Startup unicorn adalah salah satu tingkatan dari 6 tingkat bisnis startup. Sebuah perusahaan startup dapat dinyatakan sebagai startup unicorn jika sudah melewati tingkatan sebelumnya yaitu cockroach, pony, dan centaur.
Pada akhir tahun 2024, Indonesia sudah memiliki 15 perusahaan startup berstatus Unicorn. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan startup berstatus unicorn terbanyak di Asean.
Lantas apa itu startup unicorn sebenarnya? Jika kamu tertarik untuk mengetahuinya, simak artikel ini sampai akhir ya!
Apa Itu Startup Unicorn?
Startup unicorn adalah istilah untuk sebuah perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar atau setara dengan Rp16 triliun. Istilah ini pertama kali dikemukakan dan dipopulerkan oleh seorang pemodal ventura bernama Aileen Lee.
Kata unicorn sendiri diambil dari mahluk mitologi berupa kuda bertanduk. Kata ini digunakan untuk menggambarkan status startup unicorn yang mustahil dan susah untuk dicapai. Selain itu, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan obsesi dari para startup untuk mencapai valuasi US$1 miliar tersebut.
Valuasi adalah nilai dari perusahaan startup tersebut. Jika suatu saat ada pihak yang ingin mengakuisisi perusahaan tersebut, maka mereka harus membayar sesuai dengan nilai valuasi yang dimiliki oleh perusahaan.
Ciri Startup Unicorn
Berikut adalah beberapa ciri dari perusahaan startup berstatus unicorn, di antaranya:
1. Nilai valuasinya tinggi
Ciri yang paling menonjol dari startup unicorn adalah nilai valuasinya yang tinggi yaitu mencapai US$1 miliar. Dikarenakan para investor berani dalam memberikan nilai sekaligus dana kepada perusahaan ini.
Alasannya adalah karena para investor percaya bahwa perusahaan tersebut dapat memberikan keuntungan yang besar sekaligus memberikan perubahan di pasar.
2. Pertumbuhannya cepat
Ciri lain yang paling menonjol dari unicorn adalah pertumbuhannya yang relatif lebih cepat dibandingkan perusahaan pada umumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh bantuan dana dari investor, inovasi produk, atau layanan inovatif yang memecahkan masalah konsumen dan mengubah alur pasar.
Faktor-faktor di atas membantu startup unicorn untuk berkembang dengan lebih cepat.
3. Selalu berinovasi
Seperti yang diketahui, persaingan dalam tingkat unicorn cukup sengit karena jumlahnya terus meningkat tiap bulannya. Agar perusahaan dapat mempertahankan posisinya di pasar, maka harus ada inovasi yang mampu mengubah pasar dan membuat bisnis mereka terlihat menarik.
Maka dari itu, kamu bisa melihat bahwa perusahaan startup tingkat tinggi seperti Gojek, Tokopedia, dan lain sebagainya selalu mengeluarkan fitur-fitur baru. Tujuannya adalah memperkuat posisi mereka sekaligus meningkatkan jumlah pelanggan.
4. Berbasis teknologi
Salah satu ciri dari perusahaan startup unicorn adalah segala pelayanan dan produknya diakses lewat teknologi digital. Hampir seluruh startup unicorn mengembangkan teknologi untuk mempermudah pelanggannya dalam mengakses seluruh layanan mereka lewat satu aplikasi.
Contohnya adalah Gojek, di mana pengguna dapat memesan kendaraan online, layanan pesan antar makanan, pengiriman paket, dan lain sebagainya, hanya lewat satu aplikasi saja.
5. Berfokus pada kebutuhan konsumen
Semua perusahaan tentunya membutuhkan konsumen untuk memastikan bisnisnya relevan dan masih digemari oleh publik. Hampir seluruh perusahaan startup melakukan model bisnis B2C, sehingga membuat semua inovasi dari usaha diperuntukkan kepada konsumen.
Contohnya adalah TikTok yang mengembangkan aplikasi sosial media yang bisa digunakan secara gratis dan memungkinkan penggunanya untuk share gambar atau video.
6. Milik pribadi
Mayoritas dari startup unicorn adalah perusahaan milik pribadi. Hal ini membantu bisnis dalam mengambil keputusan dan berinovasi dengan lebih responsif dan cepat dibandingkan perusahaan lainnya.
Contoh Startup Unicorn di Indonesia
Berikut adalah beberapa contoh perusahaan startup berstatus unicorn di Indonesia, di antaranya:
1. Gojek
Gojek didirikan pada tahun 2010 dan berfokus dalam bidang transportasi online. Aplikasi Gojek membantu penggunanya dalam memesan ojek motor atau mobil secara online.
Selain itu, Gojek juga memiliki fitur lain seperti pemesanan tiket kereta, pemesanan makanan online, pengiriman paket, membayar tagihan, dan lain sebagainya.
2. Tokopedia
Tokopedia didirikan pada tahun 2009 dan berfokus di bidang e-commerce. Aplikasi Tokopedia membantu pedagang dalam memperluas jangkauan customer mereka. Pedagang dapat menjajakan etalase online mereka untuk menarik pembeli yang menggunakan aplikasinya.
Tujuannya adalah kegiatan jual beli menjadi lebih simpel dan dapat menjangkau pedagang atau pembeli dimanapun mereka berada.
3. Traveloka
Traveloka didirikan pada tahun 2012 dan berfokus dalam memberikan pelayanan kebutuhan perjalanan secara online. Aplikasi Traveloka dapat digunakan untuk membeli tiket pesawat, hotel, kereta, konser, dan lain sebagainya.
Traveloka sendiri telah menjalin hubungan dengan berbagai maskapai, sehingga memudahkan pelanggannya dalam membeli tiket maskapai yang mereka inginkan.
Sudah Tahu Apa Itu Startup Unicorn?
Startup unicorn adalah perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi di atas US$1 miliar atau setara dengan Rp16 triliun. Perusahaan startup yang sudah mencapai tingkat ini tentunya akan menghadapi banyak kesulitan karena persaingan pasar yang ketat.
Maka dari itu, startup unicorn selalu melakukan inovasi dan pengembangan hal baru untuk memperkuat posisi mereka di pasar. Kamu dapat mengetahui perusahaan startup unicorn dengan meneliti mereka berdasarkan ciri-ciri di atas. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!
