15+ Istilah Penting dalam SEO yang Wajib Kamu Ketahui

Dalam menerapkan SEO, terdapat beberapa istilah yang harus kamu ketahui dan pahami terlebih dahulu. Artikel ini akan membahas 15+ istilah penting dalam SEO yang dapat membantu pebisnis untuk menerapkan SEO dengan sempurna.

Tanggal

May 14, 2025

Author

Ivan Kurniawan

Share Blog

Dalam penerapannya, terdapat beberapa istilah SEO yang wajib kamu ketahui sebagai seorang pebisnis. Terutama untuk yang baru belajar mengenai SEO, tentunya kamu belum memahami istilah-istilah yang sering digunakan dalam SEO. 

Istilah ini wajib kamu ketahui dan pahami untuk memahami makna dan penggunaannya dalam penerapan SEO. Tanpa perlu menunggu lama, mari kita mulai artikel ini! 

Daftar Istilah dalam SEO 

Berikut adalah beberapa istilah dari SEO yang dapat membantu kamu dalam penerapan SEO untuk bisnis, di antaranya: 

1. Keyword 

Keyword atau kata kunci adalah kata yang dimasukkan oleh user saat akan mencari informasi tertentu pada search engine. Halaman website harus disertai dengan keyword sesuai dengan topiknya agar dapat dicari oleh user. 

Contohnya jika kamu menjual baju, kamu dapat menggunakan keyword seperti “baju murah” atau “baju bahan enak.” 

2. Average position 

Average position adalah istilah yang merujuk pada rata-rata peringkat yang diberikan oleh Google terhadap halaman web berdasarkan seberapa sering halaman tersebut muncul saat keyword tertentu digunakan oleh audiens. 

Peringkat ini dihasilkan oleh Google Search Console, dengan 1 sebagai peringkat tertinggi, 2 sebagai peringkat kedua, dan seterusnya. Peringkat ini dapat membantu anda untuk menilai kinerja dari website dan melakukan optimasi jika peringkat yang didapat rendah. 

3. Traffic 

Traffic adalah istilah untuk jumlah kunjungan atau aktivitas yang terjadi di dalam sebuah website. Hal yang termasuk ke dalam traffic adalah jumlah pengunjung, waktu berkunjung, dan aktivitas yang dilakukan selama kunjungan. 

Traffic berfungsi sebagai indikator kesuksesan website di search engine. Semakin tinggi jumlah traffic yang didapat menandakan bahwa website tersebut berkualitas dan relevan. 

4. Keyword stuffing 

Keyword stuffing adalah kata kunci yang dimasukkan secara berlebihan atau tidak alami kedalam teks, konten, HTML, atau meta tag, untuk memanipulasi ranking website di search engine. 

Cara ini biasa digunakan untuk membuat konten terlihat berkualitas di pencarian search engine. Namun cara ini dapat menyebabkan website dihitung sebagai spam sehingga rankingnya turun atau bahkan diblokir oleh search engine. 

5. Crawling 

Crawling adalah proses di mana web crawler merayapi dan mengindeks semua halaman web di internet. Proses ini dilakukan untuk mempermudah search engine dalam memahami konteks dari sebuah website dan selalu update dengan perubahan yang terjadi di dalam website. 

Nantinya, data yang telah dikumpulkan tersebut akan ditampilkan kepada pengguna yang memasukkan kata kunci yang berhubungan dengan data halaman tersebut. 

6. Index

Index adalah proses di mana search engine akan memahami, mengategorikan, dan mengelola data yang telah dirayapi oleh web crawler. Search engine akan mengategorikan halaman website yang mengandung kata kunci yang sama, yang di mana nantinya akan ditampilkan sesuai dengan pencarian pengguna. 

Proses ini sangat penting karena jika sebuah website tidak terindeks oleh mesin pencari, maka halaman website tidak muncul di halaman pencarian (SERP) saat pengguna mencari kata kunci yang berhubungan dengan halaman konten web tersebut. 

7. Short-tail keyword 

Short-tail keyword adalah jenis kata kunci yang pendek dan biasanya terdiri dari satu atau dua patah kata yang bersifat umum atau maknanya luas. Short-tail merupakan jenis keyword yang paling sering digunakan oleh user. Namun, sifatnya yang  umum dan luas membuat tingkat persaingannya menjadi lebih tinggi. 

