Mengenal Benchmark: Jenis, Manfaat, Cara, dan Contohnya

Benchmark merupakan sebuah tolak ukur yang digunakan sebagai perbandingan evaluasi antara dua hal atau lebih. Hal ini biasa dilakukan untuk membandingkan bisnis dengan kompetitornya yang lebih sukses.

Tanggal

June 30, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Share Blog

Benchmark adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang berarti tolok ukur, patokan, atau parameter. Dalam dunia bisnis, istilah ini berarti membandingkan kedua hal yang sejenis. Teknik perbandingan ini cukup populer dalam dunia bisnis dan sering digunakan oleh berbagai perusahaan besar untuk mengembangkan strategi mereka. 

Lantas apa saja hal yang dibandingkan dalam benchmark? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai benchmark, simak artikel ini sampai akhir ya! 

Apa Itu Benchmark? 

Benchmark adalah sebuah patokan yang digunakan dalam bisnis sebagai standar untuk membandingkan dua hal atau lebih untuk melakukan evaluasi. Dalam bisnis, benchmarking sering digunakan untuk mengukur dan membandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan kompetitor yang lebih sukses.

Saat melakukan perbandingan, biasanya perusahaan akan menggunakan metrik atau benchmark yang sudah ditentukan sebelumnya. Hal yang nantinya akan dibandingkan berdasarkan benchmark tersebut adalah produk, performa, strategi, dan berbagai hal lainnya. 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menganalisis perusahaan kompetitor dan menjadikannya sebagai acuan bagi perusahaan untuk melakukan perubahan strategi yang dijalankan. 

Jenis-jenis Benchmark 

Dalam benchmarking, terdapat beberapa jenis yang memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Maka dari itu, kamu harus mengetahui terlebih dahulu beberapa jenis benchmark tersebut. Berikut penjelasannya: 

1. Berdasarkan Subjek 

  1. Internal benchmark: proses perbandingan antara anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Tujuan dari melakukan benchmark ini adalah memastikan bahwa setiap anak atau cabang perusahaan menjalankan kinerja yang sama atau sudah ditentukan. 
  2. External benchmark: proses membandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang berada di industri yang sama atau berbeda. External benchmark terbagi lagi menjadi 2 yaitu Competitive benchmark (perbandingan perusahaan di industri yang sama) dan Non-competitive benchmark (perbandingan perusahaan di industri yang berbeda).

2. Berdasarkan Objek

  1. Process benchmark: membandingkan sistem operasional perusahaan dengan kompetitor, seperti proses dan sistem. 
  2. Strategic benchmark: membandingkan strategi perusahaan kompetitor dengan perusahaan. 
  3. Functional benchmark: membandingkan fungsionalitas perusahaan kompetitor dengan perusahaan. 
  4. Performance benchmark: membandingkan performa perusahaan kompetitor dengan perusahaan, seperti pertumbuhan dan penjualan bisnisnya. 
  5. Product benchmark: membandingkan produk dari perusahaan kompetitor dengan perusahaan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing produk. 
  6. Financial benchmark: membandingkan kondisi keuangan dari perusahaan kompetitor dengan perusahaan. 
  7. Shadow benchmark: cara membandingkan perusahaan kompetitor dengan perusahaan tanpa diketahui oleh kompetitor. 

Pentingnya Benchmark Bagi Bisnis 

Setelah mengetahui jenis-jenis dari benchmark, selanjutnya adalah mengetahui pentingnya benchmark bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Berikut beberapa kepentingan tersebut: 

1. Meningkatkan penjualan perusahaan 

Tujuan dari benchmarking adalah menciptakan strategi yang efektif untuk meningkatkan performa dari perusahaan. Jika strategi yang diaplikasikan tersebut berhasil, maka kemungkinan penjualan perusahaan meningkat juga lumayan besar. 

Sebab, dalam melakukan benchmark, kamu akan menjadikan strategi dari kompetitor sebagai referensi sehingga kemungkinan berhasilnya juga lumayan tinggi. 

2. Proses evaluasi bisnis 

Dalam melakukan perbandingan, kamu secara perlahan akan menemukan hal-hal yang harus dievaluasi dari bisnis yang sedang kamu jalankan. Setelah menemukan hal-hal tersebut, perusahaan dapat melakukan optimasi untuk meningkatkan kinerja dan performanya. 

