Apa Itu GDN? Definisi, Format, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Bisnis

GDN adalah jaringan iklan yang dimiliki oleh Google yang memungkinkan iklan untuk tayang di berbagai platform yang terintegrasi dengan Google. Jenis iklan yang bisa dipasang juga cukup banyak, yang di mana menjadikan metode ini cukup efektif.

Tanggal

July 1, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Share Blog

Google Display Network (GDN) adalah salah satu platform iklan yang efektif dalam meningkatkan visibilitas dan mendorong audiensnya dalam melakukan kegiatan yang diinginkan pengiklan.

GDN sendiri memiliki jangkauan yang cukup luas, yang di mana mampu menjangkau sebanyak 90% dari pengguna internet global melalui lebih dari 2 juta situs web dan aplikasi. 

Selain itu, GDN juga disediakan oleh Google Ads sehingga memudahkan pengiklan dalam memasang iklannya pada situs web atau aplikasi. Tertarik menggunakan GDN? Sebelum melakukannya, kamu harus mengetahui dahulu apa itu GDN. Simak artikel ini sampai akhir ya! 

Apa Itu GDN? 

GDN atau Google Display Network adalah jaringan periklanan digital milik Google yang memungkinkan bisnis untuk menayangkan iklan visual mereka di berbagai platform. Iklan ini sendiri berbentuk “display ads”, di mana mencakup bentuk seperti banner, foto, video, hingga GIF. 

contoh-iklan-gdn

Seperti contoh di atas, GDN muncul pada situs berita Kompas di bagian atas dan samping. GDN juga sering muncul pada situs-situs berita, maps, aplikasi, game, gmail, blog, dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan GDN efektif dalam meningkatkan brand awareness dan menjangkau audiens yang diinginkan oleh bisnis. 

Jenis Iklan GDN 

GDN sendiri menyediakan berbagai jenis iklan yang dapat ditampilkan di internet. Berikut adalah beberapa jenis iklan GDN yang dapat kamu gunakan, di antaranya: 

1. Iklan banner 

Iklan banner merupakan salah satu bentuk paling umum di GDN. GDN mendukung iklan banner dalam format JPG, PNG, GIF, dan berbagai format lainnya. 

Jenis iklan ini cukup fleksibel karena dapat ditampilkan pada halaman web bagian bawah, atas, atau di samping konten. Selain itu, iklan banner juga cukup menarik sehingga dianggap cukup efektif. 

2. Iklan responsif 

Iklan responsif adalah jenis iklan yang mampu menyesuaikan ukurannya secara otomatis sesuai dengan ruang iklan tempatnya muncul. Jenis iklan ini dapat dilihat dengan baik oleh pengguna baik di perangkat mobile maupun PC. 

Untuk memasang iklan ini, kamu hanya perlu memberikan aset seperti gambar, judul, dan deskripsi. Iklan ini menghemat waktu penggunanya dalam membuat berbagai bentuk iklan karena dapat dilakukan secara otomatis. 

3. Iklan video 

Iklan video adalah jenis iklan yang memungkinkan penggunanya untuk menampilkan video promosi pendek di platform Google. Jenis iklan ini biasanya ditemukan di Youtube dan cenderung lebih menarik perhatian penggunanya. 

Konten iklan video cukup fleksibel karena dapat digunakan untuk menjelaskan produk secara singkat, event yang sedang berlangsung, dan hal lainnya. 

4. Iklan aplikasi 

Iklan aplikasi adalah iklan yang muncul pada aplikasi yang terintegrasi dengan Google Ads. Jenis iklan ini ramai digunakan karena didukung dengan peningkatan pengguna smartphone. 

Jenis iklan aplikasi biasanya berupa video, iklan interaktif, dan gambar statis. Tujuannya adalah untuk mendorong pengguna untuk melakukan interaksi dengan iklan tersebut. 

5. Iklan Gmail

Iklan Gmail adalah jenis iklan yang muncul pada tab promosi pemilik akun email. Iklan ini biasanya muncul pada inbox email dan berisi informasi atau kegiatan yang sedang dilakukan sebuah brand. 

Tujuan dari iklan ini adalah untuk menjangkau audiens secara personal yang di mana mendorong ketertarikan mereka terhadap iklan tersebut. 

Jenis Penargetan GDN 

GDN (Google Display Network) menyediakan beberapa jenis penargetan kepada pengiklan untuk membantu mereka menjangkau audiens yang ditargetkan. Berikut beberapa jenis penargetan dari GDN, di antaranya: 

1. Keyword targeting 

Keyword targeting adalah penghubungan konten iklan dengan kata kunci tertentu. Hal ini bertujuan agar iklan menjadi relevan dan hanya muncul saat pengguna memasukkan kata kunci yang berhubungan. 

Contohnya jika kamu menjual peralatan elektronik seperti microwave, maka iklan dapat kamu sambungkan dengan kata kunci microwave murah, daftar microwave terbaik, microwave berkualitas tinggi, dan lain sebagainya. 

2. Topic targeting 

Topic targeting adalah iklan yang hanya dipasang pada website yang berhubungan dengan topik tertentu. Jenis penargetan ini biasa dilakukan untuk menargetkan website yang membahas topik tertentu dan memiliki korelasi dengan produk. 