Contoh dari short-tail keyword adalah “layanan hosting”, “baju anak”, “sepatu lari”, dan lain sebagainya. 

8. Long-tail keyword 

Long-tail keyword adalah jenis kata kunci panjang yang terdiri dari tiga kata atau lebih dan bersifat spesifik. Long-tail keyword memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah daripada short-tail karena bergantung pada pencarian spesifik dari pengguna. 

Contoh dari long-tail keyword adalah “cara menggunakan layanan hosting di rumah”, “tutorial membuat website untuk pemula”, dan lain sebagainya. 

9. Anchor text 

Anchor text adalah jenis text yang dapat diklik karena berisi link yang dapat mengarahkan pengguna ke halaman lain website kamu atau menuju halaman website lain. Tujuan dari anchor text adalah untuk mempermudah pengguna dalam mencari informasi lain yang berhubungan dengan topik yang sedang dibaca. 

Contoh dari anchor text adalah Apa Itu SEO? Cara Kerja, Jenis, dan Manfaatnya untuk Website

10. On-page 

On-page SEO adalah strategi SEO yang berfokus pada optimasi internal dari dalam website. Elemen internal yang di optimasi adalah judul, struktur konten, URL, internal link, dan lain sebagainya. 

Tujuannya adalah agar user mendapatkan pengalaman yang positif saat mengunjungi website, sekaligus mempermudah web crawler dalam memahami isi dari website. 

11. Off-page 

Off-page SEO adalah strategi SEO yang berfokus pada optimasi external dari website. Off-page SEO bertugas untuk membangun relasi dan kredibilitas website dengan bekerja sama dengan website lain atau membangun image. 

Contohnya adalah guest blogging, link building, partisipasi di forum online, dan lain sebagainya. 

12. Organic traffic 

Organic traffic adalah trafik yang didapat dari kunjungan pengguna lewat hasil pencarian organik dari search engine. Trafik organik berasal dari pengguna yang mengklik suatu situs secara organik dan tidak melalui iklan yang dipasang. 

Trafik organik penting untuk meningkatkan ranking, kredibilitas, dan visibilitas sebuah website di search engine. 

13. Meta tag 

Meta tag adalah kode HTML yang bertugas untuk menampilkan informasi mengenai halaman web namun tidak ditampilkan secara langsung. Beberapa jenis meta tag yang paling umum adalah: 

  1. Meta title: judul halaman yang muncul pada halaman pencarian search engine. 
  2. Meta description: deskripsi singkat mengenai isi konten yang muncul di bagian bawah judul. 
  3. Meta keyword: tag HTML yang berisi daftar kata kunci yang paling relevan dengan konten halaman website. 

Tiga jenis meta tag ini merupakan meta tag yang paling sering digunakan di search engine terutama Google. 

14. Featured snippet 

Featured snippet adalah salah satu fitur pencarian di Google yang menampilkan jawaban langsung di halaman awal SERP berdasarkan kata kunci yang dimasukkan oleh user. 

Cuplikan ini biasanya berisi ringkasan singkat dan bertujuan untuk mempermudah user dalam mendapatkan jawaban atas pencariannya. 

15. SERP (Search Engine Results Page) 

SERP adalah halaman hasil pencarian yang ditampilkan oleh search engine saat user memasukkan kata kunci tertentu. Dalam praktiknya, pemilik website menginginkan website nya tampil di halaman awal SERP. 

Data dari Protofuse mengungkapkan bahwa hanya sebanyak 0.63% user yang mengklik halaman kedua SERP, dan halaman awal menghasilkan 90% search traffic untuk Google. 

Hal ini memicu para pemilik website untuk bersaing secara sengit untuk mendudukan website mereka di halaman awal SERP. 

16. CTA (call-to-action

CTA adalah ajakan yang ditujukan kepada pengunjung suatu website untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemilik website tersebut. CTA bersifat mendorong dan berfokus untuk meningkatkan konversi. 

Contoh dari CTA yang dapat kamu temui adalah “Beli Sekarang”, “Diskon Terbatas”, “Baca  Informasi Lengkapnya Disini!”, “Langganan Sekarang Juga!”, dan lain sebagainya. 

17. Alt text 

Alt text atau alternative text adalah informasi berupa penjelasan tertulis yang dicantumkan pada gambar di konten website. Teks ini berfungsi untuk membantu pengunjung dan web crawler dalam memahami konteks dari gambar yang dipasang tersebut. 

