologi sebagai pendukung kegiatan operasionalnya saja. Contohnya penggunaan software marketing atau akuntansi, social media, dan lain sebagainya. 

7. Struktur organisasi 

Struktur organisasi di startup cenderung lebih datar dan fleksibel karena beberapa startup hanya berfokus pada tim kecil yang memiliki visi misi yang sejalan dengan bisnis. Tim ini biasanya memiliki keahlian di bidang manajemen, keuangan, design, dan lain sebagainya. 

Tim ini akan berfokus pada masing-masing tugas untuk membantu pengembangan bisnis startup. Sementara UMKM memiliki hierarki dalam struktur organisasinya. Seluruh tim biasanya berisi anggota yang memiliki pengalaman di bidang tertentu dan mampu meningkatkan keuntungan bisnis 

8. Dampak terhadap ekonomi 

UMKM berfokus pada pemberian dampak ke masyarakat lokal berupa penciptaan lapangan kerja sekaligus mendukung bisnis lainnya dengan bekerja sama satu sama lain. 

Sementara startup memberikan dampak yang signifikan pada pasar dan masyarakat seperti inovasi baru yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Selain itu, dampak ekonomi dari startup bisa mencapai tingkat nasional hingga internasional. 

9. Risiko 

Risiko kegagalan startup sendiri lebih besar dibandingkan UMKM yaitu mencapai 90%. Alasan dari kegagalan ini adalah manajemen yang kurang baik, keuangan yang menipis, tidak sesuai dengan pasar, strategi dan tim yang tidak efektif, dan lain sebagainya. 

Sementara risiko kegagalan UMKM mencapai 25% di 2 tahun pertama, 45% setelah 5 tahun, dan 65% setelah 10 tahun berjalan. Persentase ini tentunya lebih rendah dibandingkan startup.

Tabel Perbandingan Startup dan UMKM

No

Perbedaan Startup

UMKM

1 Ide Inovatif, baru, dan mampu mengubah alur pasar serta menjadi inspirasi bagi bisnis lain.  Hanya berfokus dalam mencari keuntungan dan cenderung mirip dengan bisnis lainnya. 
2 Inovasi Selalu menciptakan inovasi produk/layanan yang baru dan unik.  Hanya berfokus dalam memperbaiki produk lama/yang sudah ada. 
3 Jangkauan pasar Lokal – internasional.  Lokal – nasional. 
4 Keuntungan Butuh waktu berbulan-bulan atau tahun untuk mendapatkan keuntungan.  Keuntungan bisa didapat dari hari pertama berjualan. 
5 Sumber dana Investor, venture capital, atau IPO.  Keuangan pribadi atau pinjaman bank. 
6 Teknologi Berbasis teknologi dan sangat bergantung dengan teknologi.  Teknologi hanya sebagai pendukung kegiatan operasional. 
7 Struktur Cenderung datar dan fleksibel.  Terdiri dari hierarki. 
8 Dampak pasar  Dampak cukup signifikan karena memberi terobosan baru.   Dampak bersifat lokal seperti membuka lapangan pekerjaan atau mendukung bisnis lain. 
9 Risiko  Risiko kegagalan cukup tinggi mencapai 90%.  Risiko kegagalan cukup rendah yaitu: 
  • 25% di 2 tahun pertama.
  • 45% setelah 5 tahun.
  • 65% setelah 10 tahun.

Sudah Tahu Perbedaan Antara Startup dan UMKM? 

Startup dan UMKM merupakan dua jenis bisnis yang berbeda, di mana startup berbasis teknologi sedangkan UMKM lebih kearah tradisional dan tidak terlalu bergantung pada teknologi. 

Kedua bisnis ini juga memiliki tujuan yang berbeda, di mana startup berfokus pada pengembangan inovasi yang signifikan sementara UMKM berfokus pada mencari keuntungan. 

Setelah membaca artikel ini, semoga kamu sudah paham akan perbedaan antara startup dan juga UMKM. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Business Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Pentingnya Belajar Bisnis dan Tipsnya untuk Pemula
Bagi sebagian orang, belajar bisnis mungkin bukanlah hal yang menarik untuk dilakukan. Belajar bisnis...
cover-blog-dewatalks
35+ Istilah dalam Bisnis yang Harus Kamu Ketahui Sebagai Pebisnis
Sebagai seorang pebisnis, terdapat beberapa istilah dalam bisnis yang harus kamu ketahui dan pahami....
cover-blog-dewatalks
Apa Itu Bisnis: Definisi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya
Bisnis adalah kegiatan yang menawarkan produk atau layanan jasa terhadap konsumen untuk mendapatkan profit....