Kamu pastinya pernah tertarik dalam mencari contoh UMKM di desa setelah merasa lelah dengan hiruk pikuknya kota. Perlu kamu ketahui bahwa membuka bisnis UMKM di desa juga bukan merupakan pilihan yang buruk. Karena selama kamu mengetahui kegemaran penduduk lokal, maka dijamin bisnis kamu akan menjadi populer.
Dengan bertambahnya UMKM di kota setiap harinya, membuka UMKM di desa bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik. Tertarik dalam menjalankan UMKM di desa? Simak artikel ini sampai akhir!
Mengapa UMKM di Desa Penting?
Sebelum membahas rekomendasi UMKM, kamu perlu tahu terlebih dahulu mengapa UMKM di desa itu sangat penting. Berikut alasannya:
- Menggerakkan roda ekonomi desa.
- Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat.
- Menciptakan lapangan kerja.
- Melestarikan dan mempopulerkan kearifan desa.
- Mendorong inovasi dan diversifikasi desa.
Rekomendasi UMKM di Desa
Berikut adalah 15 rekomendasi UMKM yang cocok untuk dilakukan di desa, yaitu:
1. Ternak lele
Usaha ternak lele merupakan salah satu jenis usaha yang paling digemari dan juga dibutuhkan oleh berbagai bisnis baik itu lokal, nasional, hingga internasional. Karena seperti yang kita ketahui, warung makan yang menjual ikan lele jumlahnya cukup banyak.
Hal ini menyatakan bahwa demand dari ikan lele sendiri cukup tinggi. Selain itu, budidaya ikan lele juga tidak membutuhkan lahan luas atau biaya yang cukup besar.
2. Warung sembako
Sembako merupakan salah satu kebutuhan penting bagi warga desa. Jika tinggal di kota, kamu dapat dengan mudah mengunjungi supermarket atau toko terdekat untuk membeli kebutuhanmu.
Namun hal ini berbeda dengan kondisi di desa, di mana untuk mendapatkan sembako warga harus mengunjungi desa lain atau kota terdekat yang memiliki toko sembako. Maka dari itu, membuka bisnis warung sembako memberikan peluang kesuksesan yang signifikan.
3. Warung makan
Salah satu kegiatan yang digemari warga desa adalah berkumpul dan berbincang sembari makan atau menikmati jajanan ringan. Maka dari itu, warung makan atau kopi merupakan salah satu pilihan bisnis UMKM yang cocok.
Kamu dapat menjual lauk pauk atau jajanan ringan seperti gorengan, kripik, minuman, dan lain sebagainya. Bisnis ini cocok dilakukan di desa karena tidak membutuhkan modal besar dan dapat memberikan keuntungan yang cukup besar.
4. Agen gas
Berbeda dengan kota di mana kamu dapat membeli gas dengan mudah, di desa kamu harus pergi ke kota terlebih dahulu untuk membeli gas. Sebagai agen gas kamu dapat menyuplai gas kepada warga dan dipercaya oleh warga.
Bisnis ini cukup menguntungkan apalagi jika tidak ada pesaing yang terlalu banyak seperti di kota.
5. Agen makanan olahan
Setiap desanya tentunya memiliki jenis produk atau makanan olahan unik khasnya sendiri. Hal ini dapat kamu manfaatkan untuk membuka bisnis yang menjual makanan olahan tersebut. Produk tersebut nantinya dapat kamu pasarkan secara lokal atau ke ranah nasional.
6. Toko pulsa
Maraknya penggunaan smartphone tentunya meningkatkan kebutuhan pulsa. Hal ini juga berlaku di desa, di mana masyarakatnya juga membutuhkan pulsa untuk kebutuhan internetnya.
Dengan berjualan pulsa di desa, warga jadi tidak perlu lagi pergi ke kota untuk membeli pulsa. Jika bisnis belum memiliki pesaing, maka kemungkinan suksesnya juga cukup besar.
7. Bengkel
Di desa tentunya cukup sulit untuk menemukan bengkel motor ataupun mobil. Sehingga disaat kendaraan warga mengalami kerusakan, mereka harus memperbaikinya sendiri atau membawanya ke bengkel di kota terdekat.
Hampir seluruh keluarga di desa tentunya memiliki motor yang mereka gunakan untuk kegiatan sehari-hari. Maka dari itu keberadaan bisnis bengkel tentunya membantu warga yang kendaraannya bermasalah.
8. SPBU mini
Bisnis ini berhubungan dengan bisnis sebelumnya yaitu berhubungan dengan kendaraan. Biasanya untuk mengisi bensin kendaraan mereka warga harus mengunjungi kota terdekat.
Bisnis SPBU mini dapat membantu warga untuk mengisi bensin dengan mudah dan mampu memberikan keuntungan yang cukup besar.
9. Peternak
Desa yang memiliki lahan yang luas dan kondisi alam yang bagus dapat menjadi spot yang cocok untuk membuka peternakan. Kamu dapat beternak ayam, sapi, kambing, dan lain sebagainya.
