Return on ad spend (ROAS) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas dari sebuah kampanye digital. Dengan menggunakan ROAS, para digital marketer dapat mengetahui apakah iklan yang telah mereka pasang efektif atau tidak dalam menghasilkan pendapatan.
Lalu bagaimana cara menghitung ROAS dengan benar? Apa rumus yang digunakan untuk menghitung ROAS? Jangan khawatir, artikel ini akan membahas mengenai ROAS dan cara menghitungnya. Simak sampai akhir ya!
Apa Itu ROAS?
ROAS atau Return On Ad Spend adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas sebuah iklan yang dipasang berdasarkan keuntungan yang didapat dari biaya yang telah dikeluarkan.
Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah dana yang dikeluarkan setara dengan hasil yang diterima. Dalam dunia bisnis, nilai ROAS yang dianggap baik secara umum adalah 4:1 atau lebih tinggi. Jadi, normalnya, untuk setiap Rp1 yang dikeluarkan untuk biaya iklan, bisnis akan mendapatkan pendapatan sebesar Rp4.
Beberapa bisnis juga menerapkan 2:1, namun nyatanya semua pebisnis pasti menginginkan kampanye yang dilakukan memberikan hasil yang lebih. Maka dari itu nilai ROAS yang baik berada di rasio 4:1.
Rumus dan Cara Menghitung ROAS
Rumus yang digunakan dalam menghitung ROAS adalah Pendapatan Iklan / Biaya Iklan.
Cara menghitungnya adalah:
Pendapatan iklan: Rp 5.000.000
Biaya yang dikeluarkan untuk iklan: Rp 250.000
ROAS: 5.000.000 / 250.000= 20
Berdasarkan perhitungan di atas, maka ROAS yang didapat dari iklan tersebut sebesar 20:1. Artinya untuk setiap Rp1 yang dikeluarkan untuk iklan, perusahaan mendapatkan pendapatan sebesar Rp20. Hal ini menandakan bahwa kampanye yang dilakukan tersebut efektif dan menghasilkan keuntungan yang besar untuk perusahaan.
Mengapa ROAS Penting bagi Bisnis?
ROAS merupakan metrik yang penting untuk digunakan dalam bisnis karena mampu mengukur keefektifan iklan. Namun, kepentingan ROAS tidak berhenti disitu saja. Berikut penjelasannya:
1. Membantu memilih platform terbaik
Dengan menggunakan ROAS, kamu dapat mengecek platform mana yang paling efektif digunakan untuk pemasangan iklan. Dengan mengukur ROAS di berbagai platform periklanan dengan menggunakan A/B testing, kamu dapat menemukan platform mana yang memberikan hasil paling banyak.
Sehingga kamu memfokuskan biaya iklan pada platform tersebut saja. Hal ini membantu dalam mengurangi biaya yang dikeluarkan secara sia-sia untuk marketing.
2. Mengoptimalkan iklan promosi
Dengan menggunakan ROAS, kamu juga dapat membandingkan konten iklan mana yang lebih efektif dan digemari oleh audiens. Aspek iklan seperti tulisan, jenis konten, visual, dan lain sebagainya, dapat dioptimasi untuk menyesuaikan dengan style iklan yang paling efektif.
3. Pembuatan laporan menjadi mudah
Dengan menggunakan ROAS, kamu telah mengetahui seberapa besar pendapatan yang didapatkan oleh iklan sehingga mempermudah pembuatan laporan keuangan. Dikarenakan penghitungan ROAS sendiri dapat dipahami oleh siapa saja dengan mudah.
Hal ini menghasilkan laporan keuangan yang lebih jelas dan simple untuk dimengerti.
4. Data dapat digunakan di mana saja
Data perhitungan ROAS yang telah kamu lakukan dapat digunakan di berbagai laporan atau kebutuhan bisnis. Data ini dapat digunakan oleh tim digital marketer untuk membuat dan mengajukan proposal mengenai suatu ide kepada tim manajemen.
Data tersebut dapat memperkirakan dan menjadi acuan tim untuk menghasilkan penjualan sesuai ROAS yang telah dihitung tersebut.
Sudah Paham Apa Itu ROAS?
Setelah membaca artikel ini sampai akhir, apakah kamu sudah tahu apa itu ROAS dan cara menghitungnya? ROAS sendiri adalah metrik yang digunakan oleh para digital marketer untuk menghitung dan mengukur keefektifan dari kampanye iklan yang mereka lakukan.
Rumus menghitungnya pun lumayan mudah yaitu Pendapatan Iklan / Biaya Iklan. Dengan menggunakan ROAS, kamu dapat mengetahui keputusan yang harus dibuat mengenai kampanye yang telah dilakukan. Demikian artikel ini, semoga sukses selalu ya!