3. Memahami kelebihan dan kelemahan bisnis 

Proses benchmarking dapat menunjukkan posisi perusahaan didalam arus pasar. Lewat benchmarking juga kamu dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan perusahaan daripada kompetitor. 

Berdasarkan informasi ini, kamu dapat melakukan optimasi untuk meningkatkan kelebihan perusahaan dan mencari solusi untuk kelemahan tersebut. 

4. Mengumpulkan pendapat 

Dalam melakukan benchmarking, kamu tentunya membutuhkan berbagai pendapat untuk merubah strategi atau melakukan optimasi. Hal ini menjadikan benchmarking sebagai sarana pengumpulan pendapat yang efektif. 

Nantinya semua pendapat yang telah dikumpulkan tersebut dapat dipilih untuk menemukan masukan yang paling bagus untuk bisnis. 

Manfaat Melakukan Benchmark

Benchmark memberikan beberapa manfaat positif untuk keberlangsungan bisnis. Berikut beberapa manfaat tersebut, di antaranya: 

1. Mengetahui keunggulan kompetitor

Informasi yang telah dikumpulkan lewat benchmark akan memudahkan kamu dalam mengetahui kompetitor secara detail mulai dari kelebihan hingga kelemahannya. Berdasarkan informasi tersebut, kamu dapat menarik poin-poin atau keunggulan dari kompetitor untuk diterapkan pada bisnis. 

2. Meningkatkan kinerja perusahaan 

Berdasarkan informasi benchmark, kamu dapat mengetahui hal-hal yang membebani perusahaan dan perubahan yang harus dilakukan. Dengan melakukan modifikasi tersebut, kamu dapat membantu perusahaan untuk bersaing secara sehat. 

Selain itu, strategi dan sistem operasional perusahaan pun dapat lebih efektif dan membantu pertumbuhan perusahaan di persaingan pasar. 

3. Meningkatkan rasa kepemilikan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, benchmark adalah salah satu sarana pengumpulan pendapat yang efisien. Pendapat yang dikumpulkan tentunya berasal dari semua anggota perusahaan. Sehingga membuat para pekerja merasa dibutuhkan oleh perusahaan, terutama jika salah satu dari ide mereka disetujui oleh perusahaan. 

Hal ini tentunya meningkatkan rasa kepemilikan dan loyalitas karyawan karena mereka merasa didengar dan dibutuhkan oleh perusahaan. 

4. Memperbaiki perusahaan secara berkala

Benchmark adalah salah satu metode yang efektif digunakan untuk melakukan perbaikan perusahaan secara berkala. Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan, perusahaan dapat melakukan perencanaan optimasi untuk meningkatkan kinerja dan performa perusahaan. 

Namun, benchmark harus dilakukan secara berkala agar perusahaan dapat dioptimasi secara berkala. Jika tidak, maka perusahaan hanya akan melakukan perbaikan setiap dilakukan benchmark saja. 

Tahapan Melakukan Benchmark

Jika kamu mulai tertarik untuk melakukan benchmark, perlu diketahui bahwa ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan terlebih dahulu. Berikut tahapan dalam melakukan benchmarking, yaitu: 

1. Menentukan area analisis 

Hal pertama yang harus diketahui adalah menentukan area analisis yang akan dilakukan. Dalam melakukan benchmark, terdapat banyak hal yang dapat kamu analisis seperti sistem operasional, finansial, produk, dan lain sebagainya. 

Namun, alangkah baiknya jika kamu berfokus pada suatu hal terlebih dahulu agar ranah pencariannya tidak terlalu luas. Dengan memfokuskan benchmarking pada satu permasalahan, hasil dari optimasi dan evaluasi yang dilakukan tentunya dapat lebih maksimal. 

2. Menentukan target kompetitor

Setelah menentukan area yang ingin dianalisis, langkah selanjutnya adalah menentukan kompetitor yang akan dijadikan perbandingan. Ada baiknya kompetitor yang dipilih merupakan perusahaan yang lebih sukses atau berada di industri yang sama. 

Tujuannya adalah agar perusahaan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dan acuan bagi perusahaan untuk berada di titik yang sama. 

