Sebelum memulai sebuah bisnis, pastinya kamu ingin mengetahui jenis-jenis bisnis terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mengetahui dengan jelas jenis bisnis apa yang kamu sukai dan ingin kamu jalankan. Pemilihan ini tentunya sangat penting karena akan berdampak pada keberhasilan bisnis yang akan kamu jalankan.
Jika kamu tertarik dalam menjalankan bisnis, artikel ini cocok banget untuk kamu. Artikel ini akan membahas jenis bisnis berdasarkan skala, medium, dan modelnya. Maka dari itu, simak artikel ini sampai akhir ya!
Jenis Bisnis Berdasarkan Skala
Bisnis berdasarkan skalanya terbagi menjadi 4 tingkat, di antaranya:
1. UMKM
UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM adalah jenis bisnis yang dijalankan oleh individu, kelompok, atau badan usaha. UMKM sendiri berperan penting sebagai penggerak roda ekonomi di Indonesia.
UMKM terdiri dari 3 tingkatan, yaitu:
- Mikro: memiliki kekayaan bersih tidak lebih dari Rp50 juta dan omzet tahunannya tidak melebihi Rp300 juta.
- Kecil: memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta dan omzet tahunannya di antara Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar.
- Menengah: memiliki kekayaan bersih antara Rp500 juta sampai Rp10 miliar, dan omzet tahunan yang mencapai Rp2,5 miliar sampai Rp50 miliar.
2. Startup
Startup adalah perusahaan rintisan yang berfokus pada pengembangan dan inovasi produknya guna memenuhi kebutuhan konsumen. Startup merupakan jenis bisnis yang dapat dijalankan oleh individu maupun kelompok. Mayoritas dari perusahaan startup berbasis teknologi guna mempermudah pengembangan produknya.
Startup sangat bergantung pada bantuan dana eksternal seperti dukungan investor atau venture capital. Akan tetapi, perusahaan startup cenderung lebih mudah mendapatkan dukungan pendanaan karena pengaruhnya yang besar terhadap ekonomi.
3. Company
Company atau perusahaan adalah sebuah entitas bisnis yang memproduksi dan menyediakan produk atau layanan guna mendapatkan keuntungan. Perusahaan bisa bergerak di berbagai bidang seperti manufaktur, jasa, teknologi, perdagangan, dan lain sebagainya.
Company merupakan sebuah badan usaha yang memiliki status hukum sendiri. Hal ini menandakan bahwa sebuah perusahaan memiliki hak dan kewajiban yang harus mereka penuhi seperti hak memiliki aset, kontrak, dan berkewajiban untuk membayar semua utangnya sendiri.
4. Multinational Company (MNC)
Multinational Company adalah istilah untuk perusahaan yang beroperasi di 2 negara sekaligus atau lebih. Jenis perusahaan ini beroperasi dengan memiliki cabang atau anak perusahaan di negara lain dan mengontrol perusahaan cabang tersebut lewat perusahaan pusat yang berada di negara asalnya.
Perusahaan pusat akan mengendalikan manajemen, kebijakan, keuangan, hingga produk baru untuk setiap cabangnya. Selain itu, eksistensi dan pengaruh perusahaan multinasional membuatnya memiliki pengaruh sosial hingga politik di negara tempatnya berdiri.
Jenis Bisnis Berdasarkan Medium
Jenis bisnis berdasarkan mediumnya terbagi menjadi 3 jenis, di antaranya:
1. Bisnis online
Bisnis online adalah jenis bisnis yang segala kegiatan bisnisnya dijalankan secara online atau melalui internet. Kegiatan bisnis yang dilakukan biasanya adalah promosi, transaksi, dan customer servicenya.
Bisnis online menggunakan berbagai platform digital dalam proses berbisnisnya, beberapa platform tersebut antara lain website, sosial media, marketplace, atau aplikasi. Contoh dari bisnis online adalah e-commerce, kursus online, affiliate marketing, jasa digital, dan lain sebagainya.
2. Bisnis offline
Bisnis offline atau konvensional adalah jenis bisnis yang dijalankan secara langsung atau melalui kontak fisik dengan audiens dan menggunakan sedikit atau bahkan tidak menggunakan internet. Jenis bisnis ini sering disebut sebagai bisnis model lama karena jarang atau lambat dalam mengikuti perubahan atau tren yang terjadi.
Kegiatan promosi bisnis online bergantung pada promosi mulut ke mulut, brosur, atau spanduk yang dipasang di tempat tertentu. Bisnis offline biasanya dijalankan di lokasi tertentu bersamaan dengan bisnis offline lainnya.
Lokasi tersebut dapat berupa toko, kios, bengkel, salon, tempat penitipan, dan lain sebagainya. Bisnis offline memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan penjual maupun produk secara langsung. Contoh dari bisnis offline adalah restoran, warung, bengkel, tempat kursus, dan lain sebagainya.
3. Bisnis digital
Bisnis digital adalah bisnis yang mengandalkan teknologi digital dan semua layanan dan kegiatan bisnis yang disediakan berbasis digital. Bisnis digital berbeda dengan bisnis online yang mayoritas hanya menggunakan platform digital, bisnis digital menjual produk dan layanan yang juga berbasis digital.
Jenis bisnis ini menggunakan otomatisasi untuk mengambil keputusan transaksi atau melayani pelanggan. Contoh dari bisnis digital adalah digital agency, penjualan produk digital (e-book, template design, dll), layanan digital (cloud hosting, VPN, storage), kursus digital, dan lain sebagainya.