Kamu dapat bekerja sama dengan bisnis lain sebagai supplier daging, susu, ataupun telur. Komoditi ini tentunya dibutuhkan oleh banyak orang, menjadikannya bisnis yang menguntungkan.
10. Perkebunan
Sama seperti bisnis peternakan, bisnis perkebunan juga membutuhkan lahan yang cukup besar sehingga cocok untuk dilakukan di desa. Kamu dapat menanam tanaman organik yang di mana cukup digemari dan harganya cukup mahal.
Bisnis ini merupakan salah satu UMKM yang cocok untuk dilakukan di desa dan memberikan pendapatan yang besar.
11. Pengolahan hasil laut
Jika desamu berada di pantai atau sekitarnya, membuka bisnis olahan hasil laut merupakan pilihan yang cocok. Kamu dapat menjual tangkapan laut segar atau mengolahnya menjadi olahan lain seperti fillet, steak, sashimi, dan lain sebagainya.
12. Tambak ikan
Bisnis tambak ikan cukup mirip dengan bisnis ternak lele, di mana keduanya berfokus pada budidaya ikan untuk dijual nantinya. Kamu dapat berfokus pada jenis ikan yang memiliki demand yang tinggi seperti nila, gurame, patin, dan lain sebagainya.
Kamu dapat membangun kerja sama dengan supplier ikan atau bisnis lokal untuk menjual ikan hasil tambak tersebut.
13. Produksi tempe atau tahu
Tempe dan tahu merupakan salah satu bahan makanan yang digemari masyarakat dan selalu high on-demand. Bisnis ini dapat dilakukan dalam skala kecil maupun besar. Selain itu, modal yang dibutuhkan juga relatif kecil namun memberikan keuntungan yang cukup besar.
14. Salon
Salon atau tempat potong rambut merupakan salah satu bisnis yang mudah ditemukan di penjuru kota. Namun hal ini berbeda di desa, di mana warga harus mengunjungi kota terdekat untuk mendapatkan perawatan rambut. Meskipun skala bisnisnya lumayan kecil, namun bisnis salon di desa biasanya cukup menguntungkan dan diminati.
15. Jasa jahit
Bisnis ini merupakan bisnis yang cocok untuk dilakukan di rumah karena pekerjaannya yang cukup fleksibel. Modal yang dibutuhkan juga tidak besar, di mana kamu hanya membutuhkan mesin jahit dan berbagai perkakas menjahit lainnya.
Kamu dapat membuka jasa membesar atau mengecilkan pakaian, celana, dan lain sebagainya. Bisnis ini tentunya cukup diminati karena tidak semua orang bisa menjahit pakaiannya sendiri.
Tips Memulai UMKM di Desa
Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan saat akan memulai UMKM di desa, di antaranya:
1. Lakukan survei pasar
Sebelum memulai usaha, melakukan survei pasar adalah hal yang wajib dan penting untuk dilakukan. Terutama jika kamu baru pertama kali menjalankan usaha atau membuka usaha di tempat yang baru dan tidak familiar. Lakukan survei untuk mengetahui kebutuhan dan kebiasaan warga lokal.
Jika kamu membuka usaha seperti perkebunan atau tambak ikan, pastikan lokasinya strategis dan kebutuhan airnya mencukupi. Tujuannya adalah agar usaha yang kamu jalankan tidak sia-sia atau malah membutuhkan uang yang banyak karena kesalahan awal.
2. Membuat rencana bisnis yang jelas
Saat membangun sebuah usaha, tentunya kamu harus memiliki visi dan misi bisnis yang jelas. Tentukan terlebih dahulu tujuan bisnis dijalankan agar bisnis dapat berjalan dengan baik.
Dikarenakan bisnis yang tidak memiliki tujuan yang jelas, selalu terbawa alur, dan tidak memiliki pendirian tentunya akan kesulitan untuk bertahan dalam jangka panjang. Selain itu, rencana yang ingin ditetapkan juga cukup rumit karena bisnis tidak memiliki tujuan utama.
3. Manfaatkan kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi modern tentunya memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis. Popularitas sosial media dan internet dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dan awareness bisnis di pasar. Hal ini tentunya dapat membantu bisnis meraih keuntungan lebih.
Selain itu, kamu bisa menggunakan social media untuk mempromosikan bisnis sekaligus berbincang dan menerima saran dengan customer. Dikarenakan hampir seluruh masyarakat telah memiliki smartphone, yang di mana menjadikan internet dan sosial media sebagai platform pemasaran yang efektif.
Tertarik Melakukan UMKM di Desa?
Bisnis UMKM di desa bukanlah hal yang tidak menguntungkan. Karena selama kamu mengetahui kebutuhan masyarakat dan kelebihan dari desa yang disinggahi, kamu dapat menciptakan inovasi bisnis yang efisien dan menguntungkan.
Dalam melakukan UMKM di desa, hal yang penting adalah membangun hubungan dan dipercayai oleh warga desa terlebih dahulu. Maka dari itu, kamu dapat melakukan kunjungan dan melakukan wawancara mengenai kebutuhan mereka. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!
