B2B adalah model bisnis di mana sebuah bisnis melakukan transaksi dengan bisnis lainnya. Model bisnis ini semakin didukung dengan digitalisasi bisnis yang mampu memperluas jangkauan konsumen bisnis B2B. Selain itu, jumlah perusahaan B2B di Indonesia pun cukup banyak.
Dilansir dari INAnews, sebanyak 85.000 perusahaan supplier B2B telah terdaftar sebagai mitra Indotrading. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar ini terdiri dari UMKM hingga perusahaan berskala besar.
Lantas apa itu B2B dan mengapa model bisnis ini menjadi populer di kalangan para pebisnis? Simak artikel ini sampai akhir untuk mengetahui alasannya!
Apa Itu Bisnis B2B?
B2B (business-to-business) adalah model bisnis atau transaksi di mana sebuah perusahaan melakukan transaksi komersial dengan perusahaan lainnya. B2B berfokus dalam menyediakan produk atau jasa yang dibutuhkan oleh sebuah bisnis untuk meningkatkan sistem operasionalnya.
B2B merupakan bagian dari supply chain, di mana sebuah perusahaan akan membeli barang mentah dari perusahaan supplier yang nantinya akan diubah menjadi sebuah produk. Bisnis B2B dapat terjadi karena kebanyakan perusahaan manufaktur tidak dapat menyediakan bahan baku produk sendiri, sehingga perusahaan supplier dibutuhkan untuk menyediakan bahan baku tersebut.
Contoh dari kegiatan ini adalah industri tekstil, di mana kain, aksesoris baju, kancing, dan sebagainya cukup rumit untuk diproduksi sendiri. Maka dari itu, perusahaan yang menjual komponen tersebut akan bekerja sama dengan perusahaan pakaian sebagai suppliernya.
Ciri-ciri B2B
B2B memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari model bisnis lainnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri tersebut, di antaranya:
1. Volume transaksi besar
Sebuah perusahaan manufaktur tentunya membutuhkan supplier yang mampu menyediakan bahan baku yang mereka butuhkan. Bahan baku yang dibutuhkan tentunya cukup banyak, yang di mana mengharuskan mereka untuk membeli bahan baku tersebut dari perusahaan supplier.
Hal ini menyebabkan volume transaksi dalam bisnis B2B cukup besar karena perusahaan membutuhkan produk atau jasa dari perusahaan supplier untuk keberlangsungan sistem operasionalnya.
2. Proses penjualan lebih kompleks dan panjang
Proses penjualan B2B cenderung lebih kompleks, dikarenakan dalam prosesnya kedua perusahaan harus menyetujui kesepakatan yang diberikan oleh kedua belah pihak. Setelahnya barulah surat kontrak kerja sama dapat ditandatangani oleh perusahaan dan kerja sama dapat dimulai.
Selain itu, proses dari penerimaan prospek hingga penutupan atau penyelesaian kontrak pun cukup panjang dan berkemungkinan untuk memakan waktu hingga berbulan-bulan.
3. Hubungan bersifat jangka panjang
Hubungan transaksi bisnis B2B biasanya bersifat jangka panjang. Terutama jika kedua perusahaan sudah nyaman dan tidak memiliki masalah atau keluhan apapun. Selain itu, kontrak yang dibuat dapat bertahan cukup lama hingga satu tahun.
Hal ini menyebabkan mayoritas perusahaan B2B menjalin hubungan yang cukup panjang dengan kliennya karena saling membutuhkan satu sama lain.
4. Berfokus pada ROI
Berbeda dengan transaksi perusahaan dengan customer yang bertujuan untuk membangun hubungan, transaksi B2B tidak mementingkan hubungan emosional sama sekali. Fokus utama dari B2B adalah ROI atau pengembalian investasi yang didapatkan dari transaksi tersebut.
Selain ROI, nilai tambah yang bisa diberikan oleh perusahaan juga menjadi tujuan utama dari transaksi. Maka dari itu, kebanyakan transaksi B2B dilakukan karena dapat menguntungkan kedua belah pihak.
5. Dapat dikustomisasi
Salah satu ciri utama dari B2B adalah produk atau jasa yang dibutuhkan dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan kliennya. Hal ini dikarenakan proses transaksi bersifat rasional dan didasarkan dengan jumlah ROI yang bisa didapatkan.
Selain itu, kebanyakan dari klien dari B2B mencari perusahaan khusus yang dapat menyesuaikan kebutuhan spesifik mereka. Hal ini menjadikan B2B memberikan kemungkinan untuk kustomisasi dengan biaya tambahan.
Keuntungan B2B bagi Bisnis
Dalam menjalankan bisnis B2B, terdapat beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Berikut beberapa keuntungan dari menjalankan bisnis B2B, di antaranya:
1. Profit lebih besar dan stabil
Jumlah transaksi bisnis B2B cenderung lebih besar daripada model bisnis lainnya karena melibatkan dua perusahaan besar. Satu kali transaksi yang dilakukan dapat menghabiskan miliaran rupiah, yang di mana dapat memberikan profit yang cukup besar.
Selain itu, mayoritas transaksi B2B dilakukan berdasarkan kontrak yang dapat bertahan hingga setahun lamanya. Hal ini tentunya memberikan kamu pendapatan yang stabil setiap bulannya dan juga profit yang besar jika total transaksi B2B dilakukan dengan lebih dari satu perusahaan.
2. Minim saingan
Kebanyakan dari perusahaan sekarang menggunakan model B2C, di mana langsung berinteraksi dengan konsumen. Banyaknya B2C membuktikan bahwa perusahaan B2B lebih sedikit jumlahnya dan jarang muncul perusahaan baru. Keadaan ini tentu membantu kamu karena jumlah saingan yang minim.
Selain itu, kebanyakan perusahaan B2B masih menggunakan cara tradisional seperti menghubungi klien lewat telepon atau cara konvensional lainnya. Kamu dapat memanfaatkan kesempatan ini dan melakukan B2B secara digital lewat website untuk mempermudah komunikasi dengan klien.
3. Membangun reputasi dan peluang
Salah satu keuntungan utama yang bisa didapat dari B2B adalah membangun reputasi dan peluang dari bisnis. Semakin terkenal perusahaan yang melakukan kerja sama dengan bisnis yang kamu jalankan, maka peluang bisnis untuk lebih dikenal tentunya juga akan semakin meningkat.
Terlebih jika selama durasi kerja sama klien merasa puas dengan pelayanan yang kamu berikan. Hal ini tentunya memberikan bisnis kamu reputasi yang positif dan peluang untuk melakukan kerja sama dengan bisnis besar lainnya akan semakin tinggi.
4. Lebih aman
Dalam menjalankan bisnis B2B, kontrak akan digunakan sebagai bukti kerja sama sekaligus pengikat semisal pihak manapun melakukan pelanggaran. Dalam kontrak tersebut juga terdapat waktu lama perjanjian tersebut dilakukan, sehingga selama kontrak masih berjalan maka kamu akan tetap mendapatkan pendapatan.
Hal ini membuat perusahaan merasa lebih aman dalam melakukan bisnis B2B karena kerja sama yang dilakukan terikat dengan perjanjian dan transparan.
Contoh Perusahaan B2B di Indonesia
Di Indonesia terdapat beberapa perusahaan B2B yang cukup populer dan telah menjadi pilihan utama bagi beberapa perusahaan. Berikut adalah beberapa perusahaan B2B yang populer di Indonesia, di antaranya:
1. Kawan Lama Sejahtera

Kawan Lama adalah salah satu perusahaan B2B populer di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1999 dan sudah memiliki 19 cabang di seluruh Indonesia. Produk yang disupply oleh Kawan Lama adalah produk industri, rumah tangga, perkantoran, peralatan kebersihan, dan lain sebagainya.
Kawan Lama juga memiliki lebih dari 30 merek usaha yang masuk kedalam kategori seperti Industrial & Commercial, Consumer Retail, Food & Beverage, Property & Hospitality, Commercial Technology, serta Manufacturing & Engineering.
2. Ralali

Ralali adalah salah satu perusahaan B2B populer di Indonesia yang beroperasi sejak 2013. Pada awalnya, Ralali hanya berfokus pada produk MRO. Di tahun 2015, Ralali mulai memperluas produknya hingga ke ranah peralatan usaha, produk kesehatan, produk kecantikan, fashion, elektronik, peralatan industri, dan lain sebagainya.
Ralali juga menyediakan transaksi ritel dan program membership untuk membantu penggunanya mengakses marketplace, supply chain financing, business matching, dan terbebas dari segala tarif penjualan.
3. monotaRO

Monotaro adalah perusahaan B2B yang sudah berdiri sejak tahun 2012 dan merupakan perusahaan joint venture antara MonotaRO Co., Ltd dan Sumitomo Corporation Group.
Monotaro menyediakan berbagai produk B2B dengan ranah yang cukup besar seperti peralatan kantor, ATK, peralatan keselamatan kerja, logistik, produk kebersihan, bahan kimia, alat laboratorium, komponen mesin, elektronik, bahan bangunan, dan lain sebagainya.
Sudah Tahu Apa Itu B2B?
B2B adalah model bisnis di mana sebuah perusahaan menjual produk atau jasanya kepada perusahaan lain yang membutuhkan. Model bisnis ini bersifat kompleks karena melibatkan dua perusahaan besar sehingga kontrak kerja sama dibutuhkan.
Dengan berkembangnya digitalisasi, kamu dapat melakukan bisnis B2B secara digital dengan menggunakan website atau platform e-commerce. Hal ini akan memungkinkan klien untuk menghubungi kamu dengan lebih mudah dan efisien.
Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu tertarik dalam melakukan bisnis B2B? Semoga informasi di atas bermanfaat dan dapat membantu ya! Semoga selalu sukses!
