Startup adalah istilah untuk perusahaan perintis yang belum lama beroperasi dan masih melakukan berbagai inovasi dan pengembangan. Istilah ini biasanya mengarah kepada perusahaan yang produk atau layanannya berbasis teknologi.
Jumlah startup di Indonesia selalu meningkat setiap bulannya, dengan total 3.126 usaha startup pada bulan Juli 2025. Jumlah perusahaan startup terus meningkat berkat dukungan program inkubator dari swasta dan juga pemerintah.
Tertarik mengetahui tentang startup secara lebih lanjut? Simak artikel ini sampai akhir ya!
Apa Itu Startup?
Startup adalah perusahaan rintisan yang didirikan oleh individu atau kelompok dan berfokus pada pengembangan dan inovasi produk atau layanannya untuk memenuhi kebutuhan pasar atau menciptakan kebutuhan baru. Startup terbagi menjadi 2 yaitu startup tradisional dan startup digital.
Namun, startup sering dikaitkan dengan perusahaan berbasis teknologi, padahal startup juga mencakup bidang lainnya seperti pendidikan, hiburan, kesehatan, dan lain sebagainya. Perusahaan startup bergantung pada dana eksternal untuk keberlangsungannya seperti dukungan investor atau venture capital.
Berbeda dengan perusahaan pada umumnya, perusahaan startup lebih mudah dalam mendapatkan dukungan dana karena pengaruhnya yang besar terhadap ekonomi. Bantuan dana dari pemerintah untuk startup adalah program PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) dan CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi). Jika kamu tertarik dalam memulai bisnis startup, kamu dapat mengunjungi artikel dibawah ini.
Selengkapnya: Panduan Cara Membangun Bisnis Startup dari Nol dengan Tepat
Jenis Tingkatan Perusahaan Startup
Perusahaan startup terdiri dari berbagai jenis tingkatan untuk membedakannya. Berikut penjelasannya:
1. Cockroach
Tingkatan pertama dari perusahaan startup adalah cockroach. Tingkatan ini berisi perusahaan baru yang masih berusaha dalam mempertahankan keberlangsungan perusahaannya.
Tingkatan ini dapat diketahui dari pengeluaran bisnis yang relatif rendah dan struktur organisasi yang masih berantakan. Nilai valuasi dari cockroach berkisar kurang dari US$10 juta atau setara dengan Rp16 miliar.
2. Pony
Tingkatan kedua dari perusahaan startup adalah pony atau ponies. Tingkatan ini berisi persaingan yang ketat dengan perusahaan startup lainnya dan memiliki tingkat kegagalan yang cukup besar.
Tingkatan ini dapat diketahui dari basis pelanggan yang berkembang dan pendapatan perusahan yang mulai stabil. Nilai valuasi dari pony berkisar antara US$10 juta hingga US$100 juta atau setara dengan Rp140 miliar hingga Rp1 triliun.
3. Centaur
Tingkatan ketiga dari perusahaan startup adalah centaur. Perusahaan yang mencapai tingkatan ini sudah memiliki posisi yang kuat di pasar dan memiliki pertumbuhan yang signifikan. Di tingkat ini, perusahaan sudah memiliki valuasi yang kuat sehingga mampu menarik dukungan investor.
NIlai valuasi dari centaur berkisar lebih dari US$100 juta tapi belum mencapai US$1 miliar. Contoh dari perusahaan di tingkatan ini adalah Halodoc, Sociolla, dan Lemonilo.
4. Unicorn
Tingkatan selanjutnya setelah fase centaur adalah unicorn. Perusahaan yang mencapai tingkatan ini telah memiliki model bisnis yang inovatif dan scalable, memudahkannya dalam berkembang dan meningkatkan nilai bisnis secara signifikan.
Nilai valuasi dari unicorn berkisar lebih dari US$1 miliar atau setara dengan Rp16 triliun. Contoh perusahaan di tingkatan ini adalah Gojek, Traveloka, OVO, dan Bukalapak.
5. Decacorn
Tingkatan setelah fase unicorn adalah decacorn, di mana perusahaan startup sudah memiliki value yang tinggi dan ekspansi pasar yang besar dan cepat. Tingkatan unicorn sendiri ramai dilirik oleh investor karena persentase keberhasilan yang cukup besar.
Nilai value dari decacorn berada di atas US$10 miliar atau setara dengan Rp160 triliun lebih. Contoh perusahaan di tingkatan ini adalah GoTo dan J&T.
6. Hectocorn
Tingkatan tertinggi dari perusahaan startup adalah hectocorn. Di tingkat ini, perusahaan sudah menjadi perusahaan raksasa dan terkenal di seluruh penjuru dunia. Teknologi dan operasional di perusahaan ini juga inovatif dan berkembang pesat.
Nilai valuasi dari hectocorn sudah lebih dari US$100 miliar atau setara dengan Rp1.600 triliun. Contoh perusahaan di tingkatan ini adalah Apple, Google, Microsoft, dan Facebook.
Ciri-ciri Perusahaan Startup
Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari perusahaan startup yang perlu kamu ketahui, yaitu:
- Usia bisnis kurang dari 3 tahun
- Bersifat inovatif dan disruptif
- Perusahaan berkaitan dengan teknologi
- Jumlah karyawan relatif sedikit
- Mengandalkan bantuan dana dari investor
- Sifatnya fleksibel
- Test market yang dilakukan cenderung kecil
Contoh Perusahaan Startup
Berikut adalah beberapa contoh perusahaan startup, yaitu:
1. Traveloka