Contoh dari deskripsi alt text  adalah “seorang anak laki-laki yang sedang menggunakan komputer”. 

18. Permalink 

Permalink atau permanent link adalah alamat URL yang dikhususkan untuk mengarah kepada halaman web atau situs tertentu. Permalink bersifat konstan dan permanen untuk memudahkan search engine dan pengguna dalam mencari situs atau halaman web tersebut. 

Contoh dari permalink adalah link dewaweb blog yang tidak pernah berubah yaitu, “https://www.dewaweb.com/blog/”. 

19. Internal link 

Internal link adalah link yang mengarah atau menghubungkan ke dalam halaman web lain di dalam website yang sama. Tujuan dari internal link adalah mempermudah navigasi pengguna dari satu halaman ke halaman lainnya. 

Internal link biasa digunakan untuk menghubungkan dua artikel yang memiliki topik yang sama atau berhubungan satu sama lain. 

20. Backlink 

Backlink adalah link tautan yang mengarah ke website lain. Backlink dianggap penting dan berharga karena merupakan bentuk rekomendasi dan kepercayaan website lain bahwa konten atau website kamu berkualitas dan kredibel. 

Semakin banyak backlink yang didapat, search engine akan menganggap website kamu relevan dan dapat dipercaya sehingga berdampak pada peningkatan ranking di SERP. 

21. No follow link 

No follow link adalah link tautan yang mengarahkan pengguna ke website sesuai dengan alamat link tapi tidak memberikan SEO izin untuk mengikuti link tautan tersebut. No follow link biasa digunakan jika kamu tidak ingin membantu website tersebut untuk meningkatkan rankingnya. 

No follow link biasa digunakan pada tautan iklan, sosial media, kolom komentar, atau situs yang terkesan spam atau berbahaya. 

22. Do follow link 

Do follow link adalah link tautan yang mengizinkan SEO untuk mengikuti tautan link yang menuju ke situs lain. Do follow link dapat membantu meningkatkan SEO website yang dituju sekaligus sebagai bukti kepercayaan situs lain terhadap situs tersebut. 

Do follow link membuktikan bahwa situs yang dituju tersebut kredibel dan dapat dipercaya sebagai sumber. 

23. Sitemap 

Sitemap adalah file XML atau HTML yang berisi kumpulan daftar semua halaman yang ada di dalam sebuah situs web serta tingkatannya. Sitemap berfungsi untuk membantu web crawler dalam menganalisa dan mengindeks halaman-halaman dari sebuah website secara efektif. 

Sitemap dapat berupa URL yang tersambung ke beberapa halaman seperti halaman utama, artikel, kategori, dan sebagainya. Dengan begini, web crawler akan lebih mudah memahami website beserta isinya. 

Pahami Istilah di Atas Ya! 

Setelah membaca artikel ini sampai akhir, apakah kamu sudah paham dan hafal arti dari setiap istilah di atas? Sebagai seorang pebisnis, kamu tentunya harus mampu memahami istilah di atas untuk meningkatkan keberlangsungan website. 

Jika website kamu sukses dan dipercaya banyak orang, tentunya tingkat konversi yang kamu dapat juga akan meningkat. Maka dari itu, ayo pahami istilah-istilah dalam SEO agar kamu dapat menggunakannya dengan tepat dan efektif. Demikian artikel ini, semoga informasinya bermanfaat!

Perluas Insight dari Webinar Gratis

Simak rekaman webinar informatif seputar website, bisnis, marketing, hingga cyber security dengan pembicara profesional di bidangnya. Akses videonya kapan saja dan di mana saja tanpa biaya.

Featured Video/Webinar

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nulla commodo a erat sit amet imperdiet. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Kategori

Artikel Digital Marketing Lainnya

cover-blog-dewatalks
Mengetahui Apa Itu Digital Marketing, Kelebihan, dan Jenis-jenisnya
Digital marketing adalah strategi yang dilakukan oleh pebisnis untuk memasarkan produknya secara online....
cover-blog-dewatalks
Mengenal Pentingnya Digital Marketing untuk Bisnis
Tidak bisa dipungkiri betapa pentingnya digital marketing di zaman sekarang. Zaman di mana semua hal...
cover-blog-dewatalks
25+ Istilah dalam Digital Marketing yang Perlu Diketahui Marketer
Beberapa istilah dalam digital marketing pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga kalian. Dunia digital...