Jenis Bisnis Berdasarkan Modelnya
Jenis bisnis berdasarkan modelnya terbagi menjadi 9 jenis, di antaranya:
1. Franchise
Franchise adalah model bisnis di mana pemilik bisnis (franchisor) memberikan hak kepada pebisnis untuk menggunakan merek dagang dan sistem operasional mereka dengan bayaran berupa biaya awal dan royalti hasil dagang. Tingkat kesuksesan bisnis ini cukup tinggi dengan 94% franchise masih bertahan hingga 5 tahun keatas.
Hal yang perlu dibayar untuk melakukan franchise hanyalah modal awal dan biaya lisensi dari merek franchise. Sistem operasional dan produk baru nantinya akan diberikan dan diatur oleh franchisor sendiri. Contoh dari bisnis franchise adalah Indomaret, Alfamart, Mie Gacoan, RM Padang Sederhana, dan lain sebagainya.
2. Marketplace
Marketplace adalah model bisnis yang menyediakan platform digital di mana pembeli dan penjual dapat bertemu dan melakukan transaksi jual beli produk. Marketplace menyediakan tempat bagi para penjual untuk membuka toko digital mereka, yang di mana nantinya pembeli dapat memilih dan membeli produk dari berbagai penjual.
Pendapatan dari platform marketplace biasanya berupa komisi transaksi, biaya iklan, atau layanan tambahan yang disediakan. Contoh dari platform marketplace adalah Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan lain sebagainya.
3. Dropship
Dropship adalah model bisnis yang bekerja sebagai penghubung antara pembeli dan supplier. Tugas dari dropshipper hanya melakukan promosi dari produk milik supplier dan menghubungkan supplier untuk mengirimkan produk yang dibeli secara langsung kepada pelanggan.
Model bisnis ini memiliki risiko kegagalan yang lebih rendah dan mengambil untung dari selisih harga asli dengan harga yang dijual. Contoh dari produk dropship yang populer adalah fashion, produk kecantikan dan skincare, aksesoris, peralatan rumah, dan lain sebagainya.
4. Subscription
Subscription adalah model bisnis di mana pelanggan berlangganan setiap bulan atau tahun untuk menikmati akses produk atau layanan selama langganan yang dibayar tersebut masih berlaku. Model bisnis ini tidak bersifat permanen dan harus selalu diperbaharui jika masa berlangganannya sudah habis.
Hal ini tentunya membantu pendapatan bisnis menjadi lebih stabil, berkelanjutan, dan mudah untuk dihitung. Contoh dari subscription adalah Netflix, Spotify, majalah digital, Prime, dan lain sebagainya.
5. Freemium
Freemium adalah modes bisnis yang menyediakan layanan gratis kepada pelanggannya akan tetapi memiliki fitur yang terbatas dan pelanggan dapat memilih untuk berlangganan premium untuk menikmati lebih banyak fitur. Model bisnis ini bertujuan untuk menarik pelanggan baru dan mendorong mereka untuk membeli versi premium jika tertarik.
Model bisnis ini ramai digunakan di berbagai bisnis digital karena dapat memberikan branding dan basis pengguna yang cukup tinggi. Contoh dari bisnis freemium adalah Youtube, Canva, Spotify, Zoom, Grammarly, dan lain sebagainya.
6. Manufaktur
Manufaktur adalah model bisnis industri yang memproduksi produk dari barang mentah menjadi produk jadi. Manufaktur biasa dilakukan dalam skala besar seperti di pabrik atau dalam skala kecil seperti pabrik rumahan.
Manufaktur juga terbagi dalam beberapa jenis industri seperti:
- Industri otomotif: komponen kendaraan, mobil, motor.
- Industri makanan dan minuman: produksi makanan dan minuman seperti frozen food, biskuit, susu UHT, dsb.
- Industri tekstil: pakaian, kain, dan berbagai produk tekstil.
- Industri farmasi: obat-obatan dan peralatan kesehatan.
7. B2B
Business to business adalah model bisnis di mana sebuah perusahaan menjual jasa atau produknya kepada perusahaan lain. Model bisnis ini biasa dilakukan karena perusahaan membutuhkan produk dari perusahaan lain untuk sistem operasionalnya.
Contoh dari B2B adalah produsen tepung ke pabrik roti, perusahaan software ke perusahaan IT, agen percetakan ke kantor, dan lain sebagainya.
8. B2C
Business to customer adalah model bisnis di mana sebuah perusahaan menjual jasa atau produknya secara langsung kepada customernya. Konsumen B2C cenderung membeli produk untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dan bukan untuk dijual kembali.
Model transaksi B2C juga lebih sederhana dan tidak membutuhkan kontrak atau negosiasi yang bersifat kompleks seperti B2B. Bisnis B2C dapat kamu temui di kehidupan sehari-hari seperti penjual toko kelontong, supermarket, restoran, toko ritel, dan lain sebagainya.
9. C2C
Customer to customer adalah model bisnis di mana seorang customer menjual sebuah produk atau jasa ke customer lainnya. C2C biasanya dilakukan lewat platform perantara seperti marketplace atau sosial media.
Model bisnis ini cukup populer untuk menjual barang bekas pakai yang masih layak pakai. Contohnya adalah buku kuliah yang dijual kembali, smartphone second, jasa design, dan lain sebagainya.
Jenis Bisnis Apa yang Membuat Kamu Tertarik?
Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah menentukan jenis bisnis yang tertarik untuk kamu lakukan? Dalam menjalankan bisnis, kamu harus dapat menentukan jenis bisnis yang dapat bertahan lama dan cocok dengan kebutuhan pelanggan.
Demikian artikel mengenai jenis bisnis ini, semoga informasinya dapat membantu dalam menentukan jenis bisnis yang ingin kamu jalankan. Semoga sukses ya!