Perusahaan ini menyediakan layanan pembelian dan booking tiket hotel, pesawat, kereta, dan lain sebagainya. Traveloka merupakan salah satu perusahaan startup tingkat unicorn di Indonesia.
2. Ruangguru

Perusahaan ini bergerak di bidang pendidikan dan menyediakan bimbingan belajar secara online untuk membantu siswanya belajar di mana saja dan kapan saja dengan mudah.
Ruangguru juga merupakan salah satu perusahaan startup tingkat unicorn yang ada di Indonesia.
3. Halodoc

Perusahaan ini bergerak di bidang kesehatan, di mana pelanggan bisa melakukan layanan kesehatan secara online. Aplikasi ini mampu menghubungkan pelanggannya dengan dokter, rumah sakit, klinik, atau laboratorium terdekat untuk melakukan pemeriksaan.
Halodoc juga merupakan salah satu perusahaan startup tingkat unicorn yang ada di Indonesia.
4. Canva

Canva bergerak di bidang desain grafis, di mana penggunanya dapat membuat desain untuk social media, presentasi, poster, dan lain sebagainya menggunakan template dan visual yang disediakan.
Canva dapat digunakan secara gratis, namun untuk menggunakan beberapa fitur dan template; pelanggan disarankan untuk berlangganan paket premiumnya. Canva adalah perusahaan startup yang mencapai tingkat decacorn.
5. Spotify

Spotify bergerak di bidang di bidang musik, di mana pengguna dapat streaming musik dari ranah nasional hingga internasional. Musik yang dimasukkan ke dalam Spotify juga akan mendapatkan royalti.
Kamu bisa mendengarkan spotify secara gratis, namun jika ingin menghilangkan iklan atau menggunakan fiturnya maka disarankan berlangganan premium.
6. Shein

Shein bergerak di bidang fashion ritel dan merupakan perusahaan e-commerce yang populer dan berhasil memasuki pasar global. Shein berasal dari China dan didirikan di Nanjing oleh Chris Xu.
Model e-commercenya yang mudah untuk digunakan membuat Shein populer dan berhasil meraih title fashion ritel terbesar di dunia pada tahun 2022.
Selengkapnya: Mengenal 20 Contoh Perusahaan Startup di Indonesia yang Sukses dan Populer
Sudah Tahu Apa Itu Startup?
Startup adalah perusahaan perintis yang masih berusaha dalam mengembangkan dan membuat inovasi baru dalam prosesnya. Perusahaan ini juga biasanya terintegrasi dengan teknologi sehingga segala kegiatannya berhubungan dengan dunia digital.
Startup sangat bergantung pada dana bantuan dari investornya. Maka dari itu, jika kamu tertarik dalam membuat bisnis startup, pastikan bisnis kamu layak untuk didukung oleh para investor. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat ya!