3. Mengumpulkan dan menganalisis data 

Selanjutnya adalah mengumpulkan dan menganalisis data dari kompetitor berdasarkan area yang telah ditentukan sebelumnya. Perlu diketahui bahwa semua data yang dikumpulkan belum tentu bersifat penting, sehingga data harus dianalisis dan diolah tersebut sebelum digunakan. 

Nantinya data yang telah dikumpulkan dapat dikategorikan dan diperiksa, dan jika ada data yang sama, data tersebut dapat digabungkan atau dieliminasi saja. 

4. Mengaplikasikan strategi 

Berdasarkan data yang telah dianalisis tersebut, langkah selanjutnya adalah membuat strategi baru. Strategi baru tersebut nantinya akan diberikan ke divisi manajemen atau marketing perusahaan untuk dicoba terlebih dahulu. 

5. Pantau dan lakukan observasi

Setelah data diaplikasikan, hal selanjutnya adalah memantau hasil yang diberikan. Nantinya tim akan mencatat respon konsumen terhadap strategi atau pendekatan baru tersebut dan melihat apakah hal tersebut efektif atau tidak. 

Jika strategi dianggap kurang efektif, maka akan dilakukan evaluasi atau melakukan perubahan strategi jika diperlukan. 

Contoh Benchmark

Berikut adalah beberapa contoh dari benchmark yang dilakukan oleh perusahaan, yaitu: 

1. Benchmark strategi pemasaran 

Jika kamu menjalankan bisnis kecantikan, kamu dapat memantau strategi pemasaran dari kompetitor yang sukses. Mulai dari pesan yang disampaikan, gaya bahasa, style iklan, tema iklan, talent yang dipakai, dan masih banyak lagi. 

Berdasarkan data yang telah didapat tersebut, perusahaan dapat mereferensikan iklan tersebut dan menambahkan sentuhan khas brand sehingga tidak terlihat sama.

2. Benchmark sistem operasional

Jika kamu bergerak di bidang F&B dan membuka kedai makanan atau minuman. Pastinya kamu mengalami kesulitan dalam mengatasi jumlah konsumen yang banyak, sehingga membuat pelayanan menjadi lama dan konsumen menjadi tidak puas. 

Maka dari itu kamu dapat melakukan benchmark ke kedai makanan atau minuman yang sudah sukses seperti Starbucks, Chatime, DairyQueen, dan lain sebagainya untuk mereferensikan sistem pelayanan mereka. 

3. Benchmark produk 

Contoh dari benchmark produk yang dapat diberikan adalah persaingan antara Samsung dan Apple. Keduanya bersaing dengan meluncurkan produk elektronik yang selalu bersaing satu sama lain. 

Samsung selalu mengeluarkan model ponsel terbaru yang selalu memiliki sistem atau fitur yang terbaru, sedangkan Apple berfokus pada ekosistem dan brandingnya. Persaingan ini dapat kamu jadikan acuan untuk membuat produk yang dapat bersaing satu sama lain namun tetap berkualitas dan tidak kehilangan inti dari branding. 

Siap Benchmarking dengan Kompetitor?

Setelah membaca artikel di atas, tentunya kamu sudah tahu mengapa benchmarking menjadi penting untuk bisnis. Jadi, sebaiknya segera lakukan benchmarking sehingga kamu bisa menjadi market leader pada niche bisnismu.

Benchmarking dapat membantu bisnis untuk mengetahui kelemahan dan kelebihannya dari kompetitor. Dengan memahami kelemahan dan kelebihan tersebut, bisnis dapat melakukan optimasi dan evaluasi untuk meningkatkan performa secara keseluruhan. 

Demikian informasi mengenai artikel benchmark ini. Semoga informasi yang ada di artikel ini dapat membantu kamu ya! Sukses selalu! 

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Business Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Pentingnya Belajar Bisnis dan Tipsnya untuk Pemula
Bagi sebagian orang, belajar bisnis mungkin bukanlah hal yang menarik untuk dilakukan. Belajar bisnis...
cover-blog-dewatalks
35+ Istilah dalam Bisnis yang Harus Kamu Ketahui Sebagai Pebisnis
Sebagai seorang pebisnis, terdapat beberapa istilah dalam bisnis yang harus kamu ketahui dan pahami....
cover-blog-dewatalks
Apa Itu Bisnis: Definisi, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya
Bisnis adalah kegiatan yang menawarkan produk atau layanan jasa terhadap konsumen untuk mendapatkan profit....