Contohnya jika kamu memiliki bisnis elektronik, maka kamu dapat menargetkan agar iklan kamu hanya tayang di website yang membahas mengenai elektronik. Tujuannya adalah mempermudah audiens dalam mencari produk dan meningkatkan kredibilitas bisnis. 

3. Placement targeting

Placement targeting adalah penargetan website yang ramai dikunjungi oleh pengunjung sehingga iklan dapat dipasang di website tersebut. Jenis penargetan ini dilakukan jika kamu sudah tahu website mana saja yang ingin kamu tuju. 

Placement targeting dapat dilakukan secara manual maupun otomatis. Cara manual memungkinkan kamu untuk mengumpulkan dan memilih daftar website yang ingin dituju. Sedangkan cara otomatis memilih website berdasarkan pengaturan yang sudah kamu buat. 

4. Interest targeting 

Interest targeting adalah iklan yang ditargetkan khusus kepada audiens sesuai dengan preferensi mereka. Contohnya kamu memiliki bisnis smartphone gaming dan ingin menargetkan remaja atau dewasa yang suka bermain games. Maka iklan tersebut nantinya hanya akan ditampilkan kepada remaja atau dewasa yang memiliki preferensi tersebut. 

5. Demographic targeting 

Demographic targeting adalah jenis iklan yang menargetkan audiens berdasarkan karakteristik demografisnya. Karakteristik ini bisa berupa usia, gender, pekerjaan, pendapatan, dan lain sebagainya. 

Tujuannya adalah iklan ditampilkan kepada target audiens yang spesifik. 

6. Remarketing targeting 

Remarketing targeting adalah iklan yang menargetkan calon pelanggan yang belum menyelesaikan pembelian pada website atau aplikasi belanja. Jika ada pelanggan yang meninggalkan keranjang belanja mereka dalam waktu yang cukup panjang, iklan remarketing efektif untuk mengingatkan dan mendorong mereka untuk menyelesaikan pembelian mereka. 

Manfaat GDN Bagi Keberlangsungan Bisnis 

Google Display Network memberikan beberapa manfaat bagi para pebisnis terutama yang mengandalkan iklan untuk menarik customer. Berikut beberapa manfaat tersebut, di antaranya: 

1. Menjangkau audiens yang lebih luas

Karena terintegrasi dengan Google, GDN mampu mencakup jutaan situs web dan aplikasi. Hal ini tentunya membantu pengiklan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dibandingkan dengan hanya memasang iklan di search engine. 

Karena seperti yang kita ketahui, ribuan orang mengakses situs web dan aplikasi setiap harinya sehingga memungkinkan kamu untuk mendapatkan calon pelanggan. 

2. Menargetkan audiens secara spesifik

GDN memungkinkan pengiklan untuk menargetkan audiens berdasarkan spesifikasi dan kebutuhannya. Penargetannya bisa berupa demografi, kata kunci, preferensi, minat, dan lain sebagainya. 

Hal ini membuat iklan yang kamu pasang menjadi lebih efektif dan relevan kepada audiens. 

3. Meningkatkan konversi 

Tujuan dari pemasangan iklan tentunya adalah meningkatkan konversi dari bisnis. Dengan menggunakan GDN, iklan akan ditargetkan kepada audiens yang membutuhkan atau berminat dengan produk. Sehingga akan mendorong mereka untuk melakukan pembelian yang di mana meningkatkan konversi bisnis. 

4. Mendukung berbagai format iklan

GDN memungkinkan penggunanya untuk menggunakan berbagai format iklan yang mereka inginkan. Tujuannya adalah untuk menciptakan bentuk promosi yang kreatif dan universal. 

Hal ini mendorong pengiklan untuk membuat iklan dengan format yang kreatif dan menarik bagi audiens. 

5. Metode pembayaran iklan yang fleksibel 

GDN memungkinkan pengiklan untuk mengatur biaya iklan sesuai dengan kebutuhannya. Pengiklan dapat memilih antara menggunakan metode pembayaran CPM (cost-per-mille) atau CPC (cost-per-click). 

Hal ini menjadikan metode pembayarannya fleksibel dan membantu pengiklan untuk mengukur biaya yang harus dikeluarkan saat memasang iklan tersebut. 

Sudah Tahu Apa Itu GDN? 

Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah tahu apa itu GDN? GDN atau Google Display Network adalah jaringan iklan Google yang memungkinkan penggunanya untuk memasang iklan visual di semua platform yang berhubungan dengan Google. 

Dengan menggunakan GDN, kamu dapat memasang iklan dengan format dan bentuk penargetan apapun. Iklan kamu nantinya akan menjadi lebih efektif dan memberikan hasil yang positif. Demikian informasi di artikel ini, semoga membantu ya! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Digital Marketing Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Apa Itu Digital Marketing, Kelebihan, dan Jenis-jenisnya
Digital marketing adalah strategi yang dilakukan oleh pebisnis untuk memasarkan produknya secara online....
cover-blog-dewatalks
Mengenal Pentingnya Digital Marketing untuk Bisnis
Tidak bisa dipungkiri betapa pentingnya digital marketing di zaman sekarang. Zaman di mana semua hal...
cover-blog-dewatalks
25+ Istilah dalam Digital Marketing yang Perlu Diketahui Marketer
Beberapa istilah dalam digital marketing pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga kalian. Dunia digital...