Business Intelligence adalah salah satu cara yang dapat diimplementasikan untuk mengukur dan meningkatkan performa dari sebuah bisnis. Sebuah bisnis yang tidak memiliki informasi atau wawasan yang akurat tentunya akan menghasilkan keputusan dan strategi yang buruk.
Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut banyak perusahaan mulai menerapkan BI dalam kegiatan berbisnisnya. Di tahun 2023, sebanyak 33% perusahaan besar memanfaatkan BI sebagai alat pengambil keputusan. Data ini menunjukkan bahwa BI mulai mengambil peran penting dalam dunia bisnis.
Lantas apa itu business intelligence sebenarnya dan bagaimana caranya bekerja? Untuk mengetahui informasi tersebut dengan lebih lanjut, simak artikel ini sampai akhir!
Apa Itu Business Intelligence?
Business Intelligence (BI) adalah serangkaian teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengelola data dari berbagai sumber yang akan digunakan untuk kebutuhan perusahaan. Data mentah yang dikumpulkan nantinya akan dikelola dan dianalisis terlebih dahulu sebelum dapat digunakan oleh perusahaan sebagai insight.
Tujuan dari business intelligence sendiri adalah untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan dan strategi yang tepat berdasarkan data dan informasi yang telah dikumpulkan. Dengan menerapkan BI, perusahaan jadi lebih mengetahui status dari bisnis, tren pasar, kebutuhan konsumen, dan lain sebagainya.
Cara Kerja Business Intelligence
Berikut adalah alur atau cara kerja business intelligence dari tahap pengumpulan data hingga akhir, yaitu:
1. Pengumpulan dan pengolahan data
Langkah awal dalam proses BI adalah mengumpulkan data dari berbagai sumber. Data yang sudah diproses tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam data warehouse (gudang data). Data tersebut nantinya akan melewati proses ETL (Extract, Transform, Load) terlebih dahulu. Tahapan dalam proses tersebut mencakup:
- Validasi data, data yang diolah dipastikan adalah data yang valid terlebih dahulu.
- Pembersihan data, data yang terduplikasi atau tidak penting akan dihilangkan.
- Transformasi data, data dimodifikasi ke tipe data yang dibutuhkan oleh perusahaan.
- Transfer data menuju data warehouse
2. Penyimpanan data
Data yang telah diproses tersebut nantinya akan dikirim ke dalam data warehouse atau gudang data perusahaan. Pada tahap ini, sistem nantinya akan membagi data-data tersebut ke dalam kategori atau bagian kecil yang disebut sebagai data mart.
Data mart biasanya menyimpan data sesuai kebutuhan divisi tertentu dalam perusahaan. Meskipun sudah terpisahkan, data mart tetap terkait dengan data warehouse.
3. Visualisasi data
Data yang telah disimpan tersebut nantinya akan divisualisasikan untuk mempermudah pemahaman para pembacanya. Visualisasi data dapat berbentuk grafik, table, atau berbagai bentuk lainnya.
Dalam membuat visualisasi data, kamu dapat memanfaatkan berbagai tools BI seperti Microsoft Power BI, Tableau, Looker, dan lain sebagainya.
Manfaat Business Intelligence
Dalam menerapkan BI untuk bisnis, terdapat beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan. Berikut beberapa manfaat tersebut, di antaranya:
1. Menemukan peluang bisnis baru
Berdasarkan data yang dihasilkan oleh BI, kamu dapat menemukan berbagai peluang bisnis baru. Peluang ini muncul berdasarkan data dari pelanggan yang dikumpulkan oleh BI.
Kamu jadi dapat mengetahui permasalahan dan keluhan dari pelanggan yang bisa digunakan sebagai acuan untuk menciptakan bisnis atau produk baru untuk menjawab permasalahan mereka.
2. Mengetahui keadaan performa bisnis
Hasil dari data yang dikumpulkan oleh BI dapat membantu kamu mengetahui kondisi dan performa dari bisnis secara keseluruhan. BI dapat memberikan informasi mengenai segala hal yang terjadi atau dilakukan oleh bisnis. Mulai dari kekurangan atau kelebihan dari performa bisnis di pasar.
Berdasarkan dari data tersebut, BI juga mampu memberikan solusi mengenai hal yang harus dilakukan untuk mengoptimasinya.
3. Membantu pembuatan strategi dan keputusan bisnis
Data atau informasi yang dihasilkan oleh BI dapat dimanfaatkan dalam membuat strategi dan keputusan dari bisnis. Pembuatan keputusan dan strategi perusahaan jadi didasarkan dengan data dan informasi yang relevan dan akurat, sehingga hasilnya juga akan lebih efektif dan maksimal.
Tantangan Penerapan Business Intelligence di Indonesia
Dalam menerapkan business intelligence di Indonesia, kamu akan menghadapi beberapa tantangan dalam prosesnya. Berikut adalah beberapa tantangan dari penerapan BI, yaitu:
1. Integrasi data yang cukup rumit
Beberapa bisnis di Indonesia masih menggunakan sistem yang terpisah-pisah sehingga data harus diintegrasi secara manual. Hal ini tentunya membuang banyak waktu dan membutuhkan pekerja yang cukup banyak untuk mengintegrasi dan membersihkan data dari setiap cabang atau divisi dari satu perusahaan.
2. Kurangnya ahli
Kurangnya SDM yang paham atau ahli dalam bidang business intelligence menjadi salah satu permasalahan utama dari penerapan business intelligence di Indonesia. Sebab, data analyst atau data scientist kurang diminati di Indonesia, yang menyebabkan ahli di bidang tersebut semakin berkurang.
Hal ini membuat perusahaan kesulitan dalam mempertahankan kualitas dan operasi BI karena karyawan yang menguasai bidang tersebut hanya sedikit.
3. Biaya yang dibutuhkan cukup tinggi
Biaya yang dibutuhkan untuk menerapkan business intelligence sendiri cukup tinggi. Sebab, perusahaan harus berinvestasi pada software, hardware, staff spesialis, dan pelatihan staf baru untuk memastikan bahwa BI tersebut berjalan dengan lancar.
Hal ini membuat banyak perusahaan kesulitan dan enggan dalam mengadopsi BI karena dana yang dikeluarkan cukup besar. Selain itu, beberapa perusahaan yang mengadopsi BI juga hanya memberikan sedikit anggaran sehingga performanya tidak optimal.
4. Keamanan data yang lemah
Seperti yang sudah umum diketahui, beberapa perusahaan di Indonesia memiliki keamanan data yang cukup lemah. Perusahaan e-commerce besar seperti Tokopedia saja pernah mengalami kebocoran data yang besar dan merugikan.
Hal ini tentunya menjadi masalah karena BI sendiri menangani informasi atau data yang sensitif dan rahasia bagi perusahaan. Sehingga penerapannya mengharuskan perusahaan memiliki keamanan yang ketat dan kuat terlebih dahulu.
Contoh Penerapan Business Intelligence
Berikut adalah beberapa contoh penerapan business intelligence pada beberapa perusahaan, di antaranya:
1. Lotte.com
Lotte adalah salah satu pusat perbelanjaan di Korea yang bergerak di bidang offline maupun online. Bisnis shopping online tentunya memiliki masalah dalam memahami mengapa customer meninggalkan shopping cartnya tanpa melakukan pembelian.
Hal ini membuat Lotte menggunakan BI untuk menganalisis customer experience dari website onlinenya. Data yang dikumpulkan tersebut membantu Lotte untuk memahami kekurangan dari website onlinenya dan melakukan optimasi seperti desain dashboard dan mempermudah navigasi customer.
2. Tiktok
Tiktok adalah salah satu perusahaan yang menggunakan BI untuk melakukan analitik data. Tujuannya adalah untuk menyajikan konten FYP yang sesuai dengan pencarian penggunanya.
Hal ini membuat Tiktok mampu memberikan konten yang sesuai dengan niche yang dicari atau digemari oleh penggunanya.
3. Walmart
Walmart adalah supermarket besar yang berada di Amerika. Walmart menggunakan BI untuk memahami perilaku online dan kebiasaan berbelanja customer.
Walmart juga menggunakan BI untuk membuat laporan dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, BI juga digunakan untuk menentukan musim waktu berbelanja yang paling tinggi setiap tahunnya agar perusahaan dapat melakukan persiapan terlebih dahulu.
Tertarik Menggunakan Business Intelligence?
Business intelligence adalah teknologi yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data atau informasi untuk keperluan perusahaan. Dengan menerapkan BI, perusahaan dapat mendapatkan data atau informasi yang relevan dan akurat untuk mendukung pembuatan strategi dan pengambilan keputusan.
Business intelligence sendiri juga sudah digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Lotte, Tiktok, Walmart, dan lain sebagainya. Jika kamu tertarik dalam menerapkan BI, pastikan kamu mampu menghadapi tantangan dalam penerapannya agar hasilnya optimal. Sukses selalu ya